Curhat Pemilik Cafe Majalengka Dapat Orderan Fiktif, Rugi Jutaan Rupiah

Erick Disy Darmawan - detikJabar
Jumat, 25 Mar 2022 23:30 WIB
Cafe di Majalengka.
Cafe di Majalengka (Foto: Erick Disy Darmawan/detikJabar).
Majalengka -

Nasib naas dialami salah satu cafe di wilayah Kabupaten Majalengka. Cafe tersebut menerima orderan fiktif dengan total kerugian hingga jutaan rupiah.

Penipuan berkedok orderan fiktif ini terjadi di salah satu cafe makanan Jepang, yakni N'Hao Cafe. Di cafe yang berada di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Majalengka itu, pelaku berdalih memesan orderan untuk donasi ke panti asuhan.

Pemilik N'Hao Cafe Riyan Maulana mengatakan aksi penipuan itu terjadi pada Senin (14/3/2022) lalu. Pelaku memesan orderan tersebut melalui sambungan telepon. Sebanyak 2 kali ia mendapat orderan fiktif dari pelaku di hari yang sama.


"Pelaku dua kali pesan, pesan pertama kurang katanya. Pertama order 37 porsi, kedua 45 porsi. Dia pesan cuma tiga menu, tapi menu yang dipesan itu harga tertinggi. Ngomongnya buat ke panti asuhan," kata Riyan saat berbincang dengan detikJabar, Jumat (25/3/2022).

Saat menerima orderan, Riyan merasa tak curiga sedikitpun dari niat pelaku. Pasalnya, saat memesan orderan pelaku langsung mengirimkan bukti transferan.

"Saya nggak curiga karena pelaku ngirim bukti transferan ke rekening saya. Kebetulan saya gak pakai m-banking. Jadi gak sempet ke cek," ujar dia.

Dengan senang hati Riyan langsung membuatkan pesan dari pelaku. Orderan pertama itu seharga Rp 2.250.000. Adapun pesanan tersebut diambil oleh driver online.

"Pelaku nyuruh sopir, tapi kayak taksi online gitu yang ngambilnya mah. Kata sopir mah alamat tujuannya tuh ke Desa Pinangraja (Kecamatan Jatiwangi)," jelas dia.

"Tapi dia pas orderan pertama itu ngakunya kelebihan transfer Rp 1,7 juta. Jadi kelebihannya juga saya kembalikan lagi sama sopir yang ngambil pesanan ini," ujar dia menambahkan.

Setelah orderan pertama dibawa oleh sopir, beberapa saat kemudian pelaku kembali menghubungi Riyan. Pelaku meminta orderan kedua, yang jumlahnya hampir Rp 2 juta.

Namun, di orderan kedua ini niat pelaku terbongkar setelah dirinya mengecek saldonya ke ATM. "Saat itu lah baru sadar bahwa tidak ada uang masuk. Bukti transfer yang dikirim, itu palsu. Kalau dihitung-hitung kerugian mah ada sekitar Rp 5.950.000," ucap dia.

Kasus yang dialami Riyan tersebut, disinyalir kuat sudah sering terjadi dalam melakukan modusnya, mereka senantiasa mengirimkan bukti tranfer palsu kepada korban.

"Ternyata banyak juga teman-teman yang mengalami. Dari mulai ratusan ribu sampai jutaan," paparnya.

Sementara, untuk menghindari kejadian tersebut terulang, Riyan mengaku kini dirinya lebih selektif lagi ketika ada yang order. Selain itu, dia juga mulai menggunakan M-Banking.

(mso/bbn)