PKS Rugi Besar Usai Gagal Dapatkan Jatah Wawalkot Bandung

Rifat Alhamidi - detikJabar
Rabu, 23 Mar 2022 11:13 WIB
Taman Balaikota Bandung
Taman Balaikota Bandung (Foto: (Aulia Husnunnisa/d'Traveler))
Bandung -

PKS dipastikan gagal untuk mengisi jatah kursi Wakil Walikota Bandung. Kondisi ini pun disebut merugikan PKS yang seharusnya bisa menggantikan posisi almarhum Oded M Danial di Kota Bandung.

"Jelas PKS rugi besar. Karena kita kan tahu kalau Mang Oded itu dari PKS, nah sekarang mereka gagal buat ngusulin nama yang menggantikan Mang Oded," kata Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof Muradi kepada detikJabar, Rabu (23/3/2022).

Muradi menilai, kegagalan ini seharusnya bisa menjadi otokritik bagi internal PKS. Pasalnya diketahui, saat menggodok nama pengganti almarhum Oded, komunikasi politik PKS terkesan privasi dan tak pernah membuka nama-nama tersebut kepada partai pengusung yang lain.


"Politik itu refleksi, seberapa besar PKS bisa berbagi dengan Gerindra dan PBB selama Mang Oded berkuasa kemarin. Sekarang coba tanyakan, apakah tiga partai itu sudah clear mengusung nama untuk wakil walikota, kan saya lihat sampai kemarin belum ada obrolan dari tiga partai politik tersebut. Tahapan pertamanya saja tidak selesai kan," ungkapnya.

Menurut Muradi, PKS harus segera merubah mindset ekslusifitas itu jika tak ingin terancam posisinya untuk waktu ke depan. Sebab, bisa saja partai lain di legislatif nantinya malah mengunci komunikasi dengan PKS imbas kegagalan pengisian jatah Wakil Wali Kota Bandung tersebut.

"Karena ada yang namanya oposisi mayoritas, jadi musuh bersama, itu yang membahayakan untuk PKS sekarang. Karena kembali lagi, politik itu berbagi. Seberasa sering sekarang pertanyaannya PKS bernegosiasi dan berbagi di pemerintahan, kalau itu tidak mereka lakukan ya partai yang lain pastinya akan ngunci. Istilahnya begini, saya akan dapat apa kalau saya dukung PKS," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, PKS dipastikan gagal untuk mengisi jatah kursi wakil wali kota Bandung. Hal itu terjadi setelah Kemendagri belum juga memberikan kepastian kapan pelantikan wali kota Bandung definitif akan digelar.

Padahal diketahui, sepeninggalan almarhum Oded M Danial, DPRD telah mengusulkan Yana Mulyana menjadi wali kota Bandung definitif pada awal Maret lalu. Kursi wakil wali kota pun kemudian kosong dan menjadi incaran PKS karena Yana diusung Partai Gerindra pada Pilwakot 2018 lalu.

Pengisian kursi wawalkot Bandung pun tak bisa dilakukan karena terkendala regulasi. Sebab, sesuai bunyi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2018 disebutkan DPRD berwenang memilih kepala daerah dan wakil kepala daerah jika terjadi kekosongan untuk sisa masa jabatan lebih dari 18 bulan.

Sementara jika dihitung sejak pelantikan pasangan Oded-Yana, maka Senin (21/3) kemarin merupakan batas waktu 18 bulan tersebut telah lewat. PKS pun dipastikan tak bisa mengincar kursi wawalkot lagi meski telah menetapkan dua nama calon wakil walikota.



Simak Video "Fakta-fakta Seputar Banjir Bandang yang Menerjang Garut"
[Gambas:Video 20detik]
(ral/yum)