Kapan Waktu Membayar Zakat Fitrah yang Paling Utama?

Langkah Emas Raih Kemenangan

Kapan Waktu Membayar Zakat Fitrah yang Paling Utama?

Tia Kamilla - detikHikmah
Senin, 02 Mar 2026 08:00 WIB
Ilustrasi zakat
Ilustrasi zakat fitrah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Nazrul Azuwan Nordin
Jakarta -

Zakat fitrah menjadi kewajiban setiap muslim yang harus ditunaikan sebelum Hari Raya Idul Fitri. Namun, ternyata ada waktu yang paling utama untuk membayar zakat fitrah sesuai anjuran Rasulullah SAW.

Dalil tentang perintah membayar zakat tertuang dalam beberapa ayat Al-Qur'an. Allah SWT berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 43,

وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرّٰكِعِيْنَ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk."

Allah SWT juga berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 277,

ADVERTISEMENT

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتَوُا الزَّكٰوةَ لَهُمْ اَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۚ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, beramal saleh, menegakkan salat, dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan tidak (pula) mereka bersedih."

Lalu, kapan waktu membayar zakat fitrah yang paling utama dan apa hukum membayar zakat fitrah? Simak ulasan berikut ini.

Hukum Membayar Zakat Fitrah dalam Islam

Dalam buku Ensiklopedia Fikih Indonesia 3: Zakat, Ahmad Sarwat menjelaskan zakat fitrah hukumnya wajib atas setiap muslim, baik yang dewasa maupun yang masih anak-anak. Bahkan bayi yang baru lahir dikenakan zakat fitrah.

Zakat wajib bagi laki-laki dan wanita. Zakat fitrah diwajibkan atas orang yang berakal ataupun orang yang tidak berakal (gila).

Waktu Membayar Zakat Fitrah yang Paling Utama

Waktu membayar zakat fitrah sudah dijelaskan dalam sebuah hadits yang berbunyi, "Siapa yang menunaikannya sebelum salat, itu adalah zakat yang diterima. Dan siapa yang menunaikannya setelah salat, itu adalah sedekah dari sedekah." (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Pada dasarnya, waktu yang diperbolehkan untuk menunaikan zakat fitrah ini dimulai sejak awal bulan Ramadan hingga sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri.

Merujuk buku Fikih Zakat, Sedekah, dan Wakaf oleh Dr. Qodariah Barkah dkk, Sulaiman dalam Fikih Islam menjelaskan waktu terbaik untuk membayar zakat fitrah adalah setelah salat Subuh pada hari Idul Fitri, sebelum pelaksanaan salat Id.

Namun, jika zakat fitrah dibayarkan setelah salat Idul Fitri tetapi sebelum matahari terbenam, hukumnya makruh atau kurang dianjurkan. Sedangkan zakat fitrah yang dibayarkan setelah matahari terbenam pada hari Idul Fitri dihukumi haram, karena melewati batas waktu yang telah ditetapkan.

Hikmah Membayar Zakat Fitrah

Berikut ini adalah beberapa hikmah yang bisa umat Islam ambil saat membayar zakat fitrah.

1. Menyempurnakan Ibadah Puasa

Zakat fitrah pertama kali disyariatkan pada bulan Syaban tahun kedua Hijriah, bertujuan untuk menyucikan orang yang berpuasa dari perkataan kotor dan perbuatan sia-sia, serta memberikan bantuan bagi orang fakir dan lemah. Hal ini dijelaskan dalam Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq.

Ibnu Abbas RA berkata:

"Rasulullah mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari perbuatan yang tidak ada faedahnya dan perkataan kotor serta untuk memberi makan orang-orang miskin. Siapa saja yang membayarnya sebelum salat, apa yang dilakukannya itu menjadi zakat yang diterima, dan siapa saja yang membayarnya setelah salat, apa yang dilakukannya itu menjadi sedekah biasa." (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Daruquthni)

2. Menebar Kebahagiaan Sesama Muslim

Hari Raya Idul Fitri adalah momen kegembiraan bagi seluruh umat Islam. Salah satu hikmah zakat fitrah adalah menebarkan kebahagiaan. Zakat fitrah memastikan orang miskin dan kurang beruntung dapat merasakan kegembiraan yang sama, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat ikut merayakan hari raya dengan bahagia. Hal ini merujuk pada buku Fikih Sunnah Wanita oleh Syaikh Ahmad Jad.

3. Membersihkan Harta

Dalam harta yang Allah SWT berikan juga terdapat hak orang lain. Dengan mengeluarkan zakat fitrah, seorang muslim bisa menjaga dan menyucikan hartanya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Bentengilah harta kalian dengan zakat." (HR Al Baihaqi)

Ada juga hadits lainnya, "Barang siapa membayar zakat hartanya, maka kejelekannya akan hilang dari dirinya." (HR Al Haitsami)

4. Diampuni Setiap Kesalahan

Orang yang menunaikan zakat akan mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Dalam Al-Qur'an surah Al-Maidah ayat 12,

وَلَقَدْ اَخَذَ اللّٰهُ مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَۚ وَبَعَثْنَا مِنْهُمُ اثْنَيْ عَشَرَ نَقِيْبًاۗ وَقَالَ اللّٰهُ اِنِّيْ مَعَكُمْ ۗ لَىِٕنْ اَقَمْتُمُ الصَّلٰوةَ وَاٰتَيْتُمُ الزَّكٰوةَ وَاٰمَنْتُمْ بِرُسُلِيْ وَعَزَّرْتُمُوْهُمْ وَاَقْرَضْتُمُ اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا لَّاُكَفِّرَنَّ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَلَاُدْخِلَنَّكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۚ فَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذٰلِكَ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاۤءَ السَّبِيْلِ

Artinya: "Sungguh, Allah benar-benar telah mengambil perjanjian dengan Bani Israil dan Kami telah mengangkat dua belas orang pemimpin di antara mereka. Allah berfirman, 'Aku bersamamu. Sungguh, jika kamu mendirikan salat, menunaikan zakat, beriman kepada rasul-rasul-Ku dan membantu mereka, serta kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, pasti akan Aku hapus kesalahan-kesalahanmu dan akan Aku masukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Maka, siapa yang kufur di antaramu setelah itu, sungguh dia telah tersesat dari jalan yang lurus.'"

5. Harta Menjadi Berkah

Mengeluarkan zakat tidak mengurangi harta. Sebaliknya, Allah SWT menambahkan nikmat dan memberkahi harta orang yang menunaikannya.

Rasulullah SAW bersabda, "Sedekah (zakat) tidak akan mengurangi harta." (HR Muslim)

Itulah dia pentingnya memahami waktu membayar zakat fitrah, hukum membayarnya, dan hikmah di balik kewajiban ini.




(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads