Terakhir Dibaca
طٰسۤمّۤ
١
°± S³m M³m.
Terakhir Dibaca
تِلْكَ اٰيٰتُ الْكِتٰبِ الْمُبِيْنِ
٢
Tilka ±y±tul-kit±bil-mub³n(i).
Itulah ayat-ayat Kitab (Al-Qur’an) yang jelas.
Terakhir Dibaca
لَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ اَلَّا يَكُوْنُوْا مُؤْمِنِيْنَ
٣
La‘allaka b±khi‘un nafsaka all± yakµnµ mu'min³n(a).
Boleh jadi engkau (Nabi Muhammad) akan membinasakan dirimu (dengan kesedihan) karena mereka (penduduk Makkah) tidak beriman.
Terakhir Dibaca
اِنْ نَّشَأْ نُنَزِّلْ عَلَيْهِمْ مِّنَ السَّمَاۤءِ اٰيَةً فَظَلَّتْ اَعْنَاقُهُمْ لَهَا خٰضِعِيْنَ
٤
In nasya' nunazzil ‘alaihim minas-sam±'i ±yatan fa §allat a‘n±quhum lah± kh±«i‘³n(a).
Jika berkehendak, niscaya Kami turunkan bukti (mukjizat) kepada mereka dari langit sehingga tengkuk mereka selalu tunduk kepadanya.
Terakhir Dibaca
وَمَا يَأْتِيْهِمْ مِّنْ ذِكْرٍ مِّنَ الرَّحْمٰنِ مُحْدَثٍ اِلَّا كَانُوْا عَنْهُ مُعْرِضِيْنَ
٥
Wa m± ya't³him min ©ikrim minar-ra¥m±ni mu¥da£in ill± k±nµ ‘anhu mu‘ri«³n(a).
Tidak datang kepada mereka suatu peringatan baru (ayat Al-Qur’an) dari Tuhan Yang Maha Pengasih, kecuali mereka selalu berpaling darinya.
Terakhir Dibaca
فَقَدْ كَذَّبُوْا فَسَيَأْتِيْهِمْ اَنْۢبـٰۤؤُا مَا كَانُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْنَ
٦
Faqad ka©©abµ fa saya't³him amb±'u m± k±nµ bih³ yastahzi'µn(a).
Sungguh, mereka telah mendustakan (Al-Qur’an). Maka, kelak akan datang kepada mereka (kebenaran) berita-berita mengenai apa (azab) yang selalu mereka perolok-olokkan.
Terakhir Dibaca
اَوَلَمْ يَرَوْا اِلَى الْاَرْضِ كَمْ اَنْۢبَتْنَا فِيْهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيْمٍ
٧
Awalam yarau ilal-ar«i kam ambatn± f³h± min kulli zaujin kar³m(in).
Apakah mereka tidak memperhatikan bumi, betapa banyak Kami telah menumbuhkan di sana segala jenis (tanaman) yang tumbuh baik?
Terakhir Dibaca
اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةًۗ وَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
٨
Inna f³ ©±lika la'±yah(tan), wa m± k±na ak£aruhum mu'min³n(a).
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Terakhir Dibaca
وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ ࣖ
٩
Inna rabbaka lahuwal-‘az³zur-ra¥³m(u).
Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang benar-benar Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.
Terakhir Dibaca
وَاِذْ نَادٰى رَبُّكَ مُوْسٰٓى اَنِ ائْتِ الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ ۙ
١٠
Wa i© n±d± rabbuka mµs± ani'til-qauma§-§±lim³n(a).
(Ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa (dengan firman-Nya), “Datangilah kaum yang zalim itu.
Terakhir Dibaca
قَوْمَ فِرْعَوْنَ ۗ اَلَا يَتَّقُوْنَ
١١
Qauma fir‘aun(a), al± yattaqµn(a).
(Yaitu) kaum Fir‘aun. Mengapa mereka tidak bertakwa?”
Terakhir Dibaca
قَالَ رَبِّ اِنِّيْٓ اَخَافُ اَنْ يُّكَذِّبُوْنِ ۗ
١٢
Q±la rabbi inn³ akh±fu ay yuka©©ibµn(i).
Dia (Musa) berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku takut mereka akan mendustakanku.
Terakhir Dibaca
وَيَضِيْقُ صَدْرِيْ وَلَا يَنْطَلِقُ لِسَانِيْ فَاَرْسِلْ اِلٰى هٰرُوْنَ
١٣
Wa ya«³qu ¡adr³ wa l± yan¯aliqu lis±n³ fa arsil il± h±rµn(a).
Dadaku terasa sempit dan lidahku kelu. Maka, utuslah Harun (bersamaku).
Terakhir Dibaca
وَلَهُمْ عَلَيَّ ذَنْۢبٌ فَاَخَافُ اَنْ يَّقْتُلُوْنِ ۚ
١٤
Wa lahum ‘alayya ©ambun fa akh±fu ay yaqtulµn(i).
Aku berdosa terhadap mereka. Maka, aku takut mereka akan membunuhku.”
Terakhir Dibaca
قَالَ كَلَّا ۚفَاذْهَبَا بِاٰيٰتِنَآ اِنَّا مَعَكُمْ مُّسْتَمِعُوْنَ ۙ
١٥
Q±la kall±, fa©hab± bi'±y±tin± inn± ma‘akum mustami‘µn(a).
Dia (Allah) berfirman, “Tidak (mereka tidak akan dapat membunuhmu). Maka, pergilah berdua dengan membawa ayat-ayat Kami (mukjizat). Sesungguhnya Kami menyertaimu mendengarkan (apa yang mereka katakan).
Terakhir Dibaca
فَأْتِيَا فِرْعَوْنَ فَقُوْلَآ اِنَّا رَسُوْلُ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۙ
١٦
Fa'tiy± fir‘auna faqµl± inn± rasµlu rabbil-‘±lam³n(a).
Maka, datanglah berdua kepada Fir‘aun dan katakanlah, ‘Sesungguhnya kami adalah utusan Tuhan semesta alam.
Terakhir Dibaca
اَنْ اَرْسِلْ مَعَنَا بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ ۗ
١٧
An arsil ma‘an± ban³ isr±'³l(a).
Lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersama kami (menuju Baitulmaqdis).’”
Terakhir Dibaca
قَالَ اَلَمْ نُرَبِّكَ فِيْنَا وَلِيْدًا وَّلَبِثْتَ فِيْنَا مِنْ عُمُرِكَ سِنِيْنَ ۗ
١٨
Q±la alam nurabbika f³n± wal³daw wa labi£ta f³n± min ‘umurika sin³n(a).
Dia (Fir‘aun) berkata, “Bukankah kami telah mengasuhmu dalam lingkungan (keluarga) kami, waktu engkau masih bayi dan engkau tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu.
Terakhir Dibaca
وَفَعَلْتَ فَعْلَتَكَ الَّتِيْ فَعَلْتَ وَاَنْتَ مِنَ الْكٰفِرِيْنَ
١٩
Wa fa‘alta fa‘latakal-lat³ fa‘alta wa anta minal-k±fir³n(a).
Engkau (Musa) telah melakukan (kesalahan berupa) perbuatan yang telah engkau lakukan (membunuh seseorang dari kaumku) dan engkau termasuk orang yang ingkar (terhadap kebaikan dan ketuhananku).”
Terakhir Dibaca
قَالَ فَعَلْتُهَآ اِذًا وَّاَنَا۠ مِنَ الضَّاۤلِّيْنَ
٢٠
Q±la fa‘altuh± i©aw wa ana mina«-«±ll³n(a).
Dia (Musa) berkata, “Aku telah melakukannya. Kalau begitu, saat itu aku termasuk orang-orang yang sesat.
Terakhir Dibaca
فَفَرَرْتُ مِنْكُمْ لَمَّا خِفْتُكُمْ فَوَهَبَ لِيْ رَبِّيْ حُكْمًا وَّجَعَلَنِيْ مِنَ الْمُرْسَلِيْنَ
٢١
Fa farartu minkum lamm± khiftukum fa wahaba l³ rabb³ ¥ukmaw wa ja‘alan³ minal-mursal³n(a).
Kemudian, aku lari darimu karena takut kepadamu. Lalu, Tuhanku menganugerahkan kepadaku hukum (ilmu dan kearifan) dan menjadikanku salah seorang rasul.
Terakhir Dibaca
وَتِلْكَ نِعْمَةٌ تَمُنُّهَا عَلَيَّ اَنْ عَبَّدْتَّ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ ۗ
٢٢
Wa tilka ni‘matun tamunnuh± ‘alayya an ‘abbatta ban³ isr±'³l(a).
Itulah kenikmatan yang engkau berikan kepadaku, (sedangkan) engkau memperbudak Bani Israil.”
Terakhir Dibaca
قَالَ فِرْعَوْنُ وَمَا رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ ۗ
٢٣
Q±la fir‘aunu wa m± rabbul-‘±lam³n(a).
Fir‘aun berkata, “Siapa Tuhan semesta alam itu?”
Terakhir Dibaca
قَالَ رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَاۗ اِنْ كُنْتُمْ مُّوْقِنِيْنَ
٢٤
Q±la rabbus-sam±w±ti wal-ar«i wa m± bainahum±, in kuntum mµqin³n(a).
Dia (Musa) menjawab, “Tuhan (pencipta dan pemelihara) langit, bumi, dan segala yang ada di antaranya jika kamu orang-orang yang yakin.”
Terakhir Dibaca
قَالَ لِمَنْ حَوْلَهٗٓ اَلَا تَسْتَمِعُوْنَ
٢٥
Q±la liman ¥aulahµ al± tastami‘µn(a).
Dia (Fir‘aun) berkata kepada orang-orang di sekitarnya, “Tidakkah kamu mendengar (apa yang dikatakannya)?”
Terakhir Dibaca
قَالَ رَبُّكُمْ وَرَبُّ اٰبَاۤىِٕكُمُ الْاَوَّلِيْنَ
٢٦
Q±la rabbukum wa rabbu ±b±'ikumul-awwal³n(a).
Dia (Musa) berkata, “(Dia) Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu terdahulu.”
Terakhir Dibaca
قَالَ اِنَّ رَسُوْلَكُمُ الَّذِيْٓ اُرْسِلَ اِلَيْكُمْ لَمَجْنُوْنٌ
٢٧
Q±la inna rasµlakumul-la©³ ursila ilaikum lamajnµn(un).
Dia (Fir‘aun) berkata, “Sesungguhnya rasulmu yang diutus kepadamu benar-benar gila.”
Terakhir Dibaca
قَالَ رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَمَا بَيْنَهُمَاۗ اِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُوْنَ
٢٨
Q±la rabbul-masyriqi wal-magribi wa m± bainahum±, in kuntum ta‘qilµn(a).
Dia (Musa) berkata, “(Dia) Tuhan (yang menguasai) timur dan barat serta segala yang ada di antaranya jika kamu mengerti.”
Terakhir Dibaca
قَالَ لَىِٕنِ اتَّخَذْتَ اِلٰهًا غَيْرِيْ لَاَجْعَلَنَّكَ مِنَ الْمَسْجُوْنِيْنَ
٢٩
Q±la la'inittakha©ta il±han gair³ la'aj‘alannaka minal-masjµn³n(a).
Dia (Fir‘aun) berkata, “Sungguh, jika engkau menyembah Tuhan selainku, niscaya aku benar-benar akan menjadikanmu termasuk orang-orang yang dipenjarakan.”
Terakhir Dibaca
قَالَ اَوَلَوْ جِئْتُكَ بِشَيْءٍ مُّبِيْنٍ
٣٠
Q±la awalau ji'tuka bisyai'im mub³n(in).
Dia (Musa) berkata, “Apakah (engkau akan melakukan itu) sekalipun aku mendatangkan kepadamu sesuatu (bukti) yang jelas?”
Terakhir Dibaca
قَالَ فَأْتِ بِهٖٓ اِنْ كُنْتَ مِنَ الصّٰدِقِيْنَ
٣١
Q±la fa'ti bih³ in kunta mina¡-¡±diq³n(a).
Dia (Fir‘aun) berkata, “Datangkanlah (bukti yang jelas) itu jika engkau termasuk orang-orang yang benar!”
Terakhir Dibaca
فَاَلْقٰى عَصَاهُ فَاِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُّبِيْنٌ ۚ
٣٢
Fa alq± ‘a¡±hu fa i©± hiya £u‘b±num mub³n(un).
Maka, dia (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba ia (tongkat itu) menjadi ular besar yang nyata.
Terakhir Dibaca
وَنَزَعَ يَدَهٗ فَاِذَا هِيَ بَيْضَاۤءُ لِلنّٰظِرِيْنَ ࣖ
٣٣
Wa naza‘a yadahµ fa i©± hiya bai«±'u lin-n±§ir³n(a).
Dia menarik tangannya, tiba-tiba ia (tangan itu) menjadi putih (bercahaya) bagi orang-orang yang melihat(-nya).
Terakhir Dibaca
قَالَ لِلْمَلَاِ حَوْلَهٗٓ اِنَّ هٰذَا لَسٰحِرٌ عَلِيْمٌ ۙ
٣٤
Q±la lil-mala'i ¥aulahµ inna h±©± las±¥irun ‘al³m(un).
Dia (Fir‘aun) berkata kepada para pemuka di sekitarnya, “Sesungguhnya dia (Musa) ini benar-benar seorang penyihir yang sangat pandai.
Terakhir Dibaca
يُّرِيْدُ اَنْ يُّخْرِجَكُمْ مِّنْ اَرْضِكُمْ بِسِحْرِهٖۖ فَمَاذَا تَأْمُرُوْنَ
٣٥
Yur³du ay yukhrijakum min ar«ikum bisi¥rih(³), fa m±©± ta'murµn(a).
Dia hendak mengeluarkanmu dari negerimu dengan sihirnya. Maka, apa yang kamu sarankan?”
Terakhir Dibaca
قَالُوْٓا اَرْجِهْ وَاَخَاهُ وَابْعَثْ فِى الْمَدَاۤىِٕنِ حٰشِرِيْنَ ۙ
٣٦
Q±lµ arjih wa akh±hu wab‘a£ fil-mad±'ini ¥±syir³n(a).
Mereka berkata, “Tahanlah (untuk sementara) dia dan saudaranya serta utuslah ke seluruh negeri orang-orang yang akan mengumpulkan (penyihir).
Terakhir Dibaca
يَأْتُوْكَ بِكُلِّ سَحَّارٍ عَلِيْمٍ
٣٧
Ya'tµka bikulli sa¥¥±rin ‘al³m(in).
Mereka akan mendatangkan kepadamu semua penyihir yang sangat pandai.”
Terakhir Dibaca
فَجُمِعَ السَّحَرَةُ لِمِيْقَاتِ يَوْمٍ مَّعْلُوْمٍ ۙ
٣٨
Fa jumi‘as-sa¥aratu lim³q±ti yaumim ma‘lµm(in).
Maka, dikumpulkanlah para penyihir pada waktu (yang ditetapkan) pada hari yang telah ditentukan.
Terakhir Dibaca
وَّقِيْلَ لِلنَّاسِ هَلْ اَنْتُمْ مُّجْتَمِعُوْنَ ۙ
٣٩
Wa q³la lin-n±si hal antum mujtami‘µn(a).
Lalu, diumumkan kepada orang banyak, “Apakah kamu semua sudah berkumpul?
Terakhir Dibaca
لَعَلَّنَا نَتَّبِعُ السَّحَرَةَ اِنْ كَانُوْا هُمُ الْغٰلِبِيْنَ
٤٠
La‘allan± nattabi‘us-sa¥arata in k±nµ humul-g±lib³n(a).
(Tujuannya) supaya kita mengikuti para penyihir itu jika mereka jadi para pemenang.”
Terakhir Dibaca
فَلَمَّا جَاۤءَ السَّحَرَةُ قَالُوْا لِفِرْعَوْنَ اَىِٕنَّ لَنَا لَاَجْرًا اِنْ كُنَّا نَحْنُ الْغٰلِبِيْنَ
٤١
Falamm± j±'as-sa¥aratu q±lµ lifir‘auna a'inna lan± la'ajran in kunn± na¥nul-g±lib³n(a).
Maka, ketika para penyihir datang, mereka berkata kepada Fir‘aun, “Apakah kami benar-benar akan memperoleh imbalan besar jika kami yang menjadi pemenang?”
Terakhir Dibaca
قَالَ نَعَمْ وَاِنَّكُمْ اِذًا لَّمِنَ الْمُقَرَّبِيْنَ
٤٢
Q±la na‘am wa innakum i©al laminal-muqarrab³n(a).
Dia (Fir‘aun) menjawab, “Ya, bahkan kamu pasti akan menjadi orang-orang yang dekat (kepadaku).”
Terakhir Dibaca
قَالَ لَهُمْ مُّوْسٰٓى اَلْقُوْا مَآ اَنْتُمْ مُّلْقُوْنَ
٤٣
Q±la lahum mµs± alqµ m± antum mulqµn(a).
Musa berkata kepada mereka, “Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan!”
Terakhir Dibaca
فَاَلْقَوْا حِبَالَهُمْ وَعِصِيَّهُمْ وَقَالُوْا بِعِزَّةِ فِرْعَوْنَ اِنَّا لَنَحْنُ الْغٰلِبُوْنَ
٤٤
Fa alqau ¥ib±lahum wa ‘i¡iyyahum wa q±lµ bi‘izzati fir‘auna inn± lana¥nul-g±libµn(a).
Lalu, mereka melemparkan tali-tali dan tongkat-tongkat mereka seraya berkata, “Demi kekuasaan Fir‘aun, sesungguhnya kamilah yang benar-benar sebagai pemenang.”
Terakhir Dibaca
فَاَلْقٰى مُوْسٰى عَصَاهُ فَاِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُوْنَ ۚ
٤٥
Fa alq± mµs± ‘a¡±hu fa i©± hiya talqafu m± ya'fikµn(a).
Kemudian, Musa melemparkan tongkatnya, tiba-tiba ia (tongkatnya yang sudah menjadi ular) menelan segala yang mereka ada-adakan itu.
Terakhir Dibaca
فَاُلْقِيَ السَّحَرَةُ سٰجِدِيْنَ ۙ
٤٦
Fa ulqiyas-sa¥aratu s±jid³n(a).
Maka, tersungkurlah para penyihir itu (dalam keadaan) bersujud.
Terakhir Dibaca
قَالُوْٓا اٰمَنَّا بِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۙ
٤٧
Q±lµ ±mann± birabbil-‘±lam³n(a).
Mereka berkata, “Kami beriman kepada Tuhan semesta alam,
Terakhir Dibaca
رَبِّ مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ
٤٨
Rabbi mµs± wa h±rµn(a).
(yaitu) Tuhannya Musa dan Harun.”
Terakhir Dibaca
قَالَ اٰمَنْتُمْ لَهٗ قَبْلَ اَنْ اٰذَنَ لَكُمْۚ اِنَّهٗ لَكَبِيْرُكُمُ الَّذِيْ عَلَّمَكُمُ السِّحْرَۚ فَلَسَوْفَ تَعْلَمُوْنَ ەۗ لَاُقَطِّعَنَّ اَيْدِيَكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ مِّنْ خِلَافٍ وَّلَاُصَلِّبَنَّكُمْ اَجْمَعِيْنَۚ
٤٩
Q±la ±mantum lahµ qabla an ±©ana lakum, innahµ lakab³rukumul-la©³ ‘allamakumus-si¥r(a), fa lasaufa ta‘lamµn(a), la'uqa¯¯i‘anna aidiyakum wa arjulakum min khil±fiw wa la'u¡allibannakum ajma'³n(a).
Dia (Fir‘aun) berkata, “Apakah kamu sekalian beriman kepadanya (Musa) sebelum aku mengizinkanmu? Sesungguhnya dia benar-benar pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu. Maka, kamu tentu akan tahu (akibat perbuatanmu). Pasti kupotong tangan dan kakimu secara bersilang dan benar-benar akan kusalib kamu semua.”
Terakhir Dibaca
قَالُوْا لَا ضَيْرَ ۖاِنَّآ اِلٰى رَبِّنَا مُنْقَلِبُوْنَ ۚ
٥٠
Q±lµ l± «air(a), inn± il± rabbin± munqalibµn(a).
Mereka menjawab, “Tidak ada yang kami takutkan. Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.
Terakhir Dibaca
اِنَّا نَطْمَعُ اَنْ يَّغْفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطٰيٰنَآ اَنْ كُنَّآ اَوَّلَ الْمُؤْمِنِيْنَ ۗ ࣖ
٥١
Inn± na¯ma‘u ay yagfira lan± rabbun± kha¯±y±n± an kunn± awwalal-mu'min³n(a).
Sesungguhnya kami sangat menginginkan agar Tuhan kami mengampuni kesalahan-kesalahan kami karena kami adalah orang-orang yang pertama menjadi mukmin.”
Terakhir Dibaca
۞ وَاَوْحَيْنَآ اِلٰى مُوْسٰىٓ اَنْ اَسْرِ بِعِبَادِيْٓ اِنَّكُمْ مُّتَّبَعُوْنَ
٥٢
Wa au¥ain± il± mµs± an asri bi‘ib±d³ innakum muttaba‘µn(a).
Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa, “Pergilah pada malam hari dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil). Sesungguhnya kamu pasti akan diikuti.”
Terakhir Dibaca
فَاَرْسَلَ فِرْعَوْنُ فِى الْمَدَاۤىِٕنِ حٰشِرِيْنَ ۚ
٥٣
Fa arsala fir‘aunu fil-mad±'ini ¥±syir³n(a).
Lalu, Fir‘aun mengirimkan orang ke kota-kota untuk mengumpulkan (bala tentaranya).
Terakhir Dibaca
اِنَّ هٰٓؤُلَاۤءِ لَشِرْذِمَةٌ قَلِيْلُوْنَۙ
٥٤
Inna h±'ul±'i lasyirzimatun qal³lµn(a).
(Fir‘aun berkata,) “Sesungguhnya mereka (Bani Israil) hanyalah sekelompok kecil.
Terakhir Dibaca
وَاِنَّهُمْ لَنَا لَغَاۤىِٕظُوْنَ ۙ
٥٥
Wa innahum lan± lag±'i§µn(a).
Sesungguhnya mereka telah membuat kita marah.
Terakhir Dibaca
وَاِنَّا لَجَمِيْعٌ حٰذِرُوْنَ ۗ
٥٦
Wa inn± lajam³‘un ¥±©irµn(a).
Sesungguhnya kita semua benar-benar harus selalu waspada.”
Terakhir Dibaca
فَاَخْرَجْنٰهُمْ مِّنْ جَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍ ۙ
٥٧
Fa akhrajn±hum min jann±tiw wa ‘uyµn(in).
Kami keluarkan mereka (Fir‘aun dan kaumnya) dari (negeri mereka yang mempunyai) taman, mata air,
Terakhir Dibaca
وَّكُنُوْزٍ وَّمَقَامٍ كَرِيْمٍ ۙ
٥٨
Wa kunµziw wa maq±min kar³m(in).
harta kekayaan, dan tempat tinggal yang bagus.
Terakhir Dibaca
كَذٰلِكَۚ وَاَوْرَثْنٰهَا بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ ۗ
٥٩
Ka©±lik(a), wa aura£n±h± ban³ isr±'³l(a).
Demikianlah, dan Kami wariskan semuanya kepada Bani Israil.
Terakhir Dibaca
فَاَتْبَعُوْهُمْ مُّشْرِقِيْنَ
٦٠
Fa atba‘µhum musyriq³n(a).
Lalu, (Fir‘aun dan bala tentaranya dapat) menyusul mereka pada waktu matahari terbit.
Terakhir Dibaca
فَلَمَّا تَرٰۤءَا الْجَمْعٰنِ قَالَ اَصْحٰبُ مُوْسٰٓى اِنَّا لَمُدْرَكُوْنَ ۚ
٦١
Falamm± tar±'al-jam‘±ni q±la a¡¥±bu mµs± inn± lamudrakµn(a).
Ketika kedua golongan itu saling melihat, para pengikut Musa berkata, “Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul.”
Terakhir Dibaca
قَالَ كَلَّا ۗاِنَّ مَعِيَ رَبِّيْ سَيَهْدِيْنِ
٦٢
Q±la kall±, inna ma‘iya rabb³ sayahd³n(i).
Dia (Musa) berkata, “Tidak! Sesungguhnya Tuhanku bersamaku. Dia akan menunjukiku.”
Terakhir Dibaca
فَاَوْحَيْنَآ اِلٰى مُوْسٰٓى اَنِ اضْرِبْ بِّعَصَاكَ الْبَحْرَۗ فَانْفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيْمِ ۚ
٦٣
Fa au¥ain± il± mµs± ani«rib bi‘a¡±kal-ba¥r(a), fanfalaqa fa k±na kullu firqin ka¯-¯audil ‘a§³m(i).
Lalu, Kami wahyukan kepada Musa, “Pukullah laut dengan tongkatmu itu.” Maka, terbelahlah (laut itu) dan setiap belahan seperti gunung yang sangat besar.
Terakhir Dibaca
وَاَزْلَفْنَا ثَمَّ الْاٰخَرِيْنَ ۚ
٦٤
Wa azlafn± £ammal-±khar³n(a).
Di sanalah Kami dekatkan kelompok yang lain.
Terakhir Dibaca
وَاَنْجَيْنَا مُوْسٰى وَمَنْ مَّعَهٗٓ اَجْمَعِيْنَ ۚ
٦٥
Wa anjain± mµs± wa mam ma‘ahµ ajma‘³n(a).
Kami selamatkan Musa dan semua orang yang bersamanya.
Terakhir Dibaca
ثُمَّ اَغْرَقْنَا الْاٰخَرِيْنَ ۗ
٦٦
¤umma agraqnal-±khar³n(a).
Kemudian, Kami tenggelamkan kelompok yang lain.
Terakhir Dibaca
اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً ۗوَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
٦٧
Inna f³ ©±lika la'±yah(tan), wa m± k±na ak£aruhum mu'min³n(a).
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Terakhir Dibaca
وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ ࣖ
٦٨
Wa inna rabbaka lahuwal-‘az³zur-ra¥³m(u).
Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang benar-benar Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.
Terakhir Dibaca
وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَاَ اِبْرٰهِيْمَ ۘ
٦٩
Watlu ‘alaihim naba'a ibr±h³m(a).
Bacakanlah kepada mereka berita Ibrahim.
Terakhir Dibaca
اِذْ قَالَ لِاَبِيْهِ وَقَوْمِهٖ مَا تَعْبُدُوْنَ
٧٠
I© q±la li'ab³hi wa qaumih³ m± ta‘budµn(a).
Ketika dia (Ibrahim) berkata kepada bapak dan kaumnya, “Apa yang kamu sembah?”
Terakhir Dibaca
قَالُوْا نَعْبُدُ اَصْنَامًا فَنَظَلُّ لَهَا عٰكِفِيْنَ
٧١
Q±lµ na‘budu a¡n±man fa na§allu lah± ‘±kif³n(a).
Mereka menjawab, “Kami menyembah berhala-berhala dan senantiasa tekun menyembahnya.”
Terakhir Dibaca
قَالَ هَلْ يَسْمَعُوْنَكُمْ اِذْ تَدْعُوْنَ ۙ
٧٢
Q±la hal yasma‘µnakum i© tad‘µn(a).
Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah mereka mendengarmu ketika kamu berdoa (kepadanya)?
Terakhir Dibaca
اَوْ يَنْفَعُوْنَكُمْ اَوْ يَضُرُّوْنَ
٧٣
Au yanfa‘µnakum au ya«urrµn(a).
Atau, (dapatkah) mereka memberi manfaat atau mudarat kepadamu?”
Terakhir Dibaca
قَالُوْا بَلْ وَجَدْنَآ اٰبَاۤءَنَا كَذٰلِكَ يَفْعَلُوْنَ
٧٤
Q±lµ bal wajadn± ±b±'an± ka©±lika yaf‘alµn(a).
Mereka menjawab, “Tidak, tetapi kami mendapati nenek moyang kami berbuat begitu.”
Terakhir Dibaca
قَالَ اَفَرَءَيْتُمْ مَّا كُنْتُمْ تَعْبُدُوْنَ ۙ
٧٥
Q±la afa ra'aitum m± kuntum ta‘budµn(a).
Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah kamu memperhatikan apa yang selalu kamu sembah?
Terakhir Dibaca
اَنْتُمْ وَاٰبَاۤؤُكُمُ الْاَقْدَمُوْنَ ۙ
٧٦
Antum wa ±b±'ukumul-aqdamµn(a).
Kamu dan nenek moyangmu terdahulu?
Terakhir Dibaca
فَاِنَّهُمْ عَدُوٌّ لِّيْٓ اِلَّا رَبَّ الْعٰلَمِيْنَ ۙ
٧٧
Fa innahum ‘aduwwul l³ ill± rabbal-‘±lam³n(a).
Sesungguhnya mereka itu adalah musuhku, lain halnya Tuhan pemelihara semesta alam.
Terakhir Dibaca
الَّذِيْ خَلَقَنِيْ فَهُوَ يَهْدِيْنِ ۙ
٧٨
Alla©³ khalaqan³ fa huwa yahd³n(i).
(Allah) yang telah menciptakanku. Maka, Dia (pula) yang memberi petunjuk kepadaku.
Terakhir Dibaca
وَالَّذِيْ هُوَ يُطْعِمُنِيْ وَيَسْقِيْنِ ۙ
٧٩
Wal-la©³ huwa yu¯‘imun³ wa yasq³n(i).
Dia (pula) yang memberiku makan dan minum.
Terakhir Dibaca
وَاِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِيْنِ ۙ
٨٠
Wa i©± mari«tu fa huwa yasyf³n(i).
Apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku.
Terakhir Dibaca
وَالَّذِيْ يُمِيْتُنِيْ ثُمَّ يُحْيِيْنِ ۙ
٨١
Wal-la©³ yum³tun³ £umma yu¥y³n(i).
(Dia) yang akan mematikanku, kemudian menghidupkanku (kembali).
Terakhir Dibaca
وَالَّذِيْٓ اَطْمَعُ اَنْ يَّغْفِرَ لِيْ خَطِيْۤـَٔتِيْ يَوْمَ الدِّيْنِ ۗ
٨٢
Wal-la©³ a¯ma‘u ay yagfira l³ kha¯³'at³ yaumad-d³n(i).
(Dia) yang sangat kuinginkan untuk mengampuni kesalahanku pada hari Pembalasan.”
Terakhir Dibaca
رَبِّ هَبْ لِيْ حُكْمًا وَّاَلْحِقْنِيْ بِالصّٰلِحِيْنَ ۙ
٨٣
Rabbi hab l³ ¥ukmaw wa al¥iqn³ bi¡-¡±li¥³n(a).
(Ibrahim berdoa,) “Wahai Tuhanku, berikanlah kepadaku hukum (ilmu dan hikmah) dan pertemukanlah aku dengan orang-orang saleh.
Terakhir Dibaca
وَاجْعَلْ لِّيْ لِسَانَ صِدْقٍ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۙ
٨٤
Waj‘al l³ lis±na ¡idqin fil-±khir³n(a).
Jadikanlah aku sebagai buah tutur yang baik di kalangan orang-orang (yang datang) kemudian.
Terakhir Dibaca
وَاجْعَلْنِيْ مِنْ وَّرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيْمِ ۙ
٨٥
Waj‘aln³ miw wara£ati janatin na‘³m(i).
Jadikanlah aku termasuk orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan.
Terakhir Dibaca
وَاغْفِرْ لِاَبِيْٓ اِنَّهٗ كَانَ مِنَ الضَّاۤلِّيْنَ ۙ
٨٦
Wagfir li'ab³ innahµ k±na mina«-«±ll³n(a).
Ampunilah ayahku! Sesungguhnya dia termasuk orang-orang sesat.
Terakhir Dibaca
وَلَا تُخْزِنِيْ يَوْمَ يُبْعَثُوْنَۙ
٨٧
Wa l± tukhzin³ yauma yub‘a£µn(a).
Janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan.
Terakhir Dibaca
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَ ۙ
٨٨
Yauma l± yanfa‘u m±luw wa l± banµn(a).
(Yaitu) pada hari ketika tidak berguna (lagi) harta dan anak-anak.
Terakhir Dibaca
اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ ۗ
٨٩
Ill± man atall±ha biqalbin sal³m(in).
Kecuali, orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”
Terakhir Dibaca
وَاُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِيْنَ ۙ
٩٠
Wa uzlifatil-jannatu lil-muttaq³n(a).
Surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa.
Terakhir Dibaca
وَبُرِّزَتِ الْجَحِيْمُ لِلْغَاوِيْنَ ۙ
٩١
Wa burrizatil-ja¥³mu lil-g±w³n(a).
(Neraka) Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada orang-orang yang sesat.
Terakhir Dibaca
وَقِيْلَ لَهُمْ اَيْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْبُدُوْنَ ۙ
٩٢
Wa q³la lahum ainam± kuntum ta‘budµn(a).
Dikatakan kepada mereka, “Di mana berhala-berhala yang selalu kamu sembah
Terakhir Dibaca
مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗهَلْ يَنْصُرُوْنَكُمْ اَوْ يَنْتَصِرُوْنَ ۗ
٩٣
Min dµnill±h(i), hal yan¡urµnakum au yanta¡irµn(a).
selain Allah? Dapatkah mereka menolongmu atau menolong dirinya sendiri?”
Terakhir Dibaca
فَكُبْكِبُوْا فِيْهَا هُمْ وَالْغَاوٗنَ ۙ
٩٤
Fa kubkibµ f³h± hum wal-g±wµn(a).
Mereka (sesembahan itu) dijungkirbalikkan di dalamnya (neraka) bersama orang-orang yang sesat.
Terakhir Dibaca
وَجُنُوْدُ اِبْلِيْسَ اَجْمَعُوْنَ ۗ
٩٥
Wa junµdu ibl³sa ajma‘µn(a).
(Begitu pula) bala tentara Iblis (dan) semuanya (dijungkirbalikkan).
Terakhir Dibaca
قَالُوْا وَهُمْ فِيْهَا يَخْتَصِمُوْنَ
٩٦
Q±lµ wa hum f³h± yakhta¡imµn(a).
Mereka (orang-orang sesat) berkata sambil bertengkar di dalamnya (neraka),
Terakhir Dibaca
تَاللّٰهِ اِنْ كُنَّا لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ ۙ
٩٧
Tall±hi in kunn± laf³ «al±lim mub³n(in).
“Demi Allah, sesungguhnya kami dahulu (di dunia) benar-benar dalam kesesatan yang nyata.
Terakhir Dibaca
اِذْ نُسَوِّيْكُمْ بِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
٩٨
I© nusaww³kum birabbil-‘±lam³n(a).
(Yaitu) ketika kami mempersamakan kamu (berhala-berhala) dengan Tuhan semesta alam.
Terakhir Dibaca
وَمَآ اَضَلَّنَآ اِلَّا الْمُجْرِمُوْنَ
٩٩
Wa m± a«allan± illal-mujrimµn(a).
Tidak ada yang menyesatkan kami, kecuali para pendosa.
Terakhir Dibaca
فَمَا لَنَا مِنْ شٰفِعِيْنَ ۙ
١٠٠
Fam± lan± min sy±fi‘³n(a).
Tidak ada pemberi syafaat (penolong) untuk kami.
Terakhir Dibaca
وَلَا صَدِيْقٍ حَمِيْمٍ
١٠١
Wa l± ¡ad³qin ¥am³m(in).
Tidak pula ada teman akrab.
Terakhir Dibaca
فَلَوْ اَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَكُوْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ
١٠٢
Falau anna lan± karratan fa nakµna minal-mu'min³n(a).
Seandainya dapat kembali (ke dunia), niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman.”
Terakhir Dibaca
اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً ۗوَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
١٠٣
Inna f³ ©±lika la'±yah(tan), wa m± k±na ak£aruhum mu'min³n(a).
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Terakhir Dibaca
وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ ࣖ
١٠٤
Wa inna rabbaka lahuwal-‘az³zur-ra¥³m(u).
Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang benar-benar Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.
Terakhir Dibaca
كَذَّبَتْ قَوْمُ نُوْحِ ِۨالْمُرْسَلِيْنَ ۚ
١٠٥
Ka©©abat qaumu nµ¥inil-mursal³n(a).
Kaum Nuh telah mendustakan para rasul.
Terakhir Dibaca
اِذْ قَالَ لَهُمْ اَخُوْهُمْ نُوْحٌ اَلَا تَتَّقُوْنَ ۚ
١٠٦
I© q±la lahum akhµhum nµ¥un al± tattaqµn(a).
Ketika saudara mereka, Nuh, berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?
Terakhir Dibaca
اِنِّيْ لَكُمْ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌ ۙ
١٠٧
Inn³ lakum rasµlun am³n(un).
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul tepercaya (yang diutus) kepadamu.
Terakhir Dibaca
فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِۚ
١٠٨
Fattaqull±ha wa a¯³‘µn(i).
Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Terakhir Dibaca
وَمَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍۚ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلٰى رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۚ
١٠٩
Wa m± as'alukum ‘alaihi min ajr(in), in ajriya ill± ‘al± rabbil-‘±lam³n(a).
Aku tidak meminta imbalan kepadamu atas (ajakan) itu. Imbalanku tidak lain, kecuali dari Tuhan semesta alam.
Terakhir Dibaca
فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِ
١١٠
Fattaqull±ha wa a¯³‘µn(i).
Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.”
Terakhir Dibaca
۞ قَالُوْٓا اَنُؤْمِنُ لَكَ وَاتَّبَعَكَ الْاَرْذَلُوْنَ ۗ
١١١
Q±lµ anu'minu laka wattaba‘akal-ar©alµn(a).
Mereka berkata, “Apakah kami harus beriman kepadamu, padahal yang mengikutimu adalah orang-orang hina?”
Terakhir Dibaca
قَالَ وَمَا عِلْمِيْ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ۚ
١١٢
Q±la wa m± ‘ilm³ bim± k±nµ ya‘malµn(a).
Dia (Nuh) menjawab, “Apa pengetahuanku tentang apa yang biasa mereka kerjakan?
Terakhir Dibaca
اِنْ حِسَابُهُمْ اِلَّا عَلٰى رَبِّيْ لَوْ تَشْعُرُوْنَ ۚ
١١٣
In ¥is±buhum ill± ‘al± rabb³ lau tasy‘urµn(a).
Perhitungan (amal) mereka tidak lain, kecuali ada pada Tuhanku jika kamu menyadari.
Terakhir Dibaca
وَمَآ اَنَا۠ بِطَارِدِ الْمُؤْمِنِيْنَ ۚ
١١٤
Wa m± ana bi¯±ridil-mu'min³n(a).
Aku tidak akan mengusir orang-orang yang beriman.
Terakhir Dibaca
اِنْ اَنَا۠ اِلَّا نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ ۗ
١١٥
In ana ill± na©³rum mub³n(un).
Aku tidak lain, kecuali pemberi peringatan yang jelas.”
Terakhir Dibaca
قَالُوْا لَىِٕنْ لَّمْ تَنْتَهِ يٰنُوْحُ لَتَكُوْنَنَّ مِنَ الْمَرْجُوْمِيْنَۗ
١١٦
Q±lµ la'illam tantahi y± nµ¥u latakµnanna minal-marjµm³n(a).
Mereka berkata, “Wahai Nuh, jika tidak berhenti (dalam berdakwah), niscaya engkau akan termasuk orang-orang yang dirajam.”
Terakhir Dibaca
قَالَ رَبِّ اِنَّ قَوْمِيْ كَذَّبُوْنِۖ
١١٧
Q±la rabbi inna qaum³ ka©©abµn(i).
Dia (Nuh) berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah mendustakanku.
Terakhir Dibaca
فَافْتَحْ بَيْنِيْ وَبَيْنَهُمْ فَتْحًا وَّنَجِّنِيْ وَمَنْ مَّعِيَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ
١١٨
Fafta¥ bain³ wa bainahum fat¥aw wa najjin³ wa mam ma‘iya minal-mu'min³n(a).
Maka, berilah keputusan antara aku dan mereka serta selamatkanlah aku dan orang-orang mukmin bersamaku.”
Terakhir Dibaca
فَاَنْجَيْنٰهُ وَمَنْ مَّعَهٗ فِى الْفُلْكِ الْمَشْحُوْنِ
١١٩
Fa anjain±hu wa mam ma‘ahµ fil-fulkil-masy¥µn(i).
Kami selamatkan dia (Nuh) dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal yang penuh muatan.
Terakhir Dibaca
ثُمَّ اَغْرَقْنَا بَعْدُ الْبَاقِيْنَ
١٢٠
¤umma agraqn± ba‘dul-b±q³n(a).
Kemudian, Kami tenggelamkan orang-orang yang tersisa (tidak beriman) setelah itu.
Terakhir Dibaca
اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً ۗوَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
١٢١
Inna f³ ©±lika la'±yah(tan), wa m± k±na ak£aruhum mu'min³n(a).
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Terakhir Dibaca
وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ ࣖ
١٢٢
Wa inna rabbaka lahuwal-‘az³zur-ra¥³m(u).
Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang benar-benar Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.
Terakhir Dibaca
كَذَّبَتْ عَادُ ِۨالْمُرْسَلِيْنَ ۖ
١٢٣
Ka©©abat ‘±dunil-mursal³n(a).
(Kaum) ‘Ad telah mendustakan para rasul.
Terakhir Dibaca
اِذْ قَالَ لَهُمْ اَخُوْهُمْ هُوْدٌ اَلَا تَتَّقُوْنَ ۚ
١٢٤
I© q±la lahum akhµhum hµdun al± tattaqµn(a).
Ketika saudara mereka, Hud, berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?
Terakhir Dibaca
اِنِّيْ لَكُمْ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌ ۙ
١٢٥
Inn³ lakum rasµlun am³n(un).
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul tepercaya (yang diutus) kepadamu.
Terakhir Dibaca
فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِ ۚ
١٢٦
Fattaqull±ha wa a¯³‘µn(i).
Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Terakhir Dibaca
وَمَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍۚ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلٰى رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۗ
١٢٧
Wa m± as'alukum ‘alaihi min ajr(in), in ajriya ill± ‘al± rabbil-‘±lam³n(a).
Aku tidak meminta imbalan kepadamu atas (ajakan) itu. Imbalanku tidak lain, kecuali dari Tuhan semesta alam.
Terakhir Dibaca
اَتَبْنُوْنَ بِكُلِّ رِيْعٍ اٰيَةً تَعْبَثُوْنَ ۙ
١٢٨
Atabnµna bikulli r³‘in ±yatan ta‘ba£µn(a).
Apakah kamu mendirikan istana di setiap tanah yang tinggi untuk kemegahan tanpa ditempati?
Terakhir Dibaca
وَتَتَّخِذُوْنَ مَصَانِعَ لَعَلَّكُمْ تَخْلُدُوْنَۚ
١٢٩
Wa tattakhi©µna ma¡±ni‘a la‘allakum takhludµn(a).
Kamu (juga) membuat benteng-benteng dengan harapan hidup kekal?
Terakhir Dibaca
وَاِذَا بَطَشْتُمْ بَطَشْتُمْ جَبَّارِيْنَۚ
١٣٠
Wa i©± ba¯asytum ba¯asytum jabb±r³n(a).
Apabila menyiksa, kamu lakukan secara kejam dan bengis.
Terakhir Dibaca
فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِۚ
١٣١
Fattaqull±ha wa a¯³‘µn(i).
Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Terakhir Dibaca
وَاتَّقُوا الَّذِيْٓ اَمَدَّكُمْ بِمَا تَعْلَمُوْنَ ۚ
١٣٢
Wattaqul-la©³ amaddakum bim± ta‘lamµn(a).
Bertakwalah kepada (Allah) yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui.
Terakhir Dibaca
اَمَدَّكُمْ بِاَنْعَامٍ وَّبَنِيْنَۙ
١٣٣
Amaddakum bi'an‘±miw wa ban³n(a).
Dia (Allah) telah menganugerahkan hewan ternak dan anak-anak kepadamu.
Terakhir Dibaca
وَجَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍۚ
١٣٤
Wa jann±tiw wa ‘uyµn(in).
(Dia juga menganugerahkan) kebun-kebun dan mata air.
Terakhir Dibaca
اِنِّيْٓ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ ۗ
١٣٥
Inn³ akh±fu ‘alaikum ‘a©±ba yaumin ‘a§³m(in).
Sesungguhnya aku takut bahwa kamu akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat.”
Terakhir Dibaca
قَالُوْا سَوَاۤءٌ عَلَيْنَآ اَوَعَظْتَ اَمْ لَمْ تَكُنْ مِّنَ الْوٰعِظِيْنَ ۙ
١٣٦
Q±lµ saw±'un ‘alain± awa‘a§ta am lam takum minal-w±‘i§³n(a).
Mereka menjawab, “Sama saja bagi kami, apakah engkau memberi nasihat atau tidak memberi nasihat.
Terakhir Dibaca
اِنْ هٰذَآ اِلَّا خُلُقُ الْاَوَّلِيْنَ ۙ
١٣٧
In h±©± ill± khuluqul-awwal³n(a).
(Agama kami) ini tidak lain adalah agama orang-orang terdahulu.
Terakhir Dibaca
وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِيْنَ ۚ
١٣٨
Wa m± na¥nu bimu‘a©©ab³n(a).
Kami (sama sekali) tidak akan diazab.”
Terakhir Dibaca
فَكَذَّبُوْهُ فَاَهْلَكْنٰهُمْۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً ۗوَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
١٣٩
Fa ka©©abµhu fa ahlakn±hum, inna f³ ©±lika la'±yah(tan), wa m± k±na ak£aruhum mu'min³n(a).
Maka, mereka mendustakannya (Hud). Lalu, Kami membinasakan mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Terakhir Dibaca
وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ ࣖ
١٤٠
Wa inna rabbaka lahuwal-‘az³zur-ra¥³m(u).
Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang benar-benar Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.
Terakhir Dibaca
كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ الْمُرْسَلِيْنَ ۖ
١٤١
Ka©©abat £amµdul-mursal³n(a).
(Kaum) Samud telah mendustakan para rasul.
Terakhir Dibaca
اِذْ قَالَ لَهُمْ اَخُوْهُمْ صٰلِحٌ اَلَا تَتَّقُوْنَ ۚ
١٤٢
I© q±la lahum akhµhum ¡±li¥un al± tattaqµn(a).
Ketika saudara mereka, Saleh, berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?
Terakhir Dibaca
اِنِّيْ لَكُمْ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌ ۙ
١٤٣
Inn³ lakum rasµlun am³n(un).
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul tepercaya (yang diutus) kepadamu.
Terakhir Dibaca
فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِ ۚ
١٤٤
Fattaqull±ha wa a¯³‘µn(i).
Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Terakhir Dibaca
وَمَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍۚ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلٰى رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۗ
١٤٥
Wa m± as'alukum ‘alaihi min ajr(in), in ajriya ill± ‘al± rabbil-‘±lam³n(a).
Aku tidak meminta imbalan kepadamu atas (ajakan) itu. Imbalanku tidak lain, kecuali dari Tuhan semesta alam.
Terakhir Dibaca
اَتُتْرَكُوْنَ فِيْ مَا هٰهُنَآ اٰمِنِيْنَ ۙ
١٤٦
Atutrakµna f³m± h±hun± ±min³n(a).
Apakah kamu (mengira) akan dibiarkan tinggal di sini (negerimu) dengan aman?
Terakhir Dibaca
فِيْ جَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍ ۙ
١٤٧
F³ jann±tiw wa ‘uyµn(in).
(Yaitu,) di dalam kebun-kebun dan mata air.
Terakhir Dibaca
وَّزُرُوْعٍ وَّنَخْلٍ طَلْعُهَا هَضِيْمٌ ۚ
١٤٨
Wa zurµ‘iw wa nakhlin ¯al‘uh± ha«³m(un).
Dan, tanam-tanaman serta pohon kurma yang mayangnya lembut.
Terakhir Dibaca
وَتَنْحِتُوْنَ مِنَ الْجِبَالِ بُيُوْتًا فٰرِهِيْنَ
١٤٩
Wa tan¥itµna minal-jib±li buyµtan f±rih³n(a).
Kamu pahat dengan terampil sebagian gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah yang mewah.
Terakhir Dibaca
فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِ ۚ
١٥٠
Fattaqull±ha wa a¯³‘µn(i).
Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Terakhir Dibaca
وَلَا تُطِيْعُوْٓا اَمْرَ الْمُسْرِفِيْنَ ۙ
١٥١
Wa l± tu¯³‘µ amral-musrif³n(a).
Janganlah mengikuti perintah orang-orang yang melampaui batas.
Terakhir Dibaca
الَّذِيْنَ يُفْسِدُوْنَ فِى الْاَرْضِ وَلَا يُصْلِحُوْنَ
١٥٢
Alla©³na yufsidµna fil-ar«i wa l± yu¡li¥µn(a).
(Mereka) yang berbuat kerusakan di bumi dan tidak melakukan perbaikan.”
Terakhir Dibaca
قَالُوْٓا اِنَّمَآ اَنْتَ مِنَ الْمُسَحَّرِيْنَ ۙ
١٥٣
Q±lµ innam± anta minal-musa¥¥ar³n(a).
Mereka berkata, “Sesungguhnya engkau hanyalah termasuk orang-orang yang terkena sihir.
Terakhir Dibaca
مَآ اَنْتَ اِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَاۙ فَأْتِ بِاٰيَةٍ اِنْ كُنْتَ مِنَ الصّٰدِقِيْنَ
١٥٤
M± anta ill± basyarum mi£lun±, fa'ti bi'±yatin in kunta mina¡-¡±diq³n(a).
Engkau tidak lain hanyalah manusia seperti kami. Maka, datangkanlah tanda (mukjizat) jika engkau termasuk orang-orang yang benar.”
Terakhir Dibaca
قَالَ هٰذِهٖ نَاقَةٌ لَّهَا شِرْبٌ وَّلَكُمْ شِرْبُ يَوْمٍ مَّعْلُوْمٍ ۚ
١٥٥
Q±la h±©ih³ n±qatul lah± syirbuw wa lakum syirbu yaumim ma‘lµm(in).
Dia (Saleh) menjawab, “Ini seekor unta betina. Dia punya (giliran) minum dan kamu punya (giliran) minum (pula) pada hari yang ditentukan.
Terakhir Dibaca
وَلَا تَمَسُّوْهَا بِسُوْۤءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابُ يَوْمٍ عَظِيْمٍ
١٥٦
Wa l± tamassµh± bisµ'in fa ya'khu©akum ‘a©±bu yaumin ‘a§³m(in).
Janganlah menyentuhnya dengan suatu kejahatan. Nanti kamu akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat.”
Terakhir Dibaca
فَعَقَرُوْهَا فَاَصْبَحُوْا نٰدِمِيْنَ ۙ
١٥٧
Fa ‘aqarµh± fa a¡ba¥µ n±dim³n(a).
Mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi orang-orang yang menyesal.
Terakhir Dibaca
فَاَخَذَهُمُ الْعَذَابُۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً ۗوَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
١٥٨
Fa akha©ahumul-‘a©±b(u), inna f³ ©±lika la'±yah(tan), wa m± k±na ak£aruhum mu'min³n(a).
Mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Terakhir Dibaca
وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ ࣖ
١٥٩
Wa inna rabbaka lahuwal-‘az³zur-ra¥³m(u).
Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang benar-benar Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.
Terakhir Dibaca
كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوْطِ ِۨالْمُرْسَلِيْنَ ۖ
١٦٠
Ka©©abat qaumu lµ¯inil-mursal³n(a).
Kaum Lut telah mendustakan para rasul.
Terakhir Dibaca
اِذْ قَالَ لَهُمْ اَخُوْهُمْ لُوْطٌ اَلَا تَتَّقُوْنَ ۚ
١٦١
I© q±la lahum akhµhum lµ¯un al± tattaqµn(a).
Ketika saudara mereka, Lut, berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?”
Terakhir Dibaca
اِنِّيْ لَكُمْ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌ ۙ
١٦٢
Inn³ lakum rasµlun am³n(un).
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul tepercaya (yang diutus) kepadamu.
Terakhir Dibaca
فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِ ۚ
١٦٣
Fattaqull±ha wa a¯³‘µn(i).
Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Terakhir Dibaca
وَمَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلٰى رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۗ
١٦٤
Wa m± as'alukum ‘alaihi min ajrin in ajriya ill± ‘al± rabbil-‘±lam³n(a).
Aku tidak meminta imbalan kepadamu atas (ajakan) itu. Imbalanku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.
Terakhir Dibaca
اَتَأْتُوْنَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعٰلَمِيْنَ ۙ
١٦٥
Ata'tµna©-©ukr±na minal-‘±lam³n(a).
Mengapa kamu mendatangi jenis laki-laki di antara manusia (berbuat homoseks)?
Terakhir Dibaca
وَتَذَرُوْنَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِّنْ اَزْوَاجِكُمْۗ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُوْنَ
١٦٦
Wa ta©arµna m± khalaqa lakum rabbukum min azw±jikum, bal antum qaumun ‘±dµn(a).
Sementara itu, kamu tinggalkan (perempuan) yang diciptakan Tuhan untuk menjadi istri-istrimu? Kamu (memang) kaum yang melampaui batas.”
Terakhir Dibaca
قَالُوْا لَىِٕنْ لَّمْ تَنْتَهِ يٰلُوْطُ لَتَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُخْرَجِيْنَ
١٦٧
Q±lµ la'illam tantahi y± lµ¯u latakµnanna minal-mukhraj³n(a).
Mereka menjawab, “Wahai Lut, jika tidak berhenti (melarang kami), niscaya engkau benar-benar akan termasuk orang-orang yang diusir.”
Terakhir Dibaca
قَالَ اِنِّيْ لِعَمَلِكُمْ مِّنَ الْقَالِيْنَ ۗ
١٦٨
Q±la inn³ li‘amalikum minal-q±l³n(a).
Dia (Lut) berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang sangat benci terhadap perbuatanmu.”
Terakhir Dibaca
رَبِّ نَجِّنِيْ وَاَهْلِيْ مِمَّا يَعْمَلُوْنَ
١٦٩
Rabbi najjin³ wa ahl³ mimm± ya‘malµn(a).
(Lut berdoa,) “Wahai Tuhanku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari apa yang mereka perbuat.”
Terakhir Dibaca
فَنَجَّيْنٰهُ وَاَهْلَهٗٓ اَجْمَعِيْنَ ۙ
١٧٠
Fa najjain±hu wa ahlahµ ajma‘³n(a).
Maka, Kami selamatkan dia bersama semua keluarganya,
Terakhir Dibaca
اِلَّا عَجُوْزًا فِى الْغٰبِرِيْنَ ۚ
١٧١
Ill± ‘ajµzan fil-g±bir³n(a).
kecuali seorang perempuan tua (istrinya) yang termasuk golongan (orang-orang kafir) yang tertinggal.
Terakhir Dibaca
ثُمَّ دَمَّرْنَا الْاٰخَرِيْنَ ۚ
١٧٢
¤umma dammarnal-±khar³n(a).
Kemudian, Kami binasakan yang lain.
Terakhir Dibaca
وَاَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَّطَرًاۚ فَسَاۤءَ مَطَرُ الْمُنْذَرِيْنَ
١٧٣
Wa am¯arn± ‘alaihim ma¯ar±(n), fa s±'a ma¯arul-mun©ar³n(a).
Kami hujani mereka (dengan batu). Betapa buruk hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.
Terakhir Dibaca
اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً ۗوَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
١٧٤
Inna f³ ©±lika la'±yah(tan), wa m± k±na ak£aruhum mu'min³n(a).
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Terakhir Dibaca
وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ ࣖ
١٧٥
Wa inna rabbaka lahuwal-‘az³zur-ra¥³m(u).
Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang benar-benar Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.
Terakhir Dibaca
كَذَّبَ اَصْحٰبُ لْـَٔيْكَةِ الْمُرْسَلِيْنَ ۖ
١٧٦
Ka©©aba a¡¥±bul-aikatil-mursal³n(a).
Penduduk Aikah (Madyan) telah mendustakan para rasul.
Terakhir Dibaca
اِذْ قَالَ لَهُمْ شُعَيْبٌ اَلَا تَتَّقُوْنَ ۚ
١٧٧
I© q±la lahum syu‘aibun al± tattaqµn(a).
Ketika Syu‘aib berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?
Terakhir Dibaca
اِنِّيْ لَكُمْ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌ ۙ
١٧٨
Inn³ lakum rasµlun am³n(un).
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul tepercaya (yang diutus) kepadamu.
Terakhir Dibaca
فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِ ۚ
١٧٩
Fattaqull±ha wa a¯³‘µn(i).
Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Terakhir Dibaca
وَمَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلٰى رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۗ
١٨٠
Wa m± as'alukum ‘alaihi min ajrin in ajriya ill± ‘al± rabbil-‘±lam³n(a).
Aku tidak meminta imbalan kepadamu atas (ajakan) itu. Imbalanku tidak lain, kecuali dari Tuhan semesta alam.
Terakhir Dibaca
۞ اَوْفُوا الْكَيْلَ وَلَا تَكُوْنُوْا مِنَ الْمُخْسِرِيْنَ ۚ
١٨١
Auful-kaila wa l± takµnµ minal-mukhsir³n(a).
Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan orang lain.
Terakhir Dibaca
وَزِنُوْا بِالْقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيْمِ ۚ
١٨٢
Wazinµ bil-qis¯±sil-mustaq³m(i).
Timbanglah dengan timbangan yang benar.
Terakhir Dibaca
وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ اَشْيَاۤءَهُمْ وَلَا تَعْثَوْا فِى الْاَرْضِ مُفْسِدِيْنَ ۚ
١٨٣
Wa l± tabkhasun-n±sa asy-y±'ahum wa l± ta‘£au fil-ar«i mufsid³n(a).
Janganlah kamu merugikan manusia dengan mengurangi hak-haknya dan janganlah membuat kerusakan di bumi.
Terakhir Dibaca
وَاتَّقُوا الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَالْجِبِلَّةَ الْاَوَّلِيْنَ ۗ
١٨٤
Wattaqul-la©³ khalaqakum wal-jibillatal-awwal³n(a).
Bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakanmu dan umat-umat yang terdahulu.”
Terakhir Dibaca
قَالُوْٓا اِنَّمَآ اَنْتَ مِنَ الْمُسَحَّرِيْنَ ۙ
١٨٥
Q±lµ innam± anta minal-musa¥¥ar³n(a).
Mereka berkata, “Sesungguhnya engkau hanyalah termasuk orang-orang yang terkena sihir.
Terakhir Dibaca
وَمَآ اَنْتَ اِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَا وَاِنْ نَّظُنُّكَ لَمِنَ الْكٰذِبِيْنَ ۚ
١٨٦
Wa m± anta ill± basyarum mi£lun± wa in na§unnuka laminal-k±©ib³n(a).
Engkau tidak lain hanyalah seorang manusia seperti kami dan sesungguhnya kami yakin bahwa engkau benar-benar termasuk para pembohong.
Terakhir Dibaca
فَاَسْقِطْ عَلَيْنَا كِسَفًا مِّنَ السَّمَاۤءِ اِنْ كُنْتَ مِنَ الصّٰدِقِيْنَ ۗ
١٨٧
Fa asqi¯ ‘alain± kisafam minas-sam±'i in kunta mina¡-¡±diq³n(a).
Maka, jatuhkanlah kepada kami kepingan-kepingan dari langit (agar kami binasa) jika engkau termasuk orang-orang yang benar.”
Terakhir Dibaca
قَالَ رَبِّيْٓ اَعْلَمُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
١٨٨
Q±la rabb³ a‘lamu bim± ta‘malµn(a).
Dia (Syu‘aib) berkata, “Tuhanku paling mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Terakhir Dibaca
فَكَذَّبُوْهُ فَاَخَذَهُمْ عَذَابُ يَوْمِ الظُّلَّةِ ۗاِنَّهٗ كَانَ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ
١٨٩
Fa ka©©abµhu fa akha©ahum ‘a©±bu yaumi§-§ullah(ti), innahµ k±na ‘a©±ba yaumin ‘a§³m(in).
Lalu, mereka mendustakannya (Syu‘aib). Maka, mereka ditimpa azab pada hari yang berawan gelap. Sesungguhnya itu adalah azab hari yang dahsyat.
Terakhir Dibaca
اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً ۗوَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
١٩٠
Inna f³ ©±lika la'±yah(tan), wa m± k±na ak£aruhum mu'min³n(a).
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Terakhir Dibaca
وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ ࣖ
١٩١
Wa inna rabbaka lahuwal-‘az³zur-ra¥³m(u).
Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang benar-benar Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.
Terakhir Dibaca
وَاِنَّهٗ لَتَنْزِيْلُ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۗ
١٩٢
Wa innahµ latanz³lu rabbil-‘±lam³n(a).
Sesungguhnya ia (Al-Qur’an) benar-benar diturunkan Tuhan semesta alam.
Terakhir Dibaca
نَزَلَ بِهِ الرُّوْحُ الْاَمِيْنُ ۙ
١٩٣
Nazala bihir rµ¥ul-am³n(u).
Ia (Al-Qur’an) dibawa turun oleh Ruhulamin (Jibril).
Terakhir Dibaca
عَلٰى قَلْبِكَ لِتَكُوْنَ مِنَ الْمُنْذِرِيْنَ ۙ
١٩٤
‘Al± qalbika litakµna minal-mun©ir³n(a).
(Diturunkan) ke dalam hatimu (Nabi Muhammad) agar engkau menjadi salah seorang pemberi peringatan.
Terakhir Dibaca
بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُّبِيْنٍ ۗ
١٩٥
Bilis±nin ‘arabiyyim mub³n(in).
(Diturunkan) dengan bahasa Arab yang jelas.
Terakhir Dibaca
وَاِنَّهٗ لَفِيْ زُبُرِ الْاَوَّلِيْنَ
١٩٦
Wa innahµ laf³ zuburil-awwal³n(a).
Sesungguhnya ia (Al-Qur’an) benar-benar (disebut) dalam kitab-kitab orang terdahulu.
Terakhir Dibaca
اَوَلَمْ يَكُنْ لَّهُمْ اٰيَةً اَنْ يَّعْلَمَهٗ عُلَمٰۤؤُا بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ
١٩٧
Awalam yakul lahum ±yatan ay ya‘lamahµ ‘ulam±'u ban³ isr±'³l(a).
Apakah tidak (cukup) menjadi bukti bagi mereka bahwa ia (Al-Qur’an) diketahui oleh para ulama Bani Israil?
Terakhir Dibaca
وَلَوْ نَزَّلْنٰهُ عَلٰى بَعْضِ الْاَعْجَمِيْنَ ۙ
١٩٨
Wa lau nazzaln±hµ ‘al± ba‘«il-a‘jam³n(a).
Seandainya Kami menurunkannya kepada sebagian dari golongan non-Arab.
Terakhir Dibaca
فَقَرَاَهٗ عَلَيْهِمْ مَّا كَانُوْا بِهٖ مُؤْمِنِيْنَ ۗ
١٩٩
Fa qara'ahµ ‘alaihim m± k±nµ bih³ mu'min³n(a).
Lalu, dia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir), niscaya mereka tidak juga akan beriman kepadanya.
Terakhir Dibaca
كَذٰلِكَ سَلَكْنٰهُ فِيْ قُلُوْبِ الْمُجْرِمِيْنَ ۗ
٢٠٠
Ka©±lika salakn±hu f³ qulµbil-mujrim³n(a).
Demikianlah, Kami masukkan (sifat dusta dan ingkar) ke dalam hati para pendurhaka.
Terakhir Dibaca
لَا يُؤْمِنُوْنَ بِهٖ حَتّٰى يَرَوُا الْعَذَابَ الْاَلِيْمَ
٢٠١
L± yu'minµna bih³ ¥att± yarawul-‘a©±bal-al³m(a).
Mereka tidak akan beriman kepadanya hingga melihat azab yang pedih.
Terakhir Dibaca
فَيَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً وَّهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ ۙ
٢٠٢
Fa ya'tiyahum bagtataw wa hum l± yasy‘urµn(a).
Maka, datanglah ia (azab) kepada mereka secara tiba-tiba, sedangkan mereka tidak menyadarinya.
Terakhir Dibaca
فَيَقُوْلُوْا هَلْ نَحْنُ مُنْظَرُوْنَ ۗ
٢٠٣
Fa yaqµlµ hal na¥nu mun§arµn(a).
Lalu, mereka berkata, “Apakah kami diberi penangguhan waktu?”
Terakhir Dibaca
اَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِلُوْنَ
٢٠٤
Afa bi‘a©±bin± yasta‘jilµn(a).
Bukankah mereka yang meminta agar azab Kami disegerakan?
Terakhir Dibaca
اَفَرَءَيْتَ اِنْ مَّتَّعْنٰهُمْ سِنِيْنَ ۙ
٢٠٥
Afa ra'aita im matta‘n±hum sin³n(a).
Bagaimana pendapatmu jika kepada mereka Kami berikan kenikmatan hidup beberapa tahun?
Terakhir Dibaca
ثُمَّ جَاۤءَهُمْ مَّا كَانُوْا يُوْعَدُوْنَ ۙ
٢٠٦
¤umma j±'ahum m± k±nµ yµ‘adµn(a).
Kemudian, ia (azab) yang diancamkan datang kepada mereka.
Terakhir Dibaca
مَآ اَغْنٰى عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يُمَتَّعُوْنَ ۗ
٢٠٧
M± agn± ‘anhum m± k±nµ yumatta‘µn(a).
Niscaya kenikmatan yang mereka rasakan tidak berguna baginya.
Terakhir Dibaca
وَمَآ اَهْلَكْنَا مِنْ قَرْيَةٍ اِلَّا لَهَا مُنْذِرُوْنَ ۖ
٢٠٨
Wa m± ahlakn± min qaryatin ill± lah± mun©irµn(a).
Kami tidak membinasakan suatu negeri, kecuali setelah ada pemberi peringatan kepadanya.
Terakhir Dibaca
ذِكْرٰىۚ وَمَا كُنَّا ظٰلِمِيْنَ
٢٠٩
ªikr±, wa m± kunn± §±lim³n(a).
(Hal itu) sebagai peringatan. Kami sekali-kali bukanlah orang-orang zalim.
Terakhir Dibaca
وَمَا تَنَزَّلَتْ بِهِ الشَّيٰطِيْنُ
٢١٠
Wa m± tanazzalat bihisy-syay±¯³n(u).
(Al-Qur’an) itu tidaklah dibawa turun oleh setan-setan.
Terakhir Dibaca
وَمَا يَنْۢبَغِيْ لَهُمْ وَمَا يَسْتَطِيْعُوْنَ ۗ
٢١١
Wa m± yambag³ lahum wa m± yasta¯³‘µn(a).
Tidaklah pantas bagi mereka (membawa turun Al-Qur’an itu) dan mereka pun tidak akan sanggup.
Terakhir Dibaca
اِنَّهُمْ عَنِ السَّمْعِ لَمَعْزُوْلُوْنَ ۗ
٢١٢
Innahum ‘anis-sam‘i lama‘zµlµn(a).
Sesungguhnya mereka (setan-setan) benar-benar dijauhkan (dari berita langit).
Terakhir Dibaca
فَلَا تَدْعُ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ فَتَكُوْنَ مِنَ الْمُعَذَّبِيْنَ
٢١٣
Fal± tad‘u ma‘all±hi il±han ±khara fa takµna minal-mu‘a©©ab³n(a).
Maka, janganlah engkau (Nabi Muhammad) menyembah Tuhan lain bersama Allah. Nanti kamu termasuk orang-orang yang diazab.
Terakhir Dibaca
وَاَنْذِرْ عَشِيْرَتَكَ الْاَقْرَبِيْنَ ۙ
٢١٤
Wa an©ir ‘asy³ratakal-aqrab³n(a).
Berilah peringatan kepada keluargamu yang terdekat.
Terakhir Dibaca
وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ ۚ
٢١٥
Wakhfi« jan±¥aka limanittaba‘aka minal-mu'min³n(a).
Rendahkanlah hatimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang mukmin.
Terakhir Dibaca
فَاِنْ عَصَوْكَ فَقُلْ اِنِّيْ بَرِيْۤءٌ مِّمَّا تَعْمَلُوْنَ ۚ
٢١٦
Fa in ‘a¡auka faqul inn³ bar³'um mimm± ta‘malµn(a).
Jika mereka mendurhakaimu, katakanlah, “Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Terakhir Dibaca
وَتَوَكَّلْ عَلَى الْعَزِيْزِ الرَّحِيْمِ ۙ
٢١٧
Wa tawakkal ‘alal-‘az³zir-ra¥³m(i).
Bertawakallah kepada (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.
Terakhir Dibaca
الَّذِيْ يَرٰىكَ حِيْنَ تَقُوْمُ
٢١٨
Alla©³ yar±ka ¥³na taqµm(u).
(Dia) yang melihat ketika engkau berdiri (untuk salat).
Terakhir Dibaca
وَتَقَلُّبَكَ فِى السّٰجِدِيْنَ
٢١٩
Wa taqallubaka fis-s±jid³n(a).
Dan, (melihat) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud.
Terakhir Dibaca
اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
٢٢٠
Innahµ huwas-sam³‘ul-‘al³m(u).
Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Terakhir Dibaca
هَلْ اُنَبِّئُكُمْ عَلٰى مَنْ تَنَزَّلُ الشَّيٰطِيْنُ ۗ
٢٢١
Hal unabbi'ukum ‘al± man tanazzalusy-syay±¯³n(u).
Maukah Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun?
Terakhir Dibaca
تَنَزَّلُ عَلٰى كُلِّ اَفَّاكٍ اَثِيْمٍ ۙ
٢٢٢
Tanazzalu ‘al± kulli aff±kin a£³m(in).
Mereka (setan) turun kepada setiap pendusta lagi banyak berdosa.
Terakhir Dibaca
يُّلْقُوْنَ السَّمْعَ وَاَكْثَرُهُمْ كٰذِبُوْنَ ۗ
٢٢٣
Yulqµnas-sam‘a wa ak£aruhum k±©ibµn(a).
Mereka menyampaikan hasil pendengarannya, sedangkan kebanyakan mereka adalah para pendusta.
Terakhir Dibaca
وَالشُّعَرَاۤءُ يَتَّبِعُهُمُ الْغَاوٗنَ ۗ
٢٢٤
Wasy-syu‘ar±'u yattabi‘uhumul-g±wµn(a).
Para penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.
Terakhir Dibaca
اَلَمْ تَرَ اَنَّهُمْ فِيْ كُلِّ وَادٍ يَّهِيْمُوْنَ ۙ
٢٢٥
Alam tara annahum f³ kulli w±diy yah³mµn(a).
Tidakkah engkau melihat bahwa mereka merambah setiap lembah kepalsuan
Terakhir Dibaca
وَاَنَّهُمْ يَقُوْلُوْنَ مَا لَا يَفْعَلُوْنَ ۙ
٢٢٦
Wa annahum yaqµlµna m± l± yaf‘alµn(a).
dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(-nya)?
Terakhir Dibaca
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَذَكَرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا وَّانْتَصَرُوْا مِنْۢ بَعْدِ مَا ظُلِمُوْا ۗوَسَيَعْلَمُ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْٓا اَيَّ مُنْقَلَبٍ يَّنْقَلِبُوْنَ ࣖ
٢٢٧
Illal-la©³na ±manµ wa ‘amilu¡-¡±li¥±ti wa ©akarull±ha ka£³raw wanta¡arµ mim ba‘di m± §ulimµ, wa saya‘lamul-la©³na §alamµ ayya munqalabiy yanqalibµn(a).
Kecuali (para penyair) yang beriman, beramal saleh, banyak mengingat Allah, dan bangkit membela (kebenaran) setelah terzalimi. Orang-orang yang zalim kelak akan mengetahui ke mana mereka akan kembali.
Klik Jika Selesai Membaca
Ditandai sebagai terakhir dibaca
Qalqalah (Dibaca dengan memantulkan suara).
Iqlab (Tahan suara 2 harakat)Madd Wajib Muttasil (Panjangan suara 5 harakat).
Idgam Bigunah, Idgam Mimi, Gunnah (Tahan suara 2 harakat)Madd Lazim, Madd Farq (Panjangan suara 6 harakat).
Ikhfa, Ikhfa Syafawi (Tahan suara 2 harakat) Madd Jaiz Munfasil, Madd Arid Lissukun, Madd Lin (Panjangan suara 2,4,6 harakat).
Idgam Bilagunnah, Idgam Mutaqaribain, Idgam Mutajanisain, Idgam Mutamasilain (Dibaca lebur tanpa tahan suara).
Source by