Sayyidina Umar bin Khattab RA adalah sahabat sekaligus khalifah yang dikenal dengan sosoknya yang garang, tegas, dan pemberani. Setan pun lari terbirit-birit begitu melihatnya.
Keturunan Bani Adi, salah satu suku Quraisy, itu memiliki perawakan besar dan tinggi, berkulit putih kemerahan, lengannya berotot, kakinya lebar, kedua matanya berwarna kehitaman dengan tatapan tajam yang membuat takut siapa pun yang melihatnya, demikian seperti digambarkan dalam buku Umar bin Khattab: Meneladani Kemuliaan Sang Amirul Mukminin oleh Manaya Qurrota A'yun.
Tubuh Sayyidina Umar RA yang besar membuatnya terlihat seperti mengendarai sesuatu ketika dia sedang duduk. Badannya terlihat kekar penuh kewibawaan, terlebih ia gemar menunggang kuda tanpa pelana. Fisiknya yang kuat ini membuat Sayyidina Umar RA dikenal sebagai jago gulat yang sulit dikalahkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Umar bin Khattab, Sahabat Nabi yang Ditakuti Setan
Sayyidina Umar RA adalah sahabat yang setia pada Rasulullah SAW. Dia tak segan memberi pelajaran siapa pun yang mencoba mengganggu Nabi SAW. Dialah benteng umat Islam yang amat disegani.
Rasulullah SAW pernah bersabda, "Umatku yang paling penyayang ialah Abu Bakar, dan yang paling tegas dalam menegakkan agama adalah Umar." (HR At-Tirmidzi)
Selain ditakuti manusia, Sayyidina Umar RA juga ditakuti setan. Dikatakan dalam buku Menangis Bersama Nabi oleh Erwin Umar, setan lari terbirit-birit apabila bertemu dengan Sayyidina Umar RA. Hal ini dikatakan Rasulullah SAW beberapa kali.
Diriwayatkan dari Aisyah RA, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, "Sesungguhnya, setan lari ketakutan jika bertemu Umar."
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW juga pernah bersabda bahwa setan pasti menghindar jika melihat Umar, "Wahai Ibnul Khattab, demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah setan bertemu denganmu di suatu jalan melainkan ia akan mengambil jalan yang lain dari jalanmu.
Umar bin Khattab Jadi Khalifah Setelah Abu Bakar
Sepeninggalan Rasulullah SAW, umat Islam dipimpin oleh Abu Bakar ash-Shiddiq RA dan berlanjut ke Umar bin Khattab RA, lalu Utsman bin Affan RA, dan Ali bin Abi Thalib RA, sebelum akhirnya berlanjut pada era dinasti Islam.
Selama menjadi pemimpin umat Islam, Sayyidina Umar RA menjadi Khulafaur Rasyidin kuat dan berpengaruh. Pembebasan Baitul Maqdis, Palestina pertama juga terjadi pada masa kepemimpinannya.
Diceritakan Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wan Nihayah terjemahan Muhammad Ahsan bin Usman, ketika Umar bin Khattab RA menaklukkan Baitul Maqdis dan mengetahui lokasi Sakhrah, dia langsung memerintahkan agar tempat tersebut dibersihkan. Setelah itu, dia bermusyawarah dengan Ka'ab terkait rencana pembangunan masjid. Ka'ab memerintahkan agar masjid dibangun di belakang Sakhrah. Umar RA lalu menepuk dada Ka'ab dan berkata, "Wahai anak Ummi Ka'ab, engkau ingin menyerupai kaum Yahudi."
Sayyidina Umar RA lantas memerintahkan agar masjid dibangun di depan Baitul Maqdis.
