Penaklukan Persia oleh pasukan Islam ditandai dengan runtuhnya dominasi panjang Dinasti Sassanid. Sebuah titik balik yang menjadi tanda perluasan pengaruh kekhalifahan Islam ke wilayah Timur.
Kemenangan yang terjadi pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA tidaklah terjadi dalam semalam. Keberhasilan tersebut merupakan proses panjang yang telah dirintis sejak masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq RA.
Lantas, bagaimana strategi pasukan Islam dalam meruntuhkan Dinasti Sassanid dan menaklukkan tanah Persia? Simak kisah selengkapnya berikut ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awal Penaklukan pada Masa Khalifah Abu Bakar
Kisah penaklukan Persia dimulai sejak masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq RA pada 633 M, hingga berlanjut pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA pada 634-644 M.
Dikisahkan dalam buku Utsman bin Affan RA karya Abdul Syukur Al-Azizi, pada saat itu, Al-Mutsanna bin Haritsah asy-Syaibani RA, memulai pembebasan terhadap wilayah jajahan Persia saat Perang Riddah.
Al-Mutsanna RA bergabung dengan pasukan Al-A'la bin al-Hadhrami RA untuk menghancurkan kaum murtad di Bahrain. Selain berhasil mengembalikan sebagian orang Bahrain kepada ajaran Islam, ia juga berhasil menaklukkan kota-kota yang disinggahinya, hingga sampai ke tepian Sungai Eufrat dan Tigris di Irak, yang juga merupakan wilayah kekuasaan Persia.
Setelah mendapat izin dari Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, Al-Mutsanna semakin jauh masuk ke wilayah kekuasaan Persia, yang pada saat itu dipimpin oleh Dinasti Sassanid. Abu Bakar kemudian mengirimkan pasukan bantuan, yang saat itu dipimpin oleh Khalid bin Walid RA untuk melakukan ekspansi.
Puncak Penaklukan pada Masa Khalifah Umar bin Khattab
Puncak kekuasaan umat Islam di tanah Persia terjadi pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA. Meski pernah mengalami kekalahan saat Perang al-Jisr, pasukan muslim berhasil mencatat beberapa kemenangan penting terhadap Persia.
Kemenangan ini terjadi dalam Perang Qadisiyyah yang dipimpin oleh Sa'ad bin Abi Waqqas RA dan kemenangan dalam Perang Nahawand yang berhasil mengubah peradaban dunia.
Dalam Perang Qadisiyyah, Persia kehilangan tiga panglima terpentingnya, yakni Rustam Farrakhzad, Bahman Jadhuyih, dan Armenia Jalinus, yang tewas dalam pertempuran. Persia juga mengalami kekalahan pada pertempuran selanjutnya, yaitu Perang Jalula pada 637 M.
Perang Nahawand Menjadi Akhir Dominasi Dinasti Sassanid
Persia mengalami kekalahan terbesar pada 642 M dalam Perang Nahawand. Kemenangan ini semakin menancapkan bendera Islam di tanah Persia, sekaligus meruntuhkan dominasi Dinasti Sassanid di tanah Persia. Sementara itu, Kaisar Persia, Yazdegerd III, pergi dari istananya untuk menyelamatkan diri dan mencari bantuan.
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
Kecam Israel Atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, MUI Minta RI Ambil Langkah Diplomatik
Geger Raja Charles III Disebut Memeluk Islam, Ini Kronologinya
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Desak Pemerintah Lakukan Investigasi