Kisah Nabi Hud AS dan Binasanya Kaum Ad Penyembah Berhala

Kisah Nabi Hud AS dan Binasanya Kaum Ad Penyembah Berhala

Anisa Febriani - detikHikmah
Sabtu, 25 Nov 2023 05:00 WIB
Kisah Nabi Hud AS dan Binasanya Kaum Ad Penyembah Berhala
Ilustrasi Foto: Fuad Hasyim/detikcom
Jakarta -

Nabi Hud AS adalah satu dari 25 nabi dan rasul yang wajib diketahui dalam Islam. Ia diutus untuk berdakwah pada kaum Ad.

Kaum Ad adalah penduduk kabilah Iram, mereka tinggal di sekitar Gunung Ram, 25 mil dari kota Aqabah yang letaknya di antara Yaman dan Oman, sampai Hadramaut dan As-Syajar seperti dinukil dari buku Mutiara Hikmah Kisah 25 Rasul tulisan Dhurorudin Mashad.

Hud AS adalah putra dari Abdullah bin Ribah bin Khulud bin Ad nin Aus bin Irim bin Syam bin Nuh. Letak daerah tempat diutusnya Nabi Hud terkenal dengan tanahnya yang subur, aliran sungai melimpah, dan hewan ternak yang sehat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski dengan anugerah yang dikaruniai Allah SWT itu, kaum Ad justru mengingkari Sang Khalik. Mereka menyembah berhala dan tidak mengenal Allah sebagai Tuhan mereka.

Kisah mengenai Nabi hud AS yang berdakwah menyerukan ajaran Allah SWT itu tercantum dalam surah Hud ayat 52,

ADVERTISEMENT

ŲˆŲŽŲŠŲŽŲ°Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų…Ų ŲąØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲŲˆØ§ÛŸ ØąŲŽØ¨ŲŽŲ‘ŲƒŲŲ…Ų’ ØĢŲŲ…ŲŽŲ‘ ØĒŲŲˆØ¨ŲŲˆŲ“Ø§ÛŸ ØĨŲŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲŠŲØąŲ’ØŗŲŲ„Ų ŲąŲ„ØŗŲŽŲ‘Ų…ŲŽØĸØĄŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŲ… Ų…ŲŲ‘Ø¯Ų’ØąŲŽØ§ØąŲ‹Ø§ ŲˆŲŽŲŠŲŽØ˛ŲØ¯Ų’ŲƒŲŲ…Ų’ Ų‚ŲŲˆŲŽŲ‘ØŠŲ‹ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰Ų° Ų‚ŲŲˆŲŽŲ‘ØĒŲŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲŽØĒŲŽŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ‘ŲˆŲ’Ø§ÛŸ Ų…ŲØŦŲ’ØąŲŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ

Artinya: "Dan (dia berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa."

Sayangnya, kaum Ad sama sekali tidak menghiraukan seruan sang nabi. Mereka tetap menyembah berhala-berhala hingga menuduh Hud AS sebagai orang gila.

Ingkarnya kaum Ad itu membuat Allah SWT murka. Atas kuasa-Nya, nikmat yang dilimpahkan pada kaum Ad dicabut, mereka mengalami kekeringan yang panjang.

Tak sampai di situ, situasi semakin parah hingga menyebabkan hasil pertanian mereka gagal karena keringnya sumber air. Para penduduk kaum Ad kelaparan.

Nabi Hud AS tak henti-hentinya menyerukan dakwah pada kaum Ad di situasi yang serba sulit itu. Ia mengajak kaum Ad untuk kembali ke jalan Allah SWT.

Mirisnya, masih banyak penduduk kaum Ad yang enggan menggubris seruan sang nabi hingga azab dari Allah SWT pun turun,

ŲˆŲŽŲąØ°Ų’ŲƒŲØąŲ’ ØŖŲŽØŽŲŽØ§ ØšŲŽØ§Ø¯Ų ØĨŲØ°Ų’ ØŖŲŽŲ†Ø°ŲŽØąŲŽ Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽŲ‡ŲÛĨ Ø¨ŲŲąŲ„Ų’ØŖŲŽØ­Ų’Ų‚ŲŽØ§ŲŲ ŲˆŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ ØŽŲŽŲ„ŲŽØĒؐ ŲąŲ„Ų†ŲŲ‘Ø°ŲØąŲ ؅ؐ؆Ûĸ Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†Ų ŲŠŲŽØ¯ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ ØŽŲŽŲ„Ų’ŲŲŲ‡ŲÛĻŲ“ ØŖŲŽŲ„ŲŽŲ‘Ø§ ØĒŲŽØšŲ’Ø¨ŲØ¯ŲŲˆŲ“Ø§ÛŸ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‘Ø§ ŲąŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŽ ØĨؐ؆ؐؑ؉ؓ ØŖŲŽØŽŲŽØ§ŲŲ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨ŲŽ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…Ų ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ…Ų

Artinya: "Dan ingatlah (Hud) saudara kaum 'Aad yaitu ketika dia memberi peringatan kepada kaumnya di Al Ahqaaf dan sesungguhnya telah terdahulu beberapa orang pemberi peringatan sebelumnya dan sesudahnya (dengan mengatakan): "Janganlah kamu menyembah selain Allah, sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab hari yang besar." (QS Al Ahqaf: 21)

Adapun, azab yang ditimpakan pada kaum Ad adalah angin yang dingin dan kencang hingga berputar untuk membinasakan mereka selama tujuh hari tujuh malam. Azab itu mengakibatkan kaum Ad lenyap, mayat mereka berserakan ditutupi pasir.

Allah SWT berfirman dalam surah Al Haqqah ayat 6-7,

ŲˆŲŽØŖŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø§ ØšŲŽØ§Ø¯ŲŒ ŲŲŽØŖŲŲ‡Ų’Ų„ŲŲƒŲŲˆØ§ÛŸ Ø¨ŲØąŲŲŠØ­Ų ØĩŲŽØąŲ’ØĩŲŽØąŲ ØšŲŽØ§ØĒŲŲŠŲŽØŠŲ

Artinya: "Adapun kaum 'Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang." (QS Al Haqqah: 6)

ØŗŲŽØŽŲŽŲ‘ØąŲŽŲ‡ŲŽØ§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ ØŗŲŽØ¨Ų’ØšŲŽ Ų„ŲŽŲŠŲŽØ§Ų„Ų ŲˆŲŽØĢŲŽŲ…ŲŽŲ°Ų†ŲŲŠŲŽØŠŲŽ ØŖŲŽŲŠŲŽŲ‘Ø§Ų…Ų Ø­ŲØŗŲŲˆŲ…Ų‹Ø§ ŲŲŽØĒŲŽØąŲŽŲ‰ ŲąŲ„Ų’Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ ŲŲŲŠŲ‡ŲŽØ§ ØĩŲŽØąŲ’ØšŲŽŲ‰Ų° ŲƒŲŽØŖŲŽŲ†ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…Ų’ ØŖŲŽØšŲ’ØŦŲŽØ§Ø˛Ų Ų†ŲŽØŽŲ’Ų„Ų ØŽŲŽØ§ŲˆŲŲŠŲŽØŠŲ

Artinya: "yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum 'Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk)." (QS Al Haqqah: 7)

Riwayat lain menyebut, azab pusaran angin itu sama sekali tidak terasa bagi Hud AS dan pengikutnya yang beriman. Mereka hanya merasa angin segar dan nyaman saja yang menyentuh kulit.




(hnh/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads