Niat Sholat Hajat Lengkap Tata Cara, Doa dan Keutamaannya

Niat Sholat Hajat Lengkap Tata Cara, Doa dan Keutamaannya

Lathifah Nur Awwaliyyah - detikHikmah
Selasa, 27 Okt 2026 19:15 WIB
Ilustrasi Sholat
Ilustrasi Sholat Hajat. Foto: Rizky Sabriansyah/Pexels
Jakarta -

Sholat Hajat merupakan salah satu ibadah yang bisa dikerjakan apabila seseorang memiliki keinginan, cita-cita, atau permintaan. Amalan ini dilakukan dengan tujuan memohon kepada Allah SWT untuk mengabulkan dan memberikan kemudahan dalam proses mencapainya.

Mengutip Kitab Lengkap Panduan Shalat karya M. Khalilurrahman Al-Mahfani, salat hajat memiliki keutamaan yang diceritakan melalui sejumlah riwayat. Di antaranya, kisah seorang tunanetra yang memperoleh kembali penglihatannya setelah berdoa kepada Allah SWT. Ada pula kisah seorang musafir asal Yaman yang memohon kepada Allah SWT setelah keledainya mati.

Allah SWT memerintahkan kepada hamba-Nya untuk menggantungkan segala harap dan doa hanya kepada-Nya. Sebagaimana dalam firman QS. Al-Baqarah ayat 45 tentang perintah memohon pertolongan dengan sabar dan sholat. Lantas, bagaimana tata cara dan bacaan niat Sholat Hajat?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tata Cara dan Bacaan Niat Sholat Hajat

Mengutip buku Panduan Shalat Zikir dan Do'a: Cara Mudah Belajar Shalat, Zikir, dan Do'a karya Sa'ronih Amin, berikut adalah bacaan niat dan tata cara pelaksanaan Sholat Hajat:

1. Membaca Niat Sholat Hajat

ADVERTISEMENT

Niat di dalam hati untuk melaksanakan Sholat Hajat:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal hajati rak'ataini lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat sholat sunnah hajat dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."

2. Takbiratul Ihram: Mengucapkan Allahu Akbar sambil mengangkat kedua tangan

3. Membaca Doa Iftitah (Sunnah)

4. Membaca Surah Al-Fatihah di Setiap Rakaat

5. Membaca Surah Al-Qur'an: Dilanjutkan membaca surah pendek (dianjurkan membaca Surah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surah Al-Ikhlas pada ayat kedua)

6. Rukuk, Iktidal, Sujud, Duduk di antara Dua Sujud: Melakukan gerakan sholat seperti biasa dengan tertib disertai tumakninah.

7. Duduk Tasyahud Akhir pada Rakaat Kedua

8. Membaca Tahiyat Akhir

9. Salam

Dzikir dan Doa Sholat Hajat

Usai salam, lanjutkan sholat dengan membaca dzikir. Masih mengutip sumber yang sama dan buku Rahasia Kedahsyatan Sholat Tengah Malam karya Saiful Anwar al-Batawy, berikut bacaan dzikir setelah Sholat Hajat:

Membaca istighfar minimal 100 kali:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ رَبِّي مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullaha rabbi min kulli dzanbin wa atubu ilaih

Artinya: "Saya memohon ampunan kepada Allah Tuhan dari setiap dosa dan saya bertobat kepada-Nya"

Membaca sholawat minimal 100 kali:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةَ الرِّضَا، وَارْضَ عَنْ أَصْحَابِهِ رِضَاءَ الرِّضَا

Allahumma shalli 'ala sayyidina muhamamd sholatar ridha wardha 'an ashhabihi ridha arridha

Artinya: "Wahai Tuhanku, limpahkan kesejahteraan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, kesejahteraan yang diridai, dan ridailah sahabat-sahabat beliau semuanya.

Membaca Tahmid

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ

Alhamdulillah

Artinya: "Segala puji bagi Allah"

Membaca Tasbih

سُبْحَانَ اللهِ

Subhanallah

Artinya: "Maha Suci Allah"

Membaca Takbir

اللَّهُ أَكْبَرُ

Allahu akbar

Artinya: "Allah Maha Besar"

Setelah berdzikir, amalan bisa ditutup dengan membaca doa Sholat Hajat, seperti bacaan dalam buku Risalah Tuntunan Shalat: Panduan Shalat Wajib dan Sunnah Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits karya Akhmad Najibul Khairi Sya'le.

Doa Pertama

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ، إِنِّيْ أَتَوَجَّهُ بِكَ إِلَى رَبِّيْ فِيْ حَاجَتِيْ هٰذِهِ لِتُقْضَى لِيْ، اَللّٰهُمَّ فَشَفِّعْهُ فِيَّ

Allahumma inni as aluka wa atawajjahu ilaika binabiyyika nabiyyurrahmati, inni atawajjahu bika ila rabbi fi hajati hadzihi litaqdholi. Allahumma fasyafa'hu fiyya

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu dengan Nabi-Mu, Nabi pembawa rahmat. Sesungguhnya aku menghadap kepada Tuhanku denganmu dalam kebutuhanku ini agar ditunaikan. Ya Allah, terimalah syafa'atnya untukku.

Doa Kedua

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ الْحَلِيْمُ الْكَرِيْمُ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَا تَدَعْ لِيْ ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Lailaha illallahul halimul karim, subhanallahi rabbil 'arsyil 'azhim, alhamdulillahi rabbil 'alamin. As'aluka mujibati rahmatik, wa 'azaima maghfiratik, wal ghanimata min kulli birri, wassalamata min kulli itsmi, la tada'li dzanban illa ghafartah, wa la hamman illa farrajtah, wa la hajatan hiya laka ridhan illaqadhaitaha ya arhamarrahimin.

Artinya: "Tiada tuhan selain Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Mulia. Mahasuci Allah, Tuhan Pemelihara singgasana yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Aku memohon kepada-Mu hal-hal yang mendatangkan rahmat-Mu, kepastian ampunan-Mu, perolehan dari segala kebajikan, dan keselamatan dari segala dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa pada diriku melainkan Engkau ampuni, jangan biarkan kesedihan pada diriku melainkan Engkau beri jalan keluar, dan jangan biarkan ada hajat kebutuhan yang Engkau ridai melainkan Engkau kabulkan, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih."



(inf/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads