Kabar duka menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) dan masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB). Ulama sepuh karismatik yang juga Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin atau yang akrab disapa Datok Bagu, meninggal dunia pada Kamis (15/10/2026).
Wakil Ketua Umum PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan rasa duka cita mendalam atas berpulangnya Datok Bagu. Gus Ipul menyebut pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu, Lombok Tengah, itu adalah ulama panutan di wilayah tersebut.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kita sungguh berduka. Kita kehilangan salah satu ulama panutan yang memiliki peran besar dalam membimbing umat, mengembangkan pendidikan pesantren, dan menjaga tradisi keilmuan Islam," ujar Gus Ipul dalam keterangan persnya, Kamis (15/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gus Ipul menilai sosok Datok Bagu tidak hanya sangat dihormati di wilayah NTB, tetapi juga menjadi tempat bertanya dan rujukan keilmuan bagi jamaah NU di tingkat nasional. Menurutnya, almarhum memberikan teladan nyata tentang arti sebuah pengabdian.
"Beliau aktif berkhidmat di NU, menjadi teladan, sekaligus tempat bertanya dan meminta nasihat. Kedalaman ilmu, kesederhanaan, dan keteguhan beliau dalam membimbing umat menjadikannya salah satu ulama yang sangat dihormati dan menjadi rujukan," tuturnya.
"Beliau telah memberikan teladan bahwa menjadi ulama bukan hanya tentang keluasan ilmu, tetapi juga keikhlasan mengabdi, mengayomi, dan menjaga umat. Keteladanan inilah yang harus terus kita warisi," tambah Gus Ipul.
Gus Ipul pun mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk memanjatkan doa terbaik bagi almarhum serta mendoakan keluarga dan para santri yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan.
"Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga, para santri, dan seluruh umat yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan," pungkas Gus Ipul.
Seperti diketahui, Datok Bagu mengembuskan napas terakhir pada pukul 13.37 WITA di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Provinsi NTB, setelah sempat menjalani perawatan intensif selama beberapa bulan terakhir. Beliau wafat di usia 90 tahun.
