Apakah Tahlilan 7 Hari, 40 Hari, dan 1000 Hari Ada Dasarnya dalam Islam?

Apakah Tahlilan 7 Hari, 40 Hari, dan 1000 Hari Ada Dasarnya dalam Islam?

Lathifah Nur Awwaliyyah - detikHikmah
Selasa, 13 Okt 2026 17:00 WIB
Ilustrasi budaya tahlilan di Jawa Timur
Ilustrasi budaya tahlilan. Foto: Gemini AI)
Jakarta -

Tahlilan merupakan tradisi yang banyak dilakukan masyarakat muslim di Indonesia, terutama warga Nahdliyin. Saat ada kerabat yang meninggal dunia, keluarga dan tetangga berkumpul untuk membaca ayat Al-Qur'an, tahlil, sholawat, dan doa dengan harapan pahala bacaannya sampai kepada orang yang telah meninggal tersebut.

Tahlilan umumnya digelar selama tujuh hari berturut-turut setelah seseorang meninggal dunia. Tradisi ini juga dilakukan pada hari ke-40, ke-100, hingga ke-1.000. Lantas, apakah tahlilan pada hari-hari tersebut memiliki dasar dalam Islam? Bagaimana pandangan ulama mengenai tradisi ini?

Dasar Tahlilan Hari ke-7, ke-40, dan ke-1000

Mengutip laman NU, penentuan hari ke-7, ke-40, dan ke-1.000 untuk mengadakan tahlilan dipandang sebagai kebiasaan masyarakat dalam menentukan waktu untuk berdoa dan bersedekah bagi orang yang telah meninggal dunia. Hari-hari tersebut bukan waktu yang secara khusus diwajibkan oleh syariat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu dalil yang dibahas ulama mengenai penentuan waktu untuk beramal saleh adalah hadits riwayat Ibnu Umar RA.

"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam selalu mendatangi Masjid Quba setiap hari Sabtu, dengan berjalan kaki dan berkendara." (HR Bukhari dan Muslim).

ADVERTISEMENT

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan dalam kitab Fathul Bari bahwa hadits tersebut menunjukkan kebolehan memilih waktu tertentu untuk melakukan amal saleh. Penjelasan ini menjadi salah satu rujukan ulama saat membahas penentuan waktu untuk mengadakan tahlilan.

Apa Saja yang Dilakukan Saat Tahlilan?

Tahlilan biasanya diisi dengan membaca kalimat Lā ilāha illallāh, ayat Al-Qur'an, sholawat, dan doa. Doa dipanjatkan bagi orang yang telah meninggal dunia. Keluarga yang mengadakan acara terkadang juga menyediakan makanan dan minuman bagi para tamu.

Secara bahasa, tahlilan berasal dari kata hallala-yuhallilu-tahlilan, yang berarti mengucapkan kalimat Lā ilāha illallāh. Dalam buku Sejarah Nahdlatul Ulama Jawa Barat karya Budi Sujati, tahlilan dijelaskan sebagai kegiatan membaca Al-Qur'an, sholawat, dan doa bersama yang pahalanya dihadiahkan kepada orang yang telah meninggal dunia. Jamuan makanan yang disediakan tuan rumah juga dapat menjadi sarana bersedekah dan mempererat silaturahmi.

Apakah Pahala Bacaan Al-Qur'an Sampai kepada Orang yang Meninggal?

Ulama berbeda pendapat mengenai sampainya pahala bacaan Al-Qur'an kepada orang yang telah meninggal dunia. Berikut penjelasan dari beberapa mazhab.

Mazhab Syafi'i

Pendapat masyhur mazhab Syafi'i menyatakan bahwa pahala bacaan Al-Qur'an tidak sampai kepada orang yang telah meninggal dunia. Pendapat ini merujuk pada surah An-Najm ayat 39:

"Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya."

Dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat tersebut menjadi dasar pendapat Imam Syafi'i. Menurut pandangan ini, orang yang telah meninggal tidak memperoleh pahala bacaan Al-Qur'an yang dilakukan orang lain karena bacaan itu bukan hasil amalnya sendiri.

Meski demikian, pendapat tersebut bukan satu-satunya pandangan di kalangan ulama Syafi'iyah. Imam An-Nawawi menjelaskan dalam Syarh Shahih Muslim bahwa sebagian ulama Syafi'iyah berpendapat pahala bacaan Al-Qur'an dapat sampai kepada orang yang telah meninggal dunia.

Mazhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali

Dalam Mazhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali, pahala amal saleh, termasuk bacaan Al-Qur'an, boleh dihadiahkan kepada orang yang telah meninggal dunia. Pandangan ini dijelaskan Syekh Az-Zaila'i dalam Tabyinul Haqaiq, Syekh Ad-Dasuki dalam Syarhil Kabir, dan Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni.

Wallahu a'lam.



(inf/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads