Pimpin IAMI, Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Dukungan bagi Palestina

Pimpin IAMI, Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Dukungan bagi Palestina

Nasywa Azzahra - detikHikmah
Senin, 28 Sep 2026 12:48 WIB
Menteri Agama RI sekaligus presiden pertama IAMI, Nasaruddin Umar
Foto: Kemenag
Jakarta -

Forum International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Jakarta resmi membentuk organisasi The International Assembly of Mosque Imams (IAMI) sekaligus melahirkan kesepakatan global bertajuk Jakarta Understanding. Kesepakatan yang menegaskan dukungan penuh terhadap hak-hak rakyat Palestina tersebut dihadiri oleh para imam besar, mufti, dan delegasi dari 46 negara.

Deklarasi ini menekankan bahwa isu kemanusiaan dan perdamaian global merupakan tanggung jawab bersama yang harus diperjuangkan melalui wadah IAMI. Melalui Jakarta Understanding, institusi masjid didorong untuk menjadi jembatan diplomasi keagamaan yang mampu merajut perbedaan di tingkat internasional.

Menteri Agama sekaligus presiden pertama IAMI, Nasaruddin Umar, menegaskan peran diplomasi keagamaan dalam memperkokoh hubungan diplomatik antarnegara. Ia menyebut komitmen terhadap kemanusiaan dan Palestina menjadi pesan utama yang disuarakan para pimpinan agama dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Melalui Jakarta Understanding, para Imam Besar menyampaikan pesan bahwa perdamaian adalah tanggung jawab bersama umat manusia dan masjid bisa menjadi jembatan yang menghubungkan perbedaan," ujar Nasaruddin dalam keterangan tertulis, Minggu (27/9/2026).

Nasaruddin menambahkan bahwa kesepakatan tersebut sekaligus menegaskan posisi para ulama dunia terhadap isu geopolitik di Timur Tengah. Menurutnya, dukungan terhadap hak-hak rakyat Palestina menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari misi keagamaan global IAMI.

ADVERTISEMENT

"Jakarta Understanding juga menggarisbawahi bahwa diplomasi keagamaan dapat memperkuat diplomasi antarbangsa, serta menegaskan dukungan penuh terhadap hak rakyat Palestina," tegasnya.

Di sisi lain, Nasaruddin menekankan bahwa fokus utama gerakan ini murni pada nilai kemanusiaan universal dan persatuan. Ia memastikan IAMI tidak akan terseret dalam agenda politik praktis yang dapat memicu perpecahan.

"Kita tidak akan berbicara politik praktis atau hal-hal yang mengganggu kenyamanan bersama, melainkan menyamakan wawasan bahwa kemanusiaan itu satu. Kita mencontoh Nabi Muhammad SAW yang semasa hidupnya mampu menjembatani semua perbedaan sehingga konflik hilang," pungkasnya.

Untuk mengawal misi tersebut secara global, IAMI menetapkan Jakarta sebagai pusat administrasi dan sekretariat permanen. Selain di Indonesia, kantor wilayah IAMI juga berdiri di Kuala Lumpur, Kairo, Nairobi, London, New York, Rio de Janeiro, hingga Canberra.

Melalui lima pilar utamanya, IAMI akan fokus pada keharmonisan masjid, kepemimpinan imam, diplomasi keagamaan, serta aksi kemanusiaan global. Kehadiran organisasi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menyelesaikan krisis kemanusiaan serta mewujudkan perdamaian.



(ega/ega)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads