Kementerian Agama (Kemenag) telah menyiapkan sejumlah agenda untuk memeriahkan Hari Santri 2026. Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung mulai September hingga Oktober 2026.
Kegiatan Hari Santri 2026 melibatkan santri, pesantren, pemerintah daerah, hingga masyarakat luas.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar bersama Direktur Jenderal Pesantren Kemenag Basnang Said memaparkan sejumlah kegiatan yang akan digelar dalam rangkaian Hari Santri tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agenda tersebut antara lain Sayembara Surat Santri untuk Presiden, Pesantren Award, Perkemahan Pramuka Santri Nusantara, Santri Vision, Halaqah Penguatan Ditjen Pesantren, Mu'tamad Santri, Festival Sarung dan Peci Santri, Expo Kemandirian Pesantren, Upacara Hari Santri, hingga Malam Bakti Santri untuk Negeri.
Jadwal dan Kegiatan Hari Santri 2026
Berikut jadwal dan rangkaian kegiatan Hari Santri 2026:
1. Surat Santri untuk Presiden: 22 September-8 Oktober
Rangkaian Hari Santri 2026 diawali dengan program Surat Santri untuk Presiden yang berlangsung pada 22 September hingga 8 Oktober 2026.
Melalui sayembara ini, para santri dapat menyampaikan mimpi, harapan, gagasan, dan pesan mengenai masa depan bangsa secara langsung kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Sayembara tersebut mengangkat tiga tema, yakni aspirasi tentang pendidikan, kepedulian terhadap lingkungan, serta harapan untuk kesejahteraan rakyat.
Pemenang akan diumumkan pada 8 Oktober 2026 dan diundang menghadiri Malam Bakti Santri untuk Negeri. Surat-surat terbaik selanjutnya akan disampaikan kepada Presiden Prabowo.
2. Pesantren Award: 22 September-24 Oktober
Kemenag juga menyiapkan Pesantren Award yang berlangsung mulai 22 September hingga 24 Oktober 2026.
Penghargaan ini diberikan kepada pihak-pihak yang dinilai berkontribusi dalam penguatan pesantren, baik instansi maupun perorangan.
"Kita akan nanti memberikan penghargaan-penghargaan tertentu kepada siapa pun juga, apakah itu instansi atau perorangan, yang memberikan kontribusi terhadap penguatan pondok pesantren," ungkap Nasaruddin Umar, Selasa (22/9/2026).
Dirjen Pesantren Basnang Said mengatakan, sejumlah kepala daerah juga akan mendapatkan penghargaan karena dinilai aktif mendukung pesantren.
"Untuk Hari Santri tahun 2026, kita akan mencoba memberikan penghargaan kepada sejumlah kepala daerah yang telah berkontribusi dan aktif mendukung pesantren. Penghargaan tersebut nantinya akan diberi nama Pesantren Award," ujar Basnang.
3. Perkemahan Pramuka Santri Nusantara: 30 September-6 Oktober
Selanjutnya, Kemenag akan menggelar Perkemahan Pramuka Santri Nusantara di Kabupaten Malang pada 30 September hingga 6 Oktober 2026.
Kegiatan ini akan mempertemukan santri dari berbagai daerah sekaligus menghadirkan pendekatan baru dalam kegiatan kepramukaan di lingkungan pesantren.
"Insyaallah kita rencanakan nanti tanggal 30 September sampai 6 Oktober. Jadi, kita akan kumpul seluruh santri-santri itu. Bagaimana dengan entitasnya itu bisa menampilkan satu semangat baru dan juga sekaligus satu pendekatan lain di dalam melaksanakan kegiatan kepramukaan," terang Menag.
4. Santri Vision: 2-20 Oktober
Agenda berikutnya adalah Santri Vision yang berlangsung pada 2-20 Oktober 2026.
Program ini menjadi ruang untuk menampilkan berbagai sosok, karya, dan inovasi terbaik dari lingkungan pesantren.
"Seorang peneliti dari Inggris mengagetkan saya juga bahwa setelah melakukan penelitian tentang tradisi pesantren, dia berkesimpulan bahwa justru konsep pendidikan pesantren itu adalah model pendidikan yang paling canggih, sophisticated school," ungkap Menag.
Santri Vision mencakup sejumlah kategori, yakni Naskah, Kebijakan, dan Komunikasi Ilmiah (Paper & Policy); Audio-Visual, Seni Visual, dan Digital Media (Audio-Visual & Creative Media); serta Inovasi Digital dan Teknologi Pesantren (Digital Innovation & Technology).
5. Halaqah Penguatan Ditjen Pesantren: 8-9 Oktober
Kemenag juga akan menggelar Halaqah Penguatan Ditjen Pesantren pada 8-9 Oktober 2026.
Forum ini diarahkan untuk menyusun peta jalan atau road map pengembangan pesantren ke depan. Dengan demikian, pesantren diharapkan dapat terus berkembang dan memperkuat daya saingnya.
"Nanti teman-teman pesantren akan mencoba menciptakan semacam road map, peta jalan Pondok Pesantren ke depan," kata Menag.
Basnang Said mengatakan, kegiatan tersebut juga akan melibatkan pemerintah daerah. Kemenag akan mengundang gubernur, bupati, dan wali kota, khususnya dari daerah yang telah memiliki peraturan daerah tentang pesantren.
6. Mu'tamad Santri: 14-15 Oktober
Pada 14-15 Oktober 2026, Kemenag akan menggelar Mu'tamad Santri.
Forum akademik ini ditujukan untuk memperkuat mutu pendidikan pesantren, memperluas jejaring kerja sama internasional, serta mendorong pengembangan pesantren agar memiliki daya saing global.
Kegiatan tersebut akan berlangsung secara hybrid. Sekitar 250 peserta direncanakan hadir secara luring, sementara 500 peserta lainnya mengikuti kegiatan secara daring.
7. Festival Sarung dan Peci Santri: 16 Oktober
Festival Sarung dan Peci Santri dijadwalkan berlangsung pada 16 Oktober 2026.
Festival ini mengangkat sarung dan peci sebagai bagian dari identitas pesantren sekaligus budaya Indonesia.
Menag Nasaruddin Umar mengatakan, perkembangan pesantren tidak harus membuat tradisi yang telah melekat di dalamnya ditinggalkan.
"Karena salah satu identitas Pondok Pesantren itu sarung dan peci. Kita bisa meraih perkembangan ke depan yang lebih bagus tanpa harus meninggalkan tradisi asli kita, bangsa Indonesia. Itulah Pondok Pesantren," ujarnya.
8. Expo Kemandirian Pesantren: 16-24 Oktober
Masih pada 16 Oktober, Kemenag akan membuka Expo Kemandirian Pesantren yang berlangsung hingga 24 Oktober 2026.
Expo tersebut menjadi wadah untuk memperkenalkan berbagai potensi dan capaian pesantren kepada masyarakat. Produk yang ditampilkan mencakup makanan dan minuman, buku, pakaian khas Nusantara, hingga berbagai produk lainnya.
"Nanti ada eksponya. Kita akan tunjukkan kepada dunia bahwa pesantren bukan hanya bisa hafal Al-Qur'an," kata Menag.
Basnang Said menjelaskan, expo akan digelar di Lapangan Banteng, Jakarta.
9. Upacara Hari Santri: 22 Oktober
Puncak peringatan Hari Santri secara nasional akan ditandai dengan Upacara Hari Santri pada 22 Oktober 2026.
Tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri setiap tahunnya.
"Upacara Hari Santri, yang nanti kita akan tradisikan itu. Setiap tanggal 22 Oktober itu kita peringati sebagai Hari Santri," kata Menag.
10. Malam Bakti Santri untuk Negeri: 24 Oktober
Rangkaian kegiatan Hari Santri 2026 kemudian ditutup dengan Malam Bakti Santri untuk Negeri yang direncanakan berlangsung pada 24 Oktober 2026 di Istora Senayan, Jakarta.
Basnang Said mengatakan kegiatan tersebut akan digerakkan oleh Menteri Agama dan Wakil Menteri Agama. Kemenag juga berencana mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri acara tersebut.
"Dalam minggu-minggu ini kami akan menyampaikan surat kepada beliau, tentu melalui Pak Menteri Agama, untuk mengundang Bapak Presiden agar hadir dalam Malam Bakti Pesantren untuk Negeri," ujar Basnang.
