Sejumlah negara Arab dan organisasi internasional serta Islam mengecam serangan kelompok Houthi yang menyasar wilayah Arab Saudi. Kecaman muncul setelah sebuah rudal balistik yang diarahkan ke ibu kota Riyadh berhasil dicegat pertahanan udara Saudi.
Selain Riyadh, otoritas Saudi menyebut terdapat upaya serangan terhadap warga sipil dan fasilitas sipil di sejumlah wilayah, yakni Bish, Taif, Farasan, dan Yanbu. Seluruh upaya tersebut dilaporkan berhasil digagalkan oleh sistem pertahanan udara Arab Saudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip Saudi Gazette, pemerintah Yaman mengutuk keras peluncuran rudal tersebut dan menyebutnya sebagai ancaman serius terhadap keselamatan warga sipil, navigasi internasional, serta stabilitas kawasan. Yaman secara terbuka menunjuk Houthi dan Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab.
Kementerian Luar Negeri Yaman mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah nyata memutus rantai pasokan senjata Houthi.
Dukungan serupa mengalir dari Kuwait, Mesir, Bahrain, Lebanon, dan Yordania.
Kuwait memuji kesiapsiagaan sistem pertahanan udara Saudi dan menegaskan bahwa keamanan Arab Saudi adalah bagian yang tak terpisahkan dari keamanan Kuwait dan seluruh negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).
Mesir mengutuk aksi tersebut sebagai eskalasi berbahaya yang dapat memicu ketegangan lebih luas di kawasan Timur Tengah. Mesir menegaskan penolakan mutlak atas segala ancaman terhadap kedaulatan Saudi.
Bahrain mengingatkan Dewan Keamanan PBB agar bersikap tegas menerapkan Resolusi 2216 untuk menghentikan teror terhadap objek sipil.
Lebanon dan Yordania menggambarkan serangan dini hari itu sebagai pelanggaran hukum internasional yang mencoreng Piagam PBB, seraya menyatakan berdiri bersama Saudi dalam menjaga integritas wilayahnya.
Kecaman keras juga datang dari lembaga keagamaan internasional. Liga Muslim Dunia (Muslim World League/MWL) menilai tindakan menargetkan pemukiman dan fasilitas publik sebagai pelanggaran berat terhadap nilai-nilai agama maupun hukum kemanusiaan.
Sekretaris Jenderal MWL sekaligus Ketua Organisasi Cendekiawan Muslim, Sheikh Mohammed Al-Issa, menegaskan dukungan moral dan politik bagi Kerajaan. Ia menyebut ini adalah serangan teroris berbahaya yang sengaja menyasar warga dan objek sipil.
MWL beserta seluruh masyarakat Muslim dunia menyatakan solidaritas penuh terhadap langkah-langkah penindakan yang diambil Arab Saudi demi melindungi wilayah dan rakyatnya.
Eskalasi serangan ini turut menjadi pembahasan hangat dalam pertemuan bilateral antara Sekretaris Jenderal GCC Jassem Mohamed Albudaiwi dan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York.
Kedua pemimpin sepakat mengecam keras rentetan serangan Houthi yang mengancam perdamaian regional. Dalam kesempatan tersebut, Sekjen PBB António Guterres mengapresiasi peran aktif negara-negara Teluk dalam menjaga stabilitas kawasan, serta berkomitmen memperkuat kerja sama antara PBB dan GCC guna meredam konflik yang terus berlanjut.
