Persaudaraan antara dua organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama terlihat saat pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Momen hangat itu dibagikan oleh akun TikTok Suara Muhammadiyah Ambulu.
Ketika NU menggelar Muktamar, Muhammadiyah memilih hadir dan mengambil bagian. Dukungan dari Muhammadiyah hadir dalam bentuk pelayanan nyata, seperti posko gratis, konsumsi, layanan kesehatan hingga bantuan keamanan agar acara tersebut berjalan lancar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muhammadiyah Kendal bahkan ikut mengawal Muktamar NU di Jalur Pantura. RSI Weleri, RS PKU Aisyiyah Tlahab dan RSDI Kaliwungu memberi layanan gratis bagi peserta, penggembira Muktamar serta pengemudi yang melintas dengan menunjukan KartaNU.
Muhammadiyah Jombang juga menghadirkan layanan kesehatan dari tiga rumah sakit dan ambulans secara gratis untuk para peserta Muktamar NU.
Tak sampai di situ, Muhammadiyah juga menyediakan 10.000 porsi bakso serta 10.000 porsi kopi dan telur hangat gratis kepada para tamu Muktamar NU. Selain kesehatan dan konsumsi, ada 100 hingga 200 personel KOKAM (Komandi Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah) yang mendukung pengamanan Muktamar.
Dilansir dari situs NU Online, dukungan kelancaran pelaksanaan Muktamar ke-35 NU dari Muhammadiyah juga melibatkan berbagai unsur dari tingkat ranting hingga daerah. Mereka dikoordinasikan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jombang untuk membantu kelancaran pelaksanaan muktamar.
Seorang pengurus Muhammadiyah Ranting di bawah naungan PDM Jombang, Siswa Azwanita mengatakan pihaknya sudah hadir sejak sehari sebelum pelaksanaan muktamar. Kehadiran itu jadi bentuk dukungan Muhammadiyah terhadap agenda besar NU.
"Sejak kemarin kita sudah hadir dan kita juga sudah dikoordinasi oleh PDM Jombang untuk membantu kelancaran Muktamar NU," ujarnya pada Kamis (27/8/2026).
Dukungan Muhammadiyah tidak hanya melibatkan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), tetapi juga berbagai unsur lainnya. Seluruh kelompok Muhammadiyah dikerahkan untuk membantu kelancaran muktamar.
Siska menilai keterlibatan tersebut menjadi wujud nyata persaudaraan antarorganisasi kemasyarakatan Islam. Menurutnya, perbedaan organisasi tidak menjadi penghalang untuk saling membantu dalam kegiatan keumatan.
