Apakah Puasa Muharram Harus Berurutan?

Apakah Puasa Muharram Harus Berurutan?

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Rabu, 17 Jun 2026 08:00 WIB
Ilustrasi Puasa Arafah 9 Dzulhijjah
Ilustrasi berbuka puasa (Foto: magnific/Magnific)
Jakarta -

Puasa Muharram banyak dikerjakan oleh muslim karena dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Terkait hal ini dijelaskan hadits Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah SAW bersabda, "Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadan adalah puasa pada bulan Allah - Muharram. Sementara salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam." (HR Muslim)

Puasa yang bisa dikerjakan pada bulan Muharram adalah puasa Muharram, puasa Tasua dan Asyura, puasa Ayyamul Bidh, puasa Senin-Kamis dan puasa sunnah lainnya. Biasanya, muslim mulai berpuasa pada 1-8 Muharram sebelum dilanjut dengan Tasua dan Asyura pada 9-10 Muharram.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, apakah puasa Muharram harus dilakukan secara berurutan?

ADVERTISEMENT

Puasa Muharram Tidak Harus Dilakukan Berurutan

Menurut buku Kedahsyatan Puasa oleh M Syukron Maksum, hukum melaksanakan puasa Asyura pada 10 Muharram hukumnya sunnah muakkad. Amalan ini mengandung keutamaan besar, salah satunya menghapus dosa-dosa kecil setahun sebelumnya.

Sama halnya dengan puasa 9 Muharram. Nabi SAW pernah menyatakan keinginannya berpuasa Tasua di tahun berikutnya tetapi beliau meninggal sebelum impian itu terwujud.

Berikut bunyi haditsnya:

"Sungguh, jika aku masih hidup sampai tahun depan niscaya aku akan berpuasa pada tanggal 9 dan 10." (HR Al Khallal dengan sanad yang bagus dan dipakai hujjah oleh Ahmad)

Sementara itu, terkait puasa 1 Muharram tidak ada dalil khusus. Hanya saja, Rasulullah SAW menganjurkan muslim untuk memperbanyak puasa pada bulan Muharram.

Turut dijelaskan dalam buku Meraih Surga dengan Puasa oleh H Herdiansyah Achmad, muslim bisa mengerjakan banyak puasa sunnah tak hanya Tasua dan Asyura. Sebab, pada bulan Muharram tidak ada hari-hari yang diharamkan atau dimakruhkan berpuasa.

detikHikmah tidak menemukan dalil yang secara khusus menganjurkan muslim untuk berpuasa Muharram secara berurutan. Puasa Muharram hukumnya sunnah yang berarti tidak masalah jika muslim memilih untuk tidak mengerjakannya atau hanya mengerjakan di sesuai kemampuan.

Niat Puasa Muharram 2026

Niat puasa Muharram dibedakan pada puasa yang akan dikerjakan. Berikut bacaannya yang dinukil dari Buku Praktis Ibadah susunan Irwan dkk serta buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari karya Muh Hambali.

1. Niat Puasa Muharram

نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta'ala.

Artinya: "Saya niat puasa Muharram karena Allah Ta'ala."

2. Niat Puasa Tasua

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnatil tasu'a lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat puasa sunah Tasua esok hari karena Allah Ta'ala."

3. Niat puasa Asyura

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnati asyura lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah Ta'ala."

4. Niat Puasa Senin

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu sauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya niat puasa sunnah hari Senin, sunnah karena Allah Ta'ala."

5. Niat Puasa Kamis

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya niat puasa sunnah hari Kamis, sunnah karena Allah Ta'ala."

Kapan Saja Puasa Muharram 2026?

Berikut tanggal puasa Muharram 2026 sebagaimana merujuk dari Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kemenag RI.

Jadwal Puasa 1-8 Muharram 2026

  • Selasa, 16 Juni 2026 / 1 Muharram 1448 H
  • Rabu, 17 Juni 2026 / 2 Muharram 1448 H
  • Kamis, 18 Juni 2026 / 3 Muharram 1448 H
  • Jumat, 19 Juni 2026 / 4 Muharram 1448 H
  • Sabtu, 20 Juni 2026 / 5 Muharram 1448 H
  • Minggu, 21 Juni 2026 / 6 Muharram 1448 H
  • Senin, 22 Juni 2026 / 7 Muharram 1448 H
  • Selasa, 23 Juni 2026 / 8 Muharram 1448 H

Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026

  • Puasa Tasua : Rabu, 24 Juni 2026 / 9 Muharram 1448 H
  • Puasa Asyura : Kamis, 25 Juni 2026 / 10 Muharram 1448 H

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Muharram 2026

  • Minggu, 28 Juni 2026 / 13 Muharram 1448 H
  • Senin, 29 Juni 2026 / 14 Muharram 1448 H
  • Selasa, 30 Juni 2026 / 15 Muharram 1448 H

Jadwal Puasa Sunnah Senin-Kamis Muharram 2026

  • Kamis, 18 Juni 2026 / 3 Muharram 1448 H
  • Senin, 22 Juni 2026 / 7 Muharram 1448 H
  • Kamis, 25 Juni 2026 / 10 Muharram 1448 H
  • Senin, 29 Juni 2026 / 14 Muharram 1448 H
  • Kamis, 2 Juli 2026 / 17 Muharram 1448 H
  • Senin, 6 Juli 2026 / 21 Muharram 1448 H
  • Kamis, 9 Juli 2026 / 24 Muharram 1448 H
  • Senin, 13 Juli 2026 / 28 Muharram 1448 H




(aeb/kri)
Amalan Bulan Muharram

Amalan Bulan Muharram

104 konten
Bulan Muharram memiliki banyak keutamaan. Ada beberapa amalan yang dapat kita kerjakan seperti puasa tasua, asyura hingga puasa sunnah lain.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads