Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam menjelaskan bahwa umat Islam boleh memilih hewan kurban jantan atau betina. Tidak harus hewan yang jantan yang penting memenuhi syarat dari jenis hewan, usia, kondisi fisik dan kesehatannya.
Walaupun demikian, ada alasan yang sangat menganjurkan kenapa hewan kurban harus jantan. Kurban merupakan ibadah yang menjadikan seorang muslim semakin mendekatkan diri kepada Allah. Kurban sebagai bentuk rasa syukur dan penghambaan kepada Allah Swt.
Dalam Quran Surah Al Hajj ayat 34 berbunyi, 'Bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban) agar mereka menyebut nama Allah atas binatang ternak yang dianugerahkan-Nya kepada mereka. Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa. Maka, berserah dirilah kepada-Nya. Sampaikanlah (Nabi Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang rendah hati lagi taat (kepada Allah)'
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Harga Kurban Jantan Lebih Mahal
Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda, 'Yang paling mahal harganya dan paling berharga bagi pemiliknya' (HR Bukhari).
Hadits di atas menunjukkan bahwa selain memenuhi syariat fisik dan kesehatan, hewan kurban dianjurkan yang harganya lebih mahal dan sangat berharga bagi pemiliknya. Nilai yang mahal ini tentu akan menyentuh perasaan pengorbanan bagi muslim yang menjalankan ibadah kurban.
Secara umum, harga hewan kurban jantan lebih mahal daripada kurban betina. Walaupun tidak menutup kemungkinan pada kondisi tertentu, hewan kurban betina bisa lebih mahal daripada kurban jantan.
2. Hewan Kurban Jantan Mengikuti Sunnah Rasulullah
Imam Nawawi berkata, "Berkurban dengan yang jantan lebih utama daripada betina dalam mazhab Syafi'i."
Imam Abu Bakr Ibnul 'Arabi juga berpendapat serupa, "Pendapat yang paling tepat ialah berkurban dengan hewan jantan lebih utama daripada betina."
Pendapat para ulama di atas berdasarkan sebuah hadits tentang keputusan Rasulullah memilih hewan kurban jantan. Berikut haditsnya:
Qutaibah mengabarkan bahwa Abu Awanah mengatakan dari Qatadah dari Anas, ia berkata, 'Rasulullah SAW berkurban dengan dua ekor kambing jantan yang berwarna putih, dan bertanduk dua. Beliau menyembelih dengan tangan beliau sendiri sambil membaca basmalah dan takbir, dan dengan meletakkan kaki beliau di atas sisi kambing itu.' (HR Muttafaq 'alaih).
3. Kenapa Hewan Kurban Harus Jantan Berdasarkan Ilmu Peternakan
Dalam ilmu peternakan, untuk menjaga kestabilan populasi hewan ternak maka dianjurkan untuk memilih hewan kurban jantan. Berdasarkan usia kawin dan hamil, kambing atau domba memasuki masa kawin pada usia 10-12 bulan, serta membutuhkan 5 bulan untuk hamil dan melahirkan, serta 2 bulan menyapih anak.
Di sisi lain, syarat usia kurban kambing dan domba yaitu kisaran usia 1-2 tahun. Di mana usia ini kambing dan domba jantan sudah melewati masa kawin, dan siap untuk dikurbankan. Sedangkan bagi yang betina, masih perlu untuk mengajari anak-anak mereka untuk menjalani hidup.
Sapi dan kerbau memasuki masa kawin pada usia 1-2 tahun. Sapi atau kerbau betina mengalami kehamilan dan menyusui kurang lebih satu tahun. Syarat usia kurban untuk sapi dan kerbau ada di 2 memasuki 3 tahun.
Kurban di Dompet Dhuafa Pasti Jantan
Walaupun tidak ada ketentuan khusus dalam syariat kurban harus jantan, namun hewan kurban jantan sangat dianjurkan. Dengan ikut serta dalam ibadah kurban bersama Dompet Dhuafa, Sahabat juga turut memberdayakan para peternak lokal dengan Quality Control secara berkala.
Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa telah lebih dari 30 tahun memberikan kebermanfaatan ibadah kurban hingga pelosok negeri dengan memastikan hewan kurban sehat dan sesuai
(akd/ega)











































Komentar Terbanyak
Mengapa Nabi Isa Disebut Belum Wafat dalam Islam?
Jemaah Haji RI Ditangkap di Madinah Usai Videokan Wanita Tanpa Izin
Secara Hisab, Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026