Di Mana Letak Gunung Sinai atau Bukit Tursina?

Di Mana Letak Gunung Sinai atau Bukit Tursina?

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Rabu, 01 Apr 2026 06:30 WIB
Lokasi Nabi Musa berdialog dengan Allah akan dijadikan resor mewah
Gunung Sinai Foto: BBC World
Jakarta -

Disebutkannya Gunung Sinai dalam beberapa ayat Al-Qur'an, tentunya membuat sebagian umat Islam bertanya-tanya, di mana letak Gunung Sinai atau Bukit Tursina sebenarnya. Gunung Sinai, sering kali dikaitkan dengan kisah Nabi Musa saat berdialog dengan Allah dan menerima wahyu.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut penjelasan lengkap mengenai letak Gunung Sinai atau Bukit Tursina, beserta kisah Nabi Musa saat menerima wahyu.

Gunung Sinai atau Bukit Tursina dalam Al-Qur'an

Gunung Sinai atau Bukit Tursina disebutkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an surah At-Tin ayat 2, berikut bacaan ayatnya:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

وَطُوْرِ سِيْنِيْنَۙ

Wa ṭūri sīnīn(a).

ADVERTISEMENT

Artinya: "Demi gunung Sinai."

Lebih lanjut, dalam Al-Qur'an surah Al-Qasas ayat 46, Allah SWT memanggil Nabi Musa AS di Gunung Sinai, berikut ayatnya:

وَمَا كُنْتَ بِجَانِبِ الطُّوْرِ اِذْ نَادَيْنَا وَلٰكِنْ رَّحْمَةً مِّنْ رَّبِّكَ لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَّآ اَتٰىهُمْ مِّنْ نَّذِيْرٍ مِّنْ قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَ

Wa mā kunta bijānibiṭ-ṭūri iż nādainā wa lākir raḥmatam mir rabbika litunżira qaumam mā atāhum min nażīrim min qablika la'allahum yatażakkarūn(a).

Artinya: "Engkau (Nabi Muhammad) tidak pula berada di dekat gunung (Sinai) ketika Kami memanggil (Musa). Akan tetapi, (engkau mengetahuinya) semata-mata karena rahmat dari Tuhanmu agar engkau memberi peringatan kepada kaum yang belum didatangi oleh seorang pun pemberi peringatan sebelum engkau agar mereka mendapat pelajaran."

Letak Gunung Sinai atau Bukit Tursina

Dijelaskan dalam buku Kejadian Isra' Mi'raj Sebelum-Saat-Sesudah oleh Shabri Shaleh Anwar, hampir semua ahli tafsir sepakat bahwa Gunung Sinai atau Bukit Tursina merupakan tempat Nabi Musa menerima wahyu dari Allah SWT.

Mereka meyakini bahwa Gunung Sinai berada di wilayah Mesir yang lokasinya berada di Gunung Mujanah, di sisi Gunung Musa. Lokasi ini dikaitkan dengan keberadaan Semenanjung Sinai.

Pendapat di atas diperkuat oleh Quthb dalam tafsirnya Fi Zhilal al-Qur'an. Menurutnya, Sinai atau Tursina adalah gunung tempat Nabi Musa dipanggil dan berdialog dengan Allah SWT.

Lebih lanjut, dalam buku Pendidikan Berkebinekaan Global oleh Dwi Nugroho Hidayanto dan Widyatmike Gede Mulawarman, Gunung Sinai berdiri setinggi 2.285 meter di atas permukaan laut. Adapun Saint Catherina, merupakan sebuah kota di Sinai Selatan, Mesir. Kota tersebut berada di pinggiran Perbukitan Sinai.

Kisah Nabi Musa Menerima Wahyu di Gunung Sinai

Diceritakan dalam buku Mengenal Tuhan karya Bey Arifin, Nabi Musa AS pernah dipanggil oleh Allah SWT ke Gunung Sinai untuk menerima wahyu berupa Kitab Taurat.

Selama 40 hari 40 malam, Nabi Musa berdialog dengan Allah SWT. Setelah melakukan pembicaraan yang cukup lama, timbul keinginan dari diri Nabi Musa untuk melihat wajah Allah SWT. Lantas, ia memohon, "Ya Tuhan, berikan kesempatan kepadaku melihat kepada-Mu."

Tuhan menjawab, "Engkau tidak akan dapat melihat-Ku, ya Musa. Tetapi cobalah engkau melihat ke gunung itu. Sekiranya gunung itu sanggup tetap di tempatnya itu, engkau tentu dapat melihat Aku."

Lalu Allah SWT memperlihatkan diri-Nya terhadap gunung itu. Baru saja menunjukkan diri-Nya kepada gunung, gunung itu menjadi cair dan lenyap dari permukaan bumi. Melihat kejadian tersebut, Nabi Musa AS pingsan.

Setelah Nabi Musa terbangun kembali, ia sujud bersimpuh menyembah dan minta ampun kepada Allah dengan berkata, "Maha Suci Engkau ya Tuhan, aku taubat minta ampun, dan akulah orang yang benar-benar percaya kepada-Mu."

Kisah ini Allah SWT abadikan dalam Al-Qur'an surah Al-A'raf ayat 143:

وَلَمَّا جَاۤءَ مُوْسٰى لِمِيْقَاتِنَا وَكَلَّمَهٗ رَبُّهٗۙ قَالَ رَبِّ اَرِنِيْٓ اَنْظُرْ اِلَيْكَۗ قَالَ لَنْ تَرٰىنِيْ وَلٰكِنِ انْظُرْ اِلَى الْجَبَلِ فَاِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهٗ فَسَوْفَ تَرٰىنِيْۚ فَلَمَّا تَجَلّٰى رَبُّهٗ لِلْجَبَلِ جَعَلَهٗ دَكًّا وَّخَرَّ مُوْسٰى صَعِقًاۚ فَلَمَّآ اَفَاقَ قَالَ سُبْحٰنَكَ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاَنَا۠ اَوَّلُ الْمُؤْمِنِيْنَ

Wa lammā jā'a mūsā limīqātinā wa kallamahū rabbuh(ū), qāla rabbi arinī anẓur ilaik(a), qāla lan tarānī wa lākininẓur ilal-jabali fa inistaqarra makānahū fa saufa tarānī, falammā tajallā rabbuhū lil-jabali ja'alahū dakkaw wa kharra mūsā ṣa'iqā(n), falammā afāqa qāla subḥānaka tubtu ilaika wa ana awwalul-mu'minīn(a).

Artinya: "Ketika Musa datang untuk (bermunajat) pada waktu yang telah Kami tentukan (selama empat puluh hari) dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, dia berkata, 'Ya Tuhanku, tampakkanlah (diri-Mu) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau.' Dia berfirman, 'Engkau tidak akan (sanggup) melihat-Ku, namun lihatlah ke gunung itu. Jika ia tetap di tempatnya (seperti sedia kala), niscaya engkau dapat melihat-Ku.' Maka, ketika Tuhannya menampakkan (keagungan-Nya) pada gunung itu, gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Setelah Musa sadar, dia berkata, 'Maha Suci Engkau. Aku bertobat kepada-Mu dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman'."




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads