Mengenal Ayat 1000 Dinar: Asal-usul dan Keutamaannya

Mengenal Ayat 1000 Dinar: Asal-usul dan Keutamaannya

Hanif Hawari - detikHikmah
Jumat, 27 Mar 2026 05:45 WIB
Gambar Al-Quran dan semangkuk kurma.
Ilustrasi Al-Qur'an (Foto: Masjid Pogung Dalangan/Unsplash)
Jakarta -

Dalam tradisi Islam, terdapat potongan ayat suci Al-Qur'an yang populer dengan sebutan Ayat 1000 Dinar. Ayat ini diyakini memiliki fadhilah luar biasa, terutama dalam mendatangkan rezeki yang tidak terduga bagi mereka yang mengamalkannya dengan tulus.

Berdasarkan buku Shalat Dhuha Untuk Wanita karya Zakiyah Ahmad, ayat ini diambil dari Surat At-Talaq ayat 2 dan 3. Berikut adalah teks dan maknanya:

وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ ٢ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arab latin: wa may yattaqillāha yaj'al lahụ makhrajā wa yarzuq-hu min ḥaiṡu lā yaḥtasib, wa may yatawakkal 'alallāhi fa huwa ḥasbuh, innallāha bāligu amrih, qad ja'alallāhu likulli syai`ing qadrā

Artinya: "Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, Ia akan membukakan jalan keluar baginya dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia sangka-sangka. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu." (QS At Talaq: 2-3).

ADVERTISEMENT

Asal Usul Nama Ayat 1000 Dinar

Nama unik ini berakar dari sebuah kisah legendaris tentang seorang pedagang. Konon, ia bermimpi didatangi Nabi Khidir AS yang memerintahkannya untuk bersedekah sebanyak 1.000 dinar emas kepada kaum fakir miskin.

Setelah menunaikan sedekah tersebut, Nabi Khidir kembali hadir dalam mimpinya dan memberikan amalan berupa ayat-ayat Al-Qur'an (At-Talaq 2-3) untuk dibaca demi keselamatan diri.

Pedagang tersebut kemudian mengalamkan. Setelah sekian lama, keajaiban pun muncul. Saat kapalnya hancur di tengah pelayaran, sang pedagang menjadi satu-satunya orang yang selamat bersama seluruh hartanya.

Ia kemudian terdampar di sebuah wilayah baru dan akhirnya justru diangkat menjadi raja di tempat tersebut. Allah SWT menyelamatkan pedagang dari musibah dan memberikan kejayaan.

Hingga saat ini, banyak Muslim meyakini bahwa konsistensi dalam mengamalkan ayat ini-yang diiringi dengan ketakwaan dan tawakal-dapat membantu seseorang keluar dari kesulitan hidup, memperlancar rezeki, serta menjamin kecukupan kebutuhan sehari-hari.

Wallahu a'lam.




(hnh/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads