Keutamaan Puasa Syawal 6 Hari, Pahala Setara Puasa Setahun

Keutamaan Puasa Syawal 6 Hari, Pahala Setara Puasa Setahun

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Rabu, 25 Mar 2026 16:15 WIB
Keutamaan Puasa Syawal 6 Hari, Pahala Setara Puasa Setahun
Ilustrasi puasa. Foto: iStock
Jakarta -

Puasa sunnah setelah Ramadan menjadi salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam. Ibadah ini dilakukan sebagai bentuk penyempurna sekaligus menjaga konsistensi spiritual setelah sebulan penuh berpuasa.

Puasa Syawal termasuk amalan yang memiliki keutamaan luar biasa karena disebut dapat memberikan pahala setara dengan puasa selama satu tahun penuh bagi yang menjalankannya.

Keutamaan Puasa Syawal

Dijelaskan dalam buku Fikih Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII karya H. Ahmad Ahyar dan Ahmad Najibullah, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa di bulan Syawal, yaitu selama enam hari setelah menunaikan puasa Ramadan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keutamaan dari puasa Syawal ini sebagaimana diterangkan dalam sabda Rasulullah SAW berikut.

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِنَا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ (رواه مسلم )

ADVERTISEMENT

Latin: 'An Abi Ayyüb Al-Ansäriyyi radiyallahu 'anhu qala anna rasülallahi şallallahu 'alaihi wa sallama qala man sāma ramadana summa atha'ahu sittan min syawwālin kāna kaşiyāmid-dahri (rawāhu Muslim)

Artinya: Dari Abu Ayyub, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa puasa dalam bulan Ramadan, kemudian ia mengikutinya dengan puasa pula enam hari dalam bulan Syawal, adalah seperti puasa sepanjang masa." (HR. Muslim)

Dalam kitab Fiqih Sunnah, Sayyid Sabiq menerangkan bahwa puasa Ramadan bernilai seperti sepuluh bulan, karena setiap amal kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat.

Sementara itu, puasa enam hari di bulan Syawal dinilai setara dengan dua bulan, sehingga jika keduanya digabungkan akan berjumlah dua belas bulan atau sama dengan satu tahun.

Keutamaan tersebut juga ditegaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah sebagai berikut.

"Seperti diceritakan dari Muhammad bin Ibrahim, Usamah bin Zaid terbiasa puasa di bulan-bulan suci. Rasulullah SAW kemudian berkata, 'Puasalah di Bulan Syawal,' lalu dia melaksanakan puasa tersebut hingga akhir hayat." (HR. Ibnu Majah)

Selain itu, puasa Syawal juga memiliki pahala yang dilipatgandakan. Dalam hadits lain yang juga diriwayatkan Ibnu Majah disebutkan:

"Siapa saja yang puasa enam hari setelah Idulfitri akan berpuasa selama satu tahun tersebut, dengan satu kebaikan dihargai 10 kebaikan serupa." (HR. Ibnu Majah)

Tata Cara Puasa Syawal

Masih dari sumber yang sama, tata cara puasa sunnah Syawal pada dasarnya serupa dengan pelaksanaan puasa wajib di bulan Ramadan. Ibadah ini diawali dengan membaca niat, yang dapat dilakukan sejak malam hari hingga pagi sebelum masuk waktu Zuhur, selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.

Jika belum sempat berniat pada malam hari, seseorang masih diperbolehkan untuk berniat di pagi hari, kemudian melanjutkan puasanya hingga waktu Magrib. Selama menjalankan puasa, wajib menahan diri dari makan, minum, serta segala hal yang dapat membatalkannya sampai waktu berbuka tiba.

Saat memasuki waktu Magrib, dianjurkan untuk segera berbuka puasa meskipun belum merasa lapar, karena hal tersebut termasuk sunnah dalam pelaksanaan ibadah puasa.

Pelaksanaan puasa sunnah Syawal pada dasarnya memiliki waktu yang fleksibel. Umat Islam dapat menjalankannya selama enam hari di bulan Syawal, baik secara berturut-turut maupun terpisah, sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Sebagian ulama menganjurkan agar puasa tersebut dilakukan segera setelah Idulfitri, dengan tujuan menjaga kesinambungan ibadah setelah Ramadan. Namun, anjuran ini tidak bersifat wajib sehingga tetap memberikan kelonggaran bagi setiap individu.

Bagi mereka yang memiliki uzur, seperti sakit, haid, atau sedang dalam perjalanan, pelaksanaan puasa Syawal dapat ditunda dan dikerjakan pada hari lain, selama masih berada dalam bulan Syawal.

Niat Puasa Syawal

نَوَيْتُ صَوْمَ عَدٍ فِي شَهْرِ الشَّوَالِ سُنَةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu sauma gadin fi syahrisy-syawwali sunnatan lillāhi ta'ala

Artinya: Saya niat puasa besok pada bulan Syawal sunnah karena Allah Ta'ala.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads