Apa Itu Dharar dan Dhirar dalam Islam? Ini Pengertian dan Contohnya

Apa Itu Dharar dan Dhirar dalam Islam? Ini Pengertian dan Contohnya

Hanif Hawari - detikHikmah
Senin, 23 Mar 2026 19:00 WIB
Aktivitas jual beli daging hewan liar di Pasar Tomohon, Sulawesi Utara.
Foto ilustrasi jual beli (Trisno Mais/detikcom)
Jakarta -

Dalam ajaran Islam, setiap umat Islam diajarkan untuk selalu memberikan manfaat bagi orang lain dalam kehidupan sehari-hari.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų†ŲŽŲ‘Ø§ØŗŲ ØŖŲŽŲ†Ų’ŲŲŽØšŲŲ‡ŲŲ…Ų’ Ų„ŲŲ„Ų†ŲŽŲ‘Ø§ØŗŲ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia." (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami' no: 3289)

Sebaliknya, Islam juga melarang segala bentuk perbuatan yang dapat merugikan atau membahayakan orang lain.

ADVERTISEMENT

Larangan tersebut berkaitan dengan prinsip penting dalam Islam yang dikenal dengan istilah dharar dan dhirar. Kedua istilah ini merujuk pada tindakan yang menimbulkan bahaya atau kerugian, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Lantas, apa itu dharar dan dhirar dalam Islam dan apa saja contohnya dalam kehidupan kita sehari-hari?

Pengertian Dharar dan Dhirar

Dalam bahasa Arab, terdapat dua istilah yang digunakan untuk menggambarkan makna bahaya atau mudarat, yakni kata ØļŲŽØąŲŽØąŲŒ (dharar) dan ØļŲØąŲŽØ§ØąŲŒ (dhirar). Meskipun memiliki arti yang serupa, keduanya memiliki perbedaan pada objek atau bentuk penerapannya.

Mengutip buku 7 Kaidah Utama Fikih Muamalat karya Dr. Yusuf Al-Qaradhawi, dharar merupakan tindakan seseorang yang membawa keuntungan bagi dirinya sendiri, tetapi pada saat yang sama menimbulkan kerugian bagi orang lain. Dengan kata lain, seseorang mendapatkan manfaat pribadi meskipun perbuatannya berdampak buruk bagi pihak lain.

Sementara itu, dhirar adalah perbuatan yang dilakukan seseorang dengan tujuan merugikan orang lain tanpa memberikan manfaat apa pun bagi dirinya. Tindakan ini biasanya dilakukan semata-mata untuk menyakiti atau menimbulkan mudarat bagi orang lain.

Dalam ajaran Islam, setiap muslim dilarang melakukan perbuatan yang dapat merugikan, menyakiti, atau membahayakan orang lain dalam bentuk apa pun.

Dalam hal ini, sebuah riwayat hadits menjelaskan bahwa kita tidak boleh merugikan orang lain, berikut ini hadits nya.

ØšŲŽŲ†Ų’ ØŖŲŽØ¨ŲŲ€ŲŠŲ’ ØŗŲŽØšŲŲŠŲ’Ø¯Ų ØŗŲŽØšŲ’Ø¯Ų Ø¨Ų’Ų†Ų Ų…ŲŽØ§Ų„ŲŲƒŲ Ø¨Ų’Ų†Ų ØŗŲŲ†ŲŽØ§Ų†Ų Ø§Ų„Ų’Ų€ØŽŲØ¯Ų’ØąŲŲŠŲŲ‘ ØąŲŽØļŲŲŠŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØšŲŽŲ†Ų’Ų‡Ų ØŖŲŽŲ†ŲŽŲ‘ ØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØĩŲŽŲ„ŲŽŲ‘Ų€Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„ŲŽŲ‘Ų…ŲŽ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ : Ų„ŲŽØ§ ØļŲŽØąŲŽØąŲŽ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØļŲØąŲŽØ§ØąŲŽ

Artinya: "Dari Abu Sa'ÃŽd Sa'd bin Malik bin Sinan al-Khudri RA, Rasulullah SAW bersabda, 'Tidak boleh ada bahaya dan tidak boleh membahayakan orang lain.'" (HR. Al-Baihaqi, Al-Hakim, dan Ad-Daraquthni)

Contoh Perbuatan Dharar dan Dhirar

Dikutip dari buku Pengantar Kaidah Fikih karya Amrullah Hayatudin dan rekan-rekan, berikut beberapa contoh dharar dan dhirar yang dapat dipahami serta ditemui dalam kehidupan sehari-hari umat Islam.

1. Contoh Dharar

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, dharar adalah perbuatan yang memberikan manfaat atau keuntungan bagi diri sendiri, tetapi pada saat yang sama menimbulkan kerugian atau bahaya bagi orang lain.

Berikut ini adalah contoh perbuatan dharar dalam Islam:

  • Seseorang yang memutar musik dengan volume sangat keras sehingga mengganggu kenyamanan orang lain di sekitarnya.
  • Seseorang yang menjual barang dengan harga jauh lebih tinggi dari harga pasar sehingga merugikan pembeli.
  • Seorang suami yang tidak pulang ke rumah dalam waktu lama dan tidak menunaikan kewajibannya untuk menafkahi keluarganya.
  • Seseorang yang menimbun barang langka dengan tujuan mendapatkan keuntungan besar saat barang tersebut sulit ditemukan di pasaran.
  • Seseorang yang menggunakan fasilitas umum secara berlebihan sehingga orang lain tidak dapat memanfaatkannya dengan baik.

2. Contoh Dhirar

Sementara itu, dhirar adalah perbuatan yang dilakukan seseorang untuk merugikan atau membahayakan orang lain tanpa memberikan manfaat apa pun bagi dirinya sendiri.

Berikut ini adalah contoh dhirar dalam kehidupan sehari-hari:

  • Seseorang yang merokok sehingga dapat membahayakan kesehatan dirinya sendiri maupun orang-orang di sekitarnya yang terkena asap rokok.
  • Seseorang yang membuang sampah sembarangan yang dapat mengotori lingkungan, hingga menimbulkan bencana seperti banjir.
  • Seseorang yang sengaja mengganggu tetangga karena perselisihan, misalnya dengan melempar benda ke rumah tetangga atau menghalangi akses pagar rumahnya.
  • Seseorang yang merusak fasilitas umum, seperti mencoret-coret tembok atau merusak bangku taman tanpa alasan yang jelas.
  • Seseorang yang menyebarkan fitnah atau kabar bohong tentang orang lain yang dapat merusak nama baiknya.




(hnh/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads