Salah satu sunnah yang sangat dianjurkan sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri adalah mandi wajib. Bukan sekadar mandi biasa, mandi menjelang sholat Idul Fitri memiliki nilai ibadah tersendiri yang telah dicontohkan oleh para sahabat Nabi SAW, termasuk Ali bin Abi Thalib.
Lantas, bagaimana niat mandi Idul Fitri yang benar? Kapan waktu paling afdal untuk memulainya, dan bagaimana tata caranya agar sah secara syariat? Berikut penjelasan selengkapnya.
Hukum Mandi Wajib Sholat Idul Fitri
Dinukil dari Shalatul Mu'min karya Sa'id 'Ali bin Wahf Al-Qahthani, tidak ada satupun hadits shahih yang menjelaskan terkait mandi wajib pada dua hari raya. Imam Albani berkata, sebaik-baiknya hadits yang dijadikan dalil pelaksanaan mandi wajib pada dua hari raya, adalah hadits yang diriwayatkan oleh Baihaqi dari jalan Syafi'i, dari Zazan, ia berkata:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
سَأَلَ رَجُلٌ عَلِيًّا رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ الْغُسْلِ قَالَ اغْتَسِلَ كُلَّ يَوْمٍ إِنْ شِئْتَ فَقَالَ لَا الْغُسْلُ الَّذِي هُوَ الْغُسْلُ قَالَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَيَوْمَ عَرَفَةَ وَيَوْمَ النَّحْرِ وَيَوْمَ الْفِطْرِ
Artinya: "Seorang laki-laki pernah bertanya kepada Ali tentang mandi. Ali menjawab, 'Mandilah setiap hari jika engkau mau. Laki-laki itu berkata lagi, 'Bukan sembarang mandi yang aku maksud.' Ali lalu menjawab, 'Mandi pada hari Jum'at, mandi pada hari Arafah (ketika hendak wukuf), mandi pada hari Nahr (Idul Adha), dan mandi pada hari raya Idul Fitri'." (HR Baihaqi)
Lebih lanjut, dalam buku Al-Wasith fil Fiqh al-Ibadat karya Abdul Aziz Muhammad Azzam dan Abdul Wahhab Sayyed Hawwas yang diterjemahkan oleh Kamran As'at Irsyady dkk, ulama madzhab Hambali berpendapat bahwa hukum mandi wajib untuk melaksanakan sholat Idul Fitri adalah sunnah.
Sementara ulama madzhab Maliki dan Syafi'i berpendapat, bahwa yang disunnahkan adalah mandi untuk hari rayanya, bukan hanya untuk sholat Idul Fitri-nya. Sehingga yang tidak sholat pun disunnahkan mandi. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kebersihan.
Waktu Mandi Wajib Sholat Idul Fitri
Dijelaskan dalam buku Ensiklopedi Fikih Wanita oleh Gus Arifin dan Sundus Wahidah, Imam Maliki berpendapat, waktu mandi wajib Idul Fitri dimulai dari seperenam terakhir malam, lebih utama dilakukan setelah terbit fajar pada hari raya.
Sementara itu, Imam Syafi'i berpendapat, waktu mandi wajib Idul Fitri, dimulai dari pertengahan hari raya hingga terbenamnya matahari pada hari tersebut.
Lain halnya dengan Imam Hambali, yang mengatakan bahwa mandi wajib sholat Idul Fitri tidaklah sah jika dilakukan sebelum fajar ataupun setelah sholat Idul Fitri.
Tata Cara Mandi Wajib Sholat Idul Fitri
Dinukil dari buku Panduan Lengkap Ibadah Menurut Al-Quran, Al-Sunnah, dan Pendapat Ulama oleh Muhammad Al-Baqir, berikut tata cara mandi wajib sholat Idul Fitri, sebagai cara mandi yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW:
- Membasuh kedua telapak tangan sebanyak tiga kali
- Membasuh kemaluan
- Bagi perempuan yang mandi setelah suci dari haid atau nifas, dianjurkan untuk menggunakan kapas yang diberi sedikit wangi-wangian di tempat keluarnya darah, untuk menghilangkan sisa bau jika masih ada.
- Berwudhu dengan sempurna
- Menyiram air ke kepala sebanyak tiga kali, sambil memasukan jari ke sela-sela rambut.
- Bagi perempuan yang rambutnya penuh dengan kepangan (anyaman atau jalinan), maka tidak perlu mengurai kepangannya, cukup dengan membasuh sebanyak tiga kali di bagian kepala.
- Menyiram air ke seluruh tubuh dengan memulai sisi sebelah kanan, kemudian diikuti sisi sebelah kiri, sambil menggosok bagian yang sulit dimasuki air.
Bacaan Niat Mandi Wajib Sholat Idul Fitri
Dinukil dari buku 23 Shalat Sunnah Penjelasan dan Tata Cara Pelaksanaannya oleh Arief Rachman Badrudin, berikut bacaan niat mandi wajib sholat Idul Fitri:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla li 'îdil fithri sunahan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku niat mandi untuk merayakan Idul Fitri sebagai sunnah karena Allah Ta'ala."
(inf/inf)
