Kapan Lebaran 2026 Menurut Muhammadiyah? Ini Tanggalnya

Langkah Emas Raih Kemenangan

Kapan Lebaran 2026 Menurut Muhammadiyah? Ini Tanggalnya

Tia Kamilla - detikHikmah
Kamis, 26 Feb 2026 14:45 WIB
Ilustrasi Lebaran Hari Raya Idul Fitri
Ilustrasi Lebaran Hari Raya Idul Fitri 2026. Foto: Getty Images/iStockphoto/May Lim
Jakarta -

Lebaran adalah momen Hari Raya Idul Fitri yang dirayakan umat Islam setelah menjalani ibadah puasa Ramadan selama satu bulan penuh. PP Muhammadiyah telah menetapkan tanggal Lebaran 2026. Berikut ketetapannya!

Muhammadiyah menetapkan awal bulan Hijriah berdasarkan prinsip, syarat, dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Sehingga, Lebaran Muhammadiyah sudah bisa diketahui jauh-jauh hari. Berbeda dengan pemerintah yang menetapkan 1 Syawal menggunakan metode hisab dan rukyat yang kemudian dibahas lewat sidang isbat pada akhir Ramadan.

Lalu, kapan Lebaran 2026 menurut Muhammadiyah? Simak pembahasannya berikut ini beserta potensi perbedaan tanggal dengan NU dan pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebaran 2026 Menurut Muhammadiyah

PP Muhammadiyah menetapkan Lebaran 1447 H/2026 M jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Berdasarkan Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah, ijtimak jelang Syawal terjadi pada Kamis, 30 Ramadan 1447 H atau 19 Maret 2026 pukul 01.23.28 UTC.

Pada saat matahari terbenam pada hari ijtimak, ada wilayah di muka bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global (PGK) 1 yang menjadi acuan Muhammadiyah sehingga Lebaran diputuskan jatuh keesokan harinya.

ADVERTISEMENT

"Pada saat Matahari terbenam di hari ijtimak terjadi, sebelum pukul 24:00 UTC ada wilayah di muka bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1, yaitu tinggi Bulan > 5° dan elongasi Bulan ≥ 8°," demikian keterangan dalam maklumat seperti dikutip, Kamis (26/2/2026).

"Di seluruh dunia tanggal 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Jumat Legi, 20 Maret 2026," tambah maklumat itu.

Bagaimana Cara Muhammadiyah Menentukan Lebaran 2026?

Muhammadiyah memakai metode hisab hakiki prinsip, syarat, dan parameter KGHT dalam menetapkan Lebaran 2026, termasuk awal bulan Hijriah lainnya. Artinya, penentuan tanggal dilakukan lewat perhitungan ilmu astronomi, sehingga tidak perlu menunggu hasil melihat hilal secara langsung.

Berdasarkan hasil hisab, ijtimak atau pertemuan matahari dan bulan menjelang 1 Syawal 1447 H terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 01.23.28 UTC. Dalam ketentuan Parameter Kalender Global, bulan baru dapat ditetapkan apabila sebelum pukul 24.00 UTC sudah ada wilayah di bumi yang memenuhi syarat masuk bulan baru.

Secara astronomi, posisi bulan saat itu telah memenuhi kriteria karena tingginya lebih dari 5 derajat dan jarak sudutnya dengan matahari minimal 8 derajat. Karena seluruh syaratnya sudah terpenuhi, Muhammadiyah pun menetapkan Lebaran 2026 atau 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Lebaran 2026 Muhammadiyah Berapa Hari Lagi?

Jika dihitung mundur dari hari ini, Kamis (26/2), Lebaran 2026 menurut Muhammadiyah tinggal 22 hari lagi.

Berdasarkan kalender Muhammadiyah, 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Artinya, sampai Kamis, 26 Februari 2026, umat Islam yang mengikuti ketetapan Muhammadiyah telah menjalani ibadah puasa selama 9 hari.

Lebaran 2026 Menurut Pemerintah

Selain mengikuti ketetapan Muhammadiyah, muslim Indonesia lainnya juga menunggu keputusan resmi dari pemerintah terkait Lebaran 2026. Penetapan 1 Syawal 1447 H versi pemerintah menjadi acuan nasional.

Hingga saat ini, pemerintah belum menetapkan tanggal Lebaran Idul Fitri 2026. Kepastian 1 Syawal baru akan diputuskan menjelang akhir Ramadan setelah sidang isbat digelar.

Meski demikian, perkiraan Lebaran 2026 sudah dapat dilihat dalam kalender Hijriah yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama RI. Dalam kalender tersebut, Lebaran diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Namun, tanggal tersebut masih bersifat sementara karena keputusan resmi tetap menunggu hasil rukyatul hilal dan perhitungan hisab pada 29 Ramadan. Jika hilal terlihat dan memenuhi kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), maka 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran akan ditetapkan pada keesokan harinya.

Lebaran 2026 Menurut Nahdlatul Ulama (NU)

Selain pemerintah, NU juga memiliki mekanisme tersendiri dalam menentukan awal Syawal. NU menggunakan metode rukyatul hilal atau pengamatan langsung terhadap bulan sabit di akhir Ramadan.

Hingga saat ini, NU belum mengumumkan secara resmi tanggal Idul Fitri 2026. Namun berdasarkan perkiraan Kalender Almanak NU, 1 Syawal 1447 H kemungkinan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Kepastian tanggal Lebaran 2026 versi NU tetap menunggu hasil rukyat yang dilakukan menjelang 29 Ramadan sebelum diumumkan ke publik.

Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama Lebaran 2026

Selain penetapan tanggal Lebaran 2026, masyarakat juga perlu mengetahui jadwal libur nasional dan cuti bersama Idul Fitri 1447 H. Pemerintah telah menetapkan dua hari libur nasional dan tiga hari cuti bersama dalam rangka Lebaran 2026.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1497/2025, Nomor 2/2025, dan Nomor 5/2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026 sebagai pedoman resmi bagi instansi pemerintah maupun swasta.

Berikut rincian jadwal libur nasional dan cuti bersama Lebaran Idul Fitri 2026:

  1. Jumat, 20 Maret 2026: Cuti bersama jelang Idul Fitri 1447 Hijriah
  2. Sabtu, 21 Maret 2026: Libur nasional Idul Fitri 1447 Hijriah
  3. Minggu, 22 Maret 2026: Libur nasional Idul Fitri 1447 Hijriah
  4. Senin, 23 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah
  5. Selasa, 24 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah

Itulah informasi mengenai kapan Lebaran 2026 menurut Muhammadiyah beserta perkiraan menurut pemerintah, NU, beserta jadwal libur dan cuti bersama Lebaran. Untuk kepastian 1 Syawal 1447 H, masyarakat tetap perlu menunggu pengumuman resminya.




(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads