- 6 Adab Buka Puasa Menurut Ajaran Rasulullah SAW 1. Menyegerakan Berbuka Puasa 2. Membaca Basmalah 3. Memakan Kurma dan Minum Air 4. Berdoa Saat Puasa dan Berbuka 5. Mendirikan Sholat Maghrib, Lalu Menyantap Hidangan 6. Menyediakan Makanan bagi Orang Lain untuk Buka Puasa
- Doa Buka Puasa yang Dibaca Rasulullah SAW dan Artinya
Buka puasa bukan hanya sekadar makan atau minum setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Rasulullah SAW mengajarkan adab-adab buka puasa agar ibadah puasa menjadi lebih sempurna dan membawa pahala yang banyak.
Lalu, apa saja adab buka puasa menurut Rasulullah SAW? Berikut penjelasan lengkap tentang 6 adab buka puasa Rasulullah SAW lengkap dengan doa berbuka yang dianjurkan.
6 Adab Buka Puasa Menurut Ajaran Rasulullah SAW
Mengutip buku Tuntunan Puasa Menurut Al-Qur'an dan Sunah karya Alik al Adhim dan Puasa Ibadah Kaya Makna oleh Dr. H. Miftah Faridl, terdapat beberapa adab buka puasa yang diajarkan Rasulullah SAW agar ibadah puasa lebih sempurna dan penuh berkah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Menyegerakan Berbuka Puasa
Adab pertama adalah menyegerakan berbuka segera setelah waktu berbuka tiba.
Rasulullah SAW bersabda,
"Manusia selalu dalam kebaikan selagi mereka menyegerakan berbuka."
Beliau juga menganjurkan agar umat Islam tidak meniru kebiasaan orang kafir yang sering menunda berbuka. Dalam hadits qudsi, Rasulullah SAW bersabda,
"Allah berfirman, 'Di antara hamba-hamba-Ku yang paling Kucintai adalah orang yang paling segera berbuka.'" (HR Tirmidzi)
2. Membaca Basmalah
Sebelum makan, menyebut nama Allah (basmalah) adalah sunnah yang selalu Rasulullah lakukan. Umar bin Abi Salamah meriwayatkan,
"Dahulu aku berada di rumah Rasulullah SAW dan tanganku sudah di atas nampan makanan, lalu beliau berkata: 'Wahai anak! Bacalah basmalah, makanlah dengan tangan kananmu, dan ambillah yang terdekat darimu.'" (HR Bukhari & Muslim)
3. Memakan Kurma dan Minum Air
Rasulullah SAW berbuka dengan makan kurma ganjil jumlahnya. Jika tidak ada kurma, Beliau minum air. Annas RA meriwayatkan,
"Sebelum salat, Rasulullah SAW berbuka puasa dengan memakan kurma. Bila tidak ada kurma, Nabi SAW memakan kurma setengah matang. Namun bila tidak ada, Beliau minum air."
Saat ini, kurma dianalogikan dengan makanan manis, sehingga di Indonesia biasa berbuka dengan kolak pisang atau manisan lainnya. Setelah salat Maghrib atau tarawih, umat Islam dianjurkan makan hidangan utama agar lambung dan pencernaan tetap sehat.
Semua makanan yang disantap, baik sahur maupun berbuka, harus halal dari zat dan cara mendapatkannya agar puasa menjadi berkah serta tidak berlebihan.
4. Berdoa Saat Puasa dan Berbuka
Rasulullah SAW selalu berdoa saat berbuka sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT. Beliau bersabda,
"Tiga orang yang doanya tidak tertolak, yakni orang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil, dan orang yang dizalimi." (HR Ibnu Majah, Ahmad & Tirmidzi)
Doa saat berbuka adalah momen spesial karena Allah SWT tidak menolak doa orang yang berpuasa.
5. Mendirikan Sholat Maghrib, Lalu Menyantap Hidangan
Setelah berbuka dengan kurma atau air, Rasulullah SAW menunaikan salat Maghrib, kemudian makan hidangan utama. Namun, jika makanan sudah tersedia sebelum salat, Beliau menganjurkan,
"Jika makanan malam telah disediakan, makanlah makanan itu sebelum kamu melaksanakan sholat Maghrib dan jangan tergesa-gesa dalam menyantapnya." (HR Bukhari, Muslim & Ahmad)
6. Menyediakan Makanan bagi Orang Lain untuk Buka Puasa
Selain itu, Rasulullah SAW sangat dermawan, terutama di bulan Ramadan. Ibnu Abbas meriwayatkan,
"Nabi SAW adalah manusia paling dermawan. Beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadan ketika Jibril sering datang tiap malam untuk membacakan Al-Qur'an. Kebaikan-kebaikan beliau lebih cepat dan lebih banyak daripada angin yang bertiup." (HR Bukhari, Muslim, Nasa'i & Ahmad)
Oleh karena itu, bersedekah di bulan Ramadan sangat dianjurkan, misal dengan memberi makan orang lain saat berbuka puasa.
Selain itu, mengutip buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan: Panduan Lengkap Menyambut Bulan Ramadhan dari Sebelum Ramadhan Sampai Setelahnya oleh Abu Maryam Kautsar Amru, untuk mendapatkan pahala puasa, umat Islam dianjurkan mengajak orang lain berbuka dengan makanan. Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa memberi makanan untuk berbuka kepada seorang yang berpuasa, maka baginya (orang yang memberi) pahala seperti pahala orang yang berpuasa, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa." (HR Tirmidzi dan lainnya)
Doa Buka Puasa yang Dibaca Rasulullah SAW dan Artinya
Dalam riwayat shahih disebutkan, Rasulullah SAW membaca doa berikut saat berbuka puasa,
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّت الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى
Arab Latin: Dzahaba azh-zhamau wa ibtallatil-'urûqu wa tsabatal-ajru in syâallâhu ta'âlâ
Artinya: "Dahaga telah pergi, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah." (HR Abu Dawud & Baihaqi)
Selain itu, dalam riwayat lain Rasulullah SAW membaca doa,
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Arab Latin: Allahumma laka shumtu wa 'alâ rizqika afthartu
Artinya: "Ya Allah, aku berpuasa hanya untuk-Mu dan aku berbuka dengan rezeki-Mu." (HR Abu Dawud & Baihaqi)
Mengutip buku Puasa Ibadah Kaya Makna karya Dr. H. Miftah Faridl, dijelaskan bahwa doa berbuka ini diucapkan setelah meneguk air atau makanan pertama saat berbuka, bukan sebelum memulai berbuka. Cara ini adalah yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW.
Tonton juga video Puasa sebagai Detox dari "Overload Informasi"
(lus/lus)











































Komentar Terbanyak
Dubes Saudi: Serangan Iran ke Negara Teluk Berdampak pada Solidaritas Umat Islam
Mengenang Thessaloniki, Kota Muslim di Yunani yang Hilang
Kisah Wanita Pemberani 'Sang Perisai Rasulullah' di Perang Uhud