Ramadan selalu menjadi momen yang sangat dinantikan kehadirannya oleh seluruh umat Islam di dunia. Pada bulan ini, umat Islam akan menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh.
Namun, tidak sedikit umat Islam bertanya-tanya terkait tahun berapa puasa tahun ini dilakukan jika merujuk pada kalender Hijriah. Untuk mengetahui hal tersebut, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Berapa Hijriah Puasa Tahun Ini?
Merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Ditjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag), puasa tahun ini adalah Ramadan 1447 Hijriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sama halnya jika merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1497/2025, Nomor 2/2025, dan Nomor 5/2025 tentang Hari Libur dan Cuti Bersama Tahun 2026, puasa tahun ini adalah Ramadan 1447 Hijriah.
Dinukil dari buku Tuntunan Ibadah Puasa Ramadan dan Hari Raya oleh R. Syamsul B dan M. Nielda, Ramadan adalah bulan kesembilan dalam sistem penanggalan Hijriah, yang terletak diantara bulan Syaban dan Syawal. Bulan Hijriah dihitung berdasarkan sistem penanggalan bulan (qomariyah).
Kata Ramadan berasal dari kata dasar ra-ma-dha yang berarti panas yang menyengat. Jauh sebelum adanya agama Islam, bangsa Babilonia telah menggunakan sistem penanggalan kalender lunisolar (perhitungan tahun berdasarkan bulan dan matahari).
Sistem penanggalan tersebut, mempunyai mekanisme perputaran yang relatif tetap, sehingga bulan Ramadan selalu jatuh pada musim panas yang sangat menyengat.
Kapan Awal Puasa 2026?
Ketetapan puasa 2026 menurut pemerintah diambil berdasarkan hasil hisab dan pemantauan hilal (rukyatul hilal) di beberapa wilayah Indonesia. Hasil dari pemantauan tersebut akan diumumkan melalui sidang isbat pada tanggal 17 Februari 2026 mendatang.
Meski begitu, awal puasa menurut pemerintah jika merujuk pada prediksi yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) oleh Prof. Thomas Djamaluddin, akan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Sama halnya dengan Nahdlatul Ulama (NU), penetapan awal puasa akan dilakukan pada akhir bulan Syaban dengan menggunakan metode hisab Imkanur Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU), sama persis seperti yang digunakan pemerintah.
Lain halnya dengan Muhammadiyah, yang telah menetapkan awal puasa dari jauh hari. Berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), awal puasa menurut Muhammadiyah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Sistem Perhitungan Kalender Hijriah
Dijelaskan dalam buku Pedoman Cerdas Rangkuman Pengetahuan Alam Lengkap (RPAL) oleh Tim Civitas Academica, kalender Hijriah (qomariyah) merupakan perhitungan tahun berdasarkan perputaran bulan mengelilingi bumi.
Waktu yang dibutuhkan bulan untuk berevolusi satu kali putaran selama 29,5 hari. Satu tahun dalam kalender Hijriah terbagi menjadi 12 bulan. Jika dibandingkan dengan kalender Masehi, kalender Hijriah lebih cepat 11 hari dibandingkan kalender Masehi. Namun, lebih cepat 12 hari dari pada tahun kabisat.
Berikut nama-nama bulan dalam kalender Hijriah:
- Muharram
- Safar
- Rabiul Awal
- Rabiul Akhir
- Jumadil Awal
- Jumadil Akhir
- Rajab
- Syaban
- Ramadan
- Syawal
- Zulkaidah
- Zulhijjah
(inf/inf)

Komentar Terbanyak
Ramai Keluhan soal Tahlilan, Begini Penjelasan soal Jamuan di Rumah Duka
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat