Niat Sholat Hajat dan Doanya Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya

Niat Sholat Hajat dan Doanya Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya

Hanif Hawari - detikHikmah
Rabu, 04 Feb 2026 08:45 WIB
Niat Sholat Hajat dan Doanya Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya
Ilustrasi. sholat hajat (Foto: Gemini AI)
Jakarta -

Setiap manusia pasti memiliki keinginan, impian, atau bahkan sedang menghadapi jalan buntu dalam sebuah permasalahan. Ketika seorang mukmin memiliki keinginan tertentu atau mencari solusi atas persoalan hidup, dalam Islam sangat dianjurkan untuk melaksanakan sholat hajat.

Menurut Mahmud asy-Syafrowi dalam buku Shalat Tahajud dan Shalat Hajat, sholat hajat adalah sholat sunnah yang bisa dikerjakan minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat. Dianjurkan dikerjakan pukul 1 pagi hingga menjelang sholat Subuh.

Sedangkan waktu yang dilarang menurut buku Shalat Hajat oleh Ghaida Halah Ikram, sholat hajat haram dilaksanakan setelah sholat Subuh dan setelah sholat Ashar. Sholat ini harus dikerjakan sendiri, tidak bisa berjamaah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan Niat Sholat Hajat

Masih mengutip buku yang sama, berikut bacaan niat sholat hajat yang bisa dilakukan di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram.

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

ADVERTISEMENT

Ushallî sunnatal ḫâjati rak'ataini adâ'an lillâhi ta'âlâ

Artinya: "Aku menyengaja sholat sunnah hajat dua rakaat tunai karena Allah SWT."

Tata Cara Sholat Hajat

Secara umum, gerakannya sholat hajat sama dengan sholat sunnah lainnya. Namun ada beberapa anjuran khusus dalam bacaan suratnya sebagaimana dikutip dalam buku Shalat Hajat karya Ghaida Halah Ikram. Berikut tata caranya:

  1. Niat dan takbiratul ihram.
  2. Membaca doa iftitah.
  3. Membaca Al-Fatihah.
  4. Membaca Ayat Kursi dan Al-Ikhlas, atau Al-Kafirun dan Al-Ikhlas.
  5. Rukuk, i'tidal, sujud, hingga salam.

Ketika sujud, dianjurkan untuk berdoa, memohon keinginannya dengan khusyuk. Bisa juga dilakukan setelah tasyahud akhir sebelum salam.

Doa Setelah Sholat Hajat

Setelah salam, jangan terburu-buru beranjak. Panjatkanlah doa berikut yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagaimana riwayat Imam At-Tirmidzi yang dikutip dari laman Kemenag:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَا تَدَعْ لِيْ ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضىً إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allâḫumma innî as'aluka mûjibâti raḫmatika, wa 'azâ'ima maghfiratika, wal-ghanîmata min kulli birrin, was-salâmata min kulli itsmin lâ tada' lî dzanban illâ ghafartahu, wa lâ hamman illâ farrajtahu, wa lâ ḫâjatan hiya laka ridlan illâ qadlaitahâ yâ arḫamar-râḫimîna.

Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah yang maha lembut dan maha mulia. Maha suci Allah, penjaga Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Aku mohon kepada-Mu bimbingan amal sesuai rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, kesempatan meraih sebanyak kebaikan, dan perlindungan dari segala dosa. Janganlah Kau biarkan satu dosa tersisa padaku, tetapi ampunilah. Jangan juga Kau tinggalkanku dalam keadaan bimbang, karenanya bebaskanlah. Jangan pula Kau telantarkanku yang sedang berhajat sesuai ridha-Mu karena itu penuhilah hajatku. Hai Tuhan yang maha pengasih."

Setelah itu selahkan ungkapkan doa secara spesifik menggunakan bahasa sendiri dengan penuh kekhusyukan agar keinginan dikabulkan oleh Allah SWT. Wallahu a'lam.




(hnh/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads