Menag: Donor Darah Jelang Ramadan Bisa Atasi Stok Langka di Bulan Puasa

Menag: Donor Darah Jelang Ramadan Bisa Atasi Stok Langka di Bulan Puasa

Hanif Hawari - detikHikmah
Senin, 05 Jan 2026 11:45 WIB
Menag Nasaruddin Umar saat donor darah di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026)
Menag Nasaruddin Umar saat donor darah di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026). Foto: Hanif Hawari/detikcom
Jakarta -

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memberikan peringatan terkait potensi kelangkaan stok darah menjelang bulan suci Ramadan. Menurutnya, rumah sakit kerap kali kesulitan mencari kantong darah saat bulan puasa karena jumlah pendonor yang cenderung menurun.

Menyikapi hal itu, Menag mengapresiasi langkah masif Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag yang menggelar donor darah serentak di seluruh Indonesia.

"Ini sangat timely (tepat waktu). Keluhan rumah sakit itu biasanya sulit mencari darah pada saat Ramadan. Maka, donor darah menjelang Ramadan seperti sekarang ini sangat-sangat bermanfaat," ujar Nasaruddin Umar di Kantor Kemenag Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nasaruddin juga menyinggung imbauan Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, yang meminta masyarakat proaktif mendonorkan darah sebelum memasuki bulan suci. Tujuannya, agar pasien yang membutuhkan darah tetap terlayani dengan baik tanpa gangguan stok.

"Pak JK sendiri sebagai ketua PMI itu menghimbau betul-betul darah kita setelah kekurangan pada bulan suci Ramadan. Maka diimbau kepada warga masyarakat itu untuk memberikan kontribusi hal ini donor darah menjelang Ramadan supaya nanti Ramadan pasien-pasien yang
membutuhkan darah itu tidak lagi terganggu," lanjut Menag.

ADVERTISEMENT

Tak hanya untuk persiapan Ramadan, aksi donor darah tahun ini juga ditujukan bagi para penyintas bencana alam yang melanda beberapa wilayah di Indonesia.

Ketua Penasihat DWP Kemenag RI, Helmi Halimatul Udhma, menyebutkan bahwa setetes darah adalah cara mereka hadir di tengah lokasi bencana meskipun tidak secara fisik.

"Kenapa donor darah? Karena kita tidak hadir langsung di lokasi bencana, tapi kita ingin berkontribusi untuk umat. Mudah-mudahan darah ini bermanfaat bagi para penyintas bencana," kata Helmi.

Ia menjelaskan bahwa target tahun ini jauh lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Jika tahun lalu DWP berhasil mengumpulkan 189 kantong, tahun ini target dipatok hingga 300 kantong darah.

"Alhamdulillah, kerja sama dengan PMI berjalan baik setiap tahunnya. Tahun lalu target kita 200 kantong dan tercapai 189 kantong yang diterima PMI. Untuk tahun ini, kita targetkan 250 hingga 300 kantong darah," ujar Helmi.

Menag Nasaruddin menambahkan, kekuatan ibu-ibu DWP dalam menggerakkan massa jauh lebih efektif dibandingkan sekadar imbauan formal dari kementerian.

"Kalau kami yang mengimbau, belum tentu sebanyak ini yang terkumpul. Karena donor darah kan tidak boleh diwajibkan, ada syaratnya. Tapi ibu-ibu DWP ini bergerak masif sampai ke tingkat kecamatan," puji Menag.

Gerakan kemanusiaan dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag ini dilakukan secara serentak di seluruh Kantor Wilayah (Kanwil), Kabupaten/Kota, hingga Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di seluruh Indonesia.




(hnh/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads