3 Peristiwa Penting di Bulan Rabiul Awal dalam Sejarah Islam

3 Peristiwa Penting di Bulan Rabiul Awal dalam Sejarah Islam

Devi Setya - detikHikmah
Sabtu, 30 Agu 2025 09:00 WIB
Tradisi malam satu Suro bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharram. Malam satu Suro menandakan awal bulan pertama kalender Jawa. Apa itu malam satu Suro?
Foto: Getty Images/pictafolio
Jakarta -

Rabiul Awal merupakan bulan ketiga dalam kalender Hijriah yang memiliki kedudukan istimewa bagi umat Islam. Banyak peristiwa penting dalam sejarah Islam terjadi pada bulan ini, terutama yang berkaitan dengan Nabi Muhammad SAW.

Tidak mengherankan bila umat Islam di seluruh dunia menaruh perhatian khusus pada Rabiul Awal, karena di dalamnya terdapat peristiwa kelahiran, hijrah, hingga wafatnya Rasulullah SAW.

Mengutip buku Mengenal Nama Bulan dalam Kalender Hijriyah karya Ida Fitri Shohibah, Rabiul Awal berawal dari kata Rabi' yang artinya musim bunga dan kata Awal yang artinya pertama. Bulan Rabiul Awal adalah bulan saat bermulanya musim bunga bagi tanaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa Penting di Bulan Rabiul Awal

1. Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Dikutip dari buku Sejarah Lengkap Rasulullah Jilid 1 yang ditulis Prof. Dr. Ali Muhammad Ash-Shallabi, peristiwa paling agung yang terjadi di bulan Rabiul Awal adalah kelahiran Nabi Muhammad SAW.

ADVERTISEMENT

Beliau lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun Gajah (570 Masehi) di Kota Makkah. Tahun tersebut dikenal sebagai 'Amul Fil (Tahun Gajah) karena bertepatan dengan peristiwa penyerangan Ka'bah oleh pasukan bergajah pimpinan Abrahah.

Kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadi anugerah besar bagi seluruh alam, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

Artinya: "Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam." (QS. Al-Anbiya: 107)

2. Hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah

Rabiul Awal menjadi saksi perjalanan hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Setelah mendapat tekanan berat di Makkah, Rasulullah hijrah bersama para sahabat menuju Madinah. Peristiwa ini menjadi titik balik dalam sejarah Islam, sebab di Madinah Islam berkembang pesat, berdiri masyarakat muslim yang kuat, dan lahirnya tatanan kehidupan Islami.

Dalam perjalanan hijrah, Rasulullah sempat bersembunyi di Gua Tsur bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq selama tiga hari. Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur'an:

إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا

"Ketika dia (Nabi) berkata kepada sahabatnya: Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita." (QS. At-Taubah: 40)

3. Wafatnya Nabi Muhammad SAW

Selain kelahiran dan hijrah, bulan Rabiul Awal juga menjadi bulan duka bagi umat Islam. Pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 H, Rasulullah SAW wafat di Madinah pada usia 63 tahun.

Faisal Ismail dalam bukunya yang berjudul Sejarah & Kebudayaan Islam Periode Klasik, kisah wafatnya Rasulullah SAW merupakan ujian besar bagi kaum muslimin. Banyak sahabat yang tidak percaya dan terpukul. Namun, Abu Bakar Ash-Shiddiq meneguhkan hati mereka dengan ucapannya yang masyhur:

"Barangsiapa yang menyembah Muhammad, maka ketahuilah Muhammad telah wafat. Barangsiapa yang menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Hidup dan tidak akan pernah mati."

Peristiwa wafatnya Rasulullah SAW menegaskan bahwa Islam bukan bergantung pada sosok pribadi, melainkan pada ajaran Allah SWT yang abadi.




(dvs/inf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads