Ada Setan yang Disebut Selalu Dampingi Manusia, Ini Dalilnya

Ada Setan yang Disebut Selalu Dampingi Manusia, Ini Dalilnya

Rahma Harbani - detikHikmah
Jumat, 30 Agu 2024 15:30 WIB
Ada Setan yang Disebut Selalu Dampingi Manusia, Ini Dalilnya
Ilustrasi setan. oto: Getty Images/iStockphoto/ardasavasciogullari
Jakarta -

Ada satu setan yang ditugaskan untuk mendampingi manusia. Setan ini bahkan disebut tidak tanggung-tanggung akan mengerahkan kemampuannya untuk menyesatkan dan menggoda manusia melalui bisikannya.

Setan inilah yang juga dikenal sebagai qarin. Menurut Ibnu Katsir dalam tafsirnya terjemahan Irwan P Ratu Bangsawan, keberadaan setan ini dijelaskan dalam surah An Nas ayat 1-6.

Ų‚ŲŲ„Ų’ ØŖŲŽØšŲŲˆØ°Ų Ø¨ŲØąŲŽØ¨ŲŲ‘ Ø§Ų„Ų†ŲŽŲ‘Ø§ØŗŲ (1) Ų…ŲŽŲ„ŲŲƒŲ Ø§Ų„Ų†ŲŽŲ‘Ø§ØŗŲ (2) ØĨŲŲ„ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų†ŲŽŲ‘Ø§ØŗŲ (3) ؅ؐ؆ؒ Ø´ŲŽØąŲŲ‘ Ø§Ų„Ų’ŲˆŲŽØŗŲ’ŲˆŲŽØ§ØŗŲ Ø§Ų„Ų’ØŽŲŽŲ†ŲŽŲ‘Ø§ØŗŲ (4) Ø§Ų„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲŠ ŲŠŲŲˆŲŽØŗŲ’ŲˆŲØŗŲ ؁ؐ؊ ØĩŲØ¯ŲŲˆØąŲ Ø§Ų„Ų†ŲŽŲ‘Ø§ØŗŲ (5) Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØŦŲŲ†ŲŽŲ‘ØŠŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų†ŲŽŲ‘Ø§ØŗŲ (6)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: (1) Katakanlah (Nabi Muhammad), "Aku berlindung kepada Tuhan manusia, (2) raja manusia, (3) sembahan manusia (4) dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi (5) yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, (6) dari (golongan) jin dan manusia."

Penamaan qarin yang berarti pendamping ini turut dijelaskan dalam surah Fushilat ayat 25. Allah SWT berfirman,

ADVERTISEMENT

۞ ŲˆŲŽŲ‚ŲŽŲŠŲ‘ŲŽØļŲ’Ų†ŲŽØ§ Ų„ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ų‚ŲØąŲŽŲ†ŲŽØ§Û¤ØĄŲŽ ŲŲŽØ˛ŲŽŲŠŲ‘ŲŽŲ†ŲŲˆŲ’Ø§ Ų„ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ų…Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§ŲŽŲŠŲ’Ø¯ŲŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ØŽŲŽŲ„Ų’ŲŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ­ŲŽŲ‚Ų‘ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų„Ų ŲŲŲŠŲ’Ų“ Ø§ŲŲ…ŲŽŲ…Ų Ų‚ŲŽØ¯Ų’ ØŽŲŽŲ„ŲŽØĒŲ’ ؅ؐ؆ؒ Ų‚ŲŽØ¨Ų’Ų„ŲŲ‡ŲŲ…Ų’ Ų…Ų‘ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØŦؐ؆ؑؐ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø§ŲŲ†Ų’ØŗŲÛš Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŲˆŲ’Ø§ ØŽŲ°ØŗŲØąŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ āŖ–

Artinya: Kami menetapkan bagi mereka teman-teman (dari setan) yang memuji-muji apa saja yang ada di hadapan (nafsu dan kelezatan dunia) dan di belakang (angan-angan) mereka. Tetaplah atas mereka putusan (azab) bersama umat-umat yang terdahulu sebelum mereka dari (golongan) jin dan manusia. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang rugi.

Keberadaan qarin ini juga salah satunya dijelaskan dalam hadits dari Urwah bin Az Zubair RA. Ia pernah mendapat cerita dari istri Rasulullah SAW, Aisyah RA.

Dinukil dari Ibnul Jauzi dalam Kitab Tablis Iblis terjemahan Kathur Suhardi, saat itu Aisyah RA mengungkapkan kecemburuannya pada Rasulullah SAW. Diketahui, Rasulullah SAW pergi keluar dari rumahnya pada suatu malam.

Sekembalinya di rumah, Rasulullah SAW pun menyadari hal itu dan bertanya, "Apa yang terjadi denganmu hai Aisyah? Apakah engkau cemburu?"

Aisyah menjawab, "Bagaimana aku tidak cemburu jika cemburu jika melihat engkau seperti itu."

"Rupanya engkau telah didatangi setan," sabda Rasulullah SAW kemudian.

Mendengar hal itu, Aisyah kembali memastikan pada Rasulullah SAW tentang keberadaan setan di sekitarnya. Ia berkata, "Wahai Rasulullah, apakah ada setan yang besertaku?"

"Benar," jawab Rasulullah SAW.

Ditanya lagi oleh Aisyah, "Apakah setan juga menyertai setiap orang?" Kemudian, pertanyaan tersebut lagi-lagi dibenarkan oleh Rasulullah SAW.

"Apakah ia besertamu pula?"

"Benar," Lalu, Rasulullah SAW melanjutkan, "Tetapi Rabbku menolongku dalam menghadapinya, sehingga aku bisa selamat." (HR Muslim)

Penggalan terakhir yang disebutkan Rasulullah SAW tersebut, menurut Al Khathabi, ditafsirkan oleh mayoritas perawi sebagai ungkapan selamat dari kejahatan dan keburukan setan.

Dalam riwayat hadits lain dari Ibnu Mas'ud yang dimarfu'kannya juga pernah menyebutkan hal serupa tentang pendampingan setan pada tiap manusia. Rasulullah SAW bersabda,

"Tidaklah ada seorang pun di antara kalian melainkan diwakilkan pendampingnya dari jin dan pendampingnya dari malaikat,"

Orang-orang lalu bertanya, "Begitu pula terhadap diri engkau wahai Rasulullah?"

Beliau menjawab, "Benar. Tetapi Allah menolongku untuk menghadapinya. Jadi dia tidak menyuruhku kecuali kepada kebaikan."

Sosok Qarin yang Dampingi Manusia

Menurut Muhammad Sayyid Ahmad Musayyar dalam Alam al Ghayb fi al-Aqidah al-Islamiyah terjemahan Iman Firdaus dan Taufik Damas, qarin dapat berasal dari kalangan jin dan manusia. Keduanya senantiasa mendorong manusia untuk melakukan kemaksiatan dan kesesatan.

Disebutkan, qari dari kalangan manusia lebih berbahaya dan merusak akhlak dan akidah dibandingkan qarin dari kalangan jin. Meski demikian, keduanya termasuk dalam kategori setan yang berupaya mendorong manusia masuk neraka Jahanam seperti dijelaskan surah Fushilat ayat 29,

ŲˆŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲƒŲŽŲŲŽØąŲŲˆŲ’Ø§ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲŽØąŲŲ†ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŽŲŠŲ’Ų†Ų Ø§ŲŽØļŲŽŲ„Ų‘Ų°Ų†ŲŽØ§ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØŦؐ؆ؑؐ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø§ŲŲ†Ų’ØŗŲ Ų†ŲŽØŦŲ’ØšŲŽŲ„Ų’Ų‡ŲŲ…ŲŽØ§ ØĒŲŽØ­Ų’ØĒŲŽ Ø§ŲŽŲ‚Ų’Ø¯ŲŽØ§Ų…ŲŲ†ŲŽØ§ Ų„ŲŲŠŲŽŲƒŲŲˆŲ’Ų†ŲŽØ§ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŽØŗŲ’ŲŲŽŲ„ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ

Artinya: Orang-orang yang kufur berkata, "Ya Tuhan kami, perlihatkanlah kepada kami dua golongan yang telah menyesatkan kami, yaitu (golongan) jin dan manusia, agar kami meletakkan keduanya di bawah telapak kaki kami supaya keduanya menjadi golongan yang paling bawah (hina)."

Tidak ada nash Al-Qur'an yang menyebutkan tiap manusia memiliki qarin khusus. Disebutkan bahkan satu manusia bisa dikelilingi oleh bermacam-macam qarin baik dari kalangan jin maupun manusia.

Meski demikian, Quraish Shihab dalam buku Makhluk Ghaib: Setan dalam Al-Qur'an menjelaskan, beberapa qarin ada yang bertugas hanya sekadar mendampingi manusia tanpa mampu memengaruhinya. Mereka adalah manusia yang senantiasa taat keapda Allah SWT dan berdzikir seperti yang diajarkan Rasulullah SAW.

Doa Terhindar dari Godaan Setan

Allah SWT senantiasa memerintahkan hamba-Nya untuk memohon perlindungan diri dari setan yang terkutuk. Surah Al Falaq ayat 1-5 pun menganjurkan muslim untuk memanjatkan doa melindungi diri dari godaan setan. Allah SWT berfirman,

Ų‚ŲŲ„Ų’ Ø§ŲŽØšŲŲˆŲ’Ø°Ų Ø¨ŲØąŲŽØ¨ŲŲ‘ Ø§Ų„Ų’ŲŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲÛ™ ؅ؐ؆ؒ Ø´ŲŽØąŲŲ‘ Ų…ŲŽØ§ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲŽÛ™ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ Ø´ŲŽØąŲŲ‘ ØēŲŽØ§ØŗŲŲ‚Ų Ø§ŲØ°ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ‚ŲŽØ¨ŲŽÛ™ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ Ø´ŲŽØąŲŲ‘ Ø§Ų„Ų†ŲŽŲ‘ŲŲ‘Ų°ØĢŲ°ØĒؐ ؁ؐ؉ Ø§Ų„Ų’ØšŲŲ‚ŲŽØ¯ŲÛ™ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ Ø´ŲŽØąŲŲ‘ Ø­ŲŽØ§ØŗŲØ¯Ų Ø§ŲØ°ŲŽØ§ Ø­ŲŽØŗŲŽØ¯ŲŽ

Artinya: Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.'

Dikutip dari buku Do'a & Wirid susunan Yazid bin Abdul Qadir Jawas yang dimuraja'ah oleh M Abdul Ghoffar, ada doa yang bisa diamalkan untuk menghindari diri dari gangguan setan. Berikut doanya.

Ų„ŲŽØ§ØĨŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŽØ§ Ø´ŲŽØąŲŲŠŲ’ŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲØŒ Ų„ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŲ„Ų’ŲƒŲ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ŲŠŲØ­Ų’ŲŠŲŲŠŲ’ ŲˆŲŽŲŠŲŲ…ŲŲŠŲ’ØĒŲ ŲˆŲŽŲ‡ŲŲˆŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ŲƒŲŲ„ŲŲ‘ Ø´ŲŽŲŠŲ’ØĻŲ Ų‚ŲŽØ¯ŲŲŠŲ’ØąŲŒ

Laa ilaha illallah wahdahu la syarika lahu lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumit, wa huwa 'ala syai'in qadir

Artinya: "Tidak ada Tuhan Selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik Allah segala kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."

Wallahu a'lam.




(rah/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads