- Bacaan Bilal Idul Adha 1. Bacaan Bilal Idul Adha sebelum Salat Id 2. Bacaan Bilal Idul Adha setelah Salat Id 3. Bacaan Bilal Idul Adha sebelum Khutbah Hari Raya
- Amalan Sunnah Salat Idul Adha 1. Mandi 2. Memperbanyak Takbir 3. Mengenakan Pakaian Terbaik 4. Makan setelah Salat Idul Adha 5. Melewati Jalan yang Berbeda
Terdapat bacaan khusus yang dilafalkan bilal Idul Adha ketika salat hendak dimulai, ketika salat sudah selesai dan ketika akan dibacakan khutbah. Bacaan bilal Idul Adha menjadi penanda karena salat Idul Adha tidak dimulai dengan kumandang azan maupun ikamah.
Salat Idul Adha adalah salat sunnah yang dikerjakan pada 10 Zulhijah. Salat ini termasuk istimewa karena termasuk salat hari raya.
Mengutip buku Pedoman Dan Tuntunan Shalat Lengkap oleh Abdul Kadir Nuhuyanan dijelaskan salat Idul Adha dikerjakan pagi hari sekitar pukul 06.00-06.30 WIB, lebih pagi dibandingkan salat Idul Fitri. Tidak ada adzan dan iqamat yang mendahului salat ini, oleh karena itu bilal memiliki peran yang cukup penting.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait bilal salat Idul Adha dijelaskan dalam hadits yang tertulis di Kitab Al-Muhadzdzab dan syarahnya Al-Majmu sebagaimana dikutip dari NU Online,
ŲŲØ§ ŲØ¤Ø°Ų ŲŲØ§ ŲŲØ§ ŲŲØ§Ų ŲŲ Ø§ ØąŲŲ ØšŲ Ø¨Ų ØšØ¨Ø§Øŗ ØąØļŲ Ø§ŲŲŲ ØšŲŲŲ Ø§ ŲØ§Ų " Ø´ŲØ¯ØĒ Ø§ŲØšŲد Ų Øš ØąØŗŲŲ Ø§ŲŲŲ ØĩŲŲ Ø§ŲŲŲ ØšŲŲŲ ŲØŗŲŲ ŲŲ Øš ØŖØ¨Ų Ø¨ŲØą ŲØšŲ Øą ŲØšØĢŲ Ø§Ų ØąØļŲ Ø§ŲŲŲ ØšŲŲŲ ŲŲŲŲŲ ØĩŲŲ ŲØ¨Ų Ø§ŲØŽØˇØ¨ØŠ بØēŲØą Ø§Ø°Ø§Ų ŲŲØ§ Ø§ŲØ§Ų ØŠ " ŲØ§ŲØŗŲØŠ ØŖŲ ŲŲØ§Ø¯Ų ŲŲØ§ Ø§ŲØĩŲØ§ØŠ ØŦØ§Ų ØšØŠ ŲŲ Ø§ ØąŲŲ ØšŲ Ø§ŲØ˛ŲØąŲ ØŖŲŲ ŲØ§Ų ŲŲØ§Ø¯Ų بŲ
Artinya: "Pada salat Idul tidak terdapat kumandang azan dan iqamah sebagaimana riwayat Ibnu Abbas RA 'Aku menyaksikan salat Id bersama Rasulullah SAW, Abu Bakar, Umar, dan Utsman RA. Mereka semua melakukan shalat sebelum khutbah tanpa azan dan iqamah.' (Bilal) Dianjurkan untuk menyeru dengan 'as-shalÄta(u) jÄmi'ah' sebagaimana riwayat Az-Zuhri RA bahwa ia diseru dengan kalimat demikian."
Bacaan Bilal Idul Adha
Merangkum buku Kumpulan Doa, Dzikir dan Sholawat Al-Khoirot oleh A. Fatih Syuhud, berikut bacaan bilal pada salat Idul Adha:
1. Bacaan Bilal Idul Adha sebelum Salat Id
Ketika imam datang dan siap memulai salat Id, bilal segera mengumandangkan seruan (tarqiyyah):
Ø§ŲØĩŲŲŲŲØ§ØŠŲ ØŦŲØ§Ų ŲØšŲØŠŲ
Latin: As-shalÄta(u) jÄmi'ah.
Artinya: "(Marilah) salat Idul Adha berjamaah."
Kemudian bilal melanjutkan dengan bacaan berikut:
Ø§ŲØĩŲŲŲŲØ§ØŠŲ ØŗŲŲŲŲØŠŲ ŲŲØšŲŲŲØ¯Ų Ø§ŲØŖŲØļŲØŲŲ ØąŲŲŲØšŲØĒŲŲŲŲŲ ØĩŲŲŲØ§ØŠŲ ØŦŲØ§Ų ŲØšŲØŠŲ ØąŲØŲŲ ŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲŲŲ
Ø§ŲØĩŲŲŲŲØ§ØŠŲ ØŗŲŲŲŲØŠŲ ŲŲØšŲŲŲØ¯Ų Ø§ŲØŖŲØļŲØŲŲ ØąŲŲŲØšŲØĒŲŲŲŲŲ ØĩŲŲŲØ§ØŠŲ ØŦŲØ§Ų ŲØšŲØŠŲ ØąŲØŲŲ ŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲŲŲ
Ø§ŲØĩŲŲŲŲØ§ØŠŲ ØŗŲŲŲŲØŠŲ ŲŲØšŲŲŲØ¯Ų Ø§ŲØŖŲØļŲØŲŲ ØŦŲØ§Ų ŲØšŲØŠŲ ŲŲØ§ ØĨŲŲŲŲŲ ØĨŲŲŲŲØ§ اŲŲŲŲ
Latin: Ash-shalaatu sunnatan li'iidil adhaa rak'ataini shalaatan jaami'atan rahimakumullaah.
Ash-shalaatu sunnatan li'iidil adhaa rak'ataini shalaatan jaami'atan rahimakumullaah.
Ash-shalaatu sunnatan li'iidil adhaa laa ilaaha illallaah.
Artinya: "(Marilah kita) salat sunnah Idul Adha dua rakaat secara berjamaah. Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya kepada kalian semua. (Marilah kita) sholat sunnah Idul Adha dua rakaat secara berjamaah. Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya kepada kalian semua. (Marilah kita) salat sunnah Idul Adha berjamaah. Tiada tuhan selain Allah."
2. Bacaan Bilal Idul Adha setelah Salat Id
Setelah salat Idul Adha selesai dengan diakhiri salam, bilal bisa melanjutkan bacaan berikut:
Ų ŲØšŲØ§Ø´ŲØąŲ اŲŲŲ ŲØŗŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ ŲŲØ˛ŲŲ ŲØąŲØŠŲ Ø§ŲŲŲ ŲØ¤ŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲ ØąŲØŲŲ ŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲŲŲØ ØĨŲØšŲŲŲŲ ŲŲŲØ§ ØŖŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲ Ų ŲŲ°Ø°ŲØ§ ŲŲŲŲŲ Ų ØšŲŲŲØ¯Ų اŲŲØŖŲØļŲØŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲ Ų Ø§ŲØŗŲŲØąŲŲŲØąŲ ŲŲŲŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲŲ ŲØēŲŲŲŲŲØąŲØ ØŖŲØŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲØˇŲŲØšŲØ§Ų ŲØ ŲŲØŲØąŲŲŲ Ų ØšŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų Ø§ŲØĩŲŲŲŲØ§Ų ŲØ ØĨŲØ°Ųا ØĩŲØšŲØ¯Ų Ø§ŲŲØŽŲØˇŲŲŲØ¨Ų ØšŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲ ŲŲŲØ¨ŲØąŲ ØŖŲŲŲØĩŲØĒŲŲŲØ§ ØŖŲØĢŲØ§Ø¨ŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲŲŲØ ŲŲØ§ØŗŲŲ ŲØšŲŲŲØ§ ØŖŲØŦŲØ§ØąŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲŲŲØ ŲŲØŖŲØˇŲŲŲØšŲŲŲØ§ ØąŲØŲŲ ŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲŲ
Latin: Ma'aasyiral muslimina wa zumratal mu'miniina rahimakumullaah, i'lamuu anna yaumakum haadzaa yaumu 'iidil adha wa yaumus suruuri wa yaumul maghfuuri, ahalallahu lakum fiihith tha'aama wa harrama 'alaikumush shiyaama, idzaa sha'idal khatiibu 'alal minbari anshituu atsaabakumullaahu, wasma'uu ajaarakumullaahu, wa athii'u rahimakumullaah.
Artinya: "Wahai sekalian kaum muslimin dan golongan kaum mukminin, semoga Allah memberi rahmat kepada kalian. Ketahuilah sesungguhnya hari kalian ini adalah hari Idul Adha, hari bahagia, dan hari pengampunan. Allah menghalalkan bagi kalian makan pada hari itu dan Allah mengharamkan bagi kalian puasa pada hari itu. Apabila khatib naik ke atas mimbar, perhatikanlah, dengarkanlah dan taatilah, semoga Allah memberi rahmat kepada kalian."
3. Bacaan Bilal Idul Adha sebelum Khutbah Hari Raya
Idul Adha juga dilengkapi dengan khutbah. Sebelum khutbah dimulai, bilal akan memberi aba-aba berupa seruan. Berikut seruan penanda khutbah:
اŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ ØĩŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲ ØŗŲŲŲŲØ¯ŲŲŲØ§ Ų ŲØŲŲ ŲŲØ¯ŲØ Ø§ŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ ØĩŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲ ØŗŲŲŲŲØ¯ŲŲØ§Ų ŲŲŲ ŲŲŲŲŲØ§ŲŲØ§ Ų ŲØŲŲ ŲŲØ¯ŲØ Ø§ŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ ØĩŲŲŲŲ ŲŲØŗŲŲŲŲŲ Ų ØšŲŲŲŲ ØŗŲŲŲŲØ¯ŲŲŲØ§ ŲŲŲ ŲŲŲŲŲØ§ŲŲØ§ Ų ŲØŲŲ ŲŲØ¯Ų ŲŲØšŲŲŲŲ Ø§Ų°ŲŲ ØŗŲŲŲŲØ¯ŲŲØ§Ų Ų ŲØŲŲ ŲŲØ¯Ų . اŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ ŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲØĨŲØŗŲŲŲØ§Ų Ų ŲŲØ§ŲŲØĨŲŲŲŲ ŲØ§ŲŲ Ų ŲŲŲ Ø§ŲŲŲ ŲØŗŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲŲ ŲØŗŲŲŲŲ ŲØ§ØĒŲ ŲŲØ§ŲŲŲ ŲØ¤ŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲŲ ŲØ¤ŲŲ ŲŲŲØ§ØĒŲ Ø§ŲŲØŖŲØŲŲŲØ§ØĄŲ Ų ŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲØ§ŲŲØŖŲŲ ŲŲŲØ§ØĒŲØ ŲŲØ§ŲŲØĩŲØąŲŲŲŲ Ų ØšŲŲŲŲ Ų ŲØšŲاŲŲ Ø§ŲØ¯ŲŲŲŲŲŲØ ØąŲØ¨ŲŲ ØĨØŽŲØĒŲŲ Ų ŲŲŲŲØ§ Ų ŲŲŲŲŲ Ø¨ŲØ§ŲŲØŽŲŲŲØąŲØ ŲŲŲŲØ§ ØŽŲŲŲØąŲ اŲŲŲŲØ§ØĩŲØąŲŲŲŲŲ Ø¨ŲØąŲØŲŲ ŲØĒŲŲŲ ŲŲØĸØŖŲØąŲØŲŲ Ų Ø§ŲØąŲŲØ§ØŲŲ ŲŲŲŲŲ
Latin: Allahumma shalli 'ala sayyidina muhammad, allahumma shalli 'ala sayidina wa maulaana muhammad, Allahumma shalli wa sallim 'ala sayyidina wa maulana muhammad wa 'ala aali sayyidina muhammad. Allahumma qawwil islam wal imaana minal muslimiin wal muslimaat wal mu'miniina wal mu'minaat al ahyaa-i minhum wal amwaat, wanshurhum 'ala mu'aaniddiin, rabikhtim lanaa minka bil khair, wa ya khairan naashiriina birahmatika yaa arhamarraahimiin.
Artinya: "Ya Allah, kuatkanlah keislaman dan keimanan kaum muslimin (laki-laki) dan muslimat (perempuan), kaum mukminin (laki-laki) dan mukminat (perempuan), yang masih hidup dari mereka semua dan juga yang sudah meninggal, mudahkanlah mereka untuk mengokohkan agama, akhirilah (hidup) kami dari-Mu dengan kebaikan, wahai Tuhan sebaik-baik penolong, dengan rahmat-Mu wahai Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua penyayang."
Amalan Sunnah Salat Idul Adha
Idul Adha merupakan momen mulia bagi umat Islam. Untuk meraih pahala dan mendulang banyak keutamaaan, ada beberapa amalan yang bisa dikerjakan saat Idul Adha.
1. Mandi
Mandi sebelum mendirikan salat Idul Adha menjadi salah satu amalan sunnah. Waktu mandi yaitu mulai dini hari sebelum subuh, atau setelah salat Subuh pada tanggal 10 Zulhijah.
Sayyidina 'Ali bin Abu Thalib serta Abdullah bin Umar diceritakan sudah membiasakan diri untuk mandi sebelum melakukan salat Id. Bahkan, kesunahan mandinya sama dengan ketika mandi sebelum salat Jumat.
2. Memperbanyak Takbir
Takbir bisa dilantunkan saat bersiap berangkat menuju masjid atau lapangan. Lantunan takbir juga dianjurkan selalu dibaca sebelum salat dimulai dan setelah salat dikerjakan.
Takbir Idul Adha dimulai setelah selesai salat Subuh pada pagi hari Arafah (9 Zulhijah) sampai dengan akhir hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Zulhijah).
3. Mengenakan Pakaian Terbaik
Sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits, Ali bin Abi Thalib RA berkata, "Rasulullah SAW menyuruh kami agar memakai pakaian terbaik dan wewangian terbaik yang kamu miliki pada dua hari raya." (HR Al-Hakim)
4. Makan setelah Salat Idul Adha
Diriwayatkan dari 'Adullah Ibnu Buraidah dari ayahnya (yaitu Buraidah Ibnu al-Husaib) ia berkata, "Rasulullah SAW pada hari Idul Fitri tidak keluar sebelum makan, dan pada hari Idul Adha tidak makan sampai sholat lebih dahulu." (HR at-Tirmidzi)
5. Melewati Jalan yang Berbeda
Rasulullah SAW mengajarkan untuk melintasi jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang salat Idul Adha. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits,
"Nabi SAW ketika salat Id, beliau lewat jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang." (HR Al Bukhari)
(dvs/kri)












































Komentar Terbanyak
Gus Yaqut Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Ketum PBNU: Serahkan ke Proses Hukum
Ada Aduan Penggelapan Dana Haji Furoda 2025, Kemenhaj Panggil Pihak Travel
MUI Soroti Pasal Nikah Siri dan Poligami dalam KUHP Baru