Tata cara ziarah kubur wajib diketahui bagi siapa saja yang hendak melaksanakan ziarah kubur. Ziarah kubur dapat diamalkan muslim sebagai bentuk meneladani ajaran Rasulullah SAW.
Dijelaskan dalam buku Mari Ziarah Kubur karya Abdurrahman Misno BP bahwa secara spesifik, ziarah kubur tidak secara langsung disebutkan dalam Al-Qur'an. Namun, Allah Ta'ala memberikan petunjuk kepada umat Islam agar mengikuti semua ajaran yang berasal dari Rasulullah SAW sebagaimana termaktub dalam surah Al Hasyr ayat 7,
... ŲŲŲ ŲØ§ ØĸØĒŲØ§ŲŲŲ Ų Ø§ŲØąŲŲØŗŲŲŲŲ ŲŲØŽŲذŲŲŲŲ ŲŲŲ ŲØ§ ŲŲŲŲØ§ŲŲŲ Ų ØšŲŲŲŲŲ ...
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "... Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah ..."
Berikut ini adalah tata cara ziarah kubur yang dikutip dari buku 100 Doa Harian untuk Anak karya Nurul Ihsan.
Tata Cara Ziarah Kubur dan Bacaannya
1. Mengucapkan salam saat memasuki tempat pemakaman. Hal ini sesuai dengan riwayat Ibnu Abbas RA, menyampaikan bahwa ketika Nabi Muhammad SAW melewati kuburan di Madinah. Beliau kemudian menghadapkan wajahnya ke kuburan tersebut sambil mengucapkan salam kepada penghuninya,
"Assalaamu 'alaikum, ya ahlal quburi yaghfirullaahu lanna wa lakum antum salafunaa wa nahnu bil atsari,"
Artinya: "Semoga keselamatan tetap atas kamu, wahai penghuni kubur. Semoga Allah mengampuni kami dan kamu. Kamu orang-orang yang mendahului kami, dan kami akan menyusul (orang-orang terdahulu)." (HR At-Tirmidzi)
Atau membaca salam berikut,
Ø§ŲØŗŲŲŲØ§Ų Ų ØšŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų Ø¯ŲØ§ØąŲ ŲŲŲŲŲ Ų Ų ŲØ¤ŲŲ ŲŲŲŲŲ ŲŲØŖØĒاŲŲŲ Ų Ų Ø§ ØĒŲŲØšŲدŲŲŲŲ ØēŲØ¯Ø§Ų Ų ŲØ¤ŲØŦŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØĨŲŲŲØ§ ØĨŲŲ Ø´Ø§ØĄŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ Ø¨ŲŲŲŲ Ų ŲØ§ØŲŲŲŲŲ
Arab Latin: "Assalamu'alaÃŦkum dara qaumÃŦn mu'mÃŦnÃŽn wa atakum ma tu'adun ghadan mu'ajjalun, wa ÃŦnna ÃŦnsya-Allahu bÃŦkum lahÃŦqun,"
Artinya: "Assalamualaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Allah yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian."
Baca juga: Hal-hal yang Dilarang saat Ziarah Kubur |
2. Membaca istigfar berikut,
ØŖŲØŗŲØĒŲØēŲŲŲØąŲ اŲŲŲŲ Ø§ŲØšŲظŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲŲŲØ°ŲŲ ŲØĸ ØĨŲŲŲŲŲ ØĨŲŲŲŲØ§ ŲŲŲŲ Ø§ŲŲØŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲØŖŲØĒŲŲŲØ¨Ų ØĨŲŲŲŲŲŲŲ
Arab Latin: "Astaghfirullah hal adzim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qoyyumu wa atubu ilaihi."
Artinya: "Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya."
Lalu dilanjutkan dengan membaca surah-surah pendek dalam Al-Qur'an yakni, Al-Qadar (7 kali), Al-Fatihah (3 kali), Al-Falaq (3 kali), An-Nas (3 kali), Al-Ikhlas (3 kali), Ayat Kursi (3 kali).
3. Mendoakan mayat dengan membaca kalimat tahlil berikut,
ŲŲØ§ ØĨŲŲŲŲŲ ØĨŲŲŲŲØ§ اŲŲŲŲ
Arab Latin: "Laailaaha Illallah,"
Artinya : "Tiada Tuhan selain Allah."
Lalu, membaca doa ziarah kubur yang berbunyi,
اŲŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ Ø§ØēŲŲŲØąŲ ŲŲŲŲ ŲŲØ§ØąŲØŲŲ ŲŲŲ ŲŲØšŲاŲŲŲŲ ŲŲØ§ØšŲŲŲ ØšŲŲŲŲŲØ ŲŲØŖŲŲŲØąŲŲ Ų ŲŲØ˛ŲŲŲŲŲØ ŲŲŲŲØŗŲŲØšŲ Ų ŲØ¯ŲØŽŲŲŲŲŲØ ŲŲØ§ØēŲØŗŲŲŲŲŲ Ø¨ŲØ§ŲŲŲ ŲØ§ØĄŲ ŲŲØ§ŲØĢŲŲŲŲØŦŲ ŲŲØ§ŲŲØ¨ŲØąŲØ¯ŲØ ŲŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ Ø§ŲØ°ŲŲŲŲŲØ¨Ų ŲØ§ŲŲØŽŲØˇŲØ§ŲŲØ§ ŲŲŲ ŲØ§ ŲŲŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲØĢŲŲŲŲØ¨Ų اŲŲØŖŲبŲŲŲØļŲ Ų ŲŲŲ Ø§ŲØ¯ŲŲŲŲØŗŲØ ŲŲØŖŲØ¨ŲØ¯ŲŲŲŲŲ Ø¯ŲØ§ØąŲا ØŽŲŲŲØąŲا Ų ŲŲŲ Ø¯ŲØ§ØąŲŲŲØ ŲŲØ˛ŲŲŲØŦŲØ§ ØŽŲŲŲØąŲا Ų ŲŲŲ Ø˛ŲŲŲØŦŲŲŲØ ŲŲØŖŲØ¯ŲØŽŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲØŦŲŲŲŲØŠŲØ ŲŲØŖŲØšŲØ°ŲŲŲ Ų ŲŲŲ ØšŲØ°ŲØ§Ø¨Ų Ø§ŲŲŲŲØ¨ŲØąŲ ŲŲŲ ŲŲŲ ØšŲØ°ŲØ§Ø¨Ų Ø§ŲŲŲŲØ§Øą, ŲŲØ§ŲŲØŗŲØŲ ŲŲŲŲ ŲŲŲ ŲŲØ¨ŲØąŲŲŲØ ŲŲŲŲŲŲØąŲ ŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ
Arab Latin: "AllahummaghfÃŦrlahu war hamhu wa 'aafÃŦhÃŦÃŦ wa'fu anhu, wa akrÃŦm nuzuulahu wawassÃŦ' madholahu, waghsÃŦlhu bÃŦl maa'ÃŦ watssaljÃŦ walbaradÃŦ, wa naqqÃŦhÃŦ, mÃŦnaddzzunubÃŦ wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mÃŦnad danasÃŦ.
WabdÃŦlhu daaran khaÃŦran mÃŦn daarÃŦhÃŦ wa zaujan khaÃŦran mÃŦn zaujÃŦhÃŦ. Wa adkhÃŦlhul jannata wa aÃŦdzhu mÃŦn adzabÃŦl qabrÃŦ wa mÃŦn adzabÃŦnnaarÃŦ wafsah lahu fÃŦ qabrÃŦhÃŦ wa nawwÃŦr lahu fÃŦhÃŦ."
Artinya: "Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran.
Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya." (HR Muslim)
Atau doa ziarah kubur lainnya seperti berikut,
Ø§ŲØŗŲŲŲØ§Ų Ų ØšŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų ØŖŲŲŲŲŲ Ø§ŲØ¯ŲŲŲØ§Øą Ų ŲŲ Ø§ŲŲŲ ŲØ¤ŲŲ ŲŲŲŲŲŲ ŲØ§ŲŲ ŲØŗŲŲ ŲŲ ŲØĨŲØ§ ØĨŲ Ø´Ø§ØĄ اŲŲŲ Ø¨ŲŲ ŲØ§ØŲŲŲ ØĒŲØŗŲØŖŲŲŲ Ø§ŲŲŲ ŲŲŲŲØ§ ŲŲŲŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲØšŲاŲŲŲØŠ
Arab Latin: "Assalaamu'alaikum ahlad diyaari minal mu'miniina wal muslimiin, wa innaa in syaa allaahu bikum laahiquun, nas'alullaaha lanaa wa lakumul'aafiyah"
Artinya: "Keselamatan semoga tetap tercurahkan kepada para penghuni kubur dari golongan orang-orang mukmin dan orang-orang muslim, dan sesungguhnya Insya Allah kami akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan untuk kamu dan untuk kalian semua." (HR Ibnu Majah)
4. Jangan berjalan melangkahi dan duduk di atas kuburan.
5. Sebaiknya bersuci dulu sebelum berziarah.
6. Jangan salat menghadap ke kuburan.
Badruddin Hasyim Subky dalam bukunya Misteri Kedua Belah Tangan dalam Shalat, Zikir, dan Doa menjelaskan mengenai hukum dari ziarah kubur. Rasulullah SAW bersabda,
ŲŲŲØĒŲ ŲŲŲŲŲŲØĒŲŲŲŲ Ų ØšŲŲŲ Ø˛ŲŲŲØ§ØąŲØŠŲ Ø§ŲŲŲØ¨ŲبਠŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØąŲŲØąŲŲŲØ§Ø ŲŲŲ ØąŲŲØ§ŲŲØŠŲ - ŲŲŲ ŲŲŲ ØŖŲØąŲØ§Ø¯Ų ØŖŲŲŲ ŲŲØ˛ŲŲØąŲ اŲŲŲØ¨ŲŲØąŲ ŲŲŲŲŲŲØ˛ŲØąŲŲŲØ§ ŲŲØĨŲŲŲŲŲŲØ§ ØĒŲØ°ŲØą Ø§ŲØŖØŽØąØŠ
Artinya: "Aku melarang kalian berziarah kubur, tetapi sekarang silahkan ziarah kubur." Dalam riwayat lain: "Barang siapa yang hendak ziarah kubur silahkan, karena ziarah kubur dapat mengingatkan akan akhirat." (HR Muslim)
Masih dalam buku yang sama, dijelaskan pula bahwa ziarah kubur terdiri atas dua macam, yaitu ziarah al-syar'iyah yang dan ziarah bid'ah.
Ziarah al-syar'iyah merupakan ziarah kubur dengan cara mendoakan mayat dan tidak memiliki tujuan lain seperti menyembahnya. Sedangkan ziarah bid'ah merupakan ziarah yang biasa dilakukan oleh orang Yahudi.
Imam Syafi'i juga melarang umat Islam untuk berziarah kubur apabila ada unsur musyriknya, karena khawatir menjadi petaka (fitnah) bagi si mayat di dalam kuburnya, bukan karena najisnya.
(rah/rah)












































Komentar Terbanyak
Arab Saudi Resmi Tetapkan Idul Fitri 20 Maret 2026
Apakah Nanti Malam Takbiran? Ini Prediksinya
Hasil Sidang Isbat Lebaran Idul Fitri 2026 Diumumkan Jam Berapa?