Tata Cara Ziarah Kubur dengan Bacaannya Lengkap

Tata Cara Ziarah Kubur dengan Bacaannya Lengkap

Tsalats Ghulam Khabbussila - detikHikmah
Jumat, 23 Jun 2023 09:00 WIB
Tata Cara Ziarah Kubur dengan Bacaannya Lengkap
Ilustrasi ziarah kubur. (Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)
Jakarta -

Tata cara ziarah kubur wajib diketahui bagi siapa saja yang hendak melaksanakan ziarah kubur. Ziarah kubur dapat diamalkan muslim sebagai bentuk meneladani ajaran Rasulullah SAW.

Dijelaskan dalam buku Mari Ziarah Kubur karya Abdurrahman Misno BP bahwa secara spesifik, ziarah kubur tidak secara langsung disebutkan dalam Al-Qur'an. Namun, Allah Ta'ala memberikan petunjuk kepada umat Islam agar mengikuti semua ajaran yang berasal dari Rasulullah SAW sebagaimana termaktub dalam surah Al Hasyr ayat 7,

... ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ØĸØĒŲŽØ§ŲƒŲŲ…Ų Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØŗŲŲˆŲ„Ų ŲŲŽØŽŲØ°ŲŲˆŲ‡Ų ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ Ų†ŲŽŲ‡ŲŽØ§ŲƒŲŲ…Ų’ ØšŲŽŲ†Ų’Ų‡Ų ...

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "... Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah ..."

Berikut ini adalah tata cara ziarah kubur yang dikutip dari buku 100 Doa Harian untuk Anak karya Nurul Ihsan.

ADVERTISEMENT

Tata Cara Ziarah Kubur dan Bacaannya

1. Mengucapkan salam saat memasuki tempat pemakaman. Hal ini sesuai dengan riwayat Ibnu Abbas RA, menyampaikan bahwa ketika Nabi Muhammad SAW melewati kuburan di Madinah. Beliau kemudian menghadapkan wajahnya ke kuburan tersebut sambil mengucapkan salam kepada penghuninya,

"Assalaamu 'alaikum, ya ahlal quburi yaghfirullaahu lanna wa lakum antum salafunaa wa nahnu bil atsari,"

Artinya: "Semoga keselamatan tetap atas kamu, wahai penghuni kubur. Semoga Allah mengampuni kami dan kamu. Kamu orang-orang yang mendahului kami, dan kami akan menyusul (orang-orang terdahulu)." (HR At-Tirmidzi)

Atau membaca salam berikut,

Ø§Ų„ØŗŲŽŲ‘Ų„Ø§Ų…Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ Ø¯ŲŽØ§ØąŲŽ Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų…Ų Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØŖØĒØ§ŲƒŲŲ…Ų’ Ų…Ø§ ØĒŲŲˆØšŲŽØ¯ŲŲˆŲ†ŲŽ ØēŲŽØ¯Ø§Ų‹ Ų…ŲØ¤ŲŽØŦŲŽŲ‘Ų„ŲŲˆŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØĨŲ†ŲŽŲ‘Ø§ ØĨŲ†Ų’ Ø´Ø§ØĄŲŽ Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų Ø¨ŲŲƒŲŲ…Ų’ Ų„Ø§Ø­Ų‚ŲŲˆŲ†ŲŽ

Arab Latin: "Assalamu'alaÃŦkum dara qaumÃŦn mu'mÃŦnÃŽn wa atakum ma tu'adun ghadan mu'ajjalun, wa ÃŦnna ÃŦnsya-Allahu bÃŦkum lahÃŦqun,"

Artinya: "Assalamualaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Allah yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian."

2. Membaca istigfar berikut,

ØŖŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ Ø§Ų„ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽ Ø§ŲŽŲ„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲŠ Ų„Øĸ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‘Ø§ Ų‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų’Ų„Ø­ŲŽŲŠŲŲ‘ Ø§Ų’Ų„Ų‚ŲŽŲŠŲŲ‘ŲˆŲ’Ų…Ų ŲˆŲŽØŖŲŽØĒŲŲˆŲ’Ø¨Ų ØĨŲŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų

Arab Latin: "Astaghfirullah hal adzim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qoyyumu wa atubu ilaihi."

Artinya: "Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya."

Lalu dilanjutkan dengan membaca surah-surah pendek dalam Al-Qur'an yakni, Al-Qadar (7 kali), Al-Fatihah (3 kali), Al-Falaq (3 kali), An-Nas (3 kali), Al-Ikhlas (3 kali), Ayat Kursi (3 kali).

3. Mendoakan mayat dengan membaca kalimat tahlil berikut,

Ų„ŲŽØ§ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‘Ø§ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ

Arab Latin: "Laailaaha Illallah,"

Artinya : "Tiada Tuhan selain Allah."

Lalu, membaca doa ziarah kubur yang berbunyi,

Ø§ŲŽŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ اØēŲ’ŲŲØąŲ’ Ų„ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØ§ØąŲ’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ų‡Ų ŲˆŲŽØšŲŽØ§ŲŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØ§ØšŲ’ŲŲ ØšŲŽŲ†Ų’Ų‡ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽŲƒŲ’ØąŲŲ…Ų’ Ų†ŲØ˛ŲŲ„ŲŽŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽŲˆŲŽØŗŲŲ‘ØšŲ’ Ų…ŲŽØ¯Ų’ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØ§ØēŲ’ØŗŲŲ„Ų’Ų‡Ų Ø¨ŲØ§Ų„Ų’Ų…ŲŽØ§ØĄŲ ŲˆŲŽØ§Ų„ØĢŲŽŲ‘Ų„Ų’ØŦؐ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø¨ŲŽØąŲŽØ¯ŲØŒ ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲ‚ŲŲ‘Ų‡Ų Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ø°ŲŲ‘Ų†ŲŲˆØ¨Ų ŲˆØ§Ų„Ų’ØŽŲŽØˇŲŽØ§ŲŠŲŽØ§ ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ ŲŠŲŲ†ŲŽŲ‚ŲŽŲ‘Ų‰ Ø§Ų„ØĢŲŽŲ‘ŲˆŲ’Ø¨Ų Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽØ¨Ų’ŲŠŲŽØļŲ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ø¯ŲŽŲ‘Ų†ŲŽØŗŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ„Ų’Ų‡Ų Ø¯ŲŽØ§ØąŲ‹Ø§ ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲ‹Ø§ ؅ؐ؆ؒ Ø¯ŲŽØ§ØąŲŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØ˛ŲŽŲˆŲ’ØŦŲ‹Ø§ ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲ‹Ø§ ؅ؐ؆ؒ Ø˛ŲŽŲˆŲ’ØŦŲŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ¯Ų’ØŽŲŲ„Ų’Ų‡Ų Ø§Ų„Ų’ØŦŲŽŲ†ŲŽŲ‘ØŠŲŽØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØšŲØ°Ų’Ų‡Ų ؅ؐ؆ؒ ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨Ų Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØ¨Ų’ØąŲ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨Ų Ø§Ų„Ų†ŲŽŲ‘Ø§Øą, ŲˆŲŽØ§ŲŲ’ØŗŲŽØ­Ų’ Ų„ŲŽŲ‡Ų ؁ؐ؊ Ų‚ŲŽØ¨Ų’ØąŲŲ‡ŲØŒ ŲˆŲ†ŲŽŲˆŲŲ‘ØąŲ’ Ų„ŲŽŲ‡Ų ŲŲŲŠŲ‡Ų

Arab Latin: "AllahummaghfÃŦrlahu war hamhu wa 'aafÃŦhÃŦÃŦ wa'fu anhu, wa akrÃŦm nuzuulahu wawassÃŦ' madholahu, waghsÃŦlhu bÃŦl maa'ÃŦ watssaljÃŦ walbaradÃŦ, wa naqqÃŦhÃŦ, mÃŦnaddzzunubÃŦ wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mÃŦnad danasÃŦ.

WabdÃŦlhu daaran khaÃŦran mÃŦn daarÃŦhÃŦ wa zaujan khaÃŦran mÃŦn zaujÃŦhÃŦ. Wa adkhÃŦlhul jannata wa aÃŦdzhu mÃŦn adzabÃŦl qabrÃŦ wa mÃŦn adzabÃŦnnaarÃŦ wafsah lahu fÃŦ qabrÃŦhÃŦ wa nawwÃŦr lahu fÃŦhÃŦ."

Artinya: "Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran.

Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya." (HR Muslim)

Atau doa ziarah kubur lainnya seperti berikut,

Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ„Ø§Ų…Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„ŲŽ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲŠØ§Øą Ų…Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆØ§Ų„Ų…ŲØŗŲ„Ų…ŲŠŲ† ؈ØĨŲ†Ø§ ØĨŲ† Ø´Ø§ØĄ Ø§Ų„Ų„Ų‡ Ø¨ŲƒŲ… Ų„Ø§Ø­Ų‚ŲˆŲ† ØĒŲŽØŗŲ’ØŖŲŽŲ„Ų Ø§Ų„Ų„Ų‡ Ų„ŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲƒŲŲ…Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ§ŲŲŲŠØŠ

Arab Latin: "Assalaamu'alaikum ahlad diyaari minal mu'miniina wal muslimiin, wa innaa in syaa allaahu bikum laahiquun, nas'alullaaha lanaa wa lakumul'aafiyah"

Artinya: "Keselamatan semoga tetap tercurahkan kepada para penghuni kubur dari golongan orang-orang mukmin dan orang-orang muslim, dan sesungguhnya Insya Allah kami akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan untuk kamu dan untuk kalian semua." (HR Ibnu Majah)

4. Jangan berjalan melangkahi dan duduk di atas kuburan.

5. Sebaiknya bersuci dulu sebelum berziarah.

6. Jangan salat menghadap ke kuburan.

Badruddin Hasyim Subky dalam bukunya Misteri Kedua Belah Tangan dalam Shalat, Zikir, dan Doa menjelaskan mengenai hukum dari ziarah kubur. Rasulullah SAW bersabda,

ŲƒŲŲ†ØĒŲ Ų†ŲŽŲ‡ŲŽŲŠŲ’ØĒŲŲƒŲŲ…Ų’ ØšŲŽŲ†Ų’ Ø˛ŲŲŠŲŽØ§ØąŲŽØŠŲ Ø§Ų„Ų‚ŲØ¨ŲŲˆØąØŒ ŲˆŲŽŲ„ŲƒŲŲ†Ų’ ŲŲŽØąŲŲˆØąŲŲˆŲ‡Ø§ØŒ ŲˆŲŲ‰ ØąŲˆŲŽØ§ŲŠŲŽØŠŲ - ŲŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ØŖŲŽØąŲŽØ§Ø¯ŲŽ ØŖŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲŽØ˛ŲŲˆØąŲŽ Ø§Ų„Ų‚ŲØ¨ŲŲˆØąŲŽ ŲŲŽŲ„Ų’ŲŠŲŽØ˛ŲØąŲ’Ų‡ŲŽØ§ ŲŲŽØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽØ§ ØĒŲØ°ŲƒØą Ø§Ų„ØŖØŽØąØŠ

Artinya: "Aku melarang kalian berziarah kubur, tetapi sekarang silahkan ziarah kubur." Dalam riwayat lain: "Barang siapa yang hendak ziarah kubur silahkan, karena ziarah kubur dapat mengingatkan akan akhirat." (HR Muslim)

Masih dalam buku yang sama, dijelaskan pula bahwa ziarah kubur terdiri atas dua macam, yaitu ziarah al-syar'iyah yang dan ziarah bid'ah.

Ziarah al-syar'iyah merupakan ziarah kubur dengan cara mendoakan mayat dan tidak memiliki tujuan lain seperti menyembahnya. Sedangkan ziarah bid'ah merupakan ziarah yang biasa dilakukan oleh orang Yahudi.

Imam Syafi'i juga melarang umat Islam untuk berziarah kubur apabila ada unsur musyriknya, karena khawatir menjadi petaka (fitnah) bagi si mayat di dalam kuburnya, bukan karena najisnya.




(rah/rah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads