Amanah Artinya Apa? Ini Penjelasan dan Dalilnya

Amanah Artinya Apa? Ini Penjelasan dan Dalilnya

Azkia Nurfajrina - detikHikmah
Senin, 28 Nov 2022 15:15 WIB
Ilustrasi Muslim
Ilustrasi. Amanah artinya sifat yang dapat dipercaya. (Foto: Getty Images/iStockphoto)
Jakarta - Islam mengenal empat sifat wajib bagi Rasulullah SAW, satu di antaranya adalah amanah. Sifat itu dimilikinya dalam mengemban tugas dalam menegakkan ketauhidan dan menyiarkan ajaran Islam. Untuk itu pula, Rasulullah SAW menjalankan perintahNya dengan baik.

Amanah sebagai sifat dan akhlak utama Rasulullah SAW dijelaskan dalam surat An-Nisa ayat 58,

۞ إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا۟ ٱلْأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحْكُمُوا۟ بِٱلْعَدْلِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعًۢا بَصِيرًا

Artinya: "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat."

Arti Amanah

Mengutip buku Ensiklopedi Akhlak Rasulullah oleh Syaikh Mahmud Al-Mishri, amanah adalah bentuk derivat dari kata amana-ya'manu-amanahatan yang bermakna menjadi percaya.

Menurut Al-Kafuwi dalam Kitab Al Kulliyat, amanah artinya segala sesuatu yang diwajibkan Allah SWT kepada manusia. Dikatakan juga bahwa amanah adalah titipan yang dipercayakan kepada manusia.

Definisi amanah mencakup lingkup yang luas, tidak hanya dalam agama, tetapi juga kehormatan, harta, badan, ilmu pengetahuan, rahasia, pancaindra, dan masih banyak lagi.

Amanah Allah SWT bagi Manusia

Amanah artinya suatu titipan yang benar-benar harus dijaga dan tidak boleh diingkari. Terlebih amanah yang diberikan Allah SWT kepada manusia, yakni tugas keagamaan.

Allah SWT memberikan amanah keagamaan seperti dalam rukun Islam, agar bisa dilaksanakan oleh hamba-hambaNya. Tetapi banyak dari mereka tidak bisa menjalankan tugasnya, mereka yang lalai juga lengah darinya. Padahal manusia telah menyanggupi bahwa mereka akan mengemban amanah dariNya.

Saking besarnya amanah yang Allah SWT beri kepada manusia, bahkan diilustrasikan bahwa langit, bumi, dan gunung pun tak mampu mengembannya. Sebagaimana dalam surah Al-Ahzab ayat 72:

اِنَّا عَرَضْنَا الْاَمَانَةَ عَلَى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَالْجِبَالِ فَاَبَيْنَ اَنْ يَّحْمِلْنَهَا وَاَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْاِنْسَانُۗ اِنَّهٗ كَانَ ظَلُوْمًا جَهُوْلًاۙ

Arab Latin: Innā 'araḍnal-amānata 'alas-samāwāti wal-arḍi wal-jibāli fa abaina ay yaḥmilnahā wa asyfaqna min-hā wa ḥamalahal-insān, innahụ kāna ẓalụman jahụlā

Artinya: Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya. Lalu, dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya ia (manusia) sangat zalim lagi sangat bodoh.

Keterkaitan Iman dan Amanah

Sifat amanah pada diri seorang hamba muncul dari keteguhan imannya. Sehingga bila imannya kuat, maka ia memiliki sifat amanah pada dirinya. Begitu juga orang yang tidak amanah, baginya tak memiliki keimanan.

Rasulullah bersabda dalam haditsnya yang diriwayatkan dari Anas bin Malik RA:

لَا إِيمَانَ لِمَنْ لَا أَمَانَةَ لَهُ وَلَا دِينَ لِمَنْ لَا عَهْدَ لَهُ.

Artinya: "Tidak sempurna keimanan bagi orang yang tidak amanah, dan tidak sempurna agama seseorang bagi yang tidak memenuhi janji." (HR Ahmad).

Simak Video "Massa Aksi Bela Al-Qur'an Ancam Demo Tiap Jumat, Jika..."
[Gambas:Video 20detik]
(rah/rah)