Kementerian Haji dan Umrah RI melibatkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam seleksi petugas haji 2027. Hal ini bertujuan memperkuat kualitas petugas haji lewat proses seleksi terukur.
Selain itu, petugas haji juga akan mendapat pembekalan selama satu bulan di asrama haji.
"Petugas haji, insya Allah tahun ini kita seleksinya bekerja sama dengan BKN, Badan Kepegawaian Negara, dan insya Allah semuanya sangat terukur dan teratur," terang Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf dalam konferensi pers di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Jumat (9/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gus Irfan --sapaan akrabnya-- juga menuturkan kerja sama dengan BKN diharapkan bisa mengurangi kerancuan dalam proses perekrutan petugas haji. Seleksi yang terukur jadi bagian dari upaya pemerintah menjaring petugas haji yang kompeten serta mampu menjalani tugas pelayanan kepada jemaah secara optimal.
Tak hanya seleksi, Menhaj juga menyampaikan pemerintah menyiapkan bekal bagi petugas terpilih lewat program pengasramaan selama satu bulan di asrama haji sebelum bertugas. Dia mengatakan, pola persiapan itu telah diterapkan pada tahun sebelumnya dan mendapat apresiasi dari jemaah terhadap kinerja petugas haji.
"Kami siapkan seperti tahun lalu, satu bulan kami asramakan di asrama haji untuk persiapannya," terang Menhaj.
Beberapa waktu lalu, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak juga mengatakan hal serupa. Setidaknya ada 75 ribu orang yang sudah mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi petugas haji.
