5 Doa agar Tidak Malas Beribadah dan Beraktivitas

5 Doa agar Tidak Malas Beribadah dan Beraktivitas

Lathifah Nur Awwaliyyah - detikHikmah
Sabtu, 31 Okt 2026 06:00 WIB
Muslim man praying in the mosque
Ilustrasi Berdoa agar Tidak Malas Beribadah. Foto: Getty Images/iStockphoto/FOTOKITA
Jakarta -

Doa agar tidak malas sangat dianjurkan untuk dibaca agar bisa terhindar dari godaan setan yang mencoba menghasut manusia untuk menunda-nunda ibadah dan aktivitas. Dalam ajaran Islam, sifat malas dapat menjadi celah setan untuk menghilangkan motivasi manusia dari produktivitas dan ketaatan.

Selain dengan usaha untuk membenahi pola hidup dan meluruskan kembali niat di hati, umat Islam juga dianjurkan untuk memohon kepada Allah SWT melalui doa. Lantas, bagaimana bacaan doa agar tidak malas beribadah dan beraktivitas serta senantiasa diberi keteguhan hati dan semangat?

Doa agar Tidak Malas Beribadah dan Beraktivitas

1. Doa Pertama

Mengutip laman NU, berikut doa yang bisa dibaca agar terhindar dari rasa malas beribadah:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

اللَّهُمَّ وَفِّقْنَا لِطَاعَتِكَ وَأَتْمِمْ تَقْصِيْرَنَا وَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Allāhumma waffiqnā li thā'atika, wa atmim taqshīranā, wa taqabbal minnā, innaka antas-samī'ul-'alīm. Wa shallallāhu 'alā sayyidinā Muḥammadin wa ālihī wa shaḥbihī wa sallam. Walḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn.

ADVERTISEMENT

Artinya: "Ya Allah, bimbinglah jalan kami pada jalan ketaatan kepada-Mu, sempurnakanlah kekurangan kami, terimalah ibadah kami. Sungguh, Kau Maha Mendengar lagi Mengetahui. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam-Nya kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam."

2. Doa Kedua

Mengutip buku Tiket ke Surga (Doa2 Mustajab) karya Abdul Majid, berikut doa untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari sifat malas dan pikun:

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَالْهَرَمِ وَالْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ

Allāhumma innī a'ūdzu bika minal-kasali wal-harami wal-ma'tsami wal-maghram.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari sifat malas, pikun, dosa, dan hutang."

3. Doa Ketiga

Mengutip buku Raih Tabiat Mulia Tepis yang Tercela karya Aspar, terdapat doa memohon perlindungan dari sifat lemah dan malas yang diajarkan oleh Rasulullah SAW:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

Allāhumma innī a'ūdzu bika minal-'ajzi wal-kasali, wal-jubni wal-harami wal-bukhli, wa a'ūdzu bika min 'adzābil-qabri, wa min fitnatil-maḥyā wal-mamāt.

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa lemah dan malas, dari rasa takut, tua, dan bakhil. Dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan fitnah hidup dan kematian." (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Doa Keempat

Mengutip buku Inilah Wasiat Nabi bagi Para Penuntut Ilmu karya Wendi Zarman, berikut doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk mengatasi rasa malas dan kegundahan:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Allâhumma innî a'ûdzu bika minal hammi wal hazan. Wa a'ûdzu bika minal 'ajzi wal kasal. Wa a'ûdzu bika minal jubni wal bukhl. Wa a'ûdzu bika min ghalabatid daini wa qahrir rijâl

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan orang-orang."

5. Doa Kelima

Mengutip buku Malaikat pun Mengamini: Kumpulan Doa Penggapai Rida Ilahi karya Hamdan Hamedan, doa dalam Surah Ali 'Imran ayat 8 ini berisi permohonan agar hati tidak berpaling setelah mendapat petunjuk Allah SWT. Imam Al-Ghazali berpendapat, doa ini dapat menjadi perisai hati agar seseorang tetap bersemangat menjalankan ibadah.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً ۚاِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ

Rabbanā lā tuzig qulūbanā ba'da iż hadaitanā wa hab lanā mil ladunka raḥmah(tan), innaka antal-wahhāb(u).

Artinya: "Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami berpaling setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami dan anugerahkanlah kepada kami rahmat dari hadirat-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi."



(inf/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads