Siapa Orang yang Paling Cerdas Menurut Hadits Nabi Muhammad SAW?

Siapa Orang yang Paling Cerdas Menurut Hadits Nabi Muhammad SAW?

Devi Setya - detikHikmah
Selasa, 29 Sep 2026 06:30 WIB
Ilustrasi seorang muslim membaca surat yasin.
Ilustrasi orang paling cerdas menurut hadits. Foto: Gemini AI
Jakarta -

Rasulullah SAW menjelaskan melalui sabda beliau bahwa ada golongan orang yang cerdas. Bentuk kecerdasan ini berkaitan dengan kesadaran terhadap kehidupan dan persiapan menghadapi akhirat.

Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW menyebut orang yang paling cerdas adalah mereka yang banyak mengingat kematian dan mempersiapkan diri untuk kehidupan setelahnya.

Hadits tentang Orang yang Paling Cerdas

Dikutip dari buku Jika Surga Neraka (Tak Pernah) Ada karya Wawan Susetya, diriwayatkan Ibnu Umar RA bahwa pada saat Nabi SAW berkumpul bersama para sahabatnya, ada salah orang sahabat dari kaum Anshar bertanya, "Ya Nabi Allah, siapakah manusia yang paling pintar dan siapa pula yang paling cerdas akalnya?"

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rasulullah SAW kemudian menjawab,

أَكْثَرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ، يَعْنِي الْمَوْتَ

ADVERTISEMENT

Dalam riwayat lain, disebutkan:

أَكْيَسُ الْمُؤْمِنِينَ أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا، وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا، أُولَئِكَ الْأَكْيَاسُ

Artinya: "Orang mukmin yang paling cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah kematian. Mereka itulah orang-orang yang cerdas."

Badrah Uyuni dalam bukunya Pedoman Kehidupan dalam 400 Hadits Nabawi Tematik menjelaskan hadits ini merupakan satu dari sekian banyak hadits yang menunjukkan keutamaan akhlak yang mulia. Dalam riwayat lain beliau bersabda,

"Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya." (HR Abu Dawud)

Nabi Muhammad SAW menjadikan akhlak mulia sebagai parameter keimanan seseorang, semakin baik akhlak seseorang maka semakin baik baik pula imannya.

Hakikat Kematian dalam Islam

Dalam Al-Qur'an ada banyak firman Allah SWT yang mengingatkan manusia pada kematian. Berikut diantaranya:

1. Surah Ali 'Imran Ayat 185

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلْغُرُورِ

Arab-latin: Kullu nafsin żā`iqatul maụt, wa innamā tuwaffauna ujụrakum yaumal-qiyāmah, fa man zuḥziḥa 'anin-nāri wa udkhilal-jannata fa qad fāz, wa mal-ḥayātud-dun-yā illā matā'ul-gurụr

Artinya: Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

2. Surah An-Nisa' Ayat 78

أَيْنَمَا تَكُونُوا۟ يُدْرِككُّمُ ٱلْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِى بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍ ۗ وَإِن تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا۟ هَٰذِهِۦ مِنْ عِندِ ٱللَّهِ ۖ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا۟ هَٰذِهِۦ مِنْ عِندِكَ ۚ قُلْ كُلٌّ مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ ۖ فَمَالِ هَٰٓؤُلَآءِ ٱلْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا

Arab-latin: Aina mā takụnụ yudrikkumul-mautu walau kuntum fī burụjim musyayyadah, wa in tuṣib-hum ḥasanatuy yaqụlụ hāżihī min 'indillāh, wa in tuṣib-hum sayyi`atuy yaqụlụ hāżihī min 'indik, qul kullum min 'indillāh, fa māli hā`ulā`il-qaumi lā yakādụna yafqahụna ḥadīṡā

Artinya: Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?

3. Surah Al-Jumu'ah Ayat 8

قُلْ إِنَّ ٱلْمَوْتَ ٱلَّذِى تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُۥ مُلَٰقِيكُمْ ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Arab-latin: Qul innal-mautallażī tafirrụna min-hu fa innahụ mulāqīkum ṡumma turaddụna ilā 'ālimil-gaibi wasy-syahādati fa yunabbi`ukum bimā kuntum ta'malụn

Artinya: Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."



(dvs/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads