7 Amalan yang Dianjurkan untuk Mempersiapkan Diri Menghadapi Kematian

7 Amalan yang Dianjurkan untuk Mempersiapkan Diri Menghadapi Kematian

Devi Setya - detikHikmah
Jumat, 25 Sep 2026 19:15 WIB
Muslim sujud
ilustrasi Foto: magnific/Magnific
Jakarta -

Setiap makhluk yang benyawa akan menghadapi kematian. Tidak ada yang bisa mempercepat atau menunda kematian karena ajal setiap orang sudah ditentukan oleh Allah SWT.

Dalam Al-Qur'an surat An-Nisa ayat 78, Allah SWT berfirman,

أَيْنَمَا تَكُونُوا۟ يُدْرِككُّمُ ٱلْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِى بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍ ۗ وَإِن تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا۟ هَٰذِهِۦ مِنْ عِندِ ٱللَّهِ ۖ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا۟ هَٰذِهِۦ مِنْ عِندِكَ ۚ قُلْ كُلٌّ مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ ۖ فَمَالِ هَٰٓؤُلَآءِ ٱلْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?

ADVERTISEMENT

Dikutip dari buku Cinta Ilmu: Indahnya Hidup Beragama dengan Ilmu karya Abdul Azib Hussain, ayat ini menjadi pengigat agar manusia tidak lalai ketika masih diberi kesempatan hidup.

Dalam suatu riwayat dari Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda tentang orang-orang yang senantiasa mengingat kematian. Mereka adalah golongan orang-orang yang berakal dan cerdas.

"Wahai Rasulullah SAW, orang beriman manakah yang paling terbaik?" beliau menjawab: "yang paling banyak akhlaknya." Orang ini kemudian bertanya lagi, "Lalu orang beriman manakah yang paling berakal (cerdas)?" beliau menjawab: "Yag paling banyak mengingat kematian dan paling baik persiapannya setelah kematian dan merekalah yang berakal."

Amalan Persiapan Menghadapi Kematian

Berikut tujuh amalan yang dapat dilakukan sebagai bentuk persiapan menghadapi kematian.

1. Memperbanyak Taubat

Amalan pertama yang perlu dilakukan adalah memperbanyak taubat kepada Allah SWT. Manusia tidak luput dari kesalahan dan dosa, sehingga seorang muslim dianjurkan untuk segera memohon ampun dan tidak menunda-nunda taubat.

Taubat dilakukan dengan menyesali dosa, meninggalkannya, serta bertekad untuk tidak mengulanginya.

Allah SWT berfirman dalam surat At-Tahrim ayat 8,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ تُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ يَوْمَ لَا يُخْزِى ٱللَّهُ ٱلنَّبِىَّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَٰنِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَآ أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَٱغْفِرْ لَنَآ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu".

2. Menjaga Salat dan Memperbanyak Ibadah

Salat merupakan ibadah utama yang menjadi kewajiban setiap muslim. Menjaga salat lima waktu menjadi salah satu bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus bekal untuk kehidupan akhirat.

Termaktub dalam surat Al-'Ankabut ayat 45,

ٱتْلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ ٱللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Artinya: Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

3. Memperbanyak Zikir dan Mengingat Allah

Mengingat kematian seharusnya mendorong seseorang untuk semakin dekat kepada Allah SWT. Salah satu caranya adalah memperbanyak zikir dalam kehidupan sehari-hari.

Zikir dapat dilakukan kapan saja, baik setelah salat maupun ketika menjalankan aktivitas sehari-hari. Di antaranya dengan membaca tasbih, tahmid, takbir, tahlil, istighfar, dan shalawat.

4. Memperbanyak Sedekah dan Amal Jariyah

Sedekah merupakan salah satu amal yang dapat menjadi bekal bagi seorang muslim. Selain memberikan manfaat kepada orang lain, sedekah juga menjadi bentuk kepedulian sosial dan ketaatan kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa terdapat amal yang pahalanya tetap mengalir setelah seseorang meninggal dunia.

Dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

"Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya."

5. Menunaikan Utang dan Menyelesaikan Hak Orang Lain

Jika memiliki utang, seorang muslim dianjurkan untuk segera melunasinya. Begitu pula dengan hak orang lain yang masih menjadi tanggungan, sebaiknya diselesaikan sebelum ajal datang.

6. Memperbaiki Hubungan dengan Keluarga dan Sesama

Mempersiapkan kematian juga dapat dilakukan dengan memperbaiki hubungan dengan orang-orang di sekitar. Seorang muslim hendaknya berusaha meminta maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan dan memaafkan kesalahan orang lain.

Berbakti kepada orang tua, menjaga silaturahmi, menyayangi keluarga, serta menghindari permusuhan merupakan bagian dari akhlak yang dianjurkan dalam Islam.

7. Memperbanyak Amal Saleh dan Meninggalkan Maksiat

Amalan terakhir adalah memperbanyak amal saleh sekaligus berusaha meninggalkan perbuatan maksiat. Setiap kesempatan hidup dapat digunakan untuk menambah bekal menuju akhirat.

Amal saleh dapat berupa banyak hal, seperti membantu orang yang membutuhkan, menuntut ilmu, mengajarkan kebaikan, membaca Al-Qur'an, bersedekah, berbakti kepada orang tua, menjaga silaturahmi, dan berbagai perbuatan baik lainnya.



(dvs/lus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads