Kematian bukanlah akhir hubungan antara orang yang telah wafat dan orang yang masih hidup. Meski telah berpulang, orang tua, kerabat, dan sesama mukmin tetap dapat didoakan.
Doa tersebut dapat dipanjatkan untuk memohon rahmat dan ampunan Allah SWT bagi almarhum. Agar doa dibaca dengan baik dan sesuai adab, berikut tata cara yang dapat diikuti.
Tata Cara Membaca Doa Arwah
Dalam buku Doa Jenazah Mustajab: Mengiringi Arwah Menghadap ke Hadirat Allah dengan Lafal-lafal Mubarokah karya A. Kadir, doa arwah dapat dibaca dengan tata cara berikut:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Berwudu dan Menghadap Kiblat
Awali dengan bersuci dari hadas kecil maupun hadas besar, mengenakan pakaian yang bersih dan menutup aurat, serta duduk menghadap kiblat dengan hati yang khusyuk.
2. Membaca Istighfar
Sebelum memohonkan ampunan bagi orang lain, bersihkan terlebih dahulu batin sendiri dengan melafalkan istighfar minimal tiga kali. Ini menjadi bentuk kerendahan hati di hadapan Allah SWT.
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
Astaghfirullahal 'azhim
"Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung"
3. Membaca Kalimat Hadharah (Kiriman Al-Fatihah dan Tawasul)
Langkah berikutnya adalah membacakan hadharah atau tawasul Al-Fatihah. Hadiah bacaan surah pembuka Al-Qur'an ini ditujukan pertama kali kepada baginda Rasulullah SAW beserta keluarga dan sahabatnya, para nabi, para wali, lalu secara spesifik dihadiahkan kepada almarhum dengan menyebutkan namanya.
إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى سَيِّدِنَا مُحمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاٰلِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَأَوْلَادِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ الْفَــاتِحَةُ
Ila hadhratinnabiyyil musthafa sayyidina Muhammadin shallallahu 'alaihi wa sallama wa alihi wa azwajihi wa awladihi wa dzurriyyatihi al-fatihah
"Kepada yang terhormat Nabi Muhammad SAW, segenap keluarga, istri-istrinya, anak-anaknya, dan keturunannya. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah"
ثُمَّ إِلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَامِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ، خُصُوْصًا إِلَى سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجِيْلَانِي الْفَــاتِحَةُ
"Lalu kepada segenap saudara beliau dari kalangan para nabi, rasul, wali, syuhada, orang-orang saleh, sahabat, tabi'in, ulama al-amilin (yang mengamalkan ilmunya), ulama penulis yang ikhlas, semua malaikat Muqarrabin, terkhusus kepada Syekh Abdul Qadir al-Jilani. Al-Fatihah. "
ثُمَّ إِلَى جَمِيْعِ أهْلِ الْقُبُوْرِ مِمَّنْ ذُكِرَتْ أَسْمَاؤُهُ فِيْ هٰذِهِ الرِّسَالَةِ حَضْرَةِ رُوْحِ ... وَحَضْرَةِ رُوْحِ ... وَحَضْرَةِ رُوْحِ ... رَحِمَهُمُ اللهُ وَغَفَرَهُمْ، الْفَاتِحَةُ
"Kemudian kepada semua ahli kubur, yang namanya disebutkan dalam risalah ini. Kepada..., dan kepada..., dan kepada.... Semoga Allah merahmati dan mengampuni mereka. Al-Fatihah"
4. Membaca Surah Al-Mulk
Sebagaimana diuraikan A. Kadir, pembacaan surah Al-Mulk menjadi bagian istimewa dalam rangkaian doa arwah. Rasulullah SAW menyebut surah Al-Mulk sebagai Al-Mani'ah (penghalang) dan Al-Munjiyah (penyelamat), yakni surah yang dapat membela pembacanya serta menjadi perisai yang menyelamatkan mayit dari pedihnya siksa kubur.
5. Melafalkan Doa Hadiah Pahala
Setelah menyelesaikan bacaan Al-Mulk dan zikir tahlil, baca doa pengantar agar pahala bacaan tersebut diantarkan oleh Allah.
اَللَّهُمَّ أَوْصِلْ ثَوَابَ مَا قَرَأْنَاهُ إِلَى رُوْحِ ...
Allahumma awshil tsawaba ma qara'nahu ila ruhi
"Ya Allah, terimalah dan sampaikanlah pahala apa yang telah kami baca kepada arwah ... (sebutkan nama arwahnya)"
Bacaan Doa Arwah untuk Hadiah Almarhum
Merujuk kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi, ada beberapa doa arwah yang bisa dihadiahkan untuk almarhum agar mendapatkan ampunan, keselamatan dari siksa kubur dan neraka.
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ ، وَأَتَاكُمْ مَا تُوعَدُونَ، غَدًا مُؤَجَلُونَ ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِاهْلِ بقيع الغرقد
Assalamu'alaikum dara qaumin mu'minin, wa atakum ma tu'adun, ghadan muajjalun, wa inna insya allahu bikum lahiqun. Allahumaghfir liahli baqi'il gharqad
"Semoga keselamatan terlimpah buat kalian, wahai kaum mukmin yang menghuni rumah (kuburan) ini. Akan datang kepada kalian apa yang dijanjikan kepada kalian besok dengan segera; dan sesungguhnya kami, insya Allah, pasti menyusul kalian. Ya Allah, beri ampunlah kepada ahli Baqi'ul Ghargad."
السَّلَامُ عَلَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ ، وَيَرْحَمُ اللَّهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنكُمْ وَمِنَّا وَ الْمُسْتَأْخِرِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ
Assalamu 'ala ahliddiyari minal mu'minina wal muslimin, wa yarhamullahul mustaqdimina minkum wa minna wal musta'khirina wa inna insya allahu bikum lahiqun
"Semoga keselamatan terlimpah kepada ahli kubur dari kalangan kaum mukmin dan kaum muslim. Semoga Allah merahmati orang-orang yang terdahulu dari kalian dan kami serta orang-orang yang terkemudian (dari kalian). Sesungguhnya kami, insya Allah, benar-benar akan menyusul kalian."
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ
Assalamu'alaikum dara qaumin mu'minin wa inna insya allahu bikum lahiqun
"Semoga keselamatan terlimpah kepada kalian, wahai penghuni kuburan dari kaum mukmin; dan insya allah kami akan menyusul kalian"
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ الْقُبُورِ ، يَغْفِرُ اللَّهُ لَنا وَلَكُمْ ، أَنْتُمْ سَلَفُنَا وَنَحْنُ بِالْأَثَرِ
Assalamu'alaikum ya ahlal qubur, yaghfirullahulana wa lakum, antum salafuna wa nahnu bil atsari
"Semoga keselamatan terlimpah kepada kalian, wahai ahli kubur. Semoga Allah mengampuni kami dan kalian, kalian adalah pendahulu kami, dan kami akan menyusul kalian."
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ، أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ
Assalamu'alaikum ahladdiyari minal mu'minin, wa inna insya allahu bikum lalahiqun, as'alullahalana wa lakumul 'afiyah
"Semoga keselamatan terlimpah kepada kalian, wahai kaum mukmin penghuni kuburan ini. Sesungguhnya kami, insya allah, benar-benar akan menyusul kalian. Aku memohon keselamatan kepada Allah buat kami dan kalian."
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ انْتُمْ لَنَا فَرَطٌ وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعُ
Assalamu'alaikum ahladdiyari minal mu'minin, wa inna insya allahu bikum lalahiqun, antum lana farathun wa nahnu lakum taba'un
"Semoga keselamatan terlimpah kepada kalian, wahai kaum mukmin penghuni kuburan ini. Sesungguhnya kami, insya Allah, benar-benar akan menyusul kalian. Kalian adalah pendahulu kami, dan kami akan mengikuti kalian."
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ ، أَنْتُمْ لَنَا فَرَطٌ ، وَإِنَّا بِكُمْ لَاحِقُونَ اللَّهُم لا تحرمنَا أَجْرَهُمْ ، وَلَا تُضِلَّنَا بَعْدَهُمْ
Assalamu'alaikum dara qaumin mu'minin, antum lana farathun, wa inna bikum lahiqun. Allahumma la tahrimna ajrahum, wa la tudhilluna ba'dahum
"Semoga keselamatan terlimpah kepada kalian, wahai penghuni kuburan ini dari kaum mukmin. Kalian adalah orang-orang yang mendahului kami, dan sesungguhnya kami akan menyusul kalian. Ya Allah, janganlah Engkau menghalangi kami akan pahala mereka, dan janganlah Engkau menyesatkan kami sesudah mereka."
(inf/inf)
