Dalam aktivitas sehari-hari, makan bukan sekadar pemuas rasa lapar, melainkan ibadah yang mendatangkan berkah jika dilakukan sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Banyak di antara kita yang mungkin masih keliru mengenai redaksi doa sebelum makan yang paling tepat sesuai hadits shahih.
Dr. K.H. Muhammad Abduh Tuasikal, MSc dalam tulisannya mengatakan, doa sebelum makan cukup membaca bismillah. Hal itu sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Dalil Doa Sebelum Makan
Dalam Al Kalimuth Thoyyib, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ŲØšŲ ØąØŦŲ ØŽØ¯Ų Ø§ŲŲØ¨Ų ØĩŲŲ Ø§ŲŲŲ ØšŲŲŲ ŲØŗŲŲ : ØŖŲŲ ŲØ§Ų ŲØŗŲ Øš اŲŲØ¨Ų ØĩŲŲ Ø§ŲŲŲ ØšŲŲŲ ŲØŗŲŲ ØĨذا ب਍ ØĨŲŲŲ ØˇØšØ§Ų Ø§ ŲŲŲŲ : Ø¨ØŗŲ Ø§ŲŲŲ
Artinya: Dari seseorang yang mengabdi pada Nabi SAW, ia berkata bahwa ia mendengar Nabi SAW ketika makanan mendekatinya, beliau mengucapkan "bismillah".
Hadits tersebut dihasankan oleh Syaikh Al Albani.
Dalam riwayat lain, dari 'Umar bin Abi Salamah, ia berkata, "Waktu aku masih kecil dan berada di bawah asuhan Rasulullah SAW, tanganku bersileweran di nampan saat makan. Kemudian Rasulullah SAW pun bersabda,
ŲŲØ§ ØēŲŲØ§ŲŲ Ų ØŗŲŲ ŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ Ø ŲŲŲŲŲŲ Ø¨ŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲ ŲŲØ§ ŲŲŲŲŲŲŲ Âģ . ŲŲŲ ŲØ§ Ø˛ŲØ§ŲŲØĒŲ ØĒŲŲŲŲŲ ØˇŲØšŲŲ ŲØĒŲŲ Ø¨ŲØšŲدŲ
Artinya: "Wahai Ghulam, sebutlah nama Allah (bacalah "bismillah"), makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu." Maka seperti itulah gaya makanku setelah itu. (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari 'Aisyah RA, Rasulullah SAW juga bersabda,
ØĨŲØ°Ųا ØŖŲŲŲŲŲ ØŖŲØŲØ¯ŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲŲŲØ°ŲŲŲØąŲ Ø§ØŗŲŲ Ų Ø§ŲŲŲŲŲŲ ØĒŲØšŲاŲŲŲ ŲŲØĨŲŲŲ ŲŲØŗŲŲŲ ØŖŲŲŲ ŲŲØ°ŲŲŲØąŲ Ø§ØŗŲŲ Ų Ø§ŲŲŲŲŲŲ ØĒŲØšŲاŲŲŲ ŲŲŲ ØŖŲŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲŲŲŲ Ø¨ŲØŗŲŲ Ų Ø§ŲŲŲŲŲŲ ØŖŲŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØĸØŽŲØąŲŲŲ
Artinya: "Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta'ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta'ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: "Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)"." (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi.
Doa Sebelum Makan: Arab, Latin dan Artinya
Berdasarkan beberapa dalil di atas, maka doa sebelum makan adalah sebagai berikut:
Ø¨ŲØŗŲŲ Ų Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲ
Arab Latin: Bismillah
Artinya: Dengan Menyebut Nama Allah
Mengapa Harus Membaca Bismillah?
Membaca nama Allah bukan sekadar formalitas. Ada alasan kuat di baliknya. Dengan melafalkan bismillah ketika makan, maka kita telah mencegah setan ikut makan. Selain itu juga untuk mendatangkan keberkahan dalam setiap makanan yang kita santap.
An Nawawi rahimahullah dalam kitab Al Adzkar mengatakan, kata bismillah juga disebut sebagai kata tasmiyah. Sedangkan jika disebut basmalah, maka yang dimaksud adalah ucapan bismillahir rohmaanir rohiim.
Mengucapkan bismillah sudah cukup mengikuti sunnah. Tidak perlu ditambah irrohmaanirrohiim. Bacaan ini boleh diucapkan oleh orang yang junub, wanita haidh dan lainnya.
Soal Doa Makan Allahumma baarik lanaa
Mungkin kita sering mendengar doa makan Allahumma baarik lanaa fii maa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaaban naar. Doa ini kerap dipraktekkan oleh kaum muslimin di sekitar kita.
Doa tersebut diambil berdasarkan dalil berikut,
ØąŲŲŲØ§ ŲŲ ŲØĒØ§Ø¨ Ø§Ø¨Ų Ø§ŲØŗŲŲ ØšŲ ØšØ¨Ø¯ اŲŲŲŲ Ø¨Ų ØšŲ ØąŲ Ø¨Ų Ø§ŲØšØ§Øĩ ØąØļŲ Ø§ŲŲŲŲ ØšŲŲŲ Ø§ ØšŲ Ø§ŲŲØ¨ŲŲ ØĩŲŲ Ø§ŲŲŲŲ ØšŲŲŲ ŲØŗŲŲ ØŖŲŲ ŲØ§Ų ŲŲŲŲ ŲŲ Ø§ŲØˇØšØ§Ų ØĨذا ŲŲØąŲŲØ¨Ų ØĨŲŲŲ : " اŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ Ø¨Ø§ØąŲŲŲ ŲŲŲØ§ ŲŲŲŲ Ø§ ØąŲØ˛ŲŲŲØĒŲŲØ§ ŲŲŲŲŲØ§ ØšŲØ°ŲØ§Ø¨Ų Ø§ŲŲŲŲØ§ØąŲ Ø¨Ø§ØŗŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ "
Artinya: Telah diriwayatkan dalam kitab Ibnus Sunni dari 'Abdullah bin 'Amr bin Al 'Ash radhiyallahu 'anhuma, dari Nabi SAW bahwa ketika makanan didekatkan kepadanya, beliau biasa mengucapkan "Allahumma baarik lanaa fii maa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaaban naar, bismillah".
Namun, menurut Muhammad Abduh Tuasikal, MSc, hadits yang mendasari doa ini dinilai Dho'if (lemah).
Ibnu Hajar Al-Asqalani menyebutkan ada perawi bernama Muhammad bin Abi Az Zu'ayzi'ah yang dianggap munkarul hadits (haditsnya ditolak). Bahkan, Imam Al Bukhari, Adz Dzahabi dan Abu Hatim menilai Muhammad bin Abi Az Zu'ayzi'ah munkarul hadits jiddan.
Ishomuddin Ash Shobabthi menjelaskan dalam takhrij Al Adzkar, "Hadits tersebut dikeluarkan oleh Ibnu As Sunni dalam 'Amalul Yaum wal Lailah dan sanadnya dho'if. Di dalamnya terdapat 'Isa bin Al Qosim ibnu Sami'. Dia adalah perowi yang shoduq akan tetapi sering membuat kesalahan dan sering melakukan tadlis serta ia dituduh berpaham qodariyah. Juga diriwayatkan dari Muhammad bin Abi Az Zu'ayzi'ah. Ibnu Hibban mengatakan bahwa Muhammad bin Abi Az Zu'ayzi'ah adalah dajjal (pendusta besar)."
Oleh karena itu, untuk mengamalkan sunnah yang lebih murni dan selamat, para ulama menyarankan untuk mencukupkan diri dengan bacaan bismillah ketika hendak makan sebagaimana yang dipraktikkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW.
Wallahu a'lam.
(hnh/lus)












































Komentar Terbanyak
Dubes Saudi: Serangan Iran ke Negara Teluk Berdampak pada Solidaritas Umat Islam
Kisah Wanita Pemberani 'Sang Perisai Rasulullah' di Perang Uhud
MUI: Pemerintah Harus Tinjau Ulang Keterlibatan RI di Board of Peace