Doa Sebelum Makan yang Benar Sesuai Sunnah

Doa Sebelum Makan yang Benar Sesuai Sunnah

Hanif Hawari - detikHikmah
Kamis, 26 Mar 2026 07:15 WIB
Ilustrasi Puasa 2026
Ilustrasi makan (Foto: Freepik)
Jakarta -

Dalam aktivitas sehari-hari, makan bukan sekadar pemuas rasa lapar, melainkan ibadah yang mendatangkan berkah jika dilakukan sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Banyak di antara kita yang mungkin masih keliru mengenai redaksi doa sebelum makan yang paling tepat sesuai hadits shahih.

Dr. K.H. Muhammad Abduh Tuasikal, MSc dalam tulisannya mengatakan, doa sebelum makan cukup membaca bismillah. Hal itu sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Dalil Doa Sebelum Makan

Dalam Al Kalimuth Thoyyib, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ŲˆØšŲ† ØąØŦŲ„ ØŽØ¯Ų… Ø§Ų„Ų†Ø¨ŲŠ ØĩŲ„Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØšŲ„ŲŠŲ‡ ŲˆØŗŲ„Ų… : ØŖŲ†Ų‡ ŲƒØ§Ų† ŲŠØŗŲ…Øš Ø§Ų„Ų†Ø¨ŲŠ ØĩŲ„Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØšŲ„ŲŠŲ‡ ŲˆØŗŲ„Ų… ØĨذا Ų‚ØąØ¨ ØĨŲ„ŲŠŲ‡ ØˇØšØ§Ų…Ø§ ŲŠŲ‚ŲˆŲ„ : Ø¨ØŗŲ… Ø§Ų„Ų„Ų‡

Artinya: Dari seseorang yang mengabdi pada Nabi SAW, ia berkata bahwa ia mendengar Nabi SAW ketika makanan mendekatinya, beliau mengucapkan "bismillah".

ADVERTISEMENT

Hadits tersebut dihasankan oleh Syaikh Al Albani.

Dalam riwayat lain, dari 'Umar bin Abi Salamah, ia berkata, "Waktu aku masih kecil dan berada di bawah asuhan Rasulullah SAW, tanganku bersileweran di nampan saat makan. Kemudian Rasulullah SAW pun bersabda,

ŲŠŲŽØ§ ØēŲŲ„Ø§ŲŽŲ…Ų ØŗŲŽŲ…ŲŲ‘ Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŽ ، ŲˆŲŽŲƒŲŲ„Ų’ Ø¨ŲŲŠŲŽŲ…ŲŲŠŲ†ŲŲƒŲŽ ŲˆŲŽŲƒŲŲ„Ų’ Ų…ŲŲ…ŲŽŲ‘Ø§ ŲŠŲŽŲ„ŲŲŠŲƒŲŽ Âģ . ŲŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø˛ŲŽØ§Ų„ŲŽØĒŲ’ ØĒŲŲ„Ų’ŲƒŲŽ ØˇŲØšŲ’Ų…ŲŽØĒؐ؉ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯Ų

Artinya: "Wahai Ghulam, sebutlah nama Allah (bacalah "bismillah"), makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu." Maka seperti itulah gaya makanku setelah itu. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari 'Aisyah RA, Rasulullah SAW juga bersabda,

ØĨŲØ°ŲŽØ§ ØŖŲŽŲƒŲŽŲ„ŲŽ ØŖŲŽØ­ŲŽØ¯ŲŲƒŲŲ…Ų’ ŲŲŽŲ„Ų’ŲŠŲŽØ°Ų’ŲƒŲØąŲ Ø§ØŗŲ’Ų…ŲŽ Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰ ŲŲŽØĨؐ؆ؒ Ų†ŲŽØŗŲŲ‰ŲŽ ØŖŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲŽØ°Ų’ŲƒŲØąŲŽ Ø§ØŗŲ’Ų…ŲŽ Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰ ؁ؐ؉ ØŖŲŽŲˆŲŽŲ‘Ų„ŲŲ‡Ų ŲŲŽŲ„Ų’ŲŠŲŽŲ‚ŲŲ„Ų’ Ø¨ŲØŗŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų ØŖŲŽŲˆŲŽŲ‘Ų„ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØĸØŽŲØąŲŽŲ‡Ų

Artinya: "Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta'ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta'ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: "Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)"." (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi.

Doa Sebelum Makan: Arab, Latin dan Artinya

Berdasarkan beberapa dalil di atas, maka doa sebelum makan adalah sebagai berikut:

Ø¨ŲØŗŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų

Arab Latin: Bismillah

Artinya: Dengan Menyebut Nama Allah

Mengapa Harus Membaca Bismillah?

Membaca nama Allah bukan sekadar formalitas. Ada alasan kuat di baliknya. Dengan melafalkan bismillah ketika makan, maka kita telah mencegah setan ikut makan. Selain itu juga untuk mendatangkan keberkahan dalam setiap makanan yang kita santap.

An Nawawi rahimahullah dalam kitab Al Adzkar mengatakan, kata bismillah juga disebut sebagai kata tasmiyah. Sedangkan jika disebut basmalah, maka yang dimaksud adalah ucapan bismillahir rohmaanir rohiim.

Mengucapkan bismillah sudah cukup mengikuti sunnah. Tidak perlu ditambah irrohmaanirrohiim. Bacaan ini boleh diucapkan oleh orang yang junub, wanita haidh dan lainnya.

Soal Doa Makan Allahumma baarik lanaa

Mungkin kita sering mendengar doa makan Allahumma baarik lanaa fii maa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaaban naar. Doa ini kerap dipraktekkan oleh kaum muslimin di sekitar kita.

Doa tersebut diambil berdasarkan dalil berikut,

ØąŲˆŲŠŲ†Ø§ ؁؊ ؃ØĒاب Ø§Ø¨Ų† Ø§Ų„ØŗŲ†ŲŠ ØšŲ† ؚبد Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų‡ Ø¨Ų† ØšŲ…ØąŲˆ Ø¨Ų† Ø§Ų„ØšØ§Øĩ ØąØļ؊ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų‡ ØšŲ†Ų‡Ų…Ø§ ØšŲ† Ø§Ų„Ų†Ø¨ŲŠŲ‘ ØĩŲ„Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų‡ ØšŲ„ŲŠŲ‡ ŲˆØŗŲ„Ų… ØŖŲ†Ų‡ ŲƒØ§Ų† ŲŠŲ‚ŲˆŲ„ ؁؊ Ø§Ų„ØˇØšØ§Ų… ØĨذا Ų‚ŲØąŲŲ‘Ø¨ŲŽ ØĨŲ„ŲŠŲ‡ : " Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ Ø¨Ø§ØąŲŲƒŲ’ Ų„ŲŽŲ†Ø§ ŲŲŲŠŲ…Ø§ ØąŲŽØ˛ŲŽŲ‚Ų’ØĒŲŽŲ†Ø§ ŲˆŲŽŲ‚ŲŲ†Ø§ ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨ŲŽ Ø§Ų„Ų†ŲŽŲ‘Ø§ØąŲ Ø¨Ø§ØŗŲ… Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų "

Artinya: Telah diriwayatkan dalam kitab Ibnus Sunni dari 'Abdullah bin 'Amr bin Al 'Ash radhiyallahu 'anhuma, dari Nabi SAW bahwa ketika makanan didekatkan kepadanya, beliau biasa mengucapkan "Allahumma baarik lanaa fii maa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaaban naar, bismillah".

Namun, menurut Muhammad Abduh Tuasikal, MSc, hadits yang mendasari doa ini dinilai Dho'if (lemah).

Ibnu Hajar Al-Asqalani menyebutkan ada perawi bernama Muhammad bin Abi Az Zu'ayzi'ah yang dianggap munkarul hadits (haditsnya ditolak). Bahkan, Imam Al Bukhari, Adz Dzahabi dan Abu Hatim menilai Muhammad bin Abi Az Zu'ayzi'ah munkarul hadits jiddan.

Ishomuddin Ash Shobabthi menjelaskan dalam takhrij Al Adzkar, "Hadits tersebut dikeluarkan oleh Ibnu As Sunni dalam 'Amalul Yaum wal Lailah dan sanadnya dho'if. Di dalamnya terdapat 'Isa bin Al Qosim ibnu Sami'. Dia adalah perowi yang shoduq akan tetapi sering membuat kesalahan dan sering melakukan tadlis serta ia dituduh berpaham qodariyah. Juga diriwayatkan dari Muhammad bin Abi Az Zu'ayzi'ah. Ibnu Hibban mengatakan bahwa Muhammad bin Abi Az Zu'ayzi'ah adalah dajjal (pendusta besar)."

Oleh karena itu, untuk mengamalkan sunnah yang lebih murni dan selamat, para ulama menyarankan untuk mencukupkan diri dengan bacaan bismillah ketika hendak makan sebagaimana yang dipraktikkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW.

Wallahu a'lam.




(hnh/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads