Waktu Mustajab Berdoa di Bulan Rajab, Catat Tanggalnya!

Waktu Mustajab Berdoa di Bulan Rajab, Catat Tanggalnya!

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Kamis, 01 Jan 2026 09:00 WIB
Waktu Mustajab Berdoa di Bulan Rajab, Catat Tanggalnya!
Ilustrasi waktu mustajab bulan Rajab. Foto: Freepik
Jakarta -

Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan oleh Allah SWT. Sejumlah malam pada bulan ini diyakini mustajab untuk berdoa.

Kemuliaan dan kesucian bulan Rajab dijelaskan Allah SWT dalam firman-Nya pada surah At-Taubah ayat 36,

Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŽ ØšŲØ¯Ų‘ŲŽØŠŲŽ Ø§Ų„Ø´Ų‘ŲŲ‡ŲŲˆŲ’ØąŲ ØšŲŲ†Ų’Ø¯ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų اØĢŲ’Ų†ŲŽØ§ ØšŲŽØ´ŲŽØąŲŽ Ø´ŲŽŲ‡Ų’ØąŲ‹Ø§ ŲŲŲŠŲ’ ؃ؐØĒŲ°Ø¨Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲŽ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ…Ų°ŲˆŲ°ØĒؐ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø§ŲŽØąŲ’ØļŲŽ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲŽØąŲ’Ø¨ŲŽØšŲŽØŠŲŒ Ø­ŲØąŲŲ…ŲŒ Û—Ø°Ų°Ų„ŲŲƒŲŽ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲŠŲ’Ų†Ų Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽŲŠŲ‘ŲŲ…Ų ەۙ ŲŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲŽØ¸Ų’Ų„ŲŲ…ŲŲˆŲ’Ø§ ŲŲŲŠŲ’Ų‡ŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§ŲŽŲ†Ų’ŲŲØŗŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ‚ŲŽØ§ØĒŲŲ„ŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØ´Ų’ØąŲŲƒŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲƒŲŽØ§Û¤ŲŲ‘ŲŽØŠŲ‹ ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ ŲŠŲŲ‚ŲŽØ§ØĒŲŲ„ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ŲƒŲŽØ§Û¤ŲŲ‘ŲŽØŠŲ‹ Û—ŲˆŲŽØ§ØšŲ’Ų„ŲŽŲ…ŲŲˆŲ’Ų“Ø§ Ø§ŲŽŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŽ Ų…ŲŽØšŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØĒŲ‘ŲŽŲ‚ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauhulmahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa."

Menurut Tafsir Ibnu Katsir mengacu hadits Imam Ahmad dan Imam Bukhari, empat bulan haram yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah Zulkaidah, Zulhijah, Muharam, dan Rajab.

ADVERTISEMENT

Diharamkan (disucikan) bulan Rajab, kata Ibnu Katsir, adalah untuk melakukan umrah bagi orang-orang di luar Jazirah Arab sehingga mereka bisa menunaikan ibadahnya dan kembali ke negerinya dengan aman.

Umat Islam dilarang berbuat zalim pada bulan-bulan haram. Para ulama kemudian menganjurkan untuk memperbanyak amal saleh, termasuk berdoa.

3 Malam Istimewa Bulan Rajab

Hujjatul Islam Imam al-Ghazali dalam kitabnya Ihya 'Ulumuddin yang diterjemahkan Purwanto, menyebutkan ada tiga malam bulan Rajab yang memiliki keutamaan. Imam al-Ghazali memasukkan waktu ini dalam malam-malam khusus, yang diyakini sebagai waktu terbaik beramal saleh.

1. Malam Pertama Bulan Rajab

Pertama, malam tanggal 1 Rajab. Malam ini menandai masuknya bulan Rajab, sehingga sebagian umat Islam memanfaatkannya untuk meningkatkan ibadah dan doa menyambut bulan mulia.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2025-2026 terbitan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, 1 Rajab bertepatan dengan 21 Desember 2025. Sehingga malam pertama bulan Rajab dimulai sejak matahari terbenam pada 20 Desember 2025.

2. Malam Pertengahan Bulan Rajab (Malam 15 Rajab)

Malam 15 Rajab juga diyakini memiliki keutamaan. Pertengahan bulan sering menjadi waktu refleksi spiritual, sehingga banyak umat Islam memanfaatkan malam ini untuk berzikir, berdoa, atau memperbanyak ibadah sunnah.

Mengacu kalender sebelumnya, 15 Rajab 1447 H jatuh pada 4 Januari 2026. Dengan demikian, malam pertengahan Rajab dimulai setelah magrib pada 3 Januari 2026.

3. Malam 27 Rajab (Malam Isra Mikraj)

Waktu istimewa lainnya adalah malam 27 Rajab. Malam ini dikenal sebagai malam Isra Mikraj, yaitu peristiwa ketika Rasulullah SAW diperjalankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan kemudian dilanjutkan ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah salat lima waktu dari Allah SWT menurut riwayat yang shahih.

Tanggal 27 Rajab 1447 H bertepatan dengan 16 Januari 2026, yang berarti malam 27 Rajab akan dimulai setelah magrib pada 15 Januari 2026.

Imam al-Ghazali menerangkan menghidupkan malam-malam yang memiliki keutamaan dengan ibadah termasuk amalan sunnah. Menurutnya, malam-malam tersebut merupakan kesempatan berharga untuk memperbanyak amal saleh sekaligus waktu terbaik bagi seorang hamba untuk "berniaga" dalam urusan akhirat.

"Barang siapa lalai dan lengah pada masa tersebut, dia tidak akan menuai laba," kata Imam al-Ghazali dalam kitabnya.

Waktu Mustajab untuk Berdoa

Waktu malam, khususnya pada sepertiga malam terakhir atau menjelang sahur, diyakini sebagai salah satu waktu yang paling utama untuk memanjatkan doa. Hal ini merujuk pada firman Allah SWT dalam surah Adz-Dzariyat ayat 18,

ŲˆŲŽØ¨ŲØ§Ų„Ų’Ø§ŲŽØŗŲ’Ø­ŲŽØ§ØąŲ Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲŠŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ ŲĄŲ¨

Artinya: "dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah)."

Penjelasan tersebut diperkuat oleh hadits Rasulullah SAW yang menerangkan keutamaan sepertiga malam terakhir. Rasulullah SAW bersabda,

ŲŠŲŽŲ†Ø˛ŲŲ„Ų Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰ ŲƒŲŲ„Ų‘ŲŽ Ų„ŲŽŲŠŲ’Ų„ŲŽØŠŲ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲ…ŲŽØ§ØĄŲ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲ†Ų’ŲŠŲŽØ§ Ø­ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲŠŲŽØ¨Ų’Ų‚ŲŽŲ‰ ØĢŲŲ„Ų’ØĒŲ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲŠŲ’Ų„Ų Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽØŽŲŲŠØąŲ ŲŲŽŲŠŲŽŲ‚ŲŲˆŲ„Ų ØšŲŽØ˛Ų‘ŲŽ ŲˆŲŽØŦŲŽŲ„Ų‘ŲŽ: Ų…ŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲŽØ¯Ų’ØšŲŲˆŲ†ŲŲŠ ŲŲŽØŖŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØŦŲŲŠŲ’Ø¨ŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲØŒ Ų…ŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲŽØŗŲ’ØŖŲŽŲ„ŲŲ†ŲŲŠ ŲŲŽØŖŲŽØšŲ’ØˇŲŲŠŲ’Ų‡Ų Ų…ŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲŲ†ŲŲŠ ŲŲŽØŖŲŽØēŲ’ŲŲØąŲ’ Ų„ŲŽŲ‡Ų

Artinya: "Allah SWT akan turun (rahmat-Nya) setiap malam ke langit dunia tatkala tersisa sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, 'Barang siapa berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkan doanya. Barang siapa meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya. Barang siapa memohon ampunan kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya'." (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA)

Doa Bulan Rajab

Adapun doa harian yang dapat dibaca setiap hari di bulan Rajab. Berikut lafaz doanya dinukil dari buku Mafatih Al Jinan edisi Indonesia susunan Syaikh Abbas Al Qummi:

ŲŠŲŽØ§ Ų…ŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲŽŲ…Ų’Ų„ŲŲƒŲ Ø­ŲŽŲˆŲŽØ§ØĻؐØŦŲŽ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽØ§ØĻŲŲ„ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽ ŲŠŲŽØšŲ’Ų„ŲŽŲ…Ų ØļŲŽŲ…ŲŲŠØąŲŽ Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽØ§Ų…ŲØĒŲŲŠŲ†ŲŽØŒ Ų„ŲŲƒŲŲ„Ų‘Ų Ų…ŲŽØŗŲ’ØŖŲŽŲ„ŲŽØŠŲ Ų…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŽ ØŗŲŽŲ…Ų’ØšŲ Ø­ŲŽØ§ØļŲØąŲˆ ØŦŲŽŲˆŲŽØ§Ø¨Ų ØšŲŽØĒŲŲŠØ¯Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲˆŲŽØ§ØšŲŲŠŲ’Ø¯ŲŲƒŲŽ Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽØ§Ø¯ŲŲ‚ŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØŖŲŽŲŠŲŽØ§ Ø¯ŲŲŠŲ’ŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’ŲŲŽØ§ØļŲŲ„ŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØĒŲŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’ŲˆŲŽØ§ØŗŲØšŲŽØŠŲØŒ ŲŲŽØŖŲŽØŗŲ’ØŖŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ ØŖŲŽŲ†Ų’ ØĒŲØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲŠ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲˆŲŽØĸ؄ؐ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŽŲ‚Ų’ØļŲŲŠŲŽ Ø­ŲŽŲˆŲŽØ§Ų†ØŦ؊ Ų„ŲŲ„Ø¯Ų‘ŲŲ†Ų’ŲŠŲŽØ§ ŲˆŲŽ Ø§Ų„Ų’ØĸØŽŲØąŲŽØŠŲØŒ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲƒŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ŲƒŲŲ„Ų‘Ų Ø´ŲŽŲŠŲ’ØĄŲ Ų‚ŲŽØ¯ŲŲŠØąŲŒ

Yā man yamliku á¸Ĩawāʞijal sāʞilÄĢn, wa yaĘŋlamu ḍamÄĢras ášŖÄmitÄĢn, likulli masĘžalatin minka samĘŋun á¸Ĩāḍirun wa jawābun ĘŋatÄĢd. Allāhumma wa mawāĘŋÄĢdukaášŖ ášŖÄdiqah, wa ayādÄĢkal fāḍilah, wa raá¸Ĩmatukal wāsiĘŋah. Fa-asĘžaluka an tuášŖalliya Ęŋalā Muá¸Ĩammadin wa āli Muá¸Ĩammad, wa an taqḍiya á¸ĨawāʞijÄĢ lid-dunyā wal-ākhirah, innaka Ęŋalā kulli shayĘžin qadÄĢr.

Artinya: "Wahai Yang mengabulkan segala kebutuhan orang-orang yang memohon. Wahai Yang Tahu kata hati orang-orang yang diam. Engkau selalu mendengar dan menjawab setiap permohonan. Ya Allah! Janji-Mu benar. Karunia-Mu melimpah. Rahmat-Mu luas. Maka aku memohon-Mu agar menganugerahkan sholawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad agar memenuhi kebutuhanku di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Engkau Mahamampu atas segala sesuatu."

Wallahu a'lam.




(kri/kri)
Puasa Rajab

Puasa Rajab

20 konten
Di bulan Rajab umat Islam dapat melaksanakan beberapa amalan yang mendatangkan pahala seperti berpuasa sunnah dan juga amalan lainnya.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads