Salah satu cara menghidupkan bulan Rajab adalah dengan melantunkan pujian, sholawat, serta dzikir. Amalan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana bagi umat Islam dalam memohon ampunan dan keberkahan dari Allah SWT.
Untuk itu, berikut bacaan pujian dan dzikir bulan Rajab lengkap dengan teks Arab, latin, dan artinya.
Pujian Bulan Rajab dan Artinya
Pujian bulan Rajab umumnya berisi doa mohon keberkahan dari Allah SWT. Berikut bacaan pujian bulan Rajab dan artinya yang dinukil dari buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun oleh Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ.
Allaahumma baarik lanaa fii rajaba wa sya'baana, wa ballighnaa ramadhaana.
Artinya: "Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Syakban, dan sampaikan kami di bulan Ramadan."
Dzikir Bulan Rajab
Selain membaca pujian bulan Rajab, memperbanyak dzikir juga menjadi salah satu amalan yang dianjurkan. Berikut bacaan dzikir yang dapat diamalkan sebagaimana mengacu sumber sebelumnya.
1. Tasbih 100 Kali
Membaca tasbih pada bulan Rajab sangat dianjurkan. Bahkan, apabila seseorang tidak mampu melakukan puasa di bulan Rajab, dia bisa menggantinya dengan membaca tasbih sebanyak 100 kali setiap harinya.
Bacaan tasbih yang dimaksud adalah sebagai berikut:
سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنْبَغِي التَّسْبِيحُ إِلَّا لَهُ، سُبْحَانَ الْأَعَزَّ الأَكْرَمِ، سُبْحَانَ مَنْ لَبِسَ الْعِزَّ وَهُوَ لَهُ أَهْلُ.
Subhaana man laa yanbaghit tasbiihu illaa lahuu, subhaanal a'azzal akraam, subhaana man labisal 'izza wahuwa lahu ahlun.
Artinya: "Maha Suci Dzat yang hanya kepada-Nya tasbih dipanjatkan. Maha Suci Dzat Yang Perkasa lagi Mulia. Maha Suci Dzat yang menyandang keperkasaan, dan hanya Dia-lah yang memang pantas menyandangnya."
2. Istighfar 70 Kali
Amalan ini dijelaskan dalam kitab Al-Jami karya Imam Suyuti. Diriwayatkan dari Imam Asakir dari Abi Umamah bahwa Wahab bin Munabbih menuturkan, "Aku membaca dalam kitab Allah yang diturunkan sebelum Al-Qur'an bertuliskan bahwa barang siapa beristighfar bulan Rajab di pagi dan sore hari seraya mengangkat kedua tangannya dan membaca 'Rabbighfirlii warhamnii watub 'alayya' 70 kali, maka kulitnya tidak akan disentuh oleh api neraka."
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ.
Rabbighfirlii warhamnii watub 'alayya.
Artinya: "Tuhanku, ampunilah aku, sayangilah aku, dan terimalah tobatku."
3. Dzikir Tanggal 1-10 Bulan Rajab
Masih mengutip dari sumber sebelumnya, terdapat dzikir khusus yang diamalkan umat Islam pada tanggal 1-10 di bulan Rajab. Dzikir ini dibacakan sebanyak 100 kali, berikut bacaannya:
سُبْحَانَ اللَّهِ الْحَيُّ الْقَيُّمِ.
Subhaanallaahil hayyul qayyuum.
Artinya: "Maha Suci Allah yang hidup kekal dan terus-menerus mengurus makhluk-Nya."
4. Dzikir Tanggal 11-20 Bulan Rajab
Terdapat dzikir khusus yang dapat diamalkan umat Islam pada tanggal 11-20 di bulan Rajab. Dzikir ini dibaca sebanyak 100 kali, berikut bacaannya:
سُبْحَانَ اللَّهِ الْأَحَدُ الصَّمَدِ.
Subhaanallaahil ahadush shamad.
Artinya: "Maha Suci Allah yang Maha Esa dan semua tergantung kepada-Nya."
5. Dzikir Tanggal 21-30 Bulan Rajab
Selanjutnya, dzikir yang biasa dilakukan pada tanggal 21-30 di bulan Rajab. Dzikir ini dibaca sebanyak 100 kali, berikut bacaannya:
سُبْحَانَ اللهِ الرَّؤُوْفِ.
Subhaanallaahir ra-uuf.
Artinya: "Maha suci Allah Yang Maha Belas Kasihan."
Setelah selesai membaca dzikir di atas, umat Islam dapat melanjutkan dengan membaca Al-Qur'an surah Al-Ikhlas ayat 1-4 sebanyak 11 kali, berikut bacaannya:
قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدُ اللهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Qul huwallāhu aḥad. Allāhuṣ-ṣamad. Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad.
Artinya: "Katakanlah, 'Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan, tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia."
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
Arab Saudi Resmi Tetapkan Idul Fitri 20 Maret 2026
Apakah Nanti Malam Takbiran? Ini Prediksinya
Perkiraan Lebaran 2026 Menurut NU, Muhammadiyah, Pemerintah, BMKG dan BRIN