Doa Kamilin: Bacaan Lengkap dan Isi Kandungannya

Doa Kamilin: Bacaan Lengkap dan Isi Kandungannya

Anisa Febriani - detikHikmah
Rabu, 31 Jan 2024 18:30 WIB
Doa Kamilin: Bacaan Lengkap dan Isi Kandungannya
Ilustrasi berdoa (Foto: Getty Images/Rifka Hayati)
Jakarta -

Doa kamilin umumnya dibaca setelah salat tarawih pada bulan Ramadhan. Doa dimaksudkan untuk memohon kesempurnaan iman kepada Allah SWT.

Abu Maryam Kautsar Amru melalui karyanya yang berjudul Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan menjelaskan bahwa setelah salat tarawih dan memasuki witir, ada jeda di antara keduanya. Jeda itulah yang menjadi waktu pembacaan doa kamilin dan dipimpin oleh seorang bilal.

Ulama Muhammad bin Muhammad Al-Maghribi dalam kitab Jamul Fawaid menyatakan para ulama salafush shalih menyusun doa kamilin untuk dibaca setelah salat tarawih karena pada zaman Nabi SAW, shalat tarawih disebut dengan qiyam Ramadhan. Hal ini dijelaskan dalam buku Misteri Kedua Belah Tangan susunan Badruddin Hasyim Subky.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas seperti apa bacaan doa kamilin?

Doa Kamilin: Arab, Latin dan Terjemahnya

Merujuk pada sumber yang sama, berikut bacaan doa kamilin yang disertai arab latin dan terjemahnya.

ADVERTISEMENT

Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ اØŦŲ’ØšŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŽØ§ Ø¨ŲØ§Ų„ØĨŲŠŲ’Ų…ŲŽØ§Ų†Ų ŲƒŲŽØ§Ų…ŲŲ„ŲŲŠŲ’Ų† ŲˆŲŽŲ„ŲŲ„ŲŲŽØąŲŽØ§ØĻؐØļؐ Ų…ŲØ¤ŲŽØ¯Ų‘ŲŲŠŲ’Ų†Ų ŲˆŲŽŲ„ŲŲ„ØĩŲ‘ŲŽŲ„Ø§ØŠŲ Ø­ŲŽØ§ŲŲØ¸ŲŲŠŲ’Ų†Ų ŲˆŲŽŲ„ŲŲ„Ø˛Ų‘ŲŽŲƒŲŽØ§ØŠŲ ŲŲŽØ§ØšŲŲ„ŲŲŠŲ’Ų† ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ…ŲØ§ ØšŲŲ†Ų’Ø¯ŲŽŲƒŲŽ ØˇŲŽØ§Ų„ŲØ¨ŲŲŠŲ’Ų†Ų ŲˆŲŽŲ„ŲØšŲŽŲŲ’ŲˆŲƒŲŽ ØąŲŽØ§ØŦŲŲŠŲ’Ų†Ų ŲˆŲŽØ¨ŲØ§Ų„Ų’Ų‡ŲØ¯ŲŽŲŠ Ų…ŲØĒŲŽŲ…ŲŽØŗŲ‘ŲŲƒŲŲŠŲ† ŲˆŲŽØšŲŽŲ† Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽØēŲ’ŲˆŲ Ų…ŲØšŲ’ØąŲØļŲŲŠŲ’Ų†Ų ŲˆŲŽŲŲŲŠ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲ†Ų’ŲŠŲŽØ§ Ø˛ŲŽØ§Ų‡ŲØ¯ŲŲŠŲ’Ų† ŲˆŲŽŲŲŲŠ Ø§Ų„ØĸØŽŲØąŲŽØŠŲ ØąŲŽØ§ØēŲŲŠŲŠŲ† ŲˆØ¨Ø§Ų„Ų‚ØļŲŽØ§ØĄŲ ØąŲŽØ§ØļŲŲŠŲ†Ų ŲˆŲŽŲ„ŲŲ„Ų†Ų‘ŲŽØšŲ’Ų…ŲŽØ§ØĄŲ Ø´ŲŽØ§ŲƒŲØąŲŲŠŲ’Ų†Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŠ Ø§Ų„Ø¨ŲŽŲ„ŲŽØ§ØĄŲ ØĩŲŽØ§Ø¨ŲØąŲŠŲ’Ų† ŲˆŲŽØĒŲŽØ­Ų’ØĒŲŽ Ų„ŲŲˆŲŽØ§ØĄŲ ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØ¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ØĩŲ„Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…ŲŽ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŲŠŲŽØ§Ų…ŲŽØŠŲ ØŗŲŽØ§ØĻŲØąŲŲŠŲ’Ų†Ų ŲˆŲŽØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲˆŲ’Øļؐ ŲˆŲŽØ§ØąŲØ¯ŲŲŠŲ’Ų†Ų ŲˆŲŽØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„ØŦŲŽŲ†Ų‘ŲŽØŠŲ Ø¯ŲŽØ§ØŽŲŲ„ŲŲŠŲ’Ų† ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØąŲ Ų†ŲŽØ§ØŦŲŲŠŲ’Ų†Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽØąŲŲŠŲ’ØąŲ Ø§Ų„ŲƒŲŽØąŲŽØ§Ų…ŲŽØŠŲ Ų‚ŲŽØ§ØšŲØ¯ŲŲŠŲ’Ų†Ų ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ Ø­ŲŲˆŲ’ØąŲ ØšŲŲŠŲ†Ų Ų…ŲØĒŲŽØ˛ŲŽŲˆŲ‘ŲØ­ŲŲŠŲ†Ų ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ ØŗŲŲ†Ų’Ø¯ŲØŗŲ ŲˆŲŽØ§ØŗŲ’ØĒŲŽØ¨Ų’ØąŲŽŲ‚Ų ŲˆŲŽØ¯ŲŲŠŲ’Ø¨ŲŽØ§ØŦ Ų…ŲØĒŲŽŲ„Ø¨Ų‘ŲØŗŲŲŠŲ’Ų† ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ ØˇŲŽØšŲŽØ§Ų…Ų Ø§Ų„ØŦŲŽŲ†Ų‘ŲŽØŠŲ ØĸŲƒŲŲ„ŲŲŠŲ†Ų ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ Ų„Ų‘ŲŽØ¨ŲŽŲ† ŲˆŲŽØšŲŽØŗŲŽŲ„Ų Ų…ŲØĩŲŽŲŲ‘Ų‹Ų‰ Ø´Ø§ØąŲŠŲŠŲ† Ø¨ØŖŲƒŲ’ŲˆŲŽØ§Ø¨Ų ŲˆŲŽØŖŲŽØ¨ŲŽØ§ØąŲŲŠŲ’Ų‚ŲŽ ŲˆŲŽŲƒŲŽØŖŲ’ØŗŲ ؅ؐ؆ؒ Ų…ŲŽØšŲŲŠŲ†Ų Ų…ŲŽØšŲŽ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠ ØŖŲŽŲ†Ų’ØšŲŽŲ…Ų’ØĒŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘ŲŲŠŲ† ŲˆŲŽØ§Ų„ØĩŲ‘ŲŽØ¯Ų‘ŲŲŠŲ‚ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ø´Ų‘ŲŲ‡ŲŽØ¯ŲŽØ§ØĄŲŲˆŲŽØ§Ų„ØĩŲ‘ŲŽØ§Ų„ŲØ­ŲŲŠŲ’Ų† ŲˆŲŽØ­ŲŽØŗŲŲ†ŲŽ ØŖŲŲˆŲ„ŲŽØĻŲŲƒŲŽ ØąŲŽŲŲŲŠŲ’Ų‚Ų‹Ø§ Ø°Ų„ŲŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’ŲŲŽØļŲ’Ų„Ų Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽŲƒŲŽŲŲŽŲ‰ Ø¨Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØšŲŽŲ„ŲŲŠŲ’Ų…Ų‹Ø§ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ اØŦŲ’ØšŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŽØ§ ؁ؐ؊ Ų„ŲŽŲŠŲ’Ų„ŲŽØŠŲ Ų‡ŲŽØ°Ø§ Ø§Ų„Ø´Ų‘ŲŽŲ‡Ų’ØąŲ Ø§Ų„Ø´Ų‘ŲŽØąŲŲŠŲŲŽØŠŲ Ø§Ų„Ų…ŲØ¨ŲŽØ§ØąŲŽŲƒŲŽØŠŲ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲØšŲŽØ¯ŲŽØ§ØĄŲ Ø§Ų„Ų…ŲŽŲ‚Ų’Ø¨ŲŲˆŲ’Ų„ŲŲŠŲ’Ų† ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲŽØŦŲ’ØšŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŽØ§ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų’Ų„ØŖŲŽØ´Ų’Ų‚ŲŲŠŲŽØ§ØĄŲ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØąŲ’Ø¯ŲŲˆŲ’Ø¯ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØ¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲˆŲŽØĸ؄ؐ؇ؐ ŲˆŲŽØĩŲŽØ­Ų’Ø¨ŲŲ‡Ų ØŖŲŽØŦŲ’Ų…ŲŽØšŲŲŠŲ’Ų†Ų Ø¨ŲØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØĒŲŲƒŲŽ ŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽØąŲ’Ø­ŲŽŲ…ŲŽ Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ§Ø­ŲŲ…ŲŲŠŲ†Ų

Arab latin: "AllÃĸhummaj'al bil ÃŽmÃĸni kÃĸmilÃŽn wa lilfarÃĸidhi muaddÃŽn wa lishshalÃĸti hÃĸfidzÃŽn wa lizzakÃĸti fÃĸ'ilÃŽn wa limÃĸ 'indaka thÃĸlibÃŽn wa li'afwika rÃĸjÃŽn wa bil hudÃĸ mutamassikÃŽn wa 'anillaghwi muĘŧridhÃŽn wa fid-dunyÃĸ zÃĸhidÃŽn wa fÃŽl Ãĸkhirati rÃĸghibÃŽn wa bil gadhÃĸ'i rÃĸdhÃŽn wa lin-na'mÃĸ'i syÃĸkirÃŽn wa 'alÃĸl balÃĸ'i shÃĸbirÃŽn wa tahta liwÃĸ'i Muhammadin shallallahu 'alayhi wa sallama yawmal qiyÃĸmati sÃĸirin wa ilÃĸlhawdhi wÃĸridÃŽn wa ilÃĸl-jannati dÃĸkhilÃŽn wa minan-nÃĸri nÃĸjÃŽn wa 'alÃĸ sarÃŽr al-karÃĸmati qÃĸ'idÃŽn wan hÃģrin "ÃŽn mutazawwijÃŽn wa min sundusin wastabraqin wa dÃŽbÃĸjin mutalabbisin wa min tha'Ãĸmil jannati ÃĸkilÃŽn wa min labanin wa 'asalin mushaffan syÃĸribÃŽn bi akwÃĸbin wa abÃĸrÃŽqa wa kaĘŧsin min maĘŧÃŽn ma'alladzÃŽ an'amta 'alayhim minannabiyyÃŽn wash-shiddÃŽqÃŽn wasy-syuhÃĸdÃĸ' wash-shÃĸlihÃŽn wa hasuna ulÃĸ'ika rafÃŽqan dzÃĸlikal fadhlu minallÃĸhi wa kafÃĸ billÃĸhi 'alÃŽma. AllÃĸhummaj'alnÃĸ fÃŽ laylati hÃĸdzasyahr syarÃŽfatil mubÃĸrakati min al-syu'ÃĸdÃĸ'il maqbÃģlÃŽn wa lÃĸ taj'alnÃĸ minal asyqiyÃĸ'il mardÃģdÃŽn wa shallallÃĸhu 'alÃĸ sayyidinÃĸ Muhammadin wa Ãĸlihi wa shahbihi ajma'ÃŽn birahmatika ya ar-hamar-rÃĸhimÃŽn."

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah kami manusia yang senantiasa menyempurnakan iman kami, melaksanakan perintah menjalankan kewajiban-Mu, menjalandakan sholat, menunaikan zakat, memohon serta mengharap ampunan-Mu, yang berpegang teguh kepada petunjuk (yang Kau berikan), meninggalkan kemungkaran, hidup dengan sederhana di dunia, mengharap surga di akhirat, berpasrah pada takdir, bersyukur pada nikmat dan bersabar atas cobaan di bawah bendera syariat Muhammad SAW pada hari kiamat. Dari ajarannya kami datang, ke surga kami menuju, dan juga kami selamat dari api neraka. Kami duduk di atas kain sutra kemuliaan, kami menikahi bidadari yang cantik dan jelita. Kami memakai pakaian yang terbuat dari permadani, sutra, dan perhiasan mewah lainnya. Kami makan dari masakan yang telah tersedia di surga. Kami meminum madu dan susu dengan menggunakan gelas mewah bersama para nabi, orang jujur, syuhada, orang sholeh, dan mereka akan menjadi teman setia di surga kelak. Demikianlah keutamaan dari Allah. Allah Maha Mengetahui atas segala yang dilakukan oleh hamba-Nya. Ya Rabb, jadikan kami pada malam yang mulia dan penuh berkah ini sebagai orang-orang yang senantiasa bahagia dan engkau ampuni. Serta janganlah masukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang senantiasa bersedih dan tertolak. Kami senantiasa bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabat-sahabatnya secara keseluruhan dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Penyayang dari yang penyayang."

Isi Kandungan Doa Kamilin

Dijelaskan dalam buku Kumpulan Kultum Terlengkap & Terbaik Sepanjang Tahun oleh A R Shohibul Ulum, nama kamilin diambil dari salah satu kalimat awal dalam doa tersebut. Doa kamilin banyak mengandung permintaan dan harapan, lima di antaranya ialah sebagai berikut:

1. Kesempurnaan Iman

Cara meraih kesempurnaan iman dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kalian adalah yang berlaku baik kepada istrinya." (HR At-Tirmidzi)

2. Menunaikan Segala Kewajiban

Kandungan selanjutnya yang terdapat dalam doa kamilin ialah dapat menunaikan segala kewajiban. Hal ini dimaknai dengan bertakwa kepada Allah SWT dan menjauhi apapun yang dilarang oleh-Nya.

3. Salat yang Terpelihara

Selanjutnya adalah harapan agar salat yang dikerjakan terpelihara. Yang perlu dipahami adalah Allah SWT tidak hanya memerintahkan salat, melainkan juga meminta kaum muslimin untuk memelihara dan menegakkannya.

Salat kaum muslimin harus lurus, tegak dan terpelihara. Dengan begitu, insyaAllah kita akan dijauhi dari perbuatan keji dan mungkar.

4. Menjadi Golongan yang Senantiasa Menunaikan Zakat

Zakat fitrah wajib hukumnya untuk dikeluarkan pada bulan Ramadhan. Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Rasulullah mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih orang yang berpuasa dari ucapan yang tidak berfaedah dan jelek." (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah)

5. Ikhlas Mencari Ridha Allah SWT

Ikhlas mencari ridha Allah menjadi harapan penyempurna. Artinya, semua amal ibadah harus ditujukan semata-mata hanya karena mengharap ridha Allah SWT.

Demikian bacaan doa kamilin dan isi kandungannya. Semoga bermanfaat.




(aeb/erd)
Tata Cara Tarawih

Tata Cara Tarawih

23 konten
Salat Tarawih termasuk dalam ibadah di malam hari bulan Ramadan yang hukumnya sunah muakkad. Salat ini dapat dikerjakan sendiri di rumah seperti yang dilakukan Rasulullah SAW karena khawatir muslim lainnya menganggap salat Tarawih wajib.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads