Khutbah Jumat Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar

Khutbah Jumat Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar

Kristina - detikHikmah
Jumat, 14 Mar 2025 13:30 WIB
Khutbah Jumat Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar
Ilustrasi mendengarkan khutbah Jumat Nuzulul Quran. Foto: Getty Images/H M Shahidul Islam
Jakarta -

Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar adalah dua peristiwa mulia pada bulan Ramadan. Peristiwa ini bisa menjadi materi khatib Jumat pekan ini.

Peristiwa Nuzulul Qur'an dan Lailatul Qadar dijelaskan dalam beberapa ayat Al-Qur'an. Dalam surah Al-Qadr ayat 1-5 Allah SWT berfirman,

Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲŽŲ†Ų’Ø˛ŲŽŲ„Ų’Ų†Ų°Ų‡Ų ŲŲŲŠŲ’ Ų„ŲŽŲŠŲ’Ų„ŲŽØŠŲ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØ¯Ų’ØąŲ ŲĄ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲŽØ¯Ų’ØąŲ°Ų‰ŲƒŲŽ Ų…ŲŽØ§ Ų„ŲŽŲŠŲ’Ų„ŲŽØŠŲ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØ¯Ų’ØąŲÛ— Ųĸ Ų„ŲŽŲŠŲ’Ų„ŲŽØŠŲ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØ¯Ų’ØąŲ ەۙ ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲŒ ؅ؐؑ؆ؒ Ø§ŲŽŲ„Ų’ŲŲ Ø´ŲŽŲ‡Ų’ØąŲÛ— ŲŖ ØĒŲŽŲ†ŲŽØ˛Ų‘ŲŽŲ„Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲ„Ų°Û¤Ų‰Ų•ŲŲƒŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØ§Ų„ØąŲ‘ŲŲˆŲ’Ø­Ų ŲŲŲŠŲ’Ų‡ŲŽØ§ Ø¨ŲØ§ŲØ°Ų’Ų†Ų ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲ‡ŲŲ…Ų’Ûš ؅ؐ؆ؒ ŲƒŲŲ„Ų‘Ų Ø§ŲŽŲ…Ų’ØąŲÛ› Ų¤ ØŗŲŽŲ„Ų°Ų…ŲŒ Û›Ų‡ŲŲŠŲŽ Ø­ŲŽØĒŲ‘Ų°Ų‰ Ų…ŲŽØˇŲ’Ų„ŲŽØšŲ Ø§Ų„Ų’ŲŲŽØŦŲ’ØąŲ āŖ– ŲĨ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan RÅĢá¸Ĩ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar."

Berikut naskah khutbah Jumat Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar dinukil dari situs Kementerian Agama RI.

ADVERTISEMENT

Khutbah Jumat Nuzulul Quran Penuh Hikmah

Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠ ØŖŲŽØąŲ’ØŗŲŽŲ„ŲŽ ØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŽŲ‡Ų Ø¨ŲØ§Ų„Ų’Ų‡ŲØ¯ŲŽŲ‰ ŲˆŲŽØ¯ŲŲŠŲ†Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ‚Ų‘Ų Ų„ŲŲŠŲØ¸Ų’Ų‡ŲØąŲŽŲ‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲŠŲ†Ų ŲƒŲŲ„Ų‘ŲŲ‡Ų. ØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų’ Ų„ŲŽØ§ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŽØ§ Ø´ŲŽØąŲŲŠŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØ¯ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų‹Ø§ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ„ŲŲ‡ŲØŒ Ų„ŲŽØ§ Ų†ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘ŲŽ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØąŲŽØŗŲŲˆŲ„ŲŽ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĩŲŽŲ„Ų‘Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…Ų’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØ¯Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØąŲ’ØŗŲŽŲ„ŲŲŠŲ†ŲŽØŒ ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØ¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯ŲØŒ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ؇ؐ ŲˆŲŽØŖŲŽØĩŲ’Ø­ŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡Ų ØŖŲŽØŦŲ’Ų…ŲŽØšŲŲŠŲ†ŲŽ. ØŖŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯Ų. ŲŲŽŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ø­ŲŽØ§ØļŲØąŲŲˆŲ†ŲŽØŒ ØŖŲŲˆØĩŲŲŠŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲ’ØŗŲŲŠ Ø¨ŲØĒŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØšŲŽØ˛Ų‘ŲŽ ŲˆŲŽØŦŲŽŲ„Ų‘ŲŽØŒ ŲŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ؁؊ ؃ØĒØ§Ø¨Ų‡ Ø§Ų„ØšØ˛ŲŠØ˛ : { ŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ØĸŲ…ŲŽŲ†ŲŲˆØ§ اØĒŲ‘ŲŽŲ‚ŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ Ø­ŲŽŲ‚Ų‘ŲŽ ØĒŲŲ‚ŲŽØ§ØĒؐ؇ؐ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲŽŲ…ŲŲˆØĒŲŲ†Ų‘ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ ŲˆŲŽØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŲ…Ų’ Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲˆŲ†ŲŽ} ŲˆŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ: {Ø§Ų‚Ų’ØąŲŽØŖŲ’ Ø¨ŲØ§ØŗŲ’Ų…Ų ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚Ų ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØĨŲŲ†Ų’ØŗŲŽØ§Ų†ŲŽ ؅ؐ؆ؒ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų‚Ų’ØąŲŽØŖŲ’ ŲˆŲŽØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽŲƒŲ’ØąŲŽŲ…Ų Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠ ØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…ŲŽ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’Ų‚ŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų ØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØĨŲŲ†Ų’ØŗŲŽØ§Ų†ŲŽ Ų…ŲŽØ§ Ų„ŲŽŲ…Ų’ ŲŠŲŽØšŲ’Ų„ŲŽŲ…Ų’ } .

Hadirin jemaah salat Jumat yang berbahagia,

Sebagai pembuka, khatib ingin mengingatkan kita semua untuk senantiasa meningkatkan takwa dengan mematuhi segala perintah Allah SWT dan menjauhi laranganNya, seraya meneladani Baginda Nabi Muhammad SAW sebagai penyampai risalah dan teladan sempurna, agar kita kelak dipertemukan dalam kebahagiaan abadi di janah-Nya.

Jemaah yang dimuliakan Allah,

Al-Qur'an turun di tengah komunitas bangsa yang tidak cukup akrab dengan aktivitas baca dan tulis serta terkenal dengan kerusakan moralnya. Istilah "jahiliah" disematkan kepada bangsa Arab pra-Qur'an sebagai simbol atas peradabannya yang masih jauh dari idealitas sebuah bangsa yang bisa disebut sebagai bangsa yang memiliki peradaban yang maju.

Akan tetapi, turunnya Al-Qur'an dan bersamaan dengan amanah kenabian kepada Nabi Muhammad SAW selama dua dekade lebih telah memberikan dampak yang signifikan bagi kemajuan bangsa Arab. Bahkan, peradaban di era hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah dijadikan sebagai teladan peradaban yang ideal dan masih terus dikaji hingga saat ini. Peradaban itu, saat ini, lebih dikenal dengan nama "masyarakat Madani". Model peradaban yang kemudian membawa Islam menuju puncak kejayaannya di abad pertengahan. Mengapa hal itu bisa terjadi? Mengapa Al-Qur'an bisa menjadi sumber inspirasi bagi transformasi masyarakat Arab dari "jahiliah" (bobrok) menuju "tamaddun" (berkemajuan)?

Sidang Jumat yang dirahmati Allah,

Al-Qur'an secara bahasa berarti "bacaan atau membaca", dan ayat pertama yang diwahyukan kepada Rasulullah SAW berisi seruan membaca. Q.S. Al-'Alaq: 1-5 diyakini oleh mayoritas ulama sebagai gugusan ayat pertama yang diturunkan Allah SWT kepada baginda Nabi Muhammad melalui Jibril. Turunnya kelima ayat ini tidak hanya menandai mulainya era kenabian (nubuwwah) Muhammad SAW, namun juga membawa pesan fundamental tentang urgensi membaca sebagai instrumen paling penting dalam proses pembelajaran manusia.

Allah SWT berfirman:

Ø§Ų‚Ų’ØąŲŽØŖŲ’ Ø¨ŲØ§ØŗŲ’Ų…Ų ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲŽ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØĨŲŲ†Ų’ØŗŲŽØ§Ų†ŲŽ ؅ؐ؆ؒ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲŽ Ø§Ų‚Ų’ØąŲŽØŖŲ’ ŲˆŲŽØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽŲƒŲ’ØąŲŽŲ…Ų Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠ ØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…ŲŽ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’Ų‚ŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų ØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØĨŲŲ†Ų’ØŗŲŽØ§Ų†ŲŽ Ų…ŲŽØ§ Ų„ŲŽŲ…Ų’ ŲŠŲŽØšŲ’Ų„ŲŽŲ…Ų.

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan! Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Tuhanmulah Yang Maha Mulia, yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."

Membaca sebagai instrumen utama dalam proses belajar merupakan tonggak utama untuk memahami substansi Al-Qur'an yang juga turun dengan visi-visi ideal kehidupan. Al-Qur'an membawa seperangkat aturan syariat yang memuat prinsip etis dari konstitusi agama yang ditujukan untuk memberikan kemaslahatan bagi manusia, baik di dunia maupun di akhirat.

Jemaah rahimakumullah,

Tujuan-tujuan substansial dari syariat ini kemudian dikenal dengan istilah maqāshid as-syarÄĢah yang masyhur terdiri dari lima komponen utama yaitu hifzh ad-dÄĢn (pemeliharaan agama), hifzh an-nafs (pemeliharaan jiwa), hifzh al-'aql (pemeliharaan akal), hifzh an-nasl (pemeliharaan keturunan) dan hifzh al-māl (pemeliharaan harta).

Hadirin yang mulia,

Terkait dengan pemeliharaan akal, syariat Al-Qur'an memberikan panduan untuk menjaganya dari kerusakan sebab peran akal begitu sentral dalam aktivitas membaca dan belajar. Ayat-ayat yang berbicara tentang pelarangan mengonsumsi khamr (minuman keras) seperti yang termaktub dalam Q.S. Al-Maidah [5]: 91 yang memberikan penekanan bahwa konsumsi khamr merupakan bagian tindakan tercela yang sekaligus mengamini keinginan setan agar manusia saling bermusuhan dengan sesamanya serta menjauhkannya dari mengingat Tuhan dan beribadah. Allah SWT berfirman:

ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ…ŲŽØ§ ŲŠŲØąŲŲŠØ¯Ų Ø§Ų„Ø´Ų‘ŲŽŲŠŲ’ØˇŲŽŲ†Ų ØŖŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲŲˆŲ‚ŲØšŲŽ Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽŲƒŲŲ…Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ¯ŲŽØ§ŲˆŲŽØŠŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø¨ŲŽØēŲ’ØļŲŽØ§ØĄŲŽ ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ų’ØŽŲŽŲ…Ų’ØąŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲŠŲ’ØŗŲØąŲ ŲˆŲŽŲŠŲŽØĩŲØ¯Ų‘ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØšŲŽŲ†Ų’ Ø°ŲŲƒŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ†Ų Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲ„ŲŲˆØŠŲ ŲŲŽŲ‡ŲŽŲ„Ų’ ØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŲ…Ų’ Ų…ŲŲ†Ų’ØĒŲŽŲ‡ŲŲˆŲ†ŲŽ.

"Sesungguhnya setan hanya bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu melalui minuman keras dan judi serta (bermaksud) menghalangi kamu dari mengingat Allah dan (melaksanakan) salat, maka tidakkah kamu mau berhenti?" (Q.S. Al-Maidah [5]: 91).

Kemudian, syariat Al-Qur'an juga menginginkan agar manusia mampu memelihara keturunannya dengan menitikberatkan pada upaya untuk menjaga otentisitasnya. Maka dari itu Al-Qur'an sangat mengecam zina, sebab menjadi sumber dari rusaknya harkat martabat manusia yang diakibatkan oleh ketidakjelasan nasab. Pada Q.S. Al-Isra' [17]: 32, Allah SWT berfirman:

ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲŽŲ‚Ų’ØąŲŽØ¨ŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ø˛Ų‘ŲØ¨ŲŽŲ‰ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ ŲŲŽØ§Ø­ŲØ´ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽØŗŲŽØ§ØĄŲŽ ØŗŲŽØ¨ŲŲŠŲ„Ų‹Ø§.

"Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya (zina) itu adalah perbuatan keji dan jalan terburuk."

Selanjutnya, syariat Al-Qur'an juga menginginkan agar manusia mampu memelihara hartanya dengan baik melalui aturan hukum tentang tindakan pencurian harta, maupun melalui panduan mendapatkan harta yang baik. Sebagaimana pada Q.S. An-Nisa' [4]: 29 yang menyamakan orang yang memperoleh harta melalui jalan yang tidak baik, sama halnya telah membunuh dirinya sendiri. Allah SWT berfirman:

ŲŠŲŽØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ØĸŲ…ŲŽŲ†ŲŲˆØ§ Ų„ŲŽØ§ ØĒŲŽØŖŲ’ŲƒŲŲ„ŲŲˆØ§ ØŖŲŽŲ…Ų’ŲˆŲŽØ§Ų„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’Ø¨ŲŽØ§ØˇŲŲ„Ų ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ ØŖŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŽŲƒŲŲˆŲ†ŲŽ ØĒؐØŦŲŽØ§ØąŲŽØŠŲ‹ ØšŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŽØąŲŽØ§ØļŲ Ų…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲŽŲ‚Ų’ØĒŲŲ„ŲŲˆØ§ ØŖŲŽŲ†Ų’ŲŲØŗŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ Ø¨ŲŲƒŲŲ…Ų’ ØąŲŽØ­ŲŲŠŲ…Ų‹Ø§.

"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan cara yang batil (tidak benar), kecuali berupa perniagaan atas dasar suka sama suka di antara kamu. Janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu."

Jemaah Jumat hafizhakumullah,

Berdasarkan ulasan terhadap maqāshid as-syarÄĢah yang dikandung oleh Al-Qur'an, sejatinya ada pesan terdalam yang bisa diambil selain dari pesan-pesan pemeliharaan yang telah disampaikan. Melalui hifzh ad-dÄĢn (pemeliharaan agama), Al-Qur'an ingin membawa peradaban yang berlandaskan perdamaian dan harmonisasi sosial antarumat beragama, sehingga satu sama lain dapat saling bekerja sama tanpa mendiskriminasi satu sama lain. Dengan hifzh an-nafs (pemeliharaan jiwa), Al-Qur'an ingin membangun peradaban yang menjunjung kemanusiaan, peradaban yang memanusiakan manusia.

Kemudian, melalui hifzh al-'aql (pemeliharaan akal), Al-Qur'an ingin agar manusia dapat memaksimalkan anugerah akal yang telah diberikan kepadanya sebagai instrumen yang sangat penting bagi upaya untuk menginisiasi kemajuan perabadan. Sebab tidak ada peradaban maju yang lahir tanpa optimalisasi fungsi akal. Dengan hifzh an-nasl (pemeliharaan keturunan), Al-Qur'an ingin manusia mengonstruksi peradaban yang tidak hanya maju jika dilihat dari sisi kognitifnya tapi juga moralitasnya. Dan terakhir, via hifzh almāl (pemeliharaan harta), Al-Qur'an ingin manusia melahirkan peradaban yang memperhatikan laku etisnya dalam pengelolaan harta sebagai elemen krusial dalam kemajuan sebuah peradaban. Karena tidak ada peradaban yang maju tanpa disokong oleh kesejahteraan masyarakatnya.

Segenap visi peradaban ideal yang dibawa oleh Al-Qur'an itu tidak akan bisa dipahami tanpa aktivitas membaca sebagai aktualisasi proses belajar. Maka pada hakikatnya, hikmah turunnya Al-Qur'an bagi kemajuan peradaban ialah membawa umat Islam untuk senantiasa menjadi "manusia pembelajar". Manusia yang terus berproses memahami dan menghayati Islam dalam setiap syariatnya serta mampu menerapkannya dalam kehidupan.

Ø¨ŲŽØ§ØąŲŽŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ų„ŲŲŠ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲ’Øĸ؆ؐ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ…Ų ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲŽØšŲŽŲ†ŲŲŠ ŲˆŲŽØĨŲŲŠŲ‘ŲŽØ§ŲƒŲŲ…Ų’ Ø¨ŲŲ…ŲŽØ§ ŲŲŲŠŲ‡Ų Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„ØĸŲŠŲŽØ§ØĒؐ ŲˆŲŽØ§Ų„Ø°Ų‘ŲŲƒŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ø­ŲŽŲƒŲŲŠŲ…Ų ØŖŲŽŲ‚ŲŲˆŲ’Ų„Ų Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų„ŲŲŠ Ų‡ŲŽØ°ŲŽØ§ ŲˆŲŽØŖŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ Ų„ŲŠ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲØŗŲŽØ§ØĻŲØąŲ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ ؅ؐ؆ؒ ŲƒŲŲ„Ų‘Ų Ø°ŲŽŲ†Ų’Ø¨Ų ŲŲŽØ§ØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲŲˆŲ‡Ų ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„Ų’ØēŲŽŲŲŲˆØąŲ Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ­ŲŲŠŲ…Ų.

Khutbah II

Ø§Ų„Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠ Ų‡ŲŽØ¯ŲŽØ§Ų†ŲŽØ§ Ų„ŲŲ‡ŲŽØ°ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ŲƒŲŲ†Ų‘ŲŽØ§ Ų„ŲŲ†ŲŽŲ‡Ų’ØĒŲŽØ¯ŲŲŠŲŽ Ų„ŲŽŲˆŲ’Ų„ŲŽØ§ ØŖŲŽŲ†Ų’ Ų‡ŲŽØ¯ŲŽØ§Ų†ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų’ Ų„Ø§ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŽØ§ Ø´ŲŽØąŲŲŠŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØ¯ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų‹Ø§ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ„ŲŲ‡ŲØŒ Ų„ŲŽØ§ Ų†ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘ŲŽ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØąŲŽØŗŲŲˆŲ„ŲŽ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĩŲŽŲ„Ų‘Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…Ų’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØ¯Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØąŲ’ØŗŲŽŲ„ŲŲŠŲ†ŲŽØŒ ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØ¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯ŲØŒ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ؇ؐ ŲˆŲŽØŖŲŽØĩŲ’Ø­ŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡Ų ØŖŲŽØŦŲ’Ų…ŲŽØšŲŲŠŲ†ŲŽ. ØŖŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯Ų. ŲŲŽŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ø­ŲŽØ§ØļŲØąŲŲˆŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų…ŲØ­Ų’Ø¨ŲŲˆØ¨ŲŲˆŲ†ŲŽØŒ ØŖŲŲˆØĩŲŲŠŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲ’ØŗŲŲŠ Ø¨ŲØĒŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØšŲŽØ˛Ų‘ŲŽ ŲˆŲŽØŦŲŽŲ„Ų‘ŲŽØŒ ŲŲŽØ§Ų„ØĒŲ‘ŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲŽŲ‰ Ų‡ŲŲŠŲŽ ŲˆŲŽØĩŲŲŠŲ‘ŲŽØŠŲ ØąŲŽØ¨Ų‘Ų Ø§Ų„ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ Ų„ŲŲ„Ų’ØŖŲŽŲˆŲ‘ŲŽŲ„ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØĸØŽŲØąŲŲŠŲ†ŲŽ ؅ؐ؆ؒ ØŽŲŽŲ„Ų’Ų‚ŲŲ‡ŲØŒ ŲŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ؁ؐ؊ ؃ؐØĒŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡Ų Ø§Ų„ØšŲŽØ˛ŲŲŠØ˛Ų : { ŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ØĸŲ…ŲŽŲ†ŲŲˆØ§ اØĒŲ‘ŲŽŲ‚ŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ Ø­ŲŽŲ‚Ų‘ŲŽ ØĒŲŲ‚ŲŽØ§ØĒؐ؇ؐ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲŽŲ…ŲŲˆØĒŲŲ†Ų‘ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ ŲˆŲŽØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŲ…Ų’ Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲˆŲ†ŲŽ } ŲˆŲŽØŖŲŽŲ…ŲŽØąŲŽ Ø§Ų„Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲŠŲ†ŲŽ Ø¨ŲØ§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§ØŠŲ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØąŲŽØŗŲŲˆŲ„Ų Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲ’Øĸ؆ؐ: {ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ„ŲŽØ§ØĻŲŲƒŲŽØĒŲŽŲ‡Ų ŲŠŲØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆŲ†ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘Ų ŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ØĸŲ…ŲŽŲ†ŲŲˆØ§ ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆØ§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŲ…ŲŲˆØ§ ØĒŲŽØŗŲ’Ų„ŲŲŠŲ…Ų‹Ø§ } Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ اØēŲ’ŲŲØąŲ’ Ų„ŲŲ„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŽØ§ØĒؐ ŲˆØ§Ų„Ų…Ø¤Ų…Ų†ŲŠŲ† ŲˆØ§Ų„Ų…Ø¤Ų…ŲŲ†ŲŽØ§ØĒؐ Ø§Ų„ØŖŲŽØ­Ų’ŲŠŲŽØ§ØĄŲ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØŖŲŽŲ…Ų’ŲˆŲŽØ§ØĒؐ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ŲŠŲŽØŗŲ‘ŲØąŲ’ Ų„ŲŽŲ†ŲŽØ§ ØŖŲŲ…ŲŲˆØąŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØ­ŲŽØĩŲŽŲ„ŲŽ Ų…ŲŽŲ‚ŲŽØ§ØĩŲØ¯ŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØŖŲŽØ­Ų’ØŗŲŲ†Ų Ų…ŲŽŲ†Ų’ ØŖŲŽØ­Ų’ØŗŲŽŲ†ŲŽ ØĨŲŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽØ§ØŒ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§ ØĸØĒŲŲ†ŲŽØ§ ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲ†Ų’ŲŠŲŽØ§ Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲŲŲŠ Ø§Ų„ØĸØŽŲØąŲŽØŠŲ Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲ‚ŲŲ†ŲŽØ§ ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨ŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØąŲ ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų! ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ŲŠŲŽØŖŲ’Ų…ŲØąŲ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’ØšŲŽØ¯Ų’Ų„Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØĨŲØ­Ų’ØŗŲŽØ§Ų†Ų ŲˆŲŽØĨؐ؊ØĒŲŽØ§ØĄŲ Ø°ŲŲŠ Ø§Ų„Ų‚ŲØąŲ’Ø¨ŲŽŲ‰ØŒ ŲˆŲŽŲŠŲŽŲ†Ų’Ų‡ŲŽŲ‰ ØšŲŽŲ†Ų Ø§Ų„Ų’ŲŲŽØ­Ų’Ø´ŲŽØ§ØĄŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŽØąŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø¨ŲŽØēŲ’ŲŠŲ ŲŠŲŽØšŲØ¸ŲŲƒŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŽØ°ŲŽŲƒŲ‘ŲŽØąŲŲˆŲ†ŲŽ. ŲŲŽØ§Ø°Ų’ŲƒŲØąŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ Ø§Ų„ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ…ŲŽ ŲŠŲŽØ°Ų’ŲƒŲØąŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ØŒ ŲˆŲŽØ§Ø´Ų’ŲƒŲØąŲŲˆŲ‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų†ŲØšŲŽŲ…ŲŲ‡Ų ŲŠŲŽØ˛ŲØ¯ŲŲƒŲŲ…Ų’ØŒ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ°ŲŲƒŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØą .

Khutbah Jumat Meraih Lailatul Qadar

Khutbah I

Ø§Ų„Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄ؐ؄ؑذ؇ؐ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲ„ŲŲƒŲ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŽŲŠŲ‘ŲŽØ§Ų†ŲØŒ ŲˆŲŽØ§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§ØŠŲ ŲˆŲŽØ§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§Ų…Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯Ų ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ¯Ų ØšŲŽØ¯Ų’Ų†ŲŽØ§Ų†ŲŽØŒ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ؇ؐ ŲˆŲŽØĩŲŽØ­Ų’Ø¨ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØĒŲŽØ§Ø¨ŲØšŲŲŠŲ’Ų‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų…ŲŽØąŲŲ‘ Ø§Ų„Ø˛Ų‘ŲŽŲ…ŲŽØ§Ų†ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų’ Ų„Ų‘ŲŽØ§ ØĨŲŲ„Ų‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŽØ§ Ø´ŲŽØąŲŲŠŲ’ŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŲ†ŲŽŲ€Ø˛Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØšŲŽŲ†Ų Ø§Ų„Ų’ØŦŲØŗŲ’Ų…ŲŲŠŲ‘ŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØŦŲŲ‡ŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ø˛Ų‘ŲŽŲ…ŲŽØ§Ų†Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲƒŲŽØ§Ų†ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų‹Ø§ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŲ‡Ų Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ ØŽŲŲ„ŲŲ‚ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲ’ØĸŲ†Ų ØŖŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯ŲØŒ
ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŽ Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ­Ų’Ų…Ų°Ų†ŲØŒ ŲŲŽØĨŲ†ŲŲ‘ŲŠ ØŖŲŲˆŲ’ØĩŲŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲ’ØŗŲŲŠ Ø¨ŲØĒŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ø§Ų„Ų…ŲŽŲ†Ų‘ŲŽØ§Ų†ŲØŒ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØ§ØĻؐ؄ؐ ؁ؐ؊ ؃ؐØĒŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲ’Øĸ؆ؐ: ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ØĸŲ…ŲŽŲ†ŲŲˆØ§ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ Ų‡ŲŽØ§Ø¯ŲŲˆØ§ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØĩŲŽØ§ØąŲŽŲ‰Ų° ŲˆŲŽØ§Ų„ØĩŲ‘ŲŽØ§Ø¨ŲØĻŲŲŠŲ†ŲŽ Ų…ŲŽŲ†Ų’ ØĸŲ…ŲŽŲ†ŲŽ Ø¨ŲØ§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ų’ØĸØŽŲØąŲ ŲˆŲŽØšŲŽŲ…ŲŲ„ŲŽ ØĩŲŽØ§Ų„ŲØ­Ų‹Ø§ ŲŲŽŲ„ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ØŖŲŽØŦŲ’ØąŲŲ‡ŲŲ…Ų’ ØšŲŲ†Ų’Ø¯ŲŽ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØŽŲŽŲˆŲ’ŲŲŒ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲŠŲŽØ­Ų’Ø˛ŲŽŲ†ŲŲˆŲ†ŲŽ

Ma'asyiral muslimÄĢn a'azzakumullāh.

Mengawali khutbah yang singkat ini, khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa berusaha meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita kepada Allah subhanahu wa ta'ala dengan menjalankan semua kewajiban dan menjauhkan diri dari segala yang dilarang dan diharamkan.

Jamah yang dimuliakan Allah.

Betapa banyak anjuran amal ibadah yang dianjurkan untuk umat Muslim selama Ramadhan. Dari mulai amalan-amalan sunnah saat bukan puasa dan sahur, bertadarus Al-Qur'an, melaksanakan shalat tarawih, dan lain sebagainya. Salah satu anjuran utama yang terdapat pada bulan agung ini adalah meraih malam Lailatul Qadar. Allah SWT dalam Al-Qur'an secara tegas menyampaikan bahwa momen sakral Lailatul Qadar,

ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽØ§ ØŖŲŽŲ†Ų’Ø˛ŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŽŲ‡Ų ؁ؐ؉ Ų„ŲŽŲŠŲ’Ų„ŲŽØŠŲ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØ¯Ų’ØąŲ * ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ØŖŲŽØ¯Ų’ØąŲŽØ§ŲƒŲŽ Ų…ŲŽØ§ Ų„ŲŽŲŠŲ’Ų„ŲŽØŠŲ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØ¯Ų’ØąŲ * Ų„ŲŽŲŠŲ’Ų„ŲŽØŠŲ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØ¯Ų’ØąŲ ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲŒ Ų…Ų‘Ų†Ų’ ØŖŲŽŲ„Ų’ŲŲ Ø´ŲŽŲ‡Ų’ØąŲ * ØĒŲŽŲ†ŲŽØ˛Ų‘ŲŽŲ„Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲ„ŲŽØĻŲŲƒŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØąŲ‘ŲŲˆØ­Ų ŲŲŲŠŲ’Ų‡ŲŽØ§ Ø¨ŲØĨŲØ°Ų’Ų†Ų ØąŲŽØ¨ŲŲ‡Ų‘ŲŲ…Ų’ ؅ؑؐ؆ؒ ŲƒŲŲ„Ų‘Ų ØŖŲŽŲ…Ų’ØąŲ * ØŗŲŽŲ„ŲŽØ§Ų…ŲŒ Ų‡ŲŲ‰ŲŽ Ø­ŲŽØĒŲ‘ŲŽŲ‰ Ų…ŲŽØˇŲ’Ų„ŲŽØšŲ Ø§Ų„Ų’ŲŲŽØŦŲ’ØąŲ.

Artinya, "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan RÅĢá¸Ĩ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar." (QS Al-Qadar [97]: 1-5)

Berkaitan dengan ini, Imam Malik dalam al-Muwattha meriwayatkan satu hadits,

ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ ØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲØąŲŲŠŲŽ ØŖŲŽØšŲ’Ų…ŲŽØ§ØąŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ Ų‚ŲŽØ¨Ų’Ų„ŲŽŲ‡Ų ØŖŲŽŲˆŲ’ Ų…ŲŽØ§ Ø´ŲŽØ§ØĄŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ؅ؐ؆ؒ Ø°ŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ ŲŲŽŲƒŲŽØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØĒŲŽŲ‚ŲŽØ§ØĩŲŽØąŲŽ ØŖŲŽØšŲ’Ų…ŲŽØ§ØąŲŽ ØŖŲŲ…Ų‘ŲŽØĒؐ؇ؐ ØŖŲŽŲ†Ų’ Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲŽØ¨Ų’Ų„ŲØēŲŲˆŲ’Ø§ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽŲ…ŲŽŲ„Ų ؅ؐØĢŲ’Ų„ŲŽ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’ Ø¨ŲŽŲ„ŲŽØēŲŽ ØēŲŽŲŠŲ’ØąŲŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲŲŽŲŠŲ’ ØˇŲŲˆŲ’Ų„Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŲ…Ų’ØąŲØŒ ŲŲŽØŖŲŽØšŲ’ØˇŲŽØ§Ų‡Ų Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ų„ŲŽŲŠŲ’Ų„ŲŽØŠŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØ¯Ų’ØąŲ ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲ‹Ø§ ؅ؐ؆ؒ ØŖŲŽŲ„Ų’ŲŲ Ø´ŲŽŲ‡Ų’ØąŲ.

Artinya, "Sesungguhnya Rasulullah diperlihatkan umur-umur manusia sebelumnya (yang relatif panjang) sesuai dengan kehendak Allah, sampai (akhirnya) usia-usia umatnya semakin pendek (sehingga) mereka tidak bisa beramal lebih lama sebagaimana umat-umat sebelum mereka karena panjangnya usia mereka, maka Allah memberikan Rasulullah Lailatul Qadr yang lebih baik dari seribu bulan". (Imam Malik, al-Muwattha: juz I, h. 321)

Hanya saja, kepastian kapan malam agung ini terjadi belum ada yang bisa memprediksi, apakah di awal Ramadhan, pertengahannya, atau di penghujung bulan. Jika kita umpamakan, malam Lailatul Qadar bagaikan permata sangat indah yang tersimpan di tempat sangat tersembunyi. Semua orang menginginkannya, tetapi hanya bisa memprediksi keberadaannya. Dalam satu hadits terkait malam Lailatul Qadar, Rasulullah SAW bersabda,

ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ų‡ŲŽØ°ŲŽØ§ Ø§Ų„Ø´Ų‘ŲŽŲ‡Ų’ØąŲŽ Ų‚ŲŽØ¯Ų’ Ø­ŲŽØļŲŽØąŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲŲŲŠŲ‡Ų Ų„ŲŽŲŠŲ’Ų„ŲŽØŠŲŒ ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲŒ ؅ؐ؆ؒ ØŖŲŽŲ„Ų’ŲŲ Ø´ŲŽŲ‡Ų’ØąŲ Ų…ŲŽŲ†Ų’ Ø­ŲØąŲŲ…ŲŽŲ‡ŲŽØ§ ŲŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ Ø­ŲØąŲŲ…ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲŽ ŲƒŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽŲ„Ø§ŲŽ ŲŠŲØ­Ų’ØąŲŽŲ…Ų ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲŽŲ‡ŲŽØ§ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ų…ŲŽØ­Ų’ØąŲŲˆŲ…ŲŒ.

Artinya, "Sesungguhnya bulan ini (Ramadhan) telah datang kepada kalian. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa saja yang terhalangi dari (meraih)nya, sungguh ia telah terhalangi dari semua kebaikan. Dan tidak ada yang terhalangi (darinya), kecuali orang yang memang terhalangi dari kebaikan." (HR Ibnu Majah)

Ma'asyiral muslimÄĢn a'azzakumullāh.

Meskipun kedatangan malam Lailatul Qadar dirahasiakan, akan tetapi para ulama berusaha (berijtihad) untuk memprediksi kapan malam mulia tersebut jatuh. Kita bisa mengacu pada pendapat-pendapat yang mereka kemukakan, kendati pada akhirnya kita juga berkesimpulan bahwa terjadinya malam Lailatul Qadar tetap menjadi misteri karena tidak bisa diprediksi ketepatannya seratus persen.

Jika kita himpun, ada banyak sekali ragam prediksi para ulama tentang jatuhnya malam Lailatul Qadar. Imam Ibnu Hajar al-'Asqalani sendiri menjelaskan setidaknya ada 45 pendapat terkait waktu terjadinya malam mulia tersebut. Hanya saja, dari sekian pendapat yang ada ia berkesimpulan bahwa argumen yang paling kuat adalah yang mengatakan terjadi pada tanggal-tanggal ganjil di bulan Ramadhan.

Sementara Imam Syafi'i lebih spesifik lagi berpendapat bahwa tanggal 21 dan 23 Ramadhan lebih potensial terjadi malam Lailatul Qadar. Sedangkan mayoritas ulama termasuk Syekh Nidzamuddin an-Naisaburi berpendapat pada 27 Ramadhan. (Ibnu Hajar al-'Asqalani, Fatá¸Ĩul BārÄĢ: juz V, h. 463)

Menurut Imam Fakruddin ar-Razi, hikmah dirahasiakannya malam Lailatul Qadar adalah supaya umat muslim bersungguh-sungguh melakukan ibadah selama satu bulan Ramadhan penuh untuk meraih malam istimewa tersebut. Jangan sampai kita lengah satu hari saja. Tentu kita tidak menginginkan malam Lailatul Qadar jatuh saat kebetulan kita sedang malas beribadah. (Fakhruddin ar-Razi, MafātÄĢá¸Ĩul Ghaib, 1981: juz XXXII, h. 28)

Senada dengan ar-Razi, Syekh Nidzamuddin an-Nasibasuri dalam tafsirnya Gharāibul Qur'ān wa Raghāibul Furqān menyampaikan,

Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŲƒŲ’Ų…ŲŽØŠŲ ؁ؐ؊ ØĨŲØŽŲ’ŲŲŽØ§ØĄŲ Ų„ŲŽŲŠŲ’Ų„ŲŽØŠŲ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØ¯Ų’ØąŲ ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ų‘ŲŽŲ„ŲŠŲŽØ§Ų„ŲŲŠ ŲƒŲŽØ§Ų„Ų’Ø­ŲŲƒŲ’Ų…ŲŽØŠŲ ؁ؐ؊ ØĨŲØŽŲ’ŲŲŽØ§ØĄŲ ŲˆŲŽŲ‚Ų’ØĒؐ Ø§Ų„ŲˆŲŽŲŲŽØ§ØŠŲ ŲˆŲŽŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŲŠŲŽØ§Ų…ŲŽØŠŲ Ø­ŲŽØĒŲ‘ŲŽŲ‰ ŲŠŲŽØąŲ’ØēŲŽØ¨ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŲƒŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲŲ ؁ؐ؊ Ø§Ų„ØˇŲ‘ŲŽØ§ØšŲŽØ§ØĒؐ ŲˆŲŽŲŠŲŽØ˛ŲŲŠŲ’Ø¯ŲŽ ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ø§ŲØŦŲ’ØĒŲŲ‡ŲŽØ§Ø¯Ų ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ŲŠŲŽØĒŲŽØēŲŽØ§ŲŲŽŲ„ŲŽ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ŲŠŲŽØĒŲŽŲƒŲŽØ§ØŗŲŽŲ„ŲŽ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ŲŠŲŽØĒŲŽŲ‘ŲƒŲŽŲ„ŲŽ.

Artinya, "Hikmah dirahasiakannya malam Lailatul Qadar di antara malam-malam bulan Ramadhan adalah seperti dirahasiakannya kematian dan hari kiamat. Sehingga manusia dengan penuh suka cita menjalankan ibadah, lebih bersungguh-sungguh, tidak lalai, tidak bermalas-malasan, dan tidak lesu." (Nidzamuddin an-Naisaburi, Gharāibul Qur'ān wa Raghāibul Furqān, 2015: juz VI, h. 537)

Ma'asyiral muslimÄĢn a'azzakumullāh.

Kendati malam Lailatul Qadar tidak bisa kita pastikan kapan terjadinya, selain mengikuti prediksi para ulama, kita juga bisa memprediksi kedatangannya dengan mengamati kondisi alam yang terjadi. Berikut adalah beberapa ciri-ciri malam Lailatul Qadar dilihat dari gejala alam berdasarkan beberapa hadits Nabi.

Pada pagi harinya sinar matahari tidak terlalu panas dan cuaca terasa sejuk. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Imam Muslim.

Malam harinya langit terlihat bersih, tidak terdapat awan, suasana terasa tenang dan sunyi, udara juga tidak dingin tidak pula panas.

Dalam hadits lain Rasulullah juga bersabda,

Ų„ŲŽŲŠŲ’Ų„ŲŽØŠŲ Ø§Ų„Ų‚ŲŽØ¯ŲŽØąŲ Ų„ŲŽŲŠŲ’Ų„ŲŽØŠŲŒ ØŗŲŽŲ…Ų’Ø­ŲŽØŠŲŒ ØˇŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲŽØŠŲŒ Ų„ŲŽØ§ Ø­ŲŽØ§ØąŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØ§ØąŲØ¯ŲŽØŠŲ‹ ØĒŲØĩŲ’Ø¨ŲØ­Ų Ø§Ų„Ø´ŲŽŲ…Ų’ØŗŲ ØĩŲŽØ¨ŲŲŠŲ’Ø­ŲŽØĒŲŲ‡ŲŽØ§ ØļŲŽØšŲŲŠŲ’ŲŲŽØŠŲŒ Ø­ŲŽŲ…Ų’ØąŲŽØ§ØĄŲ

Artinya, "Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan tampak kemerah-merahan." (HR Ath-Thayalisi dan Al Baihaqi)

Hanya saja, prediksi berdasarkan gejala alam tersebut tidak bisa dijadikan acuan untuk bisa meraih malam Lailatul Qadar. Ibnu Hajar al-'Atsqalani sendiri menegaskan bahwa ciri-ciri gejala alam tersebut akan tampak setelah malam Lailatul Qadar-nya, bukan sebelum atau saat sedang terjadi sehingga kita bisa mempersiapkan diri sebelum tepat kedatangannya. (Ibnu Hajar al-'Asqalani, Fatá¸Ĩul BārÄĢ: juz IV, h. 260).

Pada akhirnya kita berkesimpulan bahwa malam Lailatul Qadar tidak bisa diprediksi kapan tepatnya. Kita hanya bisa berusaha dan berikhtiar dengan memperbanyak ibadah selama satu bulan Ramadhan dengan harapan bisa meraih malam istimewa ini.

Ma'asyiral muslimÄĢn a'azzakumullāh.

Demikianlah khutbah singkat yang bisa khatib sampaikan. Semoga Ramadhan tahun ini dan tahun-tahun berikutnya kita diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk meraih malam yang lebih utama dari seribu bulan ini. Amin.

ØŖŲŽŲ‚ŲŲˆŲ’Ų„Ų Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų„ŲŲŠŲ’ Ų‡Ų°Ø°ŲŽØ§ ŲˆŲŽØŖŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ Ų„ŲŲŠŲ’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ØŒ ŲŲŽØ§ØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲŲˆŲ’Ų‡ŲØŒ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„Ų’ØēŲŽŲŲŲˆŲ’ØąŲ Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ­ŲŲŠŲ’Ų…Ų

Khutbah II

Ø§ŲŽŲ„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄؄؇ؐ ŲˆŲŽŲƒŲŽŲŲŽŲ‰ØŒ ŲˆŲŽØŖŲØĩŲŽŲ„ŲŲ‘ŲŠŲ’ ŲˆŲŽØŖŲØŗŲŽŲ„ŲŲ‘Ų…Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØĩŲ’ØˇŲŽŲŲŽŲ‰ØŒ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ؇ؐ ŲˆŲŽØŖŲŽØĩŲ’Ø­ŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡Ų ØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„Ų Ø§Ų„Ų’ŲˆŲŽŲŲŽØ§. ØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų’ Ų„Ų‘ŲŽØ§ ØĨŲ„Ų‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŽØ§ Ø´ŲŽØąŲŲŠŲ’ŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų‹Ø§ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŲ‡Ų
ØŖŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯ŲØŒ ŲŲŽŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽØŒ ØŖŲŲˆŲ’ØĩŲŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲ’ØŗŲŲŠŲ’ Ø¨ŲØĒŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŽŲ„ŲŲŠŲŲ‘ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ’Ų…Ų ŲˆŲŽØ§ØšŲ’Ų„ŲŽŲ…ŲŲˆŲ’Ø§ ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ ØŖŲŽŲ…ŲŽØąŲŽŲƒŲŲ…Ų’ Ø¨ŲØŖŲŽŲ…Ų’ØąŲ ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ’Ų…ŲØŒ ØŖŲŽŲ…ŲŽØąŲŽŲƒŲŲ…Ų’ Ø¨ŲØ§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§ØŠŲ ŲˆŲŽØ§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§Ų…Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų†ŲŽØ¨ŲŲŠŲŲ‘Ų‡Ų Ø§Ų„Ų’ŲƒŲŽØąŲŲŠŲ’Ų…Ų ŲŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ: ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ„ŲŽØ§ØĻŲŲƒŲŽØĒŲŽŲ‡Ų ŲŠŲØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆŲ†ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲŲ‘ØŒ ŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ØĸŲ…ŲŽŲ†ŲŲˆØ§ ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆØ§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„ŲŲ‘Ų…ŲŲˆØ§ ØĒŲŽØŗŲ’Ų„ŲŲŠŲ…Ų‹Ø§ØŒ Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĩŲŽŲ„ŲŲ‘ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲŠŲ’ØĒŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ ØĨŲØ¨Ų’ØąŲŽØ§Ų‡ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ ØĨŲØ¨Ų’ØąŲŽØ§Ų‡ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽ ŲˆŲŽØ¨ŲŽØ§ØąŲŲƒŲ’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØ§ØąŲŽŲƒŲ’ØĒŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ ØĨŲØ¨Ų’ØąŲŽØ§Ų‡ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ ØĨŲØ¨Ų’ØąŲŽØ§Ų‡ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽØŒ ŲŲŲŠŲ’ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲƒŲŽ Ø­ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ø¯ŲŒ Ų…ŲŽØŦŲŲŠŲ’Ø¯ŲŒ. Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ اØēŲ’ŲŲØąŲ’ Ų„ŲŲ„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŽØ§ØĒؐ ŲˆØ§Ų„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŽØ§ØĒؐ Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽØ­Ų’ŲŠŲŽØ§ØĄŲ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØŖŲŽŲ…Ų’ŲˆŲŽØ§ØĒŲØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų… Ø§Ø¯Ų’ŲŲŽØšŲ’ ØšŲŽŲ†Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲŽŲ„ŲŽØ§ØĄŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØēŲŽŲ„ŲŽØ§ØĄŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ŲˆŲŽØ¨ŲŽØ§ØĄŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ŲŲŽØ­Ų’Ø´ŲŽØ§ØĄŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŽØąŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø¨ŲŽØēŲ’ŲŠŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„ØŗŲ‘ŲŲŠŲŲˆŲ’ŲŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØŽŲ’ØĒŲŽŲ„ŲŲŲŽØŠŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ø´Ų‘ŲŽØ¯ŲŽØ§ØĻŲØ¯ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØ­ŲŽŲ†ŲŽØŒ Ų…ŲŽØ§ Ø¸ŲŽŲ‡ŲŽØąŲŽ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØˇŲŽŲ†ŲŽØŒ ؅ؐ؆ؒ Ø¨ŲŽŲ„ŲŽØ¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų‡ŲŽØ°ŲŽØ§ ØŽŲŽØ§ØĩŲ‘ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ Ø¨ŲŲ„Ų’Ø¯ŲŽØ§Ų†Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ØšŲŽØ§Ų…Ų‘ŲŽØŠŲ‹ØŒ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲƒŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ŲƒŲŲ„ŲŲ‘ Ø´ŲŽŲŠŲ’ØĄŲ Ų‚ŲŽØ¯ŲŲŠŲ’ØąŲŒ
ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲØŒ ØĨŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ ŲŠŲŽØŖŲ’Ų…ŲØąŲ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’ØšŲŽØ¯Ų’Ų„Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØĨØ­Ų’ØŗŲŽØ§Ų†Ų ŲˆŲŽØĨŲŲŠŲ’ØĒŲŽØ§ØĄŲ Ø°ŲŲŠ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲ’Ø¨ŲŽŲ‰ ŲˆŲŠŲŽŲ†Ų’Ų‡ŲŽŲ‰ ØšŲŽŲ†Ų Ø§Ų„ŲŲŽØ­Ų’Ø´ŲŽØ§ØĄŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŽØąŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ø¨ŲŽØēŲ’ŲŠŲØŒ ŲŠŲŽØšŲØ¸ŲŲƒŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŽØ°ŲŽŲƒŲ‘ŲŽØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ. ŲŲŽØ§Ø°ŲƒŲØąŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽ ŲŠŲŽØ°Ų’ŲƒŲØąŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ°ŲŲƒŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ.

Khutbah Jumat Nuzulul Quran PDF

Naskah khutbah Jumat Nuzulul Quran lainnya versi pdf bisa diunduh di sini.




(kri/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads