Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar adalah dua peristiwa mulia pada bulan Ramadan. Peristiwa ini bisa menjadi materi khatib Jumat pekan ini.
Peristiwa Nuzulul Qur'an dan Lailatul Qadar dijelaskan dalam beberapa ayat Al-Qur'an. Dalam surah Al-Qadr ayat 1-5 Allah SWT berfirman,
اŲŲŲŲØ§Ų اŲŲŲØ˛ŲŲŲŲŲ°ŲŲ ŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲØŠŲ اŲŲŲŲØ¯ŲØąŲ ŲĄ ŲŲŲ ŲØ§Ų Ø§ŲØ¯ŲØąŲ°ŲŲŲ Ų ŲØ§ ŲŲŲŲŲŲØŠŲ اŲŲŲŲØ¯ŲØąŲÛ Ųĸ ŲŲŲŲŲŲØŠŲ اŲŲŲŲØ¯ŲØąŲ ÛÛ ØŽŲŲŲØąŲ Ų ŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲ Ø´ŲŲŲØąŲÛ ŲŖ ØĒŲŲŲØ˛ŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲ ŲŲŲ°Û¤ŲŲŲŲŲØŠŲ ŲŲØ§ŲØąŲŲŲŲØŲ ŲŲŲŲŲŲØ§ Ø¨ŲØ§ŲذŲŲŲ ØąŲØ¨ŲŲŲŲŲ ŲÛ Ų ŲŲŲ ŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲ ŲØąŲÛ Ų¤ ØŗŲŲŲ°Ų Ų ÛŲŲŲŲ ØŲØĒŲŲ°Ų Ų ŲØˇŲŲŲØšŲ اŲŲŲŲØŦŲØąŲ āŖ ŲĨ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan RÅĢá¸Ĩ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar."
Berikut naskah khutbah Jumat Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar dinukil dari situs Kementerian Agama RI.
Khutbah Jumat Nuzulul Quran Penuh Hikmah
اŲŲØŲŲ ŲØ¯Ų ŲŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲØ°ŲŲ ØŖŲØąŲØŗŲŲŲ ØąŲØŗŲŲŲŲŲŲŲ Ø¨ŲØ§ŲŲŲŲØ¯ŲŲ ŲŲØ¯ŲŲŲŲ Ø§ŲŲØŲŲŲŲ ŲŲŲŲØ¸ŲŲŲØąŲŲŲ ØšŲŲŲŲ Ø§ŲØ¯ŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲ. ØŖŲØ´ŲŲŲØ¯Ų ØŖŲŲŲ ŲŲØ§ ØĨŲŲŲŲŲ ØĨŲŲŲŲØ§ اŲŲŲŲŲŲ ŲŲØŲØ¯ŲŲŲ ŲŲØ§ Ø´ŲØąŲŲŲŲ ŲŲŲŲØ ŲŲØŖŲØ´ŲŲŲØ¯Ų ØŖŲŲŲŲ ØŗŲŲŲŲØ¯ŲŲŲØ§ Ų ŲØŲŲ ŲŲØ¯Ųا ØšŲØ¨ŲدŲŲŲ ŲŲØąŲØŗŲŲŲŲŲŲØ ŲŲØ§ ŲŲØ¨ŲŲŲŲ ŲŲŲŲØ§ ØąŲØŗŲŲŲŲ Ø¨ŲØšŲدŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ ØĩŲŲŲŲ ŲŲØŗŲŲŲŲŲ Ų ØšŲŲŲŲ ØŗŲŲŲŲØ¯Ų اŲŲŲ ŲØąŲØŗŲŲŲŲŲŲØ ØŗŲŲŲŲØ¯ŲŲŲØ§ Ų ŲØŲŲ ŲŲØ¯ŲØ ŲŲØšŲŲŲŲ ØĸŲŲŲŲ ŲŲØŖŲØĩŲØŲØ§Ø¨ŲŲŲ ØŖŲØŦŲŲ ŲØšŲŲŲŲ. ØŖŲŲ ŲŲØ§ Ø¨ŲØšŲدŲ. ŲŲŲŲØ§ ØŖŲŲŲŲŲŲØ§ Ø§ŲØŲØ§ØļŲØąŲŲŲŲØ ØŖŲŲØĩŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲŲŲØŗŲŲ Ø¨ŲØĒŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ ØšŲØ˛ŲŲ ŲŲØŦŲŲŲŲØ ŲŲŲŲØ¯Ų ŲŲØ§ŲŲ ŲŲ ŲØĒØ§Ø¨Ų Ø§ŲØšØ˛ŲØ˛ : { ŲŲØ§ ØŖŲŲŲŲŲŲØ§ اŲŲŲØ°ŲŲŲŲ ØĸŲ ŲŲŲŲØ§ اØĒŲŲŲŲŲØ§ اŲŲŲŲŲŲ ØŲŲŲŲ ØĒŲŲŲØ§ØĒŲŲŲ ŲŲŲŲØ§ ØĒŲŲ ŲŲØĒŲŲŲŲ ØĨŲŲŲŲØ§ ŲŲØŖŲŲŲØĒŲŲ Ų Ų ŲØŗŲŲŲŲ ŲŲŲŲ} ŲŲŲŲØ¯Ų ŲŲØ§ŲŲ: {اŲŲØąŲØŖŲ Ø¨ŲØ§ØŗŲŲ Ų ØąŲØ¨ŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲØ°ŲŲ ØŽŲŲŲŲŲ ØŽŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲØĨŲŲŲØŗŲاŲŲ Ų ŲŲŲ ØšŲŲŲŲ Ø§ŲŲØąŲØŖŲ ŲŲØąŲبŲŲŲŲ Ø§ŲŲØŖŲŲŲØąŲŲ Ų Ø§ŲŲŲØ°ŲŲ ØšŲŲŲŲŲ Ų Ø¨ŲØ§ŲŲŲŲŲŲŲ Ų ØšŲŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲØĨŲŲŲØŗŲاŲŲ Ų ŲØ§ ŲŲŲ Ų ŲŲØšŲŲŲŲ Ų } .
Hadirin jemaah salat Jumat yang berbahagia,
Sebagai pembuka, khatib ingin mengingatkan kita semua untuk senantiasa meningkatkan takwa dengan mematuhi segala perintah Allah SWT dan menjauhi laranganNya, seraya meneladani Baginda Nabi Muhammad SAW sebagai penyampai risalah dan teladan sempurna, agar kita kelak dipertemukan dalam kebahagiaan abadi di janah-Nya.
Jemaah yang dimuliakan Allah,
Al-Qur'an turun di tengah komunitas bangsa yang tidak cukup akrab dengan aktivitas baca dan tulis serta terkenal dengan kerusakan moralnya. Istilah "jahiliah" disematkan kepada bangsa Arab pra-Qur'an sebagai simbol atas peradabannya yang masih jauh dari idealitas sebuah bangsa yang bisa disebut sebagai bangsa yang memiliki peradaban yang maju.
Akan tetapi, turunnya Al-Qur'an dan bersamaan dengan amanah kenabian kepada Nabi Muhammad SAW selama dua dekade lebih telah memberikan dampak yang signifikan bagi kemajuan bangsa Arab. Bahkan, peradaban di era hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah dijadikan sebagai teladan peradaban yang ideal dan masih terus dikaji hingga saat ini. Peradaban itu, saat ini, lebih dikenal dengan nama "masyarakat Madani". Model peradaban yang kemudian membawa Islam menuju puncak kejayaannya di abad pertengahan. Mengapa hal itu bisa terjadi? Mengapa Al-Qur'an bisa menjadi sumber inspirasi bagi transformasi masyarakat Arab dari "jahiliah" (bobrok) menuju "tamaddun" (berkemajuan)?
Sidang Jumat yang dirahmati Allah,
Al-Qur'an secara bahasa berarti "bacaan atau membaca", dan ayat pertama yang diwahyukan kepada Rasulullah SAW berisi seruan membaca. Q.S. Al-'Alaq: 1-5 diyakini oleh mayoritas ulama sebagai gugusan ayat pertama yang diturunkan Allah SWT kepada baginda Nabi Muhammad melalui Jibril. Turunnya kelima ayat ini tidak hanya menandai mulainya era kenabian (nubuwwah) Muhammad SAW, namun juga membawa pesan fundamental tentang urgensi membaca sebagai instrumen paling penting dalam proses pembelajaran manusia.
Allah SWT berfirman:
اŲŲØąŲØŖŲ Ø¨ŲØ§ØŗŲŲ Ų ØąŲØ¨ŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲØ°ŲŲ ØŽŲŲŲŲŲ ØŽŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲØĨŲŲŲØŗŲاŲŲ Ų ŲŲŲ ØšŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲØąŲØŖŲ ŲŲØąŲبŲŲŲŲ Ø§ŲŲØŖŲŲŲØąŲŲ Ų Ø§ŲŲŲØ°ŲŲ ØšŲŲŲŲŲ Ų Ø¨ŲØ§ŲŲŲŲŲŲŲ Ų ØšŲŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲØĨŲŲŲØŗŲاŲŲ Ų ŲØ§ ŲŲŲ Ų ŲŲØšŲŲŲŲ Ų.
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan! Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Tuhanmulah Yang Maha Mulia, yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."
Membaca sebagai instrumen utama dalam proses belajar merupakan tonggak utama untuk memahami substansi Al-Qur'an yang juga turun dengan visi-visi ideal kehidupan. Al-Qur'an membawa seperangkat aturan syariat yang memuat prinsip etis dari konstitusi agama yang ditujukan untuk memberikan kemaslahatan bagi manusia, baik di dunia maupun di akhirat.
Jemaah rahimakumullah,
Tujuan-tujuan substansial dari syariat ini kemudian dikenal dengan istilah maqÄshid as-syarÄĢah yang masyhur terdiri dari lima komponen utama yaitu hifzh ad-dÄĢn (pemeliharaan agama), hifzh an-nafs (pemeliharaan jiwa), hifzh al-'aql (pemeliharaan akal), hifzh an-nasl (pemeliharaan keturunan) dan hifzh al-mÄl (pemeliharaan harta).
Hadirin yang mulia,
Terkait dengan pemeliharaan akal, syariat Al-Qur'an memberikan panduan untuk menjaganya dari kerusakan sebab peran akal begitu sentral dalam aktivitas membaca dan belajar. Ayat-ayat yang berbicara tentang pelarangan mengonsumsi khamr (minuman keras) seperti yang termaktub dalam Q.S. Al-Maidah [5]: 91 yang memberikan penekanan bahwa konsumsi khamr merupakan bagian tindakan tercela yang sekaligus mengamini keinginan setan agar manusia saling bermusuhan dengan sesamanya serta menjauhkannya dari mengingat Tuhan dan beribadah. Allah SWT berfirman:
ØĨŲŲŲŲŲ ŲØ§ ŲŲØąŲŲØ¯Ų Ø§ŲØ´ŲŲŲŲØˇŲŲŲ ØŖŲŲŲ ŲŲŲŲŲØšŲ بŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲØšŲØ¯ŲØ§ŲŲØŠŲ ŲŲØ§ŲŲØ¨ŲØēŲØļŲØ§ØĄŲ ŲŲŲ Ø§ŲŲØŽŲŲ ŲØąŲ ŲŲØ§ŲŲŲ ŲŲŲØŗŲØąŲ ŲŲŲŲØĩŲØ¯ŲŲŲŲŲ Ų ØšŲŲŲ Ø°ŲŲŲØąŲ اŲŲŲŲŲŲ ŲŲØšŲŲŲ Ø§ŲØĩŲŲŲŲŲØŠŲ ŲŲŲŲŲŲ ØŖŲŲŲØĒŲŲ Ų Ų ŲŲŲØĒŲŲŲŲŲŲ.
"Sesungguhnya setan hanya bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu melalui minuman keras dan judi serta (bermaksud) menghalangi kamu dari mengingat Allah dan (melaksanakan) salat, maka tidakkah kamu mau berhenti?" (Q.S. Al-Maidah [5]: 91).
Kemudian, syariat Al-Qur'an juga menginginkan agar manusia mampu memelihara keturunannya dengan menitikberatkan pada upaya untuk menjaga otentisitasnya. Maka dari itu Al-Qur'an sangat mengecam zina, sebab menjadi sumber dari rusaknya harkat martabat manusia yang diakibatkan oleh ketidakjelasan nasab. Pada Q.S. Al-Isra' [17]: 32, Allah SWT berfirman:
ŲŲŲŲØ§ ØĒŲŲŲØąŲبŲŲØ§ Ø§ŲØ˛ŲŲØ¨ŲŲ ØĨŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲ ŲŲØ§ØŲØ´ŲØŠŲ ŲŲØŗŲØ§ØĄŲ ØŗŲØ¨ŲŲŲŲØ§.
"Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya (zina) itu adalah perbuatan keji dan jalan terburuk."
Selanjutnya, syariat Al-Qur'an juga menginginkan agar manusia mampu memelihara hartanya dengan baik melalui aturan hukum tentang tindakan pencurian harta, maupun melalui panduan mendapatkan harta yang baik. Sebagaimana pada Q.S. An-Nisa' [4]: 29 yang menyamakan orang yang memperoleh harta melalui jalan yang tidak baik, sama halnya telah membunuh dirinya sendiri. Allah SWT berfirman:
ŲŲØŖŲŲŲŲŲŲØ§ اŲŲŲØ°ŲŲŲŲ ØĸŲ ŲŲŲŲØ§ ŲŲØ§ ØĒŲØŖŲŲŲŲŲŲØ§ ØŖŲŲ ŲŲŲØ§ŲŲŲŲŲ Ų Ø¨ŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų Ø¨ŲØ§ŲŲØ¨ŲØ§ØˇŲŲŲ ØĨŲŲŲŲØ§ ØŖŲŲŲ ØĒŲŲŲŲŲŲ ØĒŲØŦŲØ§ØąŲØŠŲ ØšŲŲŲ ØĒŲØąŲاØļŲ Ų ŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲØ§ ØĒŲŲŲØĒŲŲŲŲØ§ ØŖŲŲŲŲŲØŗŲŲŲŲ Ų ØĨŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲ Ø¨ŲŲŲŲ Ų ØąŲØŲŲŲ ŲØ§.
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan cara yang batil (tidak benar), kecuali berupa perniagaan atas dasar suka sama suka di antara kamu. Janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu."
Jemaah Jumat hafizhakumullah,
Berdasarkan ulasan terhadap maqÄshid as-syarÄĢah yang dikandung oleh Al-Qur'an, sejatinya ada pesan terdalam yang bisa diambil selain dari pesan-pesan pemeliharaan yang telah disampaikan. Melalui hifzh ad-dÄĢn (pemeliharaan agama), Al-Qur'an ingin membawa peradaban yang berlandaskan perdamaian dan harmonisasi sosial antarumat beragama, sehingga satu sama lain dapat saling bekerja sama tanpa mendiskriminasi satu sama lain. Dengan hifzh an-nafs (pemeliharaan jiwa), Al-Qur'an ingin membangun peradaban yang menjunjung kemanusiaan, peradaban yang memanusiakan manusia.
Kemudian, melalui hifzh al-'aql (pemeliharaan akal), Al-Qur'an ingin agar manusia dapat memaksimalkan anugerah akal yang telah diberikan kepadanya sebagai instrumen yang sangat penting bagi upaya untuk menginisiasi kemajuan perabadan. Sebab tidak ada peradaban maju yang lahir tanpa optimalisasi fungsi akal. Dengan hifzh an-nasl (pemeliharaan keturunan), Al-Qur'an ingin manusia mengonstruksi peradaban yang tidak hanya maju jika dilihat dari sisi kognitifnya tapi juga moralitasnya. Dan terakhir, via hifzh almÄl (pemeliharaan harta), Al-Qur'an ingin manusia melahirkan peradaban yang memperhatikan laku etisnya dalam pengelolaan harta sebagai elemen krusial dalam kemajuan sebuah peradaban. Karena tidak ada peradaban yang maju tanpa disokong oleh kesejahteraan masyarakatnya.
Segenap visi peradaban ideal yang dibawa oleh Al-Qur'an itu tidak akan bisa dipahami tanpa aktivitas membaca sebagai aktualisasi proses belajar. Maka pada hakikatnya, hikmah turunnya Al-Qur'an bagi kemajuan peradaban ialah membawa umat Islam untuk senantiasa menjadi "manusia pembelajar". Manusia yang terus berproses memahami dan menghayati Islam dalam setiap syariatnya serta mampu menerapkannya dalam kehidupan.
Ø¨ŲØ§ØąŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ ŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲØąŲØĸŲŲ Ø§ŲŲØšŲظŲŲŲ Ų ŲŲŲŲŲŲØšŲŲŲŲ ŲŲØĨŲŲŲŲØ§ŲŲŲ Ų Ø¨ŲŲ ŲØ§ ŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ Ø§ŲØĸŲŲØ§ØĒŲ ŲŲØ§ŲذŲŲŲŲØąŲ Ø§ŲØŲŲŲŲŲ Ų ØŖŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ°Ųا ŲŲØŖŲØŗŲØĒŲØēŲŲŲØąŲ اŲŲŲŲ ŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲØŗŲاØĻŲØąŲ اŲŲŲ ŲØŗŲŲŲŲ ŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ ŲŲŲŲŲ Ø°ŲŲŲØ¨Ų ŲŲØ§ØŗŲØĒŲØēŲŲŲØąŲŲŲŲ ØĨŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲ Ø§ŲŲØēŲŲŲŲØąŲ Ø§ŲØąŲŲØŲŲŲ Ų.
Khutbah II
Ø§ŲØŲŲ ŲØ¯Ų ŲŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲØ°ŲŲ ŲŲØ¯ŲاŲŲØ§ ŲŲŲŲØ°Ųا ŲŲŲ ŲØ§ ŲŲŲŲŲØ§ ŲŲŲŲŲŲØĒŲØ¯ŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲØ§ ØŖŲŲŲ ŲŲØ¯ŲاŲŲØ§ اŲŲŲŲ ØŖŲØ´ŲŲŲØ¯Ų ØŖŲŲŲ ŲØ§ ØĨŲŲŲŲŲ ØĨŲŲŲŲØ§ اŲŲŲŲ ŲŲØŲØ¯ŲŲŲ ŲŲØ§ Ø´ŲØąŲŲŲŲ ŲŲŲŲØ ŲŲØŖŲØ´ŲŲŲØ¯Ų ØŖŲŲŲŲ ØŗŲŲŲŲØ¯ŲŲŲØ§ Ų ŲØŲŲ ŲŲØ¯Ųا ØšŲØ¨ŲدŲŲŲ ŲŲØąŲØŗŲŲŲŲŲŲØ ŲŲØ§ ŲŲØ¨ŲŲŲŲ ŲŲŲŲØ§ ØąŲØŗŲŲŲŲ Ø¨ŲØšŲدŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ ØĩŲŲŲŲ ŲŲØŗŲŲŲŲŲ Ų ØšŲŲŲŲ ØŗŲŲŲŲØ¯Ų اŲŲŲ ŲØąŲØŗŲŲŲŲŲŲØ ØŗŲŲŲŲØ¯ŲŲŲØ§ Ų ŲØŲŲ ŲŲØ¯ŲØ ŲŲØšŲŲŲŲ ØĸŲŲŲŲ ŲŲØŖŲØĩŲØŲØ§Ø¨ŲŲŲ ØŖŲØŦŲŲ ŲØšŲŲŲŲ. ØŖŲŲ ŲŲØ§ Ø¨ŲØšŲدŲ. ŲŲŲŲØ§ ØŖŲŲŲŲŲŲØ§ Ø§ŲØŲØ§ØļŲØąŲŲŲŲ Ø§ŲŲ ŲØŲØ¨ŲŲØ¨ŲŲŲŲØ ØŖŲŲØĩŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲŲŲØŗŲŲ Ø¨ŲØĒŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ ØšŲØ˛ŲŲ ŲŲØŦŲŲŲŲØ ŲŲØ§ŲØĒŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲ ŲŲØĩŲŲŲŲØŠŲ ØąŲØ¨ŲŲ Ø§ŲØšŲاŲŲŲ ŲŲŲŲ ŲŲŲŲØŖŲŲŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲØĸØŽŲØąŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ ØŽŲŲŲŲŲŲŲØ ŲŲŲŲØ¯Ų ŲŲØ§ŲŲ ŲŲŲ ŲŲØĒŲØ§Ø¨ŲŲŲ Ø§ŲØšŲØ˛ŲŲØ˛Ų : { ŲŲØ§ ØŖŲŲŲŲŲŲØ§ اŲŲŲØ°ŲŲŲŲ ØĸŲ ŲŲŲŲØ§ اØĒŲŲŲŲŲØ§ اŲŲŲŲŲŲ ØŲŲŲŲ ØĒŲŲŲØ§ØĒŲŲŲ ŲŲŲŲØ§ ØĒŲŲ ŲŲØĒŲŲŲŲ ØĨŲŲŲŲØ§ ŲŲØŖŲŲŲØĒŲŲ Ų Ų ŲØŗŲŲŲŲ ŲŲŲŲ } ŲŲØŖŲŲ ŲØąŲ اŲŲ ŲØŗŲŲŲŲ ŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲ ŲØ¤ŲŲ ŲŲŲŲŲŲ Ø¨ŲØ§ŲØĩŲŲŲŲØ§ØŠŲ ØšŲŲŲŲ ØąŲØŗŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ ŲŲŲ ŲØ§ ŲŲØ§ŲŲ ŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲØąŲØĸŲŲ: {ØĨŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲ ŲŲŲØ§ØĻŲŲŲØĒŲŲŲ ŲŲØĩŲŲŲŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲØ¨ŲŲŲŲ ŲŲØ§ ØŖŲŲŲŲŲŲØ§ اŲŲŲØ°ŲŲŲŲ ØĸŲ ŲŲŲŲØ§ ØĩŲŲŲŲŲØ§ ØšŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØŗŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ ØĒŲØŗŲŲŲŲŲ ŲØ§ } اŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ Ø§ØēŲŲŲØąŲ ŲŲŲŲŲ ŲØŗŲŲŲŲ ŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲ ŲØŗŲŲŲŲ ŲØ§ØĒŲ ŲØ§ŲŲ Ø¤Ų ŲŲŲ ŲØ§ŲŲ Ø¤Ų ŲŲŲØ§ØĒŲ Ø§ŲØŖŲØŲŲŲØ§ØĄŲ Ų ŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲØ§ŲŲØŖŲŲ ŲŲŲØ§ØĒŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ ŲŲØŗŲŲØąŲ ŲŲŲŲØ§ ØŖŲŲ ŲŲØąŲŲŲØ§ ŲŲØŲØĩŲŲŲ Ų ŲŲŲØ§ØĩŲØ¯ŲŲŲØ§ ŲŲØŖŲØŲØŗŲŲŲ Ų ŲŲŲ ØŖŲØŲØŗŲŲŲ ØĨŲŲŲŲŲŲŲØ§Ø ØąŲØ¨ŲŲŲŲØ§ ØĸØĒŲŲŲØ§ ŲŲŲ Ø§ŲØ¯ŲŲŲŲŲŲØ§ ØŲØŗŲŲŲØŠŲ ŲŲŲŲŲ Ø§ŲØĸØŽŲØąŲØŠŲ ØŲØŗŲŲŲØŠŲ ŲŲŲŲŲŲØ§ ØšŲØ°ŲØ§Ø¨Ų Ø§ŲŲŲŲØ§ØąŲ ØšŲØ¨ŲØ§Ø¯Ų Ø§ŲŲŲŲŲŲ! ØĨŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ ŲŲØŖŲŲ ŲØąŲ Ø¨ŲØ§ŲŲØšŲدŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲØĨŲØŲØŗŲاŲŲ ŲŲØĨŲŲØĒŲØ§ØĄŲ ذŲŲ Ø§ŲŲŲØąŲبŲŲØ ŲŲŲŲŲŲŲŲŲ ØšŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲØŲØ´ŲØ§ØĄŲ ŲŲØ§ŲŲ ŲŲŲŲŲØąŲ ŲŲØ§ŲŲØ¨ŲØēŲŲŲ ŲŲØšŲظŲŲŲŲ Ų ŲŲØšŲŲŲŲŲŲŲ Ų ØĒŲØ°ŲŲŲŲØąŲŲŲŲ. ŲŲØ§Ø°ŲŲŲØąŲŲØ§ اŲŲŲŲ Ø§ŲØšŲظŲŲŲ Ų ŲŲØ°ŲŲŲØąŲŲŲŲ ŲØ ŲŲØ§Ø´ŲŲŲØąŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲ ŲŲØšŲŲ ŲŲŲ ŲŲØ˛ŲدŲŲŲŲ ŲØ ŲŲŲŲØ°ŲŲŲØąŲ اŲŲŲŲŲŲ ØŖŲŲŲØ¨ŲØą .
Khutbah Jumat Meraih Lailatul Qadar
Khutbah I
Ø§ŲØŲŲ
ŲØ¯Ų ŲŲŲŲŲ°ŲŲ Ø§ŲŲŲ
ŲŲŲŲŲ Ø§ŲØ¯ŲŲŲŲŲØ§ŲŲØ ŲŲØ§ŲØĩŲŲŲŲØ§ØŠŲ ŲŲØ§ŲØŗŲŲŲŲØ§Ų
Ų ØšŲŲŲŲ Ų
ŲØŲŲ
ŲŲØ¯Ų ØŗŲŲŲŲØ¯Ų ŲŲŲŲØ¯Ų ØšŲØ¯ŲŲŲØ§ŲŲØ ŲŲØšŲŲŲŲ ØĸŲŲŲŲ ŲŲØĩŲØŲØ¨ŲŲŲ ŲŲØĒŲØ§Ø¨ŲØšŲŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲ Ų
ŲØąŲŲ Ø§ŲØ˛ŲŲŲ
ŲØ§ŲŲØ ŲŲØŖŲØ´ŲŲŲØ¯Ų ØŖŲŲŲ ŲŲŲØ§ ØĨŲŲŲŲ ØĨŲŲŲŲØ§ اŲŲŲŲ ŲŲØŲØ¯ŲŲŲ ŲŲØ§ Ø´ŲØąŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲ
ŲŲŲŲØ˛ŲŲŲŲ ØšŲŲŲ Ø§ŲŲØŦŲØŗŲŲ
ŲŲŲŲØŠŲ ŲŲØ§ŲŲØŦŲŲŲØŠŲ ŲŲØ§ŲØ˛ŲŲŲ
ŲØ§ŲŲ ŲŲØ§ŲŲŲ
ŲŲŲØ§ŲŲØ ŲŲØŖŲØ´ŲŲŲØ¯Ų ØŖŲŲŲŲ ØŗŲŲŲŲØ¯ŲŲŲØ§ Ų
ŲØŲŲ
ŲŲØ¯Ųا ØšŲØ¨ŲدŲŲŲ ŲŲØąŲØŗŲŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲØ°ŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲ ØŽŲŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲØąŲØĸŲŲ ØŖŲŲ
ŲŲØ§ Ø¨ŲØšŲØ¯ŲØ
ØšŲØ¨ŲØ§Ø¯Ų Ø§ŲØąŲŲØŲŲ
Ų°ŲŲØ ŲŲØĨŲŲŲŲ ØŖŲŲŲØĩŲŲŲŲŲŲ
Ų ŲŲŲŲŲŲØŗŲŲ Ø¨ŲØĒŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ Ø§ŲŲ
ŲŲŲŲØ§ŲŲØ اŲŲŲŲØ§ØĻŲŲŲ ŲŲŲ ŲŲØĒŲØ§Ø¨ŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲØąŲØĸŲŲ: ØĨŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲØ°ŲŲŲŲ ØĸŲ
ŲŲŲŲØ§ ŲŲØ§ŲŲŲØ°ŲŲŲŲ ŲŲØ§Ø¯ŲŲØ§ ŲŲØ§ŲŲŲŲØĩŲØ§ØąŲŲŲ° ŲŲØ§ŲØĩŲŲØ§Ø¨ŲØĻŲŲŲŲ Ų
ŲŲŲ ØĸŲ
ŲŲŲ Ø¨ŲØ§ŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲŲŲŲŲŲ
Ų Ø§ŲŲØĸØŽŲØąŲ ŲŲØšŲŲ
ŲŲŲ ØĩŲØ§ŲŲØŲØ§ ŲŲŲŲŲŲŲ
Ų ØŖŲØŦŲØąŲŲŲŲ
Ų ØšŲŲŲØ¯Ų ØąŲØ¨ŲŲŲŲŲ
Ų ŲŲŲŲØ§ ØŽŲŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲŲŲŲŲ
Ų ŲŲŲŲØ§ ŲŲŲ
Ų ŲŲØŲØ˛ŲŲŲŲŲŲ
Ma'asyiral muslimÄĢn a'azzakumullÄh.
Mengawali khutbah yang singkat ini, khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa berusaha meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita kepada Allah subhanahu wa ta'ala dengan menjalankan semua kewajiban dan menjauhkan diri dari segala yang dilarang dan diharamkan.
Jamah yang dimuliakan Allah.
Betapa banyak anjuran amal ibadah yang dianjurkan untuk umat Muslim selama Ramadhan. Dari mulai amalan-amalan sunnah saat bukan puasa dan sahur, bertadarus Al-Qur'an, melaksanakan shalat tarawih, dan lain sebagainya. Salah satu anjuran utama yang terdapat pada bulan agung ini adalah meraih malam Lailatul Qadar. Allah SWT dalam Al-Qur'an secara tegas menyampaikan bahwa momen sakral Lailatul Qadar,
ØĨŲŲŲŲØ§ ØŖŲŲŲØ˛ŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲØŠŲ اŲŲŲŲØ¯ŲØąŲ * ŲŲŲ ŲØ§ ØŖŲØ¯ŲØąŲØ§ŲŲ Ų ŲØ§ ŲŲŲŲŲŲØŠŲ اŲŲŲŲØ¯ŲØąŲ * ŲŲŲŲŲŲØŠŲ اŲŲŲŲØ¯ŲØąŲ ØŽŲŲŲØąŲ Ų ŲŲŲ ØŖŲŲŲŲŲ Ø´ŲŲŲØąŲ * ØĒŲŲŲØ˛ŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲ ŲŲŲØĻŲŲŲØŠŲ ŲŲØ§ŲŲØąŲŲŲØŲ ŲŲŲŲŲŲØ§ Ø¨ŲØĨŲØ°ŲŲŲ ØąŲØ¨ŲŲŲŲŲ Ų Ų ŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ ØŖŲŲ ŲØąŲ * ØŗŲŲŲØ§Ų Ų ŲŲŲŲ ØŲØĒŲŲŲ Ų ŲØˇŲŲŲØšŲ اŲŲŲŲØŦŲØąŲ.
Artinya, "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan RÅĢá¸Ĩ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar." (QS Al-Qadar [97]: 1-5)
Berkaitan dengan ini, Imam Malik dalam al-Muwattha meriwayatkan satu hadits,
ØĨŲŲŲŲ ØąŲØŗŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ ØŖŲØąŲŲŲ ØŖŲØšŲŲ ŲØ§ØąŲ اŲŲŲŲØ§ØŗŲ ŲŲØ¨ŲŲŲŲŲ ØŖŲŲŲ Ų ŲØ§ Ø´ŲØ§ØĄŲ اŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ Ø°ŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲØŖŲŲŲŲŲŲ ØĒŲŲŲØ§ØĩŲØąŲ ØŖŲØšŲŲ ŲØ§ØąŲ ØŖŲŲ ŲŲØĒŲŲŲ ØŖŲŲŲ ŲŲØ§ ŲŲØ¨ŲŲŲØēŲŲŲØ§ Ų ŲŲŲ Ø§ŲŲØšŲŲ ŲŲŲ Ų ŲØĢŲŲŲ Ø§ŲŲŲØ°ŲŲŲ Ø¨ŲŲŲØēŲ ØēŲŲŲØąŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲ ØˇŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲØšŲŲ ŲØąŲØ ŲŲØŖŲØšŲØˇŲاŲŲ Ø§ŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲØŠŲ اŲŲŲŲØ¯ŲØąŲ ØŽŲŲŲØąŲا Ų ŲŲŲ ØŖŲŲŲŲŲ Ø´ŲŲŲØąŲ.
Artinya, "Sesungguhnya Rasulullah diperlihatkan umur-umur manusia sebelumnya (yang relatif panjang) sesuai dengan kehendak Allah, sampai (akhirnya) usia-usia umatnya semakin pendek (sehingga) mereka tidak bisa beramal lebih lama sebagaimana umat-umat sebelum mereka karena panjangnya usia mereka, maka Allah memberikan Rasulullah Lailatul Qadr yang lebih baik dari seribu bulan". (Imam Malik, al-Muwattha: juz I, h. 321)
Hanya saja, kepastian kapan malam agung ini terjadi belum ada yang bisa memprediksi, apakah di awal Ramadhan, pertengahannya, atau di penghujung bulan. Jika kita umpamakan, malam Lailatul Qadar bagaikan permata sangat indah yang tersimpan di tempat sangat tersembunyi. Semua orang menginginkannya, tetapi hanya bisa memprediksi keberadaannya. Dalam satu hadits terkait malam Lailatul Qadar, Rasulullah SAW bersabda,
ØĨŲŲŲŲ ŲŲØ°Ųا Ø§ŲØ´ŲŲŲŲØąŲ ŲŲØ¯Ų ØŲØļŲØąŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲØŠŲ ØŽŲŲŲØąŲ Ų ŲŲŲ ØŖŲŲŲŲŲ Ø´ŲŲŲØąŲ Ų ŲŲŲ ØŲØąŲŲ ŲŲŲØ§ ŲŲŲŲØ¯Ų ØŲØąŲŲ Ų Ø§ŲŲØŽŲŲŲØąŲ ŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲØ§Ų ŲŲØŲØąŲŲ Ų ØŽŲŲŲØąŲŲŲØ§ ØĨŲŲŲŲØ§ Ų ŲØŲØąŲŲŲ Ų.
Artinya, "Sesungguhnya bulan ini (Ramadhan) telah datang kepada kalian. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa saja yang terhalangi dari (meraih)nya, sungguh ia telah terhalangi dari semua kebaikan. Dan tidak ada yang terhalangi (darinya), kecuali orang yang memang terhalangi dari kebaikan." (HR Ibnu Majah)
Ma'asyiral muslimÄĢn a'azzakumullÄh.
Meskipun kedatangan malam Lailatul Qadar dirahasiakan, akan tetapi para ulama berusaha (berijtihad) untuk memprediksi kapan malam mulia tersebut jatuh. Kita bisa mengacu pada pendapat-pendapat yang mereka kemukakan, kendati pada akhirnya kita juga berkesimpulan bahwa terjadinya malam Lailatul Qadar tetap menjadi misteri karena tidak bisa diprediksi ketepatannya seratus persen.
Jika kita himpun, ada banyak sekali ragam prediksi para ulama tentang jatuhnya malam Lailatul Qadar. Imam Ibnu Hajar al-'Asqalani sendiri menjelaskan setidaknya ada 45 pendapat terkait waktu terjadinya malam mulia tersebut. Hanya saja, dari sekian pendapat yang ada ia berkesimpulan bahwa argumen yang paling kuat adalah yang mengatakan terjadi pada tanggal-tanggal ganjil di bulan Ramadhan.
Sementara Imam Syafi'i lebih spesifik lagi berpendapat bahwa tanggal 21 dan 23 Ramadhan lebih potensial terjadi malam Lailatul Qadar. Sedangkan mayoritas ulama termasuk Syekh Nidzamuddin an-Naisaburi berpendapat pada 27 Ramadhan. (Ibnu Hajar al-'Asqalani, Fatá¸Ĩul BÄrÄĢ: juz V, h. 463)
Menurut Imam Fakruddin ar-Razi, hikmah dirahasiakannya malam Lailatul Qadar adalah supaya umat muslim bersungguh-sungguh melakukan ibadah selama satu bulan Ramadhan penuh untuk meraih malam istimewa tersebut. Jangan sampai kita lengah satu hari saja. Tentu kita tidak menginginkan malam Lailatul Qadar jatuh saat kebetulan kita sedang malas beribadah. (Fakhruddin ar-Razi, MafÄtÄĢá¸Ĩul Ghaib, 1981: juz XXXII, h. 28)
Senada dengan ar-Razi, Syekh Nidzamuddin an-Nasibasuri dalam tafsirnya GharÄibul Qur'Än wa RaghÄibul FurqÄn menyampaikan,
اŲŲØŲŲŲŲ ŲØŠŲ ŲŲŲ ØĨŲØŽŲŲŲØ§ØĄŲ ŲŲŲŲŲŲØŠŲ اŲŲŲŲØ¯ŲØąŲ ŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲØ§ŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲØŲŲŲŲ ŲØŠŲ ŲŲŲ ØĨŲØŽŲŲŲØ§ØĄŲ ŲŲŲŲØĒŲ Ø§ŲŲŲŲŲØ§ØŠŲ ŲŲŲŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲŲŲŲŲØ§Ų ŲØŠŲ ØŲØĒŲŲŲ ŲŲØąŲØēŲØ¨Ų اŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲ Ø§ŲØˇŲŲØ§ØšŲاØĒŲ ŲŲŲŲØ˛ŲŲŲØ¯Ų ŲŲŲ Ø§ŲØ§ŲØŦŲØĒŲŲŲØ§Ø¯Ų ŲŲŲŲØ§ ŲŲØĒŲØēŲØ§ŲŲŲŲ ŲŲŲŲØ§ ŲŲØĒŲŲŲØ§ØŗŲŲŲ ŲŲŲŲØ§ ŲŲØĒŲŲŲŲŲŲ.
Artinya, "Hikmah dirahasiakannya malam Lailatul Qadar di antara malam-malam bulan Ramadhan adalah seperti dirahasiakannya kematian dan hari kiamat. Sehingga manusia dengan penuh suka cita menjalankan ibadah, lebih bersungguh-sungguh, tidak lalai, tidak bermalas-malasan, dan tidak lesu." (Nidzamuddin an-Naisaburi, GharÄibul Qur'Än wa RaghÄibul FurqÄn, 2015: juz VI, h. 537)
Ma'asyiral muslimÄĢn a'azzakumullÄh.
Kendati malam Lailatul Qadar tidak bisa kita pastikan kapan terjadinya, selain mengikuti prediksi para ulama, kita juga bisa memprediksi kedatangannya dengan mengamati kondisi alam yang terjadi. Berikut adalah beberapa ciri-ciri malam Lailatul Qadar dilihat dari gejala alam berdasarkan beberapa hadits Nabi.
Pada pagi harinya sinar matahari tidak terlalu panas dan cuaca terasa sejuk. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Imam Muslim.
Malam harinya langit terlihat bersih, tidak terdapat awan, suasana terasa tenang dan sunyi, udara juga tidak dingin tidak pula panas.
Dalam hadits lain Rasulullah juga bersabda,
ŲŲŲŲŲŲØŠŲ اŲŲŲØ¯ŲØąŲ ŲŲŲŲŲŲØŠŲ ØŗŲŲ ŲØŲØŠŲ ØˇŲŲŲŲŲØŠŲ ŲŲØ§ ØŲØ§ØąŲØŠŲ ŲŲŲŲØ§ Ø¨ŲØ§ØąŲØ¯ŲØŠŲ ØĒŲØĩŲØ¨ŲØŲ Ø§ŲØ´ŲŲ ŲØŗŲ ØĩŲØ¨ŲŲŲØŲØĒŲŲŲØ§ ØļŲØšŲŲŲŲŲØŠŲ ØŲŲ ŲØąŲØ§ØĄŲ
Artinya, "Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan tampak kemerah-merahan." (HR Ath-Thayalisi dan Al Baihaqi)
Hanya saja, prediksi berdasarkan gejala alam tersebut tidak bisa dijadikan acuan untuk bisa meraih malam Lailatul Qadar. Ibnu Hajar al-'Atsqalani sendiri menegaskan bahwa ciri-ciri gejala alam tersebut akan tampak setelah malam Lailatul Qadar-nya, bukan sebelum atau saat sedang terjadi sehingga kita bisa mempersiapkan diri sebelum tepat kedatangannya. (Ibnu Hajar al-'Asqalani, Fatá¸Ĩul BÄrÄĢ: juz IV, h. 260).
Pada akhirnya kita berkesimpulan bahwa malam Lailatul Qadar tidak bisa diprediksi kapan tepatnya. Kita hanya bisa berusaha dan berikhtiar dengan memperbanyak ibadah selama satu bulan Ramadhan dengan harapan bisa meraih malam istimewa ini.
Ma'asyiral muslimÄĢn a'azzakumullÄh.
Demikianlah khutbah singkat yang bisa khatib sampaikan. Semoga Ramadhan tahun ini dan tahun-tahun berikutnya kita diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk meraih malam yang lebih utama dari seribu bulan ini. Amin.
ØŖŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ°Ø°ŲØ§ ŲŲØŖŲØŗŲØĒŲØēŲŲŲØąŲ اŲŲŲŲ ŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲ ŲØ ŲŲØ§ØŗŲØĒŲØēŲŲŲØąŲŲŲŲŲØ ØĨŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲ Ø§ŲŲØēŲŲŲŲŲØąŲ Ø§ŲØąŲŲØŲŲŲŲ Ų
Khutbah II
اŲŲŲØŲŲ
ŲØ¯Ų ŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲØ ŲŲØŖŲØĩŲŲŲŲŲŲ ŲŲØŖŲØŗŲŲŲŲŲ
Ų ØšŲŲŲŲ ØŗŲŲŲŲØ¯ŲŲŲØ§ Ų
ŲØŲŲ
ŲŲØ¯Ų اŲŲŲ
ŲØĩŲØˇŲŲŲŲØ ŲŲØšŲŲŲŲ ØĸŲŲŲŲ ŲŲØŖŲØĩŲØŲØ§Ø¨ŲŲŲ ØŖŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲØ§. ØŖŲØ´ŲŲŲØ¯Ų ØŖŲŲŲ ŲŲŲØ§ ØĨŲŲŲ ØĨŲŲŲŲØ§ اŲŲŲŲ ŲŲØŲØ¯ŲŲŲ ŲŲØ§ Ø´ŲØąŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲØ ŲŲØŖŲØ´ŲŲŲØ¯Ų ØŖŲŲŲŲ ØŗŲŲŲŲØ¯ŲŲŲØ§ Ų
ŲØŲŲ
ŲŲØ¯Ųا ØšŲØ¨ŲدŲŲŲ ŲŲØąŲØŗŲŲŲŲŲŲŲ
ØŖŲŲ
ŲŲØ§ Ø¨ŲØšŲØ¯ŲØ ŲŲŲŲØ§ ØŖŲŲŲŲŲŲØ§ اŲŲŲ
ŲØŗŲŲŲŲ
ŲŲŲŲŲØ ØŖŲŲŲØĩŲŲŲŲŲŲ
Ų ŲŲŲŲŲŲØŗŲŲŲ Ø¨ŲØĒŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ Ø§ŲŲØšŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲØšŲظŲŲŲŲ
Ų ŲŲØ§ØšŲŲŲŲ
ŲŲŲØ§ ØŖŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ ØŖŲŲ
ŲØąŲŲŲŲ
Ų Ø¨ŲØŖŲŲ
ŲØąŲ ØšŲØ¸ŲŲŲŲ
ŲØ ØŖŲŲ
ŲØąŲŲŲŲ
Ų Ø¨ŲØ§ŲØĩŲŲŲŲØ§ØŠŲ ŲŲØ§ŲØŗŲŲŲŲØ§Ų
Ų ØšŲŲŲŲ ŲŲØ¨ŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲØąŲŲŲŲ
Ų ŲŲŲŲØ§ŲŲ: ØĨŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ ŲŲŲ
ŲŲŲØ§ØĻŲŲŲØĒŲŲŲ ŲŲØĩŲŲŲŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲØ¨ŲŲŲŲØ ŲŲØ§ ØŖŲŲŲŲŲŲØ§ اŲŲŲØ°ŲŲŲŲ ØĸŲ
ŲŲŲŲØ§ ØĩŲŲŲŲŲØ§ ØšŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØŗŲŲŲŲŲ
ŲŲØ§ ØĒŲØŗŲŲŲŲŲ
ŲØ§Ø اŲŲŲŲŲ°ŲŲŲ
ŲŲ ØĩŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲ ØŗŲŲŲŲØ¯ŲŲŲØ§ Ų
ŲØŲŲ
ŲŲØ¯Ų ŲŲØšŲŲŲŲ ØĸŲŲ ØŗŲŲŲŲØ¯ŲŲŲØ§ Ų
ŲØŲŲ
ŲŲØ¯Ų ŲŲŲ
ŲØ§ ØĩŲŲŲŲŲŲØĒŲ ØšŲŲŲŲ ØŗŲŲŲŲØ¯ŲŲŲØ§ ØĨŲØ¨ŲØąŲØ§ŲŲŲŲŲ
Ų ŲŲØšŲŲŲŲ ØĸŲŲ ØŗŲŲŲŲØ¯ŲŲŲØ§ ØĨŲØ¨ŲØąŲØ§ŲŲŲŲŲ
Ų ŲŲØ¨ŲØ§ØąŲŲŲ ØšŲŲŲŲ ØŗŲŲŲŲØ¯ŲŲŲØ§ Ų
ŲØŲŲ
ŲŲØ¯Ų ŲŲØšŲŲŲŲ ØĸŲŲ ØŗŲŲŲŲØ¯ŲŲŲØ§ Ų
ŲØŲŲ
ŲŲØ¯Ų ŲŲŲ
ŲØ§ Ø¨ŲØ§ØąŲŲŲØĒŲ ØšŲŲŲŲ ØŗŲŲŲŲØ¯ŲŲŲØ§ ØĨŲØ¨ŲØąŲØ§ŲŲŲŲŲ
Ų ŲŲØšŲŲŲŲ ØĸŲŲ ØŗŲŲŲŲØ¯ŲŲŲØ§ ØĨŲØ¨ŲØąŲØ§ŲŲŲŲŲ
ŲØ ŲŲŲŲ Ø§ŲŲØšŲاŲŲŲ
ŲŲŲŲŲ ØĨŲŲŲŲŲŲ ØŲŲ
ŲŲŲØ¯Ų Ų
ŲØŦŲŲŲØ¯Ų. اŲŲŲŲŲ°ŲŲŲ
ŲŲ Ø§ØēŲŲŲØąŲ ŲŲŲŲŲ
ŲØŗŲŲŲŲ
ŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲŲ
ŲØŗŲŲŲŲ
ŲØ§ØĒŲ ŲØ§ŲŲŲ
ŲØ¤ŲŲ
ŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲŲ
ŲØ¤ŲŲ
ŲŲŲØ§ØĒŲ Ø§ŲŲØŖŲØŲŲŲØ§ØĄŲ Ų
ŲŲŲŲŲŲ
Ų ŲŲØ§ŲŲØŖŲŲ
ŲŲŲØ§ØĒŲØ اŲŲŲŲ
ادŲŲŲØšŲ ØšŲŲŲŲØ§ اŲŲØ¨ŲŲŲØ§ØĄŲ ŲŲØ§ŲŲØēŲŲŲØ§ØĄŲ ŲŲØ§ŲŲŲŲØ¨ŲØ§ØĄŲ ŲŲØ§ŲŲŲŲØŲØ´ŲØ§ØĄŲ ŲŲØ§ŲŲŲ
ŲŲŲŲŲØąŲ ŲŲØ§ŲŲØ¨ŲØēŲŲŲ ŲŲØ§ŲØŗŲŲŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲ
ŲØŽŲØĒŲŲŲŲŲØŠŲ ŲŲØ§ŲØ´ŲŲØ¯ŲاØĻŲØ¯Ų ŲŲØ§ŲŲŲ
ŲØŲŲŲØ Ų
ŲØ§ ظŲŲŲØąŲ Ų
ŲŲŲŲŲØ§ ŲŲŲ
ŲØ§ Ø¨ŲØˇŲŲŲØ Ų
ŲŲŲ Ø¨ŲŲŲØ¯ŲŲŲØ§ ŲŲØ°Ųا ØŽŲØ§ØĩŲŲØŠŲ ŲŲŲ
ŲŲŲ Ø¨ŲŲŲØ¯ŲاŲŲ Ø§ŲŲŲ
ŲØŗŲŲŲŲ
ŲŲŲŲŲ ØšŲØ§Ų
ŲŲØŠŲØ ØĨŲŲŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ Ø´ŲŲŲØĄŲ ŲŲØ¯ŲŲŲØąŲ
ØšŲØ¨ŲØ§Ø¯Ų Ø§ŲŲŲŲØ ØĨŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ ŲŲØŖŲŲ
ŲØąŲ Ø¨ŲØ§ŲŲØšŲدŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲØĨØŲØŗŲØ§ŲŲ ŲŲØĨŲŲŲØĒŲØ§ØĄŲ ذŲŲ Ø§ŲŲŲŲØąŲبŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲŲ ØšŲŲŲ Ø§ŲŲŲØŲØ´ŲØ§ØĄŲ ŲŲØ§ŲŲŲ
ŲŲŲŲŲØąŲ ŲŲØ§ŲØ¨ŲØēŲŲŲØ ŲŲØšŲظŲŲŲŲ
Ų ŲŲØšŲŲŲŲŲŲŲ
Ų ØĒŲØ°ŲŲŲŲØąŲŲŲŲŲ. ŲŲØ§Ø°ŲŲØąŲŲØ§ اŲŲŲŲ Ø§ŲŲØšŲظŲŲŲŲ
Ų ŲŲØ°ŲŲŲØąŲŲŲŲ
Ų ŲŲŲŲØ°ŲŲŲØąŲ اŲŲŲŲ ØŖŲŲŲØ¨ŲØąŲ.
Khutbah Jumat Nuzulul Quran PDF
Naskah khutbah Jumat Nuzulul Quran lainnya versi pdf bisa diunduh di sini.
(kri/lus)












































Komentar Terbanyak
Arab Saudi Resmi Tetapkan Idul Fitri 20 Maret 2026
Apakah Nanti Malam Takbiran? Ini Prediksinya
Hasil Sidang Isbat Lebaran Idul Fitri 2026 Diumumkan Jam Berapa?