×
Ad

Mengintip Gedung Baru SDN dan SMP di Jaktim: Mirip di Luar Negeri, Dilengkapi Lift

Brigitta Belia Permata Sari - detikEdu
Senin, 12 Okt 2026 16:30 WIB
Foto: Pramono mengecek gedung sekolah negeri yang baru selesai direvitalisasi di Jaktim (12/10/2026). (Belia/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memperlihatkan fasilitas gedung baru SDN 05 Pekayon dan SMPN 91 Pasar Rebo, Jakarta Timur. Bangunan SD dan SMP ini semula berusia 60 tahun sebelum kemudian direnovasi dan diintegrasikan jadi gedung bertingkat.

Saat meninjau di lokasi, Pramono menyebut sekolah-sekolah tersebut tidak kalah dengan sekolah-sekolah yang ada di luar negeri karena terintegrasi dengan baik. Gedung sekolah tersebut kini memiliki lift, lapangan olahraga, fasilitas pembelajaran modern, dan perpustakaan.

"Untuk melakukan integrasi ini dari SD dan kemudian SMP, biaya yang dibutuhkan adalah Rp 101,3 miliar. Alhamdulillah kalau dilihat menurut saya sekolah ini nggak kalah dengan sekolah-sekolah di luar negeri karena terintegrasi dengan baik," kata Pramono di lokasi, Senin (12/10/2026), dikutip dari detiknews.

Sekolah Terintegrasi, Solusi Keterbatasan Lahan

Pramono menilai, konsep sekolah terintegrasi menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan lahan di Jakarta. Dengan berbagai fasilitas yang telah dihadirkan, ia berharap anak-anak di sekolah-sekolah tersebut bisa lebih mudah menimba ilmu dengan baik dan menjadi peserta didik yang lebih berkualitas.

Menurutnya, pembangunan gedung bertingkat memungkinkan sekolah menyediakan lebih banyak fasilitas tanpa memperluas lahan. Pramono menyebut lahan di Jakarta saat ini mahal, sehingga Pemprov DKI harus memaksimalkan lahan yang sudah ada.

"Persoalan di Jakarta itu persoalan lahan paling utama. Dengan semakin mahalnya lahan, maka harus diefektifkan supaya anak-anak pilihannya juga semakin banyak," kata Pramono.

Siswa SMPN 91 Tak Perlu Lagi Sekolah Sore

Revitalisasi yang dilakukan Pemprov DKI juga menyebabkan SMPN 91 tidak perlu lagi membagi kelas pagi dan sore. Sekarang siswa bisa masuk pagi bersama-sama.

Di samping itu, sekolah juga masih menerapkan pendampingan untuk siswa yang menggunakan lift. Guru SMPN 91 dan SDN 05 Pekayon ditugaskan untuk mendampingi siswa ketika naik dan turun lift karena fasilitasnya masih baru.

Pendampingan juga diberikan kepada siswa dengan disabilitas dan yang memiliki masalah kesehatan. Pramono mengakui, penggunaan lift butuh adaptasi. Pramono turut memuji fasilitas pembelajaran digital di sekolah tersebut.

"Saya sampai tadi dengan Pak Ketua bilang digital. Karena sudah digital semua. Kita sudah nggak bisa mengikuti. Karena beda sekali," ujar Pramono.

19 Gedung Sekolah Jadi Target Revitalisasi

Pramono menyebut ada 19 gedung sekolah yang jadi target revitalisasi pada tahun anggaran 2025. Sekarang, sudah ada 16 gedung yang selesai dikerjakan.

Total anggaran untuk merevitalisasi 19 gedung sekolah mencapai Rp 876,79 miliar. Pramono juga berterima kasih kepada DPRD DKI Jakarta yang mendukung revitalisasi sekolah.

Ia berharap pembenahan fasilitas bisa meningkatkan kualitas pendidikan di Jakarta. Gubernur DKI tersebut juga mengajak guru, siswa, dan warga turut menjaga fasilitas yang sudah diperbaiki.

"Karena salah satu kelemahan kita semua yang kita sadari adalah kita sering kali bisa membangun tetapi tidak bisa merawat dengan baik," ungkapnya.



Simak Video "Menjelajahi Museum Betawi dengan Budaya yang Beragam di Jakarta"

(nah/pal)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork