Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyatakan ada 17 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di jenjang SMP-SMA yang siap memulai operasional di tahun ajaran baru 2026/2027. Penyelenggaraannya dimulai dengan pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) pada Selasa, 21 Juli 2026.
Seperti yang diketahui, tahun ajaran baru 2026/2027 di seluruh jenjang pendidikan sudah dimulai sejak Senin, 13 Juli 2026 lalu. Adapun hari pertama sekolah murid SNT nantinya baru dimulai pada 10 Agustus 2026.
Berjarak kurang lebih satu bulan dari sekolah umum, kenapa SNT tetap digelar pada tahun ajaran 2026/2027?
Ingin Segera Terlaksana
Kemendikdasmen menegaskan ingin SNT segera terlaksana, karena pada dasarnya kurikulum sudah siap digunakan. Selain itu, Mu'ti menyebut ada daerah yang memang sudah siap, contohnya Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).
"OIKN sudah sangat siap. OIKN sejak awal, sudah membangun sekolah terintegrasi ini juga," ungkapnya usai acara Taklimat Media Program Sekolah Nasional Terintegrasi di Plasa Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (20/7/2027).
Sedangkan SNT di 16 Kabupaten/Kota lainnya masih menggunakan fasilitas UPT Kemendikdasmen sebagai kelas transit. Langkah ini menurut Mu'ti mirip dengan Sekolah Rakyat di tahap awal.
"Yang nanti kita buka, ini belajarnya juga masih sebagian di UPT kita. Sebagian di UPT kita, tapi nanti akan dibangun. Jadi mirip sekolah rakyat," kata Mu'ti.
Ia menyatakan Presiden Prabowo Subianto memberi arahan agar SNT segera dimulai sesuai peraturan yang sudah ada. Seiring berjalannya waktu, peraturan dan pelaksanaan terkait SNT akan disempurnakan.
"Yang lainnya kita mulai dulu di situ, sambil gedungnya dibangun, supaya dalam waktu kepemimpinan Bapak Presiden ini kan paling tidak sudah bisa lah," imbuhnya.
Anggarannya Sudah Ada
Selain soal sudah ada aturan, Mendikdasmen menyebut anggaran soal SNT sudah dicarikan melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) 2026. Kemendikdasmen mendapat ABT sebesar Rp 9.125.628.856.000 atau Rp 9,1 T untuk membangun 100 SNT.
"Sudah ada anggarannya di ABT tahun ini. Jadi karena itu harus tahun ini, karena anggarannya sudah ada," ucapnya.
Pembangunan SNT merupakan hasil kerja sama pemerintah pusat dan daerah. Mu'ti membeberkan pemerintah pusat berperan penting dalam penyelenggaraan dan pembiayaan.
"Jadi sekarang ini skemanya, tanah itu hibah dari pemerintah daerah. Tapi penyelenggaraan dan pembiayaannya dari pemerintah pusat," tandasnya.
Simak Video "Video Ada 150.000 Kuota Beasiswa Buat Guru Lanjut D4/S1, Udah Bisa Daftar!"
(det/pal)