Kehidupan sebagai mahasiswa baru (maba) membutuhkan berbagai macam bentuk adaptasi, termasuk dalam bersosialisasi. Khususnya bagi maba yang merantau, hidup di lingkungan yang baru membutuhkan keterampilan interaksi sosial, termasuk saat berkomunikasi dengan pak RT, ibu kos, dan lainnya.
Untuk mendukung hal tersebut, Universitas Gadjah Mada (UGM) mengintegrasikan materi tentang pengenalan lingkungan sekitar pada Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026. PKKMB UGM bertajuk Pionir Gadjah Mada.
Salah satu contoh implementasi pengenalan lingkungan kampus adalah menanam pohon kecil di lingkungan sekitar dan peduli terhadap sampah. Maba UGM diminta untuk menanam pohon tersebut di lingkungan masing-masing dan merawatnya.
"Action plan itu diharapkan mereka mengenali lingkungan kampus, berinteraksi di awal aktivitas mereka, dengan Pak RT, dengan ibu kos," kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, SSos, MSi dalam monitoring dan evaluasi PKKMB UGM di Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, Selasa (4/8/2026).
"Mereka bekerja sama, peduli pada urusan sampah, tidak hanya di kampus. Karena mereka tiap hari, besok, makan di dekat itu, di kos-kosan. Supaya mereka mengenalkan diri sejak awal," lanjutnya.
Di samping itu, supaya mahasiswa terproteksi dari judi online, pinjol, problem keuangan lainnya, UGM memberikan materi manajemen keuangan, khususnya pada PKKMB hari kedua ini, Selasa (4/8/2026). Materi manajemen keuangan merupakan bagian dari materi literasi kesehatan.
Di dalam materi kesehatan, terdapat pembekalan tentang kesehatan fisik, mental, sosial, dan finansial. Materi-materi ini sifatnya wajib.
"Ya kita tahulah, fenomena judol, fenomena pinjol, dan sebagainya. Kita harus memproteksi sejak awal, dan karena itu ada edukasi sejak awal," jelas Dr Arie.
Simak Video "Video Tiyo Eks Ketua UGM Diadukan ke Bareskrim soal Dugaan Hina Prabowo"
(nah/twu)