Irwan Meilano menjadi salah satu orang yang terpilih dalam perombakan Kabinet Merah Putih. Diumumkan Kamis (1/10/2026), ia kini menjadi Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan.
Berdasarkan rekam jejaknya, Prof Dr Irwan Meilano ST MSc tercatat sebagai peneliti dan akademisi di Institut Teknologi Bandung (ITB). Sebelum menjadi wamen, ia terpilih untuk menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (WRAM) ITB periode 2025-2030.
Alumnus ITB-Nagoya
Irwan semula meraih gelar sarjana teknik di Teknik Geodesi ITB pada 1997. Ia lalu merampungkan pendidikan pascasarjana bidang ilmu kebumian di Nagoya University dengan gelar Master of Science (2003) dan doktor pada 2006. Semasa di Jepang, ia aktif dalam pengamatan GPS, gravitasi, dan pengukuran ketinggian di Kozushima (2000-2005).
Dosen Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB ini mengabdi di almamaternya hingga mendapat penghargaan Pengabdian 25 Tahun dari kampus pada 2023. Irwan tercatat aktif di Kelompok Keahlian Sistem Spasial dan Kadaster.
Sejumlah hak cipta yang ia miliki antara lain:
- Platform Risiko Bencana Menggunakan Metode Penilaian Risiko Multi Skenario dan Integrasi Kecerdasan Buatan untuk Pembiayaan Risiko Bencana di Indonesia AiRisiko (versi.2, 2024)
- Big-Data Kegempaan Untuk Analisis Risiko Dan Mitigasi Skenario Bencana Gempa Di Indonesia (Eq-Scen-Id, 2023)
- Platform Penilaian Risiko Berbasis Peristiwa Multi Bahaya untuk Pembiayaan Risiko Bencana di Indonesia (AI-Risiko, 2023)
- Penampil GPS Versi 1.0 (2020)
Selama masa pengabdiannya, Irwan memperoleh Indroyono Susilo Award dalam The Fifth International Conferences of Indonesia Society for Remote Sensing (ICOIRS) 2019 dan penghargaan Satyalancana Karya Satya 20 Tahun dari Presiden RI pada 2020.
Proyek Riset
Mantan Dekan FITB ITB ini juga sebelumnya aktif sebagai anggota Joint Commission on Marine Science and Technology dalam kolaborasi Korea-Indonesia, Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) ITB-Korea Institute of Ocean Science and Technology (KIOST) Korea; dan memimpin Kelompok Kerja Geodesi dalam Tim Pembaharuan Peta Gempa Indonesia di bawah Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Irwan juga tercatat pernah memimpin tim riset multidisiplin yang didanai Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mengenai Model Risiko Keuangan Negara yang Berasal dari Pembiayaan Risiko Bencana. Dalam riset ini, pihaknya bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan.
Usai gempa M 6,1 di Malang dan sekitarnya, April 2021 lalu, Irwan sempat membahas gempa dan tsunami pada podcast di YouTube FITB. Ia menilai, Indonesia sudah sudah cukup baik dalam mendeteksi lokasi gempa dan kenaikan muka air laut, tetapi mekanisme kebencanaan belum berada di level yang sama.
Ia menjelaskan, para peniliti ilmu kebumian telah berkontribusi dalam mekanisme kebencanaan dengan membuat Indonesia Seismic Hazard Map atau Peta Potensi Gempa di Indonesia. Pengembangan peta ini ia harap terus berlanjut secara multidisiplin agar tidak hanya menunjukkan potensi gempa di berbagai daerah, tetapi juga potensi kerusakan dan kerugiannya.
Langkah ini menurutnya juga diharapkan bantu mamperbaiki mekanisme kebencanaan di Indonesia. Contohnya, dengan pendirian posko oleh warga setempat, penyampaian informasi dapat tersalurkan secara baik dan warga lebih tanggap dan sigap akan risiko bencana.
Guru Besar ITB-Mantan Bakal Calon Rektor
Pada 2024, Irwan resmi menjadi Guru Besar ITB. Orasinya di Aula Barat ITB, 16 Maret 2024 berjudul "Geodesi Gempa Bumi: Memahami Sumber Gempa, Mengurangi Risiko Bencana".
Ia juga sempat menjadi salah satu Bakal Calon Rektor Institut Teknologi Bandung 2025-2030. Program unggulannya, Impactful University, disusun dari pilar utama: komunitas atau civitas ITB, ITB Kinarya, pendidikan, serta riset, pengabdian, dan inovasi.
Dalam pencalonan tersebut, ia menyiapkan quick wins berupa meliputi kenaikan insentif, percepatan pencairan dana, innovation, industry, and investors forum, wisuda yang hangat serta kekeluargaan, dan beasiswa bersama alumni.
Simak Video "Video: Ada 'Paus Raksasa' Terdampar di Pasar Seni ITB"
(twu/nwk)