Kasus ledakan liquefied petroleum gas (LPG) terjadi di sejumlah wilayah selama 2026. Berkaca dari ini, benarkah tabung LPG mudah meledak?
Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta, hasil investigasi dari kasus kebakaran atau ledakan LPG menunjukkan bahwa tabung gas jarang menjadi sumber ledakan. Umumnya, ledakan terjadi saat gas LPG dan udara tersulut oleh sumber penyalaan.
Liquefied petroleum gas (LPG) berasal dari campuran hidrokarbon dari pengolahan gas alam dan penyulingan minyak bumi. Dalam tabung bertekanan, LPG disimpan dalam bentuk cairan dan akan menguap menjadi gas saat digunakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Drs R Djarot Sugiarso KS MS mengatakan tabung LPG komersil umumnya mengandung propana dan butana sebagai komponen utama. Kedua senyawa ini cenderung mudah terbakar ketika berinteraksi dengan oksigen di udara.
"Pembakaran cepat ini meningkatkan tekanan hingga menimbulkan ledakan," tuturnya di laman ITS, dikutip Minggu (18/10/2026).
Bukan Tabungnya tapi Kebocoran Gasnya
BPBD DIY menjelaskan bahwa ledakan yang melibatkan LPG sering kali disebabkan oleh gas yang keluar akibat kebocoran, bukan dari tabungnya. Ini karena gas LPG memiliki massa jenis lebih berat daripada udara sehingga cenderung mengendap di bagian bawah ruangan, seperti lantai, kolong meja, atau sudut dapur yang memiliki sirkulasi udara terbatas.
Dalam hal ini, kebocoran yang berlangsung terus-menerus akan meningkatkan konsentrasi gas hingga mencapai kisaran yang mudah terbakar. Keadaan ini bisa menjadi ledakan ketika bertemu dengan sumber api, baik dari percikan kecil dari saklar lampu, kompor, korek api, rokok, hingga steker listrik.
Kebocoran Tabung LPG Dapat Dideteksi
Djarot mengatakan kebocoran LPG sebenarnya dapat dideteksi oleh masyarakat, yaitu melalui bau. Dosen Departemen Kimia itu mengatakan LPG tidak memiliki bau. Oleh karena itu, produsen sengaja menambahkan zat kimia khusus berupa etil merkaptan agar kebocoran gas dapat dikenali melalui aroma khasnya yang menyengat.
"Apabila terjadi kebocoran, segera lepas regulator tabung, buka semua pintu dan jendela, dan bawa tabung ke area terbuka," katanya.
Selain menangani kebocoran, masyarakat juga dapat mencegahnya dengan menaruh tabung LPG di ruangan dengan ventilasi udara dan berjarak aman dari sumber listrik atau api. Tabung gas juga harus disimpan dalam posisi tegak berdiri di atas lantai yang datar agar tidak mudah terguling.
Secara berkala, masyarakat wajib memeriksa kondisi tabung, selang, dan regulator. Untuk memeriksa ketiga komponen ini, masyarakat bisa menggunakan air sabun. Jika muncul gelembung, maka terdapat indikasi kebocoran.
