Viral di media sosial video warga di Kalimantan Selatan menangkap udang yang naik ke permukaan perairan sungai beberapa waktu lalu. Para warga yang gembira mendapati fenomena ini kemudian menyerok udang-udang tersebut dalam ember dan keranjang masing-masing.
Sementara itu, sejumlah warganet mengutarakan dugaan penyebab fenomena ini. Beberapa orang menduga udang-udang ini naik ke permukaan karena kualitas air buruk, mabuk diracun potassium (potas) atau dibom, terkena limbah pabrik, hingga pertanda musibah.
Kenapa Udang Naik ke Daratan?
Merespons fenomena tidak lazim ini, Guru Besar Budidaya Perairan IPB University, Prof Sri Nuryati, memperkirakan, udang naik ke daratan di Kalimantan kemungkinan karena ada potensi krisis oksigen di dasar perairan.
Sri menjelaskan, udang hidup dengan sifat demersal. Artinya, biota akuatik ini hidup secara alami dan beraktivitas di dasar perairan.
Karena itu, fenomena udang muncul ke permukaan hingga naik ke daratan menjadi pertanda adanya gangguan serius pada habitat asli hewan ini di dasar perairan.
"Apabila tidak ditemukan gejala klinis penyakit pada udang tersebut, maka faktor kualitas lingkungan air menjadi kecurigaan utama. Gangguan di dasar perairan ini biasanya berkaitan dengan kadar oksigen terlarut yang kritis," jelas Sri, dikutip dari laman IPB University.
Kenapa Dasar Perairan Krisis Oksigen?
Krisis oksigen di dasar perairan menurut Sri kerap dipicu tingginya kandungan bahan organik. Proses penguraian bahan organik yang berlebihan dapat menipiskan ketersediaan oksigen bagi hewan demersal seperti udang karena proses tersebut butuh konsumsi oksigen yang besar.
Sementara itu, ikan yang hidup di kolom perairan atau pelagis bisa jadi tidak terlalu terdampak lantaran masih bisa memperoleh cukup oksigen di lapisan air yang lebih tinggi.
Perlu Pembuktian
Sri menggarisbawahi, potensi penyebab udang naik ke daratan tersebut perlu dikuatkan dengan pembuktian lewat uji laboratorium. Sejumlah parameter yang perlu dicek dari sampel air dari dasar perairan bersangkutan yakni:
- Kadar oksigen terlarut (dissolved oxygen)
- Total ammonia nitrogen (TAN)
- Biological oxygen demand (BOD)
- Kandungan lainnya.
Menindaklanjuti fenomena ini dan mengantisipasi dampak lainnya, Sri menyarankan agar instansi terkait di sana segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kualitas air setempat, baik dari parameter fisik, kimia, hingga biologi.
Sri juga menyarankan pemeriksaan kondisi sedimen atau lumpur di dasar sungai. Ia menjelaskan, langkah ini penting untuk mendeteksi kandungan zat berbahaya atau akumulasi polutan tertentu pada perairan tersebut.
"Penanganan cepat dan berbasis data ilmiah diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti fenomena ini guna menjaga ekosistem perairan di daerah tersebut tetap stabil dan mencegah dampak lingkungan yang lebih luas," ucapnya.
Simak Video "Video Prabowo Sebut Tambak Udang Kebumen Menjanjikan, Hasilkan 40 Ton per Ha"
(twu/pal)