×
Ad

Canda Prabowo soal Orang Botak Pasti Pintar, Ini Kata Ilmuwan

Nograhany Widhi Koesumawardani - detikEdu
Selasa, 13 Jan 2026 19:30 WIB
Foto: Dirgayuza Setiawan bersama Presiden Prabowo (dok istimewa)
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto sempat berkelakar soal 'orang botak pasti pintar' saat peluncuran 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) kemarin. Benar nggak 'orang botak pasti pintar'?

Prabowo dalam pidatonya menceritakan dengan kelakar bahwa timnya banyak yang botak dan pintar.

"Profesor Rachmat Pambudy (Menteri Bappenas). Terima kasih. Kenapa kau buka kopiah? Supaya kelihatan pintar? Jadi kalau orang botak itu pasti pintar. Orang pintar belum tentu botak, tapi kalau orang botak pasti pintar. Dan saya beruntung karena tim saya banyak orang botak," demikian kelakar Prabowo di sela-sela pidato 'Peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi' di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

Setelah itu, Direktur Utama (Dirut) PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota kena 'senggol' juga soal botaknya.

"Di sini ada berapa dirut? Dirut Agrinas Pangan. Ini orang dari Timor Timur tadinya, tapi loyal sama Merah Putih, ikut ke sini. Beliau namanya Joao Mota. Namanya panjang sekali, Joao Angelo De Sousa Mota. Benar? Kepala juga mulai botak, pintar pasti," sapa Prabowo.

Belum cukup, Prabowo juga menyapa Asisten Khusus Presiden bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, serta Asisten Khusus Presiden bidang Analisa Data Strategis Agung Gumilar Saputra.

"Oh iya, ini saya lihat ada asisten khusus saya juga, Saudara Yuza (Dirgayuza). Dia botak juga kan? Saya punya dua asisten khusus, yang di bidang komunikasi, yang nyusun pidato-pidato saya, yang satu namanya Agung juga, Acil, orang Garut ini. Lihat kan, dua-duanya botak, kan. Jadi teori saya benar, mereka pintar-pintar, dan memang mereka pintar-pintar. Terima kasih," puji Prabowo.

Jalan Panjang Temuan Penyebab Kebotakan

Penemuan penyebab kebotakan tidak sederhana, butuh riset ilmiah berbasis data yang panjang. Namun dulu ada beberapa dugaan mengapa manusia, terutama pria, bisa mengalami kebotakan.

Dilansir dari BBC, Aristoteles mengira kebotakan disebabkan oleh hubungan seksual. Pada era Romawi kuno, epidemi kulit kepala botak di kalangan militer mengambinghitamkan helm logam berat yang dikenakan para tentara.

Sempat juga beredar spekulasi teori 'kekeringan otak. Pada teori ini,, otak dianggap menyusut sehingga membuat rambut memendek bahkan hilang dari kepala.

Polusi udara tak luput dari tudingan penyebab kebotakan. Potongan rambut yang salah juga diduga jadi biang kebotakan.

Dokter kulit di Prancis pada 1897 sempat membuat gempar dan panik sedunia karena mengklaim dan mengumumkan menemukan penyebab kebotakan: mikroba. Akhirnya jurnal medis hingga tukang cukur melakukan pencegahan: sisir harus direbus secara teratur. Orang botak kala itu dilarang pakai sisir anggota keluarga mereka, harus punya sendiri karena dikhawatirkan 'menularkan' kebotakan.



Simak Video "Video Prabowo Marah soal Laporan Palsu: Jangan Main-main dengan Saya"

(nwk/twu)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork