×
Ad

Kemdikti: Awardee LPDP Dokter Spesialis Bisa Segera Ditugaskan ke Daerah

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 22 Okt 2026 20:00 WIB
Paparan jumlah awardee LPDP ongoing di program pendidikan dokter dan dokter gigi spesialis dan subspesialis berdasarkan data LPDP, Oktober 2026. Foto: Trisna Wulandari/detikcom
Jakarta -

Sebanyak 2.087 orang penerima beasiswa LPDP sedang studi (ongoing) pada program pendidikan dokter atau dokter gigi spesialis. Mereka dapat diatur penempatannya sesuai perencanaan kebutuah tenaga medis, khususnya wilayah prioritas, oleh Kementerian Kesehatan.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Sesditjen Dikti) Kemdiktisaintek Prof Dr med dr Setiawan pada kegiatan peluncuran Inisiatif Strategis Program Akselerasi Kedokteran Gigi, Program Beasiswa Pendidikan Spesialis, dan Program Penempatan Residen Tingkat Mandiri di Kantor Kemdiktisaintek, Jl Pintu Satu Senayan, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

"Ini adalah aset kita untuk dapat segera ditugaskan di daerah-daerah prioritas yang membutuhkan tenaga spesialis ini karena ini mungkin ada yang akan lulus bulan depan, semester depan, dan seterusnya jadi ini adalah quick wins yang bisa kita upayakan untuk segera memenuhi kebutuhan tenaga medis di daerah prioritas dan rumah sakit prioritas," ucap Setiawan.

Plt Direktur Utama LPDP Yon Arsal mengatakan, pihaknya mendukung langkah-langkah strategis dalam akselerasi peningkatan akses dan kualitas pendidikan kedokteran dan kedokteran gigi, termasuk untuk membiayai pendidikan maupun penyelarasan kebutuhan tenaga kesehatan nasional dengan kapasitas pendidikan yang tersedia.

"Kebijakan untuk penempatan dokter-dokternya, ketersediaan ada dimana, distribusinya tentu kami serahkan kepada para pemangku kepentingan yang terkait," ucapnya pada kesempatan yang sama.

Selaras, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan, penerima beasiswa bisa ditempatkan untuk akselerasi pemerataan, termasuk beasiswa dari pemerintah daerah.

"Dalam konteks tersebut tenaga medis penerima beasiswa merupakan sumber strategis yang bisa ditempatkan untuk akselerasi pemerataan," ucapnya pada kegiatan tersebut.

Dalam hal ini, Setiawan mengungkapkan, ada 1.280 penerima beasiswa selain LPDP ongoing pada pendidikan dokter spesialis dan subspesialis. Data diperoleh dari 45 dari 56 perguruan tinggi.

Adapun penerima beasiswa selain LPDP tersebut terdiri dari 636 orang tugas belajar (Tubel) Kemenkes, 322 orang tubel pemda, 48 orang Tubel Kementerian Pertahanan, 177 orang penerima beasiswa yayasan/swasta, dan 97 orang penerima beasiswa rumah sakit.

Prodi Awardee LPDP Ongoing di Pendidikan Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Subspesialis

Berdasarkan data LPDP pada Oktober 2026, Setiawan memaparkan jumlah penerima beasiswa LPDP ongoing di setiap prodi pendidikan dokter atau dokter gigi spesialis dan subspesialis sebagai berikut:

Andrologi

Spesialis: 3
Subspesialis: -

Anestesiologi dan Terapi Intensif

Spesialis: 103
Subspesialis: 7

Bedah Anak

Spesialis: 16
Subspesialis: -

Bedah Plastik, Rekonstruksi, dan Estetik

Spesialis: 12
Subspesialis: -

Bedah Saraf

Spesialis: 41
Subspesialis: -

Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular

Spesialis: 32
Subspesialis: -

Dermatologi, Venereologi, dan Estetika

Spesialis: 49
Subspesialis: -

Farmakologi Klinik

Spesialis: 2
Subspesialis: -

Gizi Klinik

Spesialis: 20
Subspesialis: -

Ilmu Bedah

Spesialis: 80
Subspesialis: 8

llmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik

Spesialis: 60
Subspesialis: -

Ilmu Kedokteran Forensik Dan Medikolagal

Spesialis: 6
Subspesialis: -

Ilmu Kesehatan Anak

Spesialis: 174
Subspesialis: 15

Ilmu Kesehatan Mata

Spesialis: 82
Subspesialis: -

Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher

Spesialis: 25
Subspesialis: -

Ilmu Penyakit Dalam

Spesialis: 239
Subspesialis: 12

Jantung dan Pembuluh Darah

Spesialis: 240
Subspesialis: 1

Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler

Spesialis: 6
Subspesialis: -

Kedokteran Okupasi

Spesialis: 8
Subspesialis: -

Kedokteran Olahraga

Spesialis: 4
Subspesialis: -

Kedokteran Penerbangan

Spesialis: 3
Subspesialis: -

Mikrobiologi Klinik

Spesialis: 10
Subspesialis: -

Neurologi

Spesialis: 101
Subspesialis: -

Obstetri dan Ginekologi

Spesialis: 141
Subspesialis: 15

Onkologi Radiasi

Spesialis: 18
Subspesialis: -

Orthopaedi dan Traumatologi

Spesialis: 47
Subspesialis: -

Parasitologi Klinik

Spesialis: 2
Subspesialis: -

Patologi Anatomi

Spesialis: 22
Subspesialis: -

Patologi Klinik

Spesialis: 64
Subspesialis: -

Psikiatri

Spesialis: 37
Subspesialis: 4

Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi

Spesialis: 60
Subspesialis: -

Radiologi

Spesialis: 74
Subspesialis: -

Urologi

Spesialis: 76
Subspesialis: -

Bedah Mulut dan Maksilofasial

Spesialis: 48
Subspesialis: -

Ilmu Penyakit Mulut

Spesialis: 6
Subspesialis: -

Kedokteran Gigi Anak

Spesialis: 12
Subspesialis: -

Konservasi Gigi

Spesialis: 34
Subspesialis: -

Ortodonsia

Spesialis: 24
Subspesialis: -

Periodonsia

Spesialis: 20
Subspesialis: -

Prostodonsia

Spesialis: 20
Subspesialis: -

Radiologi Kedokteran Gigi

Spesialis: 2
Subspesialis: -

10 Provinsi dengan Rasio Dokter Spesialis Terhadap Populasi Terendah

Dikutip dari laman Indikator SDM Kesehatan, Direktorat Jenderal SDM Kesehatan Kemenkes, berikut sepuluh daerah dengan rasio jumlah dokter spesialis eksisting terhadap populasi yang terendah.

Papua Pegunungan

Dokter spesialis eksisting: 0
Populasi: 1.501.864

Papua Barat Daya

Dokter spesialis eksisting: 1
Populasi: 645.544

Kepulauan Riau

Dokter spesialis eksisting: 0
Populasi: 2.243.105

Papua Selatan

Dokter spesialis eksisting: 5
Populasi: 557.203

Papua Barat

Dokter spesialis eksisting: 4
Populasi: 596.461

Sulawesi Barat

Dokter spesialis eksisting: 103
Populasi: 1.547.354


NTT

Dokter spesialis eksisting: 382
Populasi: 5.828.569

Maluku Utara

Dokter spesialis eksisting: 118
Populasi: 1.391.708

NTB

Dokter spesialis eksisting: 529
Populasi: 5.815.328

Maluku

Dokter spesialis eksisting: 187
Populasi: 1.995.208.



Simak Video "Video: Alasan LPDP Pangkas Penerima Beasiswa di 2025-2026"

(twu/pal)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork