Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih di Kecamatan Penebel, mencatat penurunan kunjungan wisatawan hingga 30 persen dalam beberapa hari terakhir. Manajer Operasional DTW Jatiluwih, I Ketut Purna alias John, mengatakan penurunan mulai terlihat sejak 11 Oktober 2026, seiring munculnya antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
"Penurunannya mencapai 30 persen. Tanda-tanda penurunan kunjungan mulai terlihat sejak adanya antrean di SPBU," ujar John saat diwawancarai, Sabtu (17/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data pengelola, kunjungan wisatawan pada 11 Oktober tercatat sebanyak 1.130 orang. Namun, jumlah tersebut merosot menjadi 695 orang pada 12 Oktober dan kembali turun menjadi 529 orang pada 13 Oktober.
Kunjungan sempat meningkat menjadi 751 orang pada 14 Oktober, sebelum kembali turun menjadi 562 orang pada 15 Oktober. Sehari berikutnya, jumlah wisatawan naik tipis menjadi 730 orang.
"Data tersebut merupakan total kunjungan wisatawan mancanegara (WNA) dan wisatawan domestik (WNI)," jelasnya.
John menjelaskan sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke Jatiluwih menggunakan kendaraan roda empat. Kondisi kelangkaan BBM dan antrean panjang di SPBU diduga turut memengaruhi mobilitas wisatawan menuju kawasan wisata tersebut.
Pihak pengelola berharap persoalan pasokan BBM segera teratasi sehingga arus lalu lintas kembali normal dan aktivitas pariwisata di Jatiluwih pulih.
"Kami berharap kelangkaan BBM ini bisa segera teratasi, lalu lintas kembali normal, dan aktivitas pariwisata juga kembali normal," pungkasnya.